
"Hallo Kimi", ucap sakura
"Hallo nona sakura", jawab Kimi
"Apa kamu sudah di kantor?" Tanya sakura.
"Saya masi di jalan nona. Apa anda sudah tiba dikantor?" Tanya Kimi.
"Belum Kimi, saya masih dirumah", ucap sakura.
"Sebentar lagi saya sampai di kantor nona, jam berapa anda akan datang? Tanya Kimi.
"Aku sedang bersiap-siap", jawab sakura.
"Baiklah nona sakura, sampai jumpa dikantor", ucap Kimi
"Baik Kimi" ,ucap sakura.
Selepas selesai menghubungi kimi dia pun mulai bersiap-siap. Dia mulai memilih pakaian yang ingin dikenakan hari ini, entah mengapa hari ini dia ingin tampil elegan dari biasanya seperti akan ada sesuatu yang akan terjadi hari ini.
Setelah semuanya selesai dia pun bergegas turun kebawah untuk bertemu dengan imoto dan meminta izin untuk keluar. Dia melihat Imoto yang sedang merangkai bunga di teras luar yang menjadi salah satu hobby Imoto setiap hari.
"Ibu," ucap sakura yang melangkah berjalan menghampiri Imoto.
"Sayang, kamu cantik sekali. Apa kamu ingin pergi lagi?" tanya Imoto yang seperti tidak rela.
"Ia ibu, ada urusan yang harus sakura selesaikan", ucapnya.
"Sakura, Apa telah terjadi sesuatu? Ibu perhatikan beberapa hari ini kamu seperti memiliki masalah sayang", ucap Imoto.
Sejenak sakura terdiam dan termenung dengan ucapan ibu mertuanya itu.
"Apakah sangat terlihat?" batin sakura
"Dengar sayang, jika kamu punya masalah ceritakan kepada ibu, meskipun itu menyangkut mengenai daichi. Ibu tidak akan membela putra ibu jika dia memang salah", ucap Imoto.
Betapa beruntungnya dirinya saat mendapatkan ibu mertua yang begitu baik dan penuh pengertian kepadanya bahkan dia merasa bahwa ibu mertuanya itu seperti ibu kandungnya sendiri, tetapi meskipun begitu dia tetap memilih menyelesaikan rumah tangganya sendiri tanpa melibatkan kedua orang tua mereka karena dia tidak ingin membuat orang tua mereka menjadi kepikiran.
"Ibu tidak perlu khawatir semua baik- baik saja", jawab sakura dengan senyum simpul.
"Benarkah? Tidak ada yang kamu sembunyikan dari ibu?" tanya Imoto.
"Tentu saja ibu, semua baik-baik saja", ucap sakura sambil menggenggam tangan ibu mertuanya itu.
"Ibu percaya dengan kamu sayang", ucap Imoto
"Yasudah ibu, sakura pergi duluh ya", ucap sakura.
"Baiklah saya, tapi apakah daichi sudah tau kamu akan pergi?" tanya Imoto.
"Sudah ibu, aku sudah memberitahukan daichi", jawab sakura.
"Baguslah sayang, yasudah pergilah dan hati- hati", ucap Imoto.
__ADS_1
"Baik ibu, sakura berangkat duluh", ucap sakura.
Dia pun melangkah pergi, diluar pak Yuko sudah menantikan kehadiran sakura yang sudah bersiap-siap dari tadi.
"Maaf sudah menunggu lama pak Yuko", ucap sakura.
"Tidak masalah nona sakura", ucapnya sambil membuka pintu mobil untuk sakura.
"Terima Kasih pak Yuko", ucap sakura sambil masuk kedalam mobil.
Mereka pun pergi meninggalkan kediaman Tama, mobil itu melaju begitu kencang melewati setiap mobil yang melaju di jalan raya menujuh ke kantor sakura. Kehadirannya dikantor itu telah dinantikan Kimi yang sudah menunggunya di loby, saat dia melihat mobil sakura telah tiba di parkiran depan loby, Kimi langsung berjalan mengahampiri sakura dan menyambutnya. Dengan sigap dia langsung membukakan pintu mobil itu untuk sakura.
"Selamat Datang nona sakura", ucapnya dengan senyum yang begitu mengembang.
"Kimi, Kamu begitu bersemangat sekali hari ini", ucap sakura yang turun dari mobil.
"Tentu saja nona, cuaca hari ini menggambarkan suasana hati saya yang begitu cerah sekali", jawabnya sambil tertawa.
"Dasar", ucap sakura yang tersenyum.
"Ayok kita masuk nona", ucap Kimi.
"Ahh, sebentar Kimi", ucap sakura yang berjalan menghampiri pak Yuko.
"Pak Yuko, tunggu saya sebentar ya", ucap sakura.
"Baik nona sakura, saya akan menunggu anda dan tidak akan pergi kemana - kemana karena saya takut tuan muda daichi akan memarahi saya lagi", ucapnya sambil tertawa.
"Pak Yuko, anda bisa saja. Kalau begitu saya masuk duluh ya pak", ucap sakura.
Sakura dan Kimi pun masuk kedalam menujuh ruang kerja sakura, Kimi yang dari semalam tidak sabar ingin menyampaikan informasi yang didapatnya dari Ayana langsung menarik sakura masuk kedalam ruangan sakura.
"Ayok nona cepat",. ucap Kimi.
"Astaga Kimi, pelan-pelan", ucap sakura.
Mereka berdua duduk di sebuah sofa yang berada di sudut dari ruang kerja sakura.
"Baiklah Kimi, informasi apa yang sudah kamu dapatkan", ucap sakura yang sejujurnya juga penasaran.
Kimi menarik napasnya dan perlahan menghembuskan nya seakan dia membutuhkan tenaga yang banyak untuk memulai pembicaraannya.
"Nona sakura, mengenai Sera yang ada dirumah sakit wongdo, itu di karenakan dia mencoba mengakhiri hidupnya", ucap Kimi.
Sontak saja seperti ada kilat petir yang menyambar sakura saat ini, dia hanya terdiam dengan tatapan mata yang kosong memandang kimi dengan mulut yang terbuka. Informasi yang diberikan Kimi membuatnya sama sekali tidak percaya dan begitu syok saat mendengarnya.
"Nona, Apa anda baik-baik saja?" tanya Kimi.
"Kimi, Apa kamu yakin dengan informasi yang baru saja kamu katakan itu?" tanya sakura.
"Saya begitu yakin nona, saya mendapatkan informasi dari teman saya yang berkerja bersama Sera dan selalu mendampinginya ", ucap Kimi.
"Ta-pi untuk apa dia melakukan hal- hal seperti itu", ucap sakura.
"Karena mengetahui tuan daichi sudah menikah dengan anda nona", ucap Kimi.
__ADS_1
"APA???? sakura semakin kaget mendengar alasan mengapa dia ingin mengakhiri hidupnya.
"Ia nona, Tuan Daichi yang menjadi alasannya", ucap Kimi.
Sakura langsung menatap Kimi, dia yang dari tadi begitu sibuk dengan pikirannya mengenai Sera tidak menyadari bahwa Kimi telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara dia, Sera dan daichi.
"Kimi, kamu sudah mengetahui semuanya", ucap sakura.
"Ia nona sakura, saya sudah tau semuanya", ucap Kimi.
Sakura langsung meraih kedua tangan Kimi dan menggenggamnya begitu erat.
"Kimi kumohon, tolong rahasiakan ini. Jangan pernah memberi tau siapapun, aku mohon", ucap sakura yang terus menggenggam erat kedua tangan Kimi.
"Hentikan nona sakura, jangan lakukan itu. Anda tidak pantas melakukan hal itu", ucap Kimi.
"Aku tidak ingin orang- orang mengetahuinya", ucap sakura.
"Saya akan selalu ada bersama anda nona sakura. Sejak anda menolong hidupku, saya sudah berjanji akan mengabdikan hidupku untuk anda", ucap Kimi.
"Terima kasih Kimi, aku sangat beruntung memiliki mu", ucap sakura.
"Akulah yang beruntung bisa mengenal anda nona sakura", ucap Kimi.
Bagi Kimi sakura adalah seorang penolong dihidupnya, pertemuannya dengan sakura membuat kehidupannya berubah. Dia yang tak lain hanya anak seorang yatim piatu dan untuk bertahan hidup dia bekerja di sebuah tempat makan siap saji, saat itu secara tidak sengaja bertemu dengan sosok wanita yang begitu cantik dengan kesederhanaan yang dimilikinya di tempat dia bekerja.
Wanita itu setiap hari datang, duduk menikmati makanannya sambil menggambar sesuatu di selembar kertas putih, mendesain sebuah pakaian yang sangat indah, hingga membuatnya begitu tertarik dan ingin belajar mengikuti sakura. Dengan penuh keberanian pada saat itu dia mendekat kearah sakura dan memintanya untuk mengajarinya dan tanpa disangka sakura dengan senang hati mau mengajari dirinya.
Sikap baik yang dimiliki sakura membuatnya sampai pada posisi saat ini, dia selalu mengajari Kimi saat pekerjaan Kimi telah selesai bahkan saat dia harus memutuskan kembali ke negaranya sakura tidak lupa mengajak Kimi untuk ikut bersamanya.Kimi selama ini tidak tau bahwa Sakura berasal dari keluarga Agata yang memiliki segalanya hal itu dikarenakan kesederhanaan yang dimilikinya membuat Kimi tidak menyadarinya.
Sejak saat itu dia mengabdikan hidupnya hanya untuk sakura Agata wanita yang selalu melihat kehadirannya disaat orang-orang mengabaikan keberadaannya yang hanya seorang anak yatim piatu. Kebahagian sakura adalah hak yang terpenting untungnya bahkan perasaannya begitu hancur saat melihat kesedihan yang terus terpancar di wajah sakura saat mengetahui perjodohan yang telah direncanakan keluarga Agata untuknya. Baginya sakura bukan hanya seorang atasan untuknya, namun dia sudah menganggap sakura seperti kakaknya sendiri dan akan selalu melindunginya.
"Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti anda nona sakura", batin Kimi dengan mata yang terus menatap sakura.
Pertanyaan pertanyaan itu kembali muncul dan menggangu pikirannya, dia sama sekali tidak menyangka bahwa akan ada seorang wanita yang rela mengakhiri hidupnya hanya untuk seorang pria.
"Sejauh apa hubungan yang sudah terjalin diantara mereka sebenarnya? batin sakura.
"Mengapa dia begitu sulit merelakan daichi?
"Apakah dia berharap dapat kembali lagi dengan daichi?"
"Apa yang harus aku lakukan saat ini?
"Apakah aku yang jahat telah mengambil yang seharusnya menjadi milikinya?
Begitu banyak hal yang terlintas dipikiran sakura hingga membuatnya begitu frustasi untuk mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan itu sendiri.
"Kepalaku terasa begitu berat seakan ingin pecah", ucap sakura sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Perasaan itu kembali muncul, sebuah perasaan sedih, kecewa dan hati yang terluka semua bergabung menjadi satu. Perjalan hidupnya saat ini dirasakannya begitu berliku hingga membuatnya sulit menerima kenyataan yang ada di hadapannya.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung...
__ADS_1