Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 109 Resah


__ADS_3

"Sera..., mau kemana kita sebenarnya?"tanya ayana yang mulai terlihat kebingungan.


"Jangan banyak tanya ayana, ikuti saja aku", ucap sera.


Keduanya terus berjalan hingga akhirnya mereka berhenti di depan sebuah toilet wanita.


"Tunggulah diluar", ucap sera.


"A-p yang sebenarnya ingin kamu lakukan sera!!! Jangan melakukan hal - hal yang konyol", ucapnya dengan suaranya yang begitu pelan dengan mata yang terus melihat situasi saat ini.


"Aku hanya ingin memberikannya pelajaran", ucap sera.


"Kumohon sera.., Jangan lakukan itu", ucap ayana.


Namun sera sama sekali mengabaikan permohonan ayana dan pergi meninggalkannya masuk kedalam toilet.


"Ya Tuhan.., aku sama sekali tidak sanggup menghadapi sera", ucap ayana.


••••••••••


"Aku sudah mengatakan kepada mu Erla jangan mencoba mendekati tuan daichi", ucap rose sambil mengoleskan lipstik berwarnah pink di bibirnya.


"Dia pria yang sangat dingin", ucap Erla yang masih terlihat kesal.


"Sifatnya terkenal begitu. Tidak mungkin dia tertarik dengan wanita lain saat dia memiliki seorang istri yang cantik bahkan aku merasa dia begitu sempurna", ucap rose.


"Ayolah rose.., jangan mudah tertipu dengan sifat pria. Mereka semua sama saja, saat mereka sudah bosan dengan pasangannya mereka akan mencari wanita lain diluar sana. Apalagi seorang pria yang sukses tidak akan pernah jauh dengan yang namanya wanita meski dia sudah memiliki istri", ucap Erla.


"Tapi aku rasa tidak untuk Tuan Daichi", ucap rose yang begitu yakin dengan pendapatnya.


"Seandainya aku lebih banyak memiliki waktu saat mendekatinya tadi, aku yakin aku bisa memikatnya", ucap Erla sambil menyemprotkan parfum di tangannya.


"Sudahlah hentikan itu. Hmm, wanginya sangat enak", ucap rose.


"Ini???"tanya Erla yang menunjukan parfum yang di pakaiannya.


"Ah.., benar aromanya sangat wangi", ucap rose.


"Tentu saja aku membelinya sangat mahal dan susah mendapatkannya. Ini adalah parfum kesayangan ku dan sangat jarang aku gunakan hanya untuk acara - acara tertentu saja", ucap Erla sambil meletakan parfum nya disamping tasnya.


Sera yang mendengarnya hanya tersenyum licik sambil berjalan mendekat kearah keduanya. Dia berdiri tepat di samping Erla yang sedang memandangi wajahnya di sebuah cermin yang cukup lebar dan sesekali menata rambut panjang nya.


Pandangan mata sera hanya tertujuh ke satu arah, yaitu sebuah botol parfum berbentuk kotak tepat berada di dekatnya. Dia meletakan tas tangan berwarnah birunya sengaja di dekat botol parfum milik Erla, kehadirannya sama sekali tidak dipedulikan keduanya yang masih terlihat asik membahas daichi.


Semakin dia mendengar bahwa keduanya masih membahas daichi, amarah sera semakin memuncak, kedua matanya seakan memancarkan percikan api yang siap membakar setiap orang yang ada di dekatnya, hingga akhirnya dia melakukan sesuatu yang begitu berani.


Crang!!!!!!!!


Botol parfum itu jatuh di lantai, serpihan kaca berserakan dimana - mana. Erla dan rose yang dari tadi asik mengobrol seketika terpelongo kaget mendengar bunyi benda yang jatuh.


"WHAT ARE YOU DOING!!!!!!! "teriak Erla yang begitu marah saat melihat benda yang jatuh dilantai adalah botol parfum miliknya.


"Upsssss sorry, I did it on purpose", ucap sera dengan wajahnya yang tersenyum bahkan sama sekali tidak menunjukan rasa bersalah saat menjatuhkan barang orang lain.


"Apa kamu sudah gila!!!! Bagaimana bisa kamu mengatakan kamu sengaja melakukannya?", ucap Erla yang mendekatkan wajahnya ke wajah sera.


Wajahnya memerah saat menahan kemarahannya pada wanita yang sama sekali tidak dikenalnya, tetapi mencari masalah kepadanya.


"Erla..., Sabarlah", ucap rose yang mencoba menenangkannya.


"Bagaimana aku bisa sabar rose saat ada wanita gila menjatuhkan parfum kesayangan ku, lalu dengan gampangnya mengatakan bahwa dia sengaja melakukannya", ucap Erla dengan matanya menatap kemarahan, kebencian kepada sera.


Sera hanya tersenyum sini menatap Erla yang terus memandangi nya.

__ADS_1


"Hmm.., Itu hanya pelajaran kecil yang aku berikan untuk mu", ucap sera dengan tatapannya yang sinis melihat wajah Erla.


"Apa????"tanya Erla yang terlihat bingung.


"Itu adalah pelajaran untuk wanita murahan yang mencoba menggangu daichi", ucap sera.


Sontak saja tubuh Erla melangkah mundur saat mendengar ucapan sera. Pikirannya di selimut banyak pertanyaan siapa sosok wanita yang ada dihadapannya saat ini yang memandangi nya dengan penuh kebencian.


"Aku bisa melakukan yang lebih parah dari ini kepadamu jika kamu masih mencoba menggangu daichi", ucap sera yang pergi meninggalkan keduanya berlalu begitu saja.


Erla terlihat masih syok dengan apa yang terjadi, mulutnya tertutup rapat dan begitu sulit mengeluarkan kata - kata.


"Erla.., Apa kamu baik- baik saja?" tanya rose sambil menyentuh pundaknya hingga menyadarkannya.


"Astaga..., siapa wanita itu?"tanya Erla dengan napasnya yang masih terdengar tidak beraturan.


"Apa dia suruhan dari wanita itu?" tanya Erla.


"Maksudmu nona sakura?" tanya rose yang mencoba menegaskan maksud perkataan Erla.


"Tidak mungkin Erla. Apa kamu tidak kenal wanita itu?"tanya rose.


"Apa kmu mengenalnya?"tanya Erla yang menatap rose.


"Hmm.., Dia adalah sera, model yang saat ini cukup terkenal Erla dan dia baru saja kembali dari luar negeri", ucap rose.


"Lalu apa hubungan dia dengan tuan daichi? Apakah doa sahabat nona sakura?"tanya Erla yang masih terlihat kesal.


"Entahlah.., aku juga tidak tau, tetapi ini mungkin pelajaran buat mu. Jangan coba - coba berusaha mendekati tuan daichi", ucap rose.


Erla hanya diam sambil memandangi pecahan botol parfum nya yang berserakan dilantai, perasaanya begitu kesel saat melihat benda kesayangannya hancur.


"Ayana.., ayok kita pulang sekarang",ucap sera.


"Benar sekali!! Aku sudah cukup bahagia saat ini", ucap sera.


"Apa yang sebenarnya kamu lakukan di dalam sana sera?"tanya ayana.


"Sesuatu yang sangat seru dan membuatku bahagia", ucap sera sambil tersenyum.


"Ku harap kamu tidak melakukan hal - hal yang konyol sera dan akan merusak karir mu", ucap ayana.


"Kamu tenang saja ayana, itu tidak akan terjadi", jawab sera.


"Aku berharap begitu sera", ucap ayana.


"Ayok kita pergi dari sini", ucap sera.


Keduanya pergi meninggalkan tempat itu daan kembali ke apartemen sera, meskipun dia tidak bisa bertemu dengan daichi tama, namun perasaannya tetap bahagia dan merasa puas saat sudah memberi pelajaran kepada wanita yang mencoba mendekati daichi.


Ketika sera telah pergi meninggalkan acara yang masih berlangsung, berbeda dengan sakura dan daichi yang masih menyapa pada undangan yang hadir secara bersama. Daichi dengan bangganya memperkenalkan sakura sebagai istrinya di depan tamu undangan, meskipun tanpa dia memperkenalkan sakura semua orang yabg hadir tau siapa sakura.


"Kamu sangat cantik sayang", bisik daichi tepat di telinga sakura.


Sakura hanya tersenyum mendengarnya.


"Aku mencintaimu", bisik daichi untuk kedua kalinya.


Tidak ada balasan untuk ungkapan perasaan seorang daichi tama kepada sakura, dia hanya diam sambil memperhatikan sekelilingnya yang penuh dengan kehadiran wanita - wanita cantik yang sedang memandangi mereka.


"Ada apa?"tanya daichi yang dari tadi memperhatikan sakura.


"Lihatlah, wanita - wanita yang hadir disini mereka sangat cantik - cantik", ucap sakura.

__ADS_1


Kedua bola mata daichi berputar memperhatikan pada tamu undangan yang hadir.


"Ahh.., Sebagian dari mereka adalah model", jawab daichi begitu santai.


"Benarkah?"tanya sakura yang kali ini matanya kembali fokus melihat daichi.


"Sakura.., sebenarnya apa yabg sedang kamu pikirkan?"tanya daichi yang mulai merasa aneh melihat sakura.


"Aku hanya merasa cemas", ucap sakura yang begitu serius menatap daichi.


"Cemas? Tentang apa?"tanya daichi yang mulai semakin bingung dengan pembicaraan keduanya.


"Aku takut saat diriku sadar bahwa kamu dikelilingi banyak wanita - wanita cantik", ucap sakura.


Sontak saja mata daichi tercengang, dia sama sekali tidak menyangka dengan apa yang baru saja di dengarnya. Begitu pula dengan sakura, dia seperti terhipnotis dengan pikirannya sendiri hingga tak mampu mengontrol setiap ucapan yang keluar dari mulutnya, tetapi satu hal yang dia mengerti itu karena rasa cintanya terhadap daichi terus bertumbuh dan semakin besar hingga dia takut untuk kehilangannya.


Daichi yang berdiri tepat disamping sakura kini berpindah berdiri dihadapannya, mata indahnya begitu mendalam menatap wanita yang berdiri di depannya dengan bibir yang tertarik ke setiap sudut. Dia meraih tangan sakura dan menggenggamnya begitu erat tanpa memperdulikan situasi yang ada disekitarnya.


"Apa yang kamu la-kukan daichi? Se- mua orang akan melihat kita", ucap sakura yang merasa canggung.


"Aku tidak peduli itu sakura", ucap daichi yang terus menatap sakura tanpa lepas.


"Jangan seperti ini", ucap sakura yang terlihat salah tingkah saat daichi terus menatap wajahnya.


"Dengar sakura, aku sama sekali tidak memperdulikan wanita - wanita yang ada di sekitar ku. Aku tidak peduli meskipun mereka cantik atau menarik. Apa kamu tau itu kenapa?"tanya daichi.


Sakura hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap daichi.


"Itu karena dirimu. Semua yang ada di pikiran ku hanya dirimu, bahkan kamu membuat ku gila saat harus berjauhan denganmu. Aku tidak akan pernah melihat wanita lain karena mataku hanya akan fokus melihat wanita yang berdiri dihadapanku ini. Pikiranku.., Hatiku , mataku.., tubuhku.., semua yang ada padaku adalah milikmu Sakura Tama", ucap daichi.


Keduanya saling bertatapan tanpa ekspresi, perasaan sakura terasa gugup saat melihat tatapan mata daichi yang tajam melihatnya. Ungkapan perasaan itu membuat sakura terhanyut didalam pikirannya sendiri, kekhawatiran itu mulai sirna saat daichi mencoba meyakinkannya betapa besar rasa cinta yang dimiliki daichi untuknya.


Ingin rasanya dia bersandar dan memeluk suaminya saat ini, namun dia sadar tidak bisa melakukannya.


"Aku mencintaimu hanya kamu dan selamanya hanya dirimu yang ada di hatiku", ucap daichi sambil meremas tangan sakura.


Mendengarkan ungkapan perasaan daichi membuatnya ingin menangis , dia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh dan membasahi pipinya. Kedua matanya mulai memerah, namun dia berusaha menahannya dengan memalingkan tatapannya ke langit- langit.


"Jangan menangis .., mereka akan mengira suami mu ini sangat jahat", ucap daichi yang mencoba menggoda sakura agar tersenyum.


"Aku tidak akan menangis", ucap sakura yabg tersenyum kepada daichi.


"Baguslah", jawab daichi.


"Yasudah.., ayok kita menyapa tamu yang lain", jawab daichi sambil menarik tangan sakura.


"Tunggu dulu", ucap sakura yang menahan lengan daichi.


"Hmmm..", ucap daichi.


"I love you suamiku..", ucap sakura yang tersenyum lebar menatap daichi.


Kaget tentu itu yang pertama dirasakan daichi, dia hanya tertawa saat mendengarnya.


"Aku tau", ucap daichi sambil menganggukkan kepalanya.


"Dan aku juga sangat mencintaimu sayang, jadi mulai sekarang berhenti memikirkan yang aneh - aneh", lanjut daichi.


"Hmmm....", jawab sakura.


"Yasudah.., ayok kita bergabung dengan yang lainnya", ucap daichi sambil kembali menarik tangan sakura.


Keduanya kembali berbaur dengan para tamu yang hadir, keresahan yang dirasakan sakura hilang saat dia menyadari bahwa dia memiliki suami yang begitu mencintainya dan akan selalu ada untuknya sampai maut memisahkan keduanya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2