
Hari ini tak seperti hari biasanya, daichi sama sekali tidak berangkat kekantor karena dia sibuk mengurusi segala keperluan pernikahnya.Dia mulai menata ulang segala perabotan yang ada dirumahnya agar sakura merasa nyaman ketika tinggal di rumahnya .
Dia mendesain ulang rumahnya dan menambah beberapa perabotan yang baru untuk mempercantik kediamannya. Semua orang begitu sibuk berkemas-kemas untuk menyabut Nyonya mereka. Sosok sakura yang terkenal begitu baik membuat para pekerja dirumah Daichi tak sabar untuk bertemu langsung dengan Sakura Agata.
Rumah itu begitu besar,tetapi hanya sedikit memiliki perabotan di dalamnya sehingga setiap ruangan terlihat begitu kosong. Semua orang akan mengetahui bahwa pemiliki rumah itu adalah seorang lelaki saat pertama kali masuk kedalam rumah itu. Namun kini daichi memberikan sentuhan wanita di dalam rumahnya terdapat banyak bunga-bunga yang segar di setiap sudut-sudut di dalam rumah itu. Bunga-bunga itu mengeluarkan bau yang begitu wangi dan membuat rumah tersebut sangat wangi.
"Selamat pagi tuan daichi", sapa kepala pelayan itu yang melihat daichi baru saja turun kebawah.
"Selamat pagi,"ucap daichi sambil melihat setiap sudut rumahnya yang kini telah berubah total.
"Kami sedang menata sesuai dengan permintaan tuan",ucap kepala pelayan.
"Apa ada masalah?"tanya daichi.
"Tidak tuan, semuanya lancar ucap kepala pelayan itu.
"Baguslah kalau begitu", ucap daichi yang pergi meninggalkan kepala pelayan itu sambil berjalan ke taman samping rumahnya.
Baru kali ini dia terlepas dari beban pekerjaan yang begitu banyak. Dia adalah orang yang jarang absen untuk pergi kekantor, kecuali dalam situasi yang mendesak. Meskipun dia adalah pemilik dari perusahan itu, dia tetap menerapkan kedisiplinan dalam dirinya agar semua karyawannya dapat mencontohnya
Baginya kesuksesan suatu perusahaan adalah bagaiman seorang pemimpin itu sendiri, apa yang dilakukan pemimpin itu pula yang akan di contoh oleh karyawannya karena prinsipnya "Jika kepalanya lurus, maka ekornya akan ikut lurus pula".
Dia meraih ponselnya yang berada di dalam kantong saku celananya untuk menghubungi sekertaris Yun. Meskipun dia tidak masuk kerja, tetapi sekertaris Yun tetap bekerja seperti biasanya untuk melayani daichi.
"Hallo, sekertaris Yun apakah kamu sudah mendapatkan informasi yang ku perintahkan?"tanya daichi.
"Sudah tuan, sebentar lagi saya akan tiba dirumah anda", ucap sekertaris Yun lewat sambung telepon.
"Baiklah", ucap daichi yang memutuskan sambungan telepon itu.
Dia hanya berjalan-jalan di taman untuk menghirup udara segar di pagi hari sambil menunggu kehadiran sekertaris Yun untuk memberikan informasi kepadanya.
Baginya segala hal yang berhubungan mengenai sakura Agata sangat penting untuknya. Dia selalu ingin berada di dekat sakura meski itu sangat sulit,tetapi apa pun akan dilakukannya untuk bisa lebih dekat dengan wanita yang dicintainya
Ketika dia menatap kedua mata sakura, terbesit keinginannya untuk mengungkapkan perasaannya sesungguhnya kepada sakura, namun di hatinya masih terasa ada yang mengganjal sehingga membuat bibirnya sulit untuk mengatakannya.
Dia begitu ragu untuk mengatakan perasaannya kepada sakura karena setiap mereka berdua bertemu sakura Agata selalu mengabaikan dirinya sehingga membuatnya belum siap menerima penolakan.
"Aku hanya bisa memikirkan mu dan merindukan mu diam-diam dan memendam perasaan ini untuk mu".
Daichi Tama....
Tak lama dari sambungan telpon daichi berakhir kepadanya sekertaris Yun tiba di kediaman daichi dan masuk kedalam. Sekertaris Yun tampak terkejut melihat perubahan yang terjadi.
"Selamat pagi sekertaris yun", ucap kepala pelayan itu yang tentu saja sudah tak asing dengan wajah sekertaris Yun.
"Selamat pagi ", Sapa sekertaris Yun dengan ramah.
"Apa anda mencari tuan daichi?"Tanya kepala pelayan.
"Benar sekali", ucap sekertaris Yun.
"Tuan daichi saat ini ada di taman samping rumah",ucap Kepa pelayan itu.
__ADS_1
"Tetapi apa yang sedang kalian lakukan?" tanya sekertaris Yun
"Tuan daichi meminta kami untuk menatap ulang suasana rumah ini agar nona sakura merasa nyaman saat tinggal disini", ucap kepala pelayan itu.
"Apapun dilakukan tuan daichi untuk membuat nona sakura merasa nyama", batin sekertaris Yun.
"Baiklah, saya menjumpai tuan daichi duluh", ucap sekertaris Yun kepada kepala pelayan itu dan berjalan menujuh arah taman.
°
°
"Tuan daichi !!!! Teriak sekertaris Yun sambil berjalan menghampiri daichi.
Daichi yang mendengar teriakan sekertaris Yun langsung memutar badannya.
"Selamat pagi tuan daichi", ucap sekertaris Yun dengan raut wajah yang tampak bahagia.
"Kenapa dirimu terlihat begitu senang sekertaris yun?"tanya daichi.
"Itu karena akhirnya anda bisa terlepas dari semua kesibukan anda selama ini tuan daichi, saya sangat bahagia", jawab sekertaris Yun.
"Akhhh, aku malah merasa begitu bosan dirumah saja", ucap daichi sambil menarik napasnya.
"Mungkin karena anda sudah terbiasa bekerja", ucap sekertaris Yun.
"Lalu bagaimana dengan yang ku perintahkan?"tanya daichi.
"Rumah sakit wongdo?" Apa hubungannya dengan sakura?Tanya daichi.
"Yah,"sekertaris Yun tampak kaget mendengar pertanya daichi kepadanya.
"Kenapa dia harus ikut terlibat dalam mencari donatur untuk kegiatan amal itu?" tanya daichi.
"Apa anda sama sekali tidak mengingatnya tuan daichi?"tanya sekertaris Yun sambil menatap daichi.
"Soal apa?"Apakah aku melupakan sesuatu?"tanya daichi yang tampak bingung.
"As-taga", sekertaris Yun tampak tidak percaya. "Apa anda sama sekali tidak mengingat sedikit pun mengenai rumah sakit wongdo?"Tanya sekertaris Yun dengan begitu semangat.
"Tidak, untuk apa aku mengingat sesuatu yang tidak penting",ucap daichi dengan nada suara yang datar.
"Aisssaas", sekertaris Yun tampak keheranan melihat daichi tama. Dia terus menatap daichi dengan kedua tangannya yang memegang pinggangnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tampak tak percaya.
"Apa ini? "Apakah begitu caramu menatap boss?"tanya daichi.
"Bagaimana anda selalu melupakan hal-hal yang penting?"ucap sekertaris Yun dengan suaranya yang frustasi."Pertama anda melupakan tanggal pernikahan anda dan sekarang anda lupa bahwa rumah sakit wongdo adalah rumah sakit yang dipimpin kakak tertua nona sakura Agata yang sebentar lagi akan menjadi kakak ipar anda tuan", ucap sekertaris Yun.
"Apa?" ucap daichi yang tampak kaget mendengarnya.
"Maksudmu itu adalah rumah sakit yang dipimpin Rici Agata?"Tanya daichi
"Benar sekali tuan Daichi",ucap sekertaris Yun yang merasa lega akhirnya daichi mengingatnya.
__ADS_1
"Aku kini mulai memahaminya", ucap daichi.
"Nona sakura bahkan keluarga besar Agata selalu ikut dalam setiap kegiatan amal yang dilakukan rumah sakit wongdo tuan",ucap sekertaris Yun.
"Jadi begitu", ucap daichi.
"Dan mengenai pria yang bersama nona sakura saat direstoran semalam, dia adalah dokter sekaligus ketua panitia dalam kegiatan amal yang akan berlangsung besok. Apa yang dikatakan nona sakura semalam benar tuan", ucap sekertaris Yun yang mencoba menjelaskan semua informasi yang di dapatnya kepada daichi Tama.
Daichi langsung tersenyum ketika mengetahui siapa sebenarnya sosok pria yang bersama sakura, kini dia mulai merasa begitu lega.
"Lalu apa rencana anda selanjutnya tuan daichi?"tanya sekretaris Yun.
"Kapan acara amal itu berlangsung?"daichi kembali bertanya kepada sekertaris Yun.
"Acara amal itu akan di selenggarakan besok tuan daichi,"ucap sekertaris Yun.
Sekertaris Yun merasa sepertinya daichi sudah memiliki rencana.
"Kita akan menghadiri acara itu besok sekertaris Yun",ucap daichi yang menatap sekertaris Yun.
"Apa saya tidak salah dengar tuan? Apa anda yakin akan menghadiri kegiatan amal itu, sedangkan anda sama sekali tidak ada di undang ?" ucap sekertaris yun.
Bagi sekertaris Yun itu akan sangat aneh ketika menghadiri suatu acara tanpa diundang. Dia merasa daichi akan mempermalukan dirinya disana.
"Kita akan mendapatkan undangan itu sekertaris Yun", ucapan daichi begitu sangat santai dan membuat sekertaris Yun merasa bingung.
"Maafkan atas kelancangan saya tuan, apa saya tidak salah dengar?"tanya sekertaris Yun.
"Hubungi pihak panitia dari rumah sakit wongdo, katakan aku akan ikut berdonasi", ucap daichi yang tersenyum dengan sudut bibirnya sebelah kiri terangkat.
"Ba-ik tuan daichi ", ucap sekartaris yun.
Seperti dugaannya bahwa daichi telah merencanakan sesuatu dan kali ini caranya adalah ikut berdonasi dalam kegiatan amal. Tentu saja bagi seorang daichi Tama uang bukanlah sebuah masalah.
Seluruh orang yang berada di kota ini tau seberapa banyak kekayaan yang dimiliki keluarga Tama, bahkan daichi sendiri telah memiliki kekayaan pribadi dari bisnis yang di bangun dan di kelolah nya sendiri. Dia adalah pengusaha muda yang sukses dengan atau tanpa nama Tama di belakang namanya karena dia sama sekali tidak pernah melibatkan keluarganya dalam usaha yang dibangunnya.
"Tuan daichi, seminggu lagi pernikahan anda akan berlangsung. Apakah ada sesuatu yang dapat saya bantu?"tanya sekertaris Yun.
"Semua sudah di urus oleh keluarga ku, aku rasa tidak ada masalah lagi sekertaris Yun",ucap daichi.
"Bagaimana dengan cincin pernikahan kalian tuan, apakah Ny.Imoto yang menyiapkannya juga?"tanya sekertaris Yun.
"Cincin? Daichi tampaknya melupakan hal itu.
"Menurut saya lebih baik anda dan nona sakura langsung yang mencari cincin untuk pernikahan kalian. Sehingga nona sakura bisa memilih model yang diinginkannya dan tentu dengan ukuran yang pas", ucap sekertaris Yun.
"Kamu benar sekertaris Yun, itu adalah ide yang bagus. Sepertinya kau begitu memahami segala hal mengenai urusan pernikahan, tidak salah aku memperkerjakan dirimu", ucap daichi yang tersenyum dan memegang bahu kiri sekertaris Yun sambil melangkah pergi meninggalkan taman tersebut.
Tinggal menghitung hari dan sebentar lagi sakura Agata akan menjadi istrinya.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung...
__ADS_1