Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 88 Dia


__ADS_3

"Mengapa harus melibatkan saya dalam urusan rumah tangga anda tuan daichi?" tanya sekertaris Yun.


"Itulah gunanya aku memperkerjakan mu sebagai sekertaris pribadiku sekertaris Yun", ucap daichi.


"Aisssss, anda bahkan telah menggangu waktu sarapan pagi ku", ucap sekertaris Yun sambil membuka plastik sandwich yang dari tadi ada di tangannya.


"Apa itu?" tanya daichi.


Sekertaris Yun terlihat bingung dengan pertanyaan daichi, hingga dia mengikuti kemana arah pandangan mata daichi tertujuh.


"Ahhh, Ini sandwich. Nona aruka membaginya kepada saya karena dia tau saya belum sarapan", ucap sekertaris Yun.


"Berikan", ucap daichi sambil mengulurkan tangannya.


"A-PA??" tanya sekertaris Yun yang terlihat bingung.


Daichi hanya menunjukan sandwich yang dipegang sekertaris Yun dengan perasaan yang berat dia memberikan sandwich yang dari tadi tak kunjung dinikmatinya kepada daichi.


"Ini tuan", ucap sekertaris yun


" Ahh, aku juga lapar sekali karena begitu kesal hingga membuatku tidak menikmati sarapan pagi ku", ucap daichi dengan mulut yang terisi dengan makanan.


Sekertaris Yun hanya melihat daichi yang sedang menikmati sandwich yang seharusnya menjadi miliknya, namu mengingat daichi adalah pimpinan ya membuatnya hanya mampu mengelus dadanya.


"Oh iya tuan, mengenai keberangkatan kalian yang tinggal 2 hari lagi, saya sudah menyiapkan semuanya", ucap sekertaris Yun.


"Ahh, untung kamu membahasnya sekertaris Yun. Aku baru ingat, tolong Carikan kami apartment tempat kami tinggal selama disana", ucap daichi.


"Apartment? Untuk apa tuan? Saya sudah memesankan sebuah hotel mewah untuk anda dan nona sakura tempati selama disana", ucap sekertaris Yun.


"Sakura yang memintanya, dia ingin melakukan semua nya sendiri selama disana", ucap daichi.


"Apa itu tidak terlalu melelahkan nantinya untuk nona sakura tuan?" tanya sekertaris Yun.


"Aku sudah mengatakan hal yang sama seperti itu kepadanya, tetapi dia tetap menginginkannya", ucap daichi.


"Baiklah tuan, saya akan mencarikannya", ucap sekertaris Yun.


"Cari apartment yang bagus dan memiliki fasilitas yang lengkap karena aku tidak ingin membuat sakura kecewa", ucap daichi.


"Saya akan mencarinya tuan, serahkan itu kepada saya", ucap sekertaris Yun.


"Baguslah kalau begitu, kamu memang selalu dapat ku andalkan sekertaris yun", ucap daichi.


"Itu adalah tugas dan tanggung jawab saya tuan", ucap sekertaris Yun.


"Aku tidak tau bagaimana aku disana nantinya tanpa dirimu sekertaris Yun", ucap daichi.


"Saya juga ingin menemani anda tuan, tapi tepat dihari keberangkatan anda saya juga harus mewakili anda dalam pertemuan dengan perusahaan LYB yang ingin membahas kelanjutan kerja dengan kita", ucap sekertaris Yun.


"Kamu benar sekertaris Yun, kita juga harus menjaga hubungan kerja sama kita dengan mereka yang selama ini juga terjalin baik dengan perusahan ini", ucap daichi.


"Saya yakin mereka mungkin akan kecewa saat mengetahui anda tidak menghadiri pertemuan itu, tapi saya akan berusaha mengatasinya tuan. Percayakan saja semuanya kepada saya, saya akan melakukan sebaiknya.", ucap sekertaris Yun.


" Aku selalu mempercayaimu sekertaris Yun, aku yakin kami bisa melakukannya", ucap daichi.

__ADS_1


"Terima kasih tuan daichi atas kepercayaan anda kepada saya selama ini", ucap sekertaris Yun sambil menundukkan kepalanya.


"Sudahlah, hentikan jangan lakukan itu", ucap daichi.


"Kalau tidak ada lagi, saya izin keruangan saya duluh kalau begitu tuan", ucap sekertaris Yun.


"Silakan", jawab daichi.


Sekertaris yun pergi meninggalkan ruangan daichi menujuh keruangannya untuk mengurus kembali keperluan daichi dan sakura yang akan berpergian. Selepas sekertaris Yun meninggalkan ruangannya, daichi mulai bekerja dan melupakan rasa kesalnya untuk sesaat kepada sakura.


•••••••••••••••


Kediaman Sera 🏠


Tok.....Tok...Tok...


"Sera...., Sera...., Apa kamu sudah bangun?"tanya Ayana.


"Masuklah Ayana", teriak Sera dari dalam kamarnya.


Sejak kejadian dengan sakura, malam harinya Ayana memutuskan untuk membawa Sera pulang dari rumah sakit dikarenakan dokter mengatakan bahwa kondisi sera sudah membaik, namun sejak kepulangannya Sera lebih sering menghabiskan waktunya dikamar untuk menyendiri.


Dia terus mencoba menghubungi daichi, namun daichi selalu mengabaikannya dan sama sekali tidak pernah lagi datang menemuinya selepas dia keluar dari rumah sakit dan itu membuatnya merasa begitu sedih.


Ayana membuka pintu kamar itu dengan menggunakan siku tangannya dikarenakan kedua tangannya memegang sebuah talam yang berisikan sarapan pagi untuk Sera.


"Selamat pagi Sera", sapa ayana sambil berjalan mendekat kearah sera yang masih duduk di atas ranjang tempat tidurnya.


"Selamat pagi Ayana", ucap Sera.


"Apa tidur mu nyenyak semalam?" tanya Ayana sambil meletakan talam yang dibawahnya di atas meja.


"Aku membawakan mu sarapan, makanlah selagi hangat yumi yang memasaknya tadi", ucap Ayana.


"Hmmm, Terima kasih ayana", ucap sera.


Beberapa hari ini banyak perubahan dari Sera, dia tidak seagresif dulu dan lebih tenang dari biasanya.Tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya saat ini, tetapi perubahan yang terjadi justru membuat Ayana kasihan melihat Sera.


"Yasudah lebih baik sekarang kamu makan", ucap Ayana yang mengambil talam yang diletakan di atas meja.


"Ayana, nanti saja. Aku belum selera makan", ucap Sera.


"Sera...., Apa yang kamu pikirkan?"Tanya Ayana.


Sera hanya membuang pandangannya dari Ayana yang memegangi tangannya, meski tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Sera, namun Ayana tau apa yang saat ini ada dalam pikirannya.


"Daichi Tama ", ucap Ayana.


Sera hanya menangis saat mendengar Ayana menyebut nama Daichi Tama, air matanya terus jatuh membasahi pipinya.


"Katakan kepadaku Ayana. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Sera dengan kedua matanya yang terus mengeluarkan air mata kesedihannya.


"Lupakan dia Sera, itulah yang harus kamu lakukan sekarang. Jangan pernah mengingat dia lagi, buang dia dari pikiranmu sekarang karena kamu juga berhak bahagia sama seperti dia Sera", ucap Ayana.


"Begitu sulit Ayana, aku tidak bisa melakukannya", ucap Sera.

__ADS_1


"Kamu bisa sera, kamu bisa melakukannya", ucap Ayana.


"Aku ingin melupakan daichi, tapi begitu sulit rasanya ayana. Aku tidak bisa melupakannya begitu saja, dia begitu berarti untuk ku", ucap Sera yang terus menangis.


"Sera...., Kumohon jangan seperti ini, kamu bisa mencari kebahagiaanmu sendiri sera", ucap Ayana yang mencoba meyakinkan Sera yang terlihat begitu kacau.


"Kenapa ini harus terjadi denganku Ayana?? Ini begitu menyiksa diriku, aku telah menunggunya begitu lama tapi dia menikah dengan wanita lain", ucap Sera.


Sera terus menangis dan merasa bahwa semua terasa tak adil untuknya, dia yang berjuang selama ini justru harus menerima kenyataan bahwa cinta pertamanya telah memiliki cinta yang lain.


"Bahkan dia sudah tidak memperdulikan aku lagi", ucap Sera.


Melihat kesedihan Sera membuat hati Ayana ikut hancur, dia begitu memahami apa yang dirasakan Sera. Dia tau seberapa besar perjuangan Sera selama ini untuk dapat berada di posisinya sekarang dan dia melakukannya untuk Daichi Tama, tetapi kali ini dia sungguh tidak tau harus melakukan apa untuk Sera. Ucapan daichi saat dirumah sakit itu terus terlintas di telinga Ayana bahwa dia tidak akan pernah lagi memperdulikan Sera dan peringatan sakura juga tidak dapat diabaikannya karena itu akan menghancurkan karir Sera yang selama ini dibangun Sera dengan bersusah payah.


"Sudah..., jangan menangis lagi. Hapus air mata mu Sera", ucap Ayana sambil menghapus air mata Sera yang terus berjatuhan tak henti - hentinya.


"Aku begitu merindukan daichi, aku sangat merindukannya", ucap Sera.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Ayana yang ikut menangis bersama Sera.


Ayana menghapus air matanya saat dia mengingat sesuatu hal.


"Apa kamu begitu ingin bertemu dengan daichi?" tanya Ayana dengan kedua matanya menatap Sera begitu serius.


"Hmmmm...., jawab Sera.


"Kalau begitu kamu akan bertemu dengannya", ucap Ayana yang menggenggam tangan Sera sambil menganggukkan kepalanya.


Sera langsung menatap ayana, kedua matanya menatap Ayana yang berada di depannya.


"A-pa yang baru saja kamu katakan Ayana?" tanya Sera dengan kedua matanya begitu tajam melihat Ayana.


"Kamu akan bertemu dengan daichi, jangan menangis lagi. Aku akan membantumu Sera",. ucap Ayana.


"Sungguh???? Benarkah??? Aku akan bertemu dengan daichi?" tanya Sera yang terlihat tak percaya dengan apa yang dikatakan Ayana.


"Ia Sera, kamu akan bertemu dengan daichi. Percayalah kepadaku", ucap Ayana.


"Ta-pi bagaimana?" tanya sera.


"Kamu tidak perlu tau Sera bagaiman aku melakukannya yang penting pada akhirnya kamu bisa bertemu dengan daichi", ucap Ayana yang tersenyum kepada Sera.


"Ayana.....," ucap Sera yang begitu tersentuh dengan ucapan Ayana yang begitu memperdulikannya.


"Apa kamu merasa bahagia sekarang?" tanya Ayana.


"Hmmm..., aku sangat bahagia sekali", ucap Sera yang kini mampu tersenyum.


"Baiklah, makanlah sarapan mu sekarang. Kamu harus sehat saat bertemu dengan daichi jangan perlihatkan wajah pucat mu nanti di hadapannya saat bertemu", ucap Ayana sambil memberikan makanan kepada Sera.


"Baiklah, aku akan makan dengan benar mulai sekarang Ayana", ucap Sera yang mulai melahap makanan yang dimasak yumi untuknya.


Ayana begitu bahagia melihat Sera yang mulai bersemangat dan ceria lagi, wajahnya yang dari tadi memancarkan kesedihan perlahan mulai sirna.


"Aku akan berusaha Sera. Aku akan menjadi kakak yang akan melindungi mu", batin Ayana yang terus menatap Sera.

__ADS_1


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..


__ADS_2