Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 26 Menyadari


__ADS_3

Sakura keluar dengan terburu-buru dari kantor daichi dan pergi meninggalkan tempat itu.Mobil itu melaju begitu sangat cepat, sakura terus menambah kecepatan mobil yang dibawahnya dengan air mata yang terus menjatuhi pipinya.Dia mengemudi mobilnya dengan kondisi yang tidak baik, dia sulit mengendalikan dirinya dijalanan.


Sampai akhirnya dia memberhentikan laju mobil tersebut di pinggir jalan tol. Dia hanya menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya dengan mobil yang terus lalu- lalang melewati mobilnya yang menepi.


Dia menatap wajahnya dikaca mobilnya, hanya ada kesedihan yang terpancar di matanya. Dia begitu malu melihat dirinya yang sekarang, menangis untuk seseorang yang tidak dicintainya.


"Kenapa perasaan ku seperti ini??? dia menatap dirinya dikaca dengan pandangan yang kosong.


"Kenapa?????


Dia terus bertanya kepada dirinya sendiri dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


Dia bingung kenapa hatinya terasa begitu sakit saat melihat daichi dan Sera berpelukan.


"Perasaan apa sebenarnya ini!!!! dia terus menangis dengan suara terisak-isak.


Dia berteriak terhadap dirinya sambil terus memukul- mukul dadanya dengan pelan. Dia ingin mendapatkan jawaban untuk semua pertanyaan yang ada di pikirannya saat ini.


"Kenap rasanya sesakit ini?" Air matanya terus jatuh tanpa henti dan membuatnya terasa sulit untuk bernapas.


Didalam mobil sakura meluapkan keamarahan dan kesedihan yang dimilikinya sekarang, dia menyadari suatu saat dia pasti akan mengalami kekecewaan tetapi dia baru menyadari satu hal bahwa dia belum siap untuk menerima sepenuhnya.


Terkadang kita baru menyadari memiliki perasaan dengan seseorang saat kita melihatnya telah bersama orang lain.


Selalu menghindar terkadang bukan karena tidak menyukai, tetapi hanya belum siap untuk mengakui perasaan yang dimiliki.


Begitulah yang dirasakan sakura, dia selalu mencoba menghindar dari daichi bukan karena ketidak sukaannya hanya saja dia takut mengakui perasaan yang dimilikinya dan takut menerima kekecewaan yang akan melukai hatinya.


Dia hanya belum siap mengakui bahwa dia telah jatuh cinta terhadap Daichi Tama, tetapi hari ini saat dia melihat Sera dan daichi dia mulai sadar bahwa dia sepertinya mulai menyukai daichi Tama .


dreg...dreg...dreg...


Sebuah panggilan masuk dari Kimi, sakura mengahapus air matanya dan menarik nafasnya lalu mengangkat telepon tersenut,


" Hallo," ucap sakura dengan suara serak.


"Ha-llo, apa ini anda nona?" tanya Kimi karena suara tersebut sangatlah berbeda dengan suara sakura.


"Hmmmm, ada apa Kimi?"


"Eh, suara anda sangat berbeda."


"Apa terjadi sesuatu dengan anda?" Kimi mulai panik


"Tidak semua baik-baik saja," sakura mencoba meyakinkan kimi.


"Apa anda Masi lama kembali kekantor? Ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani sekarang.


"Baiklah, sebentar lagi saya akan tiba di kantor", ucap sakura.

__ADS_1


"Baik nona sakura".


Sakura mencoba menata dirinya sambil melihat dirinya yang sekarang. Matanya begitu sembab setiap orang yang melihatnya pasti akan tau bahwa sakura habis menangis, dia mengambi sebuah kaca mata berwarnah hitama yang ada di mobilnya.


Dia mencoba menyembunyikan kesedihannya dan mata sembabnya dia balik kaca mata hitamnya dan berharap orang-orang tidak akan menyadari itu. Mobil itu melanju dan pergi meninggalkan tempat itu menujuh ke kantornya.


•••••


*Kantor Daichi Tama*


"Tuan daichi" ucap sekertaris Yun yang masuk menerobos kedalam ruangan daichi seakan tidak mengetahui apa yang terjadi.


"Ehh, maafkan saya. Sa-ya tidak tau bah-wa ucap sekertaris Yun yang telah menggangu kebersamaan mereka dengan wajah polosnya.


Sera melepaskan pelukannya dari daich saat melihat keberadaan sekertaris Yun.


"Saya akan keluar kalau begitu ucap sekertaris Yun yang perlahan melangkahkan kakinya mundur.


"Tidak sekertaris Yun kamu tidak menggangu ucap daichi. "Ada apa?" tanyanya dengan begitu santai .


"Saya hanya ingin mengingatkan, kita harus pergi sekarang untuk meeting dengan tuan hirosi," ucapnya.


"Meeting?" ucap daichi dengan dahinya yang mengkerut seolah mencoba mengingat.


"Ia tuan,ucap sekertaris Yun sambil mengangkat satu alisnya dan mata yang mengarah keluar.


"Hmmmm, baiklah kalau begitu kita harus berangkat sekarang ucap daichi.


"Maaf Sera, aku harus pergi sekarang".


"Ehhm, baiklah tidak apa-apa ucap Sera yang tersenyum kepada daichi.


"Aku juga harus pergi sekarang, sampai jumpa ucapnya dengan senyumnya kepada daichi dan sekertaris Yun.


Sekertaris Yun memperhatikan Sera yang berjalan meninggalkan ruangan daichi, dia berjalan keluarga untuk memastikan bahwa Sera benar-benar telah pergi. Ketika dia merasa aman dia kembali masuk keruangan daichi untuk menyampaikan sesuatu yang penting mengenai sakura.


Daichi yang melihat tingkah sekertaris Yun yang begitu aneh membuatnya begitu penasaran, apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh sekertaris kepadanya.


"Tuan daichi," wajah sekertaris Yun tampak begitu panik .


"Katakanlah sekertaris Yun dari tadi aku begitu penasaran, apa yang ingin kamu sampaikan?"


"Tuan daichi nona sakura tadi datang ke kantor ini kebetulan saya bertemu dengannya saat ingin keruangan anda".


"Da-nnn ucap sekertaris Yun dengan suaranya yang terbatah-batah.


"Ada apa sekertaris Yun?" raut wajah daichi mulai tampak begitu penasaran dengan matanya yang tertujuh kepada sekertaris Yun.


"Sepertinya nona sakura melihat adegan mesra antara anda dan nona Sera tadi, ma-afkan kelancangan saya tuan", ucap sekertaris Yun sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Daichi yang mendengar perkataan sekertaris Yun hanya terdiam termenung dengan meletakan dagunya di atas kedua tangan terlipat seakan memikirkan sesuatu.


"Tuan daichi ... tuan daichi," ucap sekertaris Yun .


"Yah, ucap daichi yang tersadar dari renungannya


"Apa anda baik-baik saja tuan??? tanya sekertaris Yun yang terus memperhatikan daichi.


"Hmmm, aku baik-baik saja sekertaris yun.


"Apa yang akan anda lakukan sekarang?? ucap sekertaris Yun.


"Entahlah sekertaris Yun, aku juga bingung", ucap daichi sambil menyandarkan badannya di kursi kerjanya.


Raut wajah daichi terlihat sedang memikirkan sesuatu, sorot matanya seakan menggambarkan rasa kebingungan dan itu tampak jelas terlihat oleh sekertaris Yun.


"Bagaimana jika anda pergi menemui Nona sakura tuan???? ucap sekertaris Yun


"Menemuinya????? Aku saja tidak tau bagaimana cara agar bisa bertemu dengannya selain berharap takdirlah yang mempertemukan kami tanpa sengaja ucap daichi dengan suara yang frustasi dan matanya yang menatap ke langit-langit.


Sekertari Yun yang mendengar ucapan daichi seakan merasakan apa yang dirasakan oleh daichi saat ini. Sejak dia mendampingi daichi sebagai sekertaris pribadinya, dia tidak perna melihat daichi begitu frustasi untuk mendekati seorang wanita. Merekalah yang akan selalu menempel pada daichi dan mengejar-ngejar seoarang daichi Tama, tetapi Sakura Agata adalah wanita yang sangat berbeda dan bisa membuat daichi seperti saat ini.


"Maaf tuan, bagaimana jika anda menemui nona sakura di kantornya," ucap sekertaris Yun.


"Kantor?", ucap daichi sambil melihat sekertaris Yun.


"Banar tuan daichi, saya yakin nona sakura pasti ada dikantornya saat ini ucap sekertaris Yun kepada daichi.


"Tidak...tidak sekertaris yun, aku tidak ingin menggangunya di kantor ucap daichi


"Ta-pi tuan daichi, anda harus memberikan penjelasan kepada nona sakura. Jangan sampai Nona sakura salah paham kepada anda dan membuat hubungan kalian semakin tidak baik.


"Kamu benar sekertaris Yun, aku harus menjelaskan kepadanya bahwa apa yang dilihatnya tidak sama seperti yang dipikirkannya ucap daichi sambil berdiri dari kursinya.


"Ia tuan daichi, semakin cepat semakin baik agar nona sakura tidak salah paham kepada anda karena saat saya bertemu dengan nona sakura tadi sepertinya keadaanya tidak baik tuan.


"Baiklah ayok kita pergi sekarang ucap daichi yang berjalan meninggalkan ruanga kerjanya dengan diikuti oleh sekertaris Yun di belakangnya.


Mereka masuk kedalam mobil yang telah menunggu mereka di luar loby dan pergi menuju kantor sakura. Selama di perjalanan daichi terus memikirkan bagaimana pandangan sakura saat ini terhadapnya. Dia tidak ingin sakura salah paham terhadapnya, sehingga itu akan mempengaruhi hubungan mereka yang awalnya tidak baik semakin menjadi buruk.


Kehadiran Sera membuat segalanya menjadi buruk bagi daichi saat ini. Ketika dia ingin menaklukan hati sakura, Sera hadir dan menghancurkan segalanya dan membuat daichi merasa begitu kesal kepada dirinya. Rasa ibah yang dimiliki kepada Sera membuat semuanya menjadi salah paham dan menyalah artikan perbuatannya.


Dia hanya ingin mencoba membantu Sera agar tidak merasakan kesepian di dalam hidupnya karena dia tau bagaimana hidup yang dijalani Sera selama ini, tetapi sepertinya daichi melupakan sesuatu bahwa Sera menganggap kebaikan yang dilakukan daichi karena daichi Masi memiliki perasaan kepada dirinya dan berharap hubungan mereka akan kembali seperti duluh menjadi sepasanga kekasih.


Guys, Jangan lupa like , coment and vote .......


Selalu dukung aku yaaaaa.....


Bersambung ..

__ADS_1


__ADS_2