Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 141 Kekuasaan


__ADS_3

Tok....Tok..Tok...


"Masuklah", ucap daichi.


Sekertaris yun berjalan menghampiri daichi.


"Anda memanggil saya, tuan", ucapnya.


"Benar. Bagaimana dengan tugas yang aku perintahkan?"tanya daichi.


"Semua sudah siap tuan", jawab sekertaris yun.


"Sekertaris yun, selanjutnya aku ingin kamu mengubungi semua perusahan yang ada bekerja sama dengan kita, atur pertemuan dengan semua perusahan itu di jam yang berbeda dan utamakan perusahaan yang akan berakhir kontrak dengan perusahaan kit", ucap daichi.


"Lalu bagaiman dengan beberapa perusahaan yang tidak ada hubungan kerja sama dengan kita, tuan?"tanyanya.


"Hubungi mereka juga, tapi utamakan dahulu yang aku perintahkan", jawabnya.


"Baik tuan, saya akan mengatur pertemuan dengan anda besok", ucap sekertaris yun.


"Tidak, atur pertemuan itu sekarang", perintahnya.


"Baik tuan. Saya permisi kalau begitu", ucap sekertaris yun.


"Silakan", sahut daichi.


Sekertaris yun semakin penasaran dengan apa yang sedang direncanakan daichi.


"Apa yang sebenarnya ingin anda lakukan, tuan", gumamnya sambil berjalan menuju ruangannya untuk melaksanakan semua perintah yang diberikan daichi.


Didalam ruang kerjanya, daichi terus menunggu. Dia semakin tidak sabar untuk menjalankan rencananya untuk sera. Kali ini apa yang dikatakannya akan benar - benar terjadi, dengan tangannya sendiri dia akan menghancurkan sera yang telah berani bermain-main dengannya dan mencoba menyakiti sakura secara sengaja. Tidak ada lagi rasa kasihan yang dimilikinya, dia sama sekali tidak peduli dengan itu semua. Buatnya dia tidak akan pernah lupa betapa jahat dan liciknya sera yang mencoba menghancurkan rumah tangganya.


Dreg...Dreg...Dreg....


"Ibu", ucap daichi dan langsung menjawabnya.


📱Hallo, ibu", jawabnya.


📱 Hallo, putraku. Apa ibu menggangu mu saat ini?"tanya imoto.


📱Sama sekali tidak bu. Ada apa?"tanya daichi.


📱 Ibu sedang bersama sakura saat ini", ucapnya.


📱 Ahh, jadi ibu ada dirumah sakit", ucap daichi.


📱Benar, sayang", jawab imoto.


📱 Sakura baik-baik saja kan, bu?"tanya daichi. Dia perlu memastikan kondisi kesehatan istrinya tersebut.


📱 Dia baik-baik saja. Jangan khawatir", sahut imoto.


📱 Lalu ada apa ibu menelepon ku?"tanya daichi


📱 sayang, dokter tadi datang dan mengatakan sakura sudah bisa pulang dan hanya butuh istrhat dirumah beberapa hari. Ibu akan membawa sakura pulang sekarang, ibu akan mengantarnya ke apartemen kalian", jelas imoto.


📱Tunggu aku saja bu, setelah aku pulang kerja", pinta daichi.


📱 Itu terlalu lama putraku, kasihan sakura. Dia sudah sangat bosan dirumah sakit ini. Sudahlah, biarkan dia pulang bersama ibu saja,kamu bisa bertemu dengannya nanti di apartemen kalian", jawab imoto.


📱 Baiklah, aku akan menyuruh sekertaris yun untuk menjemput kalian", ucapnya.


📱 Itu tidak perlu, ada nona kimi yang akan mengantar kami", jawab imoto.


📱Baiklah. Apa sakura ada di dekat, ibu?"tanya daichi.


📱 Ia sayang, sebentar", ucap imoto.


Beberapa detik kemudian, sudah terdengar suara sakura dibalik sambungan telepon.


📱Hallo", ucapnya.


📱 Ingin pulang sekarang?"tanya daichi, suaranya terdengar begitu berat.


📱Hmmm", jawab sakura.


📱 Yasudah, sampai jumpa di apartemen", ucap daichi.


📱Iya, aku akan menunggu mu", jawab sakura.

__ADS_1


📱 Baiklah, hati-hati", ucap daichi dan mengakhiri sambungan telepon tersebut.


Tak selang beberapa menit, seseorang mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk!"ucapnya.


"Tuan, mereka sudah datang", ucap sekertaris yun.


Ekspresi daichi berubah. Mendadak ia tersenyum. "Suruh mereka masuk, sekertaris yun", perintahnya.


"Baik tuan", jawab sekertaris yun yang kembali keluar.


Masih dengan wajah bahagianya, daichi merapikan pakaian yang dikenakannya sambil berdiri untuk menyambut kehadiran tamu yang telah dinantikannya.


"Selamat datang", sapa nya dengan suara yang sopan dan sikap yang hangat.


"Apa kabar tuan daichi. Kami sangat senang mendapat undangan anda", ucap pria tersebut.


Daichi hanya tersenyum. "Silakan duduk", ucapnya.


"Terima kasih, tuan", jawab pria tersebut.


Sekertaris yun terus memperhatikan daichi, dan sejujurnya dia masih penasaran dengan apa yang ingin direncanakannya sebenarnya.


"Saya dengar, produk yang perusahaan anda keluarkan sangat bagus terjual", gumam daichi.


"Ah, itu benar tuan dan penjualan terbesar kami berasal dari departemen store Tama Group ", ucapnya.


Daichi melirik sekertaris yun dengan senyum miring, senyum yang membuatnya mulai memahami kemana tujuan pembicaraan itu sebenarnya.


"Tapi sayang sekali, kontrak kerja sama kita akan segera berakhir 2 bulan lagi", kata daichi dengan nada suaranya muram.


Sekertaris yun terus memandangi daichi dengan mata menyipit.


"Anda benar-benar licik, tuan", batinnya.


"Kami berencana untuk melakukan pengajuan perpanjangan kontrak dengan perusahaan anda tuan", ucap pria tersebut.


Daichi mengubah posisi duduknya,menyandarkan tubuhnya, menyilang kedua kakinya dengan kedua tangan yang masuk ke saku celananya.


"Tapi itu akan sedikit sulit", ucapnya.


"Saya tidak mengerti maksudnya tuan", ucap pria itu.


"Benarkah? Kami sangat berharap masih bisa melanjutkan kerja sama dengan perusahaan anda tuan", jawabnya.


Daichi menarik napasnya dalam-dalam. "Baiklah,mari kita memperpanjang kontrak kerja sama perusahaan kita. Tapi, saya memiliki satu syarat", ucap daichi.


Seketika itu juga situasi berubah menjadi terasa tegang, tapi tidak dengan daichi yang duduk begitu rileks bersandar di punggung sofa yang empuk.


"Apa syaratnya, tuan?"tanya pria tersebut.


Daichi tersenyum dengan mata yang tajam menatap kedua pria yang ada didepannya itu.


"Aku ingin kalian memutuskan kontrak kerja sama kalian dengan nona sera", ucapnya dengan begitu tenang.


"Mengganti nona sera?"tanyanya kembali.


"Benar sekali", jawab daichi.


"Tapi itu tidak masuk akal tuan.Kami tidak mungkin mengganti nona sera begitu saja", tukasnya.


"Tenanglah, aku tidak memaksa kalian untuk melakukan keinginanku", jawab daichi.


"Kami tidak mungkin mengganti nona sera tuan karena nona sera memberikan pengaruh besar untuk perusahaan kami", ucapnya kembali.


"Tidak masalah, kalau begitu", jawab daichi.


Keduanya menghembuskan napasnya cukup keras hingga terdengar daichi, akhirnya mereka bisa bernapas lega saat daichi memahaminya.


Daichi menatap sekertaris yun. "Sekertaris yun, tolong kabarin ke perusahan Zye bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan kita karena akan ada perusahan yang akan berakhir kontraknya dan tidak akan kita perpanjang lagi", ucap daichi.


Kedua pria itu langsung menggelengkan kepalanya. "A-pa maksudnya, tuan?"tanya salah seorang pria yang terlihat bingung.


"Seperti yang anda dengar barusan, saya tidak berniat untuk melanjutkan kontrak kerja sama kita", ucapnya.


"Tidak,tuan", sergah pria itu."Jangan lakukan itu, baiklah kami akan membahas syarat yang anda berikan itu dan akan segera menghubungi anda", ucapnya.


Daichi hanya tertawa sambil menepuk-nepuk kedua tangannya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memberikan waktu kalian untuk berpikir hanya dua jam", ucap daichi.


"Apa? Hanya dua jam?"tanya pria itu yang terlihat kaget.


"Benar, hanya dua jam. Daichi Tama tidak suka menunggu. Pikirkan apa yang terjadi dengan perusahaan kali, jika tidak berada lagi di departemen store Tama Grup yang telah membesarkan brand kalian", ucapnya yang mengingatkan pria tersebut.


"Kami mengerti tuan, kami pamit dulu kalau begitu", ucapnya sambil berdiri.


"Silakan, sekertaris saya yang akan mengantar anda keluar",ucap daichi.


"Baik tuan", jawabnya yang melangkah keluar meninggalkan ruangan daichi ditemani sekertaris yun.


Mereka mendesah. "Ini sangat konyol, bagaimana dia bisa memberikan syarat seperti itu kepada perusahaan kami", ucap pria tersebut.


Sekertaris yun hanya diam dan mendengar setiap perkataan pria tersebut.


"Apa tuan daichi, memiliki masalah dengan nona sera?"tanyanya.


"Kalau soal itu saya kurang tahu", jawabnya sekertaris yun.


"Astaga, ini membuatku gila", keluh pria tersebut.


"Maaf tuan, jika saya bisa memberikan saran. Tolong pikirkan dengan baik-baik, saya sangat mengenal tuan daichi. Dia tidak akan bermain-main dengan apa yang telah diucapkannya. Pikirkan berapa banyak kerugian yang akan perusahan kalian dapatkan jika tak lagi bekerja sama dengan Tama Group", ucap sekertaris yun.


Keduanya memandangi sekertaris yun masam. "Saya mengerti, kami pamit dulu kalau begitu", ucapnya.


"Baik tuan, hati-hati", ucap sekertaris yun.


Selepas mengantar kedua pria tersebut, sekertaris yun kembali ke ruangan daichi. Dilihatnya suasana hati daichi yang sedang bagus , sama sekali tidak ada ketegangan yang terlihat diwajahnya saat ini.


"Apa dia sudah pergi?"tanya daichi.


"Sudah tuan", jawab sekertaris yun.


"Apa dia ada mengatakan sesuatu ?"tanya daichi.


"Sepertinya perusahaan mereka sangat berat untuk melepaskan nona sera tuan", ucap sekertaris yun.


"Benarkah?" Mereka tidak akan mungkin menolak keinginan ku, perusahan yang masih berkembang seperti mereka akan melakukan apa saja demi mendapatkan keuntungan, sekertaris yun", ucap daichi, dia terdengar begitu percaya diri.


Setidaknya apa yang dikatakan daichi memang benar, banyak perusahaan -perusahaan yang ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan Tama Group, sebuah perusahan yang cukup maju.Namun, tidak mudah untuk dapat menjalani kerja sama dengan perusahan Tama Group karena tidak mudah meluluhkan daichi yang begitu selektif dalam memilik rekan bisnisnya, tentu sja setiap perusahaan yang berhasil menjalin kerja sama dengan Tama Group akan mendapatkan sebuah keuntungan dan membuat perusahaan mereka dapat diperhitungkan.


Perusahaan Tama Group yang sudah besar, semakin disegani saat dua keluarga besar bergabung. Pernikahan antara Daichi Tama dan Sakura Agata membawa dampak yang besar dalam kemajuan bisnis antar keluarga tersebut hingga mereka semakin berkuasa.


"Sekertaris yun, aku ingin besok kamu mengundang perusahaan yang tidak ada menjalin kerja sama dengan kita. Hubungi dan katakan bahwa aku mengundang mereka untuk bertemu, pastikan bahwa merek tidak mengatakan kepada siapapun", perintah daichi.


"Baik tuan, saya akan menjalankan perintah anda", jawab sekertaris yun.


"Baguslah", jawab daichi.


"Lalu, bagaimana jika mereka benar-benar menolaknya tuan?"tanya sekertaris yun.


Dreg....Dreg.....Dreg...


"Lihatlah sekertaris yun, tidak sampai satu jam mereka sudah menghubungi ku", ucap daichi sambil menunjukan layar ponselnya.


"Sepertinya mereka sudah menentukan pilihan mereka, tuan", ucap sekrtaris yun.


"Hmm", jawabnya dan kembali memasukan ponselnya ke saku jasnya.


"Ah, anda tidak mengangkatnya tuan?"tanya sekertaris yun yang merasa bingung.


"Daichi Tama tidak suka ditolak, mereka yang telah menolak permintaan ku tidak akan semudah itu mendapatkan kembali simpati ku", ucapnya, dia hanya membiarkan ponselnya terus berdering dan mengabaikannya sama sekali.


Daichi tersenyum, kemudian ekspresi licik kembali terpancar di wajahnya. Dia sudah lama tidak melihat sifat daichi yang telah lama hilang sejak dia menikah dengan sakura, tapi sekarang dia bisa merasakan bahwa Daichi Tama yang dulu telah kembali dan siap menghancurkan siapa saja yang mencoba bermain-main dengan dirinya.


"Kalau begitu ayok kita pergi", ucap daichi yang bangkit berdiri.


"Oh iya, hari ini nona sakura keluar dari rumah sakit",ucap sekertaris yun.


"Sakura sudah keluar dari rumah sakit", jawabnya.


"Sudah keluar?"ucapnya kaget.


"Hmmm, ibuku yang menjemputnya", ucap daichi.


"Ahh,begitu. Berarti sekarang saya mengantar anda ke apartemen?", tanya sekertaris yun.


"Benar. Ayok, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istriku", ucapnya yang melangkah keluar.

__ADS_1


"Baik tuan", ucap sekertaris yun yang mengikutinya dari belakang.


Bersambung....


__ADS_2