
Waktu terus berputar, hari terus berganti dan tidak terasa sudah lima hari sakura menjalankan hari - harinya tanpa kehadiran suaminya.Tersisah tiga hari lagi sampai akhirnya di dapat memeluk daichi dan menghirup aroma tubuhnya yang begitu dirindukannya, namun bagi sakura tiga hari seperti tiga abad yang terasa begitu lama untuknya.
Hari ini dia tiba dikantor begitu cepat dari biasanya, bukan tanpa alasan hal itu terjadi karena hari ini dia akan bertemu dengan client besar yang akan bekerja sama dengannya.Sebuah perusahan yang sudah lama diharapkan oleh sakura dapat bekerja sama dengannya dan kini impiannya akan terwujud dalam beberapa jam.
Tok...Tok...Tok..
Begitu fokus dengan leptop yang ada didepannya hingga membuatnya tidak sadar bahwa seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Nona sakura", ucap kimi.
Tidak ada jawaban yang diberikan sakura untuknya , membuat kimi berinisiatif untuk masuk keruangan sakura meski belum mendapatkan izin dari sakura.
"Iya kim.., Ada apa?"tanya sakur dengan mata yang begitu fokus melihat leptop nya.
"Maafkan saya langsung masuk nona tanpa seizin anda karena saya sudah mengetuknya dari tadi", ucap kimi.
"Tidak masalah kimi, aku bahkan sama sekali tidak mendengar ketukan pintu mu", ucap sakura.
"Ini dokumen yang anda minta nona", ucap kimi sambil meyerahkan map berwarnah coklat kepada sakura.
"Terima kasih kimi", ucap sakura.
"Apa anda begitu deg-degan?"tanya kimi yang memperhatikan tingkah sakura yang begitu gugup.
"Tentu saja kimi, ini adalah perusahaan yang sudah lama aku impikan sejak aku kuliah dan sekarang aku diberikan peluang untuk itu. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang untukku", ucap sakura.
"Saya yakin nona dengan kemampuan yang anda miliki, anda mampu menaklukan mereka", ucap kimi.
"Terima kasih kimi, aku juga sangat berharap untuk hal itu", ucap sakura.
Dia kembali memeriksa semua bahan meeting yang akan ditunjukannya kepada clientnya. Begitu fokus hingga dia melupakan daichi yang hingga saat ini belum memberikan kabar untuknya, tidak seperti biasanya yang selalu mengabari sakura saat di pagi hari.
°°°°°°°°°°°
Dua jam kemudian....
Sakura melirik jam yang ada di ujung dari meja kerjanya.
"Baiklah ini waktunya", ucapnya sambil merapikan berkas- berkas yang ada di mejanya.
"Nona sakura, mereka sudah datang", ucap kimi yang menghampiri sakura tanpa mengetuk pintu ruangan sakura.
Sakura menarik napasnya untuk memenangkan dirinya yang sangat gugup.
"Baiklah kimi, kita pasti bisa",ucap sakura.
"Semangat!!!!!!"teriak kimi yang begitu bersemangat.
Tingkah kimi yang ceria selalu dapat memecahkan suasana yang tegang dan membuat sakura tertawa seakan melupakan perasaan yang tengah dirasakannya saat ini.
"Yasudah, kita harus pergi sekarang", ucap sakura.
"Ayok nona!!!"ucap kimi.
Kaki mereka pun melangkah berjalan menuju ruang pertemuan dimana para client sudah menantikan kehadiran mereka dan langkah kaki itu terhenti tepat di depan pintu ruang pertemuan.
"Ada apa nona?"tanya kimi.
"Tunggu..", ucap sakura.
Dia menutup kedua matanya, menenangkan dirinya sejenak sambil menarik napasnya dengan panjang dan menghembuskan nya secara perlahan.
"Baiklah!! Aku sudah siap!"ucap sakura sambil menarik pintu itu.
Semua orang yang sudah berada di dalam ruangan itu langsung berdiri saat melihat kehadiran sakura.
"Selamat siang semuanya", sapa sakura dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
"Selamat siang nona sakura", ucap nona Lili yang menjadi perwakilan dari perusahaan tersebut.
"Maaf membuat semuanya menunggu lama", ucap sakura.
"Anda datang tepat waktu nona", ucapnya sambil melirik jam tangan yang dikenakannya.
"Baiklah.., silakan duduk", ucap sakura sambil duduk di bangkunya.
Semuanya kembali duduk di bangku mereka.
"Apa kita bisa memulai presentasinya?"tanya sakura.
"Tentu saja nona, silakan", ucap lili.
Pertemuan itu berlangsung begitu tertutup selama hampir kurang lebih dua jam. Sakura yang dari tadi terlihat gugup kini mulai terlihat lebih tenang dan begitu santai selama pertemuan itu berlangsung.
"Ini dia nona sakura yang ku kenal", ucap kimi yang selalu mendampingi sakura
°
°
°
"Nona sakura akhirnya pertemuannya selesai juga dan anda dapat menaklukan mereka", ucap kimi.
"Ia kimi, aku juga sangat senang", ucap sakura sambil memeriksa ponselnya.
__ADS_1
"Kalau begitu bagaimana jika anda mentraktir saya nona", ucap kimi.
Terlalu fokus dengan ponselnya hingga kimi merasa kehadirannya diabaikan oleh sakura.
"Nona sakura....
Tidak ada respon yang didapatnya.
"Nona sakura!!"teriaknya
"Ahhh..., iya kimi", jawab sakura.
"Apa yang anda lihat di ponsel anda, sampai- sampai anda sama sekali tidak merespon pembicaraan saya barusan", protes kimi.
"Maaf kimi, aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya sedang bingung karena dari pagi sampai sekarang daichi sama sekali tidak ada menghubungi ku ", ucap sakura.
"Kapan terakhir kali tuan daichi menghubungi anda?"tanya kimi.
"Semalam, tapi itu hanya sebentar saja", ucap sakura.
"Mungkin tuan daichi sedang sibuk nona", ucap kimi.
"Apa mungkin begitu? Aku merasa khawatir ", ucap sakura dengan raut wajah yang tidak tenang.
"Semua akan baik - baik saja nona sakura atau jangan - jangan ini adalah alasan anda", ucap kimi sambil mengerutkan keningnya melihat sakura.
"Alasan? Alasan apa kimi?"tanya sakura.
"Alasan supaya anda tidak adi mentraktir saya", ucap kimi.
"Astaga.., tentu saja tidak kimi. Baiklah aku akan mentraktir mu makan sekarang ", ucap sakura.
"Sungguh?"tanya kimi yang begitu bahagia.
"Tentu saja",ucap sakura.
"Baiklah, tunggu sebentar nona. Saya akan mengambil tas saya dulu", ucap kimi sambil berjalan melangkah keluar.
"Oke", ucap sakura.
Selepas kepergian kimi, matanya kembali tertujuh pada ponsel yang di genggamnya. Pikirannya kembali tertuju kepada daichi yang sama sekali belum memberinya kabar. Hari - hari yang menyiksa itu kembali datang saat harus menunggu pria yang dicintainya, dada ini terasa sesak saat bernapas menahan kan rasa rindu yang besar untuknya.
"Nona sakura, aku sudah siap", ucap kimi.
"Kamu sudah siap?"tanya sakura yang mengangkat kepalanya menahan kan air matanya.
"Ada apa nona?"tanya kimi.
"Tidak ada. "Ayok kita pergi! "Kamu mau makan apa kimi?"tanya sakura sambil melangkah berjalan meninggalkan ruangannya.
"Hahaha.., Bukankah kamu diet?"tanya sakura.
"Tidak ada lagi dalam hidup saya yang namanya diet nona", ucap kimi.
"Tapi kenapa? Bukankah kamu ingin menjaga tubuh dan penampilan mu untuk kekasih mu?"tanya sakura yang menatap kimi.
"No-na sa-kura", ucap kimi yang memberhentikan langkah kakinya.
"Ada apa kimi?"tanya sakura yang menatap kimi.
"A-pa sa-ya ti-dak salah lihat?"tanya kimi dengan suara yang keluar terbata-bata dan menunjuk kedepan
"Ada apa kimi?"tanya sakura yang memalingkan wajahnya menatap kearah tangan kimi terarah.
Bola matanya berputar melihat sekelilingnya, pandangan mata itu terhenti saat melihat seorang pria yang bertubuh tegap dengan mengenakan kemeja berwarnah coklat lengan panjang dan menggulungnya sesikunya dan tak lupa memakai kaca mata hitam untuk menghalangi teriknya cahaya matahari menembus matanya dengan sebuket bunga mawar putih ditangannya sedang berdiri di luar pintu masuk.
Ingin rasanya dia berteriak memanggil namanya, tapi bibirnya terasa terkunci dan tak mampu mengeluarkan suara dan tanpa memperdulikan sekitarnya dia berlari menghampirinya. Kaki yang selama ini terasa berat setiap melangkah kearahnya, kini begitu terasa ringan menghampirinya.
"Tuan daichi", ucap sekertaris yun yang melihat sakura berlari kearah daichi.
Dan saat mata ingin berpaling, tubuh itu telah jatuh di dalam pelukannya.
"Aku merindukanmu", ucap sakura dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya saat dirinya begitu erat memeluk daichi.
Hari -hari yang menyiksa itu akhirnya berlalu, air mata yang setiap malam jatuh tak akan pernah jatuh lagi menemani malamnya karena semuanya akan tergantikan dengan kebahagian.
Daichi melepaskan pelukannya dari sakura untuk melihat wajah yang sudah lama tidak dilihatnya,tapi selalu ada di dalam pikiran dan ingatannya sambil melepaskan kaca mata hitam yang dikenakannya agar tidak menghalangi dirinya saat melihat wajah indah wanita yang sangat dirindukannya itu.
"Jangan menangis lagi sayang. Maafkan aku karena membuatmu sedih dan terus mengeluarkan air mata. Aku sangat menyesal dan tidak sanggup melihatmu seperti ini", ucap daichi yang menghapus air mata sakura dengan tangannya.
Keadaan yang dilalui mereka bukan hanya menyiksa sakura,tetapi itu juga sangat menyiksa daichi saat harus dilaluinya hanya seorang diri. Waktu seperti berhenti saat tak ada sakura yang menemaninya di setiap hari-hari yang dilaluinya beberapa hari ini. Wajah indah yang selalu dilihatnya saat mengantarkannya terlelap di malam hari dan melihatnya kembali di pagi hari saat dia membuka matanya tidak ada dilihatnya yang menciptakan kekosongan hatinya setiap hari dan terasa menyiksa dirinya.
"Aku bahkan tak bisa hidup tanpa mu", ucap daichi
Air mata hanya bisa jatuh saat mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut daichi.
"Kemarilah", ucap daichi sambil menarik tangan sakura dan mendekapnya kembali dalam pelukannya.
Pelukan itu terasa hangat dengan aroma tubuh yang begitu dirindukannya. Sebuah pelukan yang dapat melegakan hatinya dan membuatnya berhenti menangis saat tubuhnya berada dalam dekapan daichi.
"Aku mencintaimu", ucap daichi dengan tangannya yang bergerak mengelus rambut sakura.
"Aku juga mencintaimu suamiku bahkan selamanya dihidupku aku akan selalu mencintaimu", ucap sakura.
Daichi hanya tersenyum saat mendengarkan kalimat panjang yang dikatakan sakura, kalimat yang terdengar indah saat masuk di telinganya.
__ADS_1
"Ehm..", ucap sekertaris yun.
Keromantisan yang terjadi antara keduanya membuat mereka melupakan sekeliling mereka dan kehadiran dua orang diantara mereka saat ini. Kimi hanya diam menikmati adegan romantis dihadapannya seperti sedang menonton sebuah drama romantis itulah yang tengah dirasakannya saat melihat pertemuan sakura dan daichi kembali.
Terhanyut dalam kebahagian yang dirasakannya akhirnya sakura tersadar saat sakura mendengar suara sekertaris yun yang terdengar memberikan kode untuk mereka berdua.Dia langsung menarik dirinya dan melepaskan pelukan dari daichi.
"Apa kabar sekertaris yun", sapa sakura.
"Sangat baik nona sakura, senang bisa bertemu dengan nona lagi", ucap sekertaris yun.
"Sayang.., Ini untukmu", ucap daichi yang memberikan sebuket mawar putih untuknya.
"Ah..,ini indah sekali. Terima kasih suamiku", ucap sakura yang memegangnya sambil mencium aroma buah mawar putih yang begitu wangi.
"Tuan daichi yang memilihnya langsung nona karena dia akan memberikannya untuk wanita yang spesial di hidupnya", ucap sekertaris yun.
"Benarkah? Terima kasih sayang", ucap sakura yang menatap daichi sambil tersenyum kepadanya.
"Sama - sama istriku", ucap daichi.
Semua karyawan yang berada di loby terus memperhatikan sakura dan daichi, mereka manjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana, tapi entah mengapa sakura sama sekali tidak memperdulikan pandangan orang terhadapnya karena kedua matanya hanya fokus melihat pria yang ada dihadapannya dan telinganya hanya digunakannya untuk mendengar suara indah daichi saat ini. Momen ini begitu indah untuknya dan begitu disayangkan jika ternodai dengan memikirkan tanggapan atau penilaian orang lain saat ini.
"Sepertinya kita harus meninggalkan tempat ini sekarang", ucap daichi.
"Benar tuan, anda lebih baik beristrahat karena besok akan ada pertemuan dengan perusahaan Tuan Shinichi Nagawa", ucap sekertaris yun.
"Apa urusanmu sudah selesai sayang?"tanya daichi.
"Hmmm..", jawab sakura.
"Baguslah kalau begitu kita bisa pulang sekarang", ucap daichi.
"Lalu bagaimana dengan tuan yun?"tanya sakura.
Mata daichi langsung melirik kearah sekertaris yun yang berdiri di belakangnya.
"Hahahaha.., saya tidak apa - apa nona. Anda tidak perlu mencemaskan saya", ucap sekertaris yun.
"Dimana mobil anda?"tanya sakura.
"Mo-bil?? Saya tidak membawanya karena menumpang dengan tuan daichi saat di bandarah", ucap sekertaris yun.
"Kalau begitu ikutlah dengan kami. Bukan begitu daichi?"tanya sakura yang melirik daichi.
Belum sempat daichi menjawabnya, sekertaris yun langsung menyela pembicaraan mereka.
"Ah..., itu tidak perlu nona. Saya bisa naik taxi nanti, lagian saya ingin singgah ke suatu tempat dulu sebelum saya pulang", ucap sekertaris yun
"Apa anda yakin tuan yun, tidak ingin bareng?"tanya sakura yang memastikan kembali.
"Tentu saja nona sakura", ucap sekertaris yun.
"Ayolah sayang, jangan memaksa sekertaris yun lagi. Dia sudah mengatakan bahwa dia ingin pergi ke suatu tempat dulu,bukan begitu sekertaris yun?"tanya daichi.
"Be-nar tuan", jawab sekertaris yun.
"Baiklah kalau begitu", ucap sakura.
"Kalau begitu sebentar saya akan menurunkan koper saya dulu", ucap sekertaris yun.
"Itu tidak perlu tuan yun. Bukankah anda ingin singgah ke suatu tempat dulu?"tanya sakura.
"Benar nona sakura", jawab sekertaris yun.
"Kalau begitu biarkan saja koper anda disana karena itu akan membuat anda kewalahan saat harus membawanya ke suatu tempat", ucap sakura.
"Ah.., anda benar nona.Terima kasih", ucap sekertaris yun.
Sakura hanya melemparkan sebuah senyuman untuk sekertaris yun.
"Kalau begitu kami pamit duluan", ucap daichi sambil memegangi tangan sakura
"Kimi maafkan aku, sepertinya hari ini aku tidak bisa mentraktir mu", ucap sakura.
"Tidak masalah nona, masih banyak hari yang lain", ucap kimi.
"Baiklah, kami duluan", ucap sakura.
"Sampai jumpa besok sekertaris yun", ucap daichi.
"Sampai jumpa besok tuan daichi", ucap sekertaris yun.
Keduanya pun berjalan masuk kedalam mobil sedan mewah berwarnah hitam dan membawa keduanya meninggalkan tempat itu menujuh apartemen tempat mereka tinggal.
Bersambung...
••••••
Pengumuman!!!!
Terima kasih buat kalian semua yang selalu setia menunggu kelanjutan Pernikahan yang dijodohkan. Author sangat senang setiap membaca coment kalian semua yang selalu meminta untuk author terus melanjutkannya.
Jangan lupa untuk kalian tinggalkan jejak kalian untuk Like, coment dan yang paling penting VOTE author dengan memberikan poin atau koin yang kalian miliki untuk Author karena ini membuat author semakin semangat saat kalian semua menghargai karya author
Terima kasih..🥰😁🙏🏻
__ADS_1