
Author ingin berterima kasih buat semua pembaca yang begitu setia menantikan kelanjutan cerita antara daichi dan sakura.
Jangan lupa like , coment dan yang paling terpenting memberikan dukungan dengan vote author.
Mari bergabung di group agar kita bisa semakin dekat dan saling mengobrol. 😘😘😘🥰
••••••••••
Matahari bersinar begitu cerah dengan pepohonan palem di tepi pantai menyambut musim panas, keduanya berjalan menyusuri pinggir pantai yang telah dipenuhi pengunjung pantai lainnya.
"Ada apa?" tanya daichi.
Wajah sakura terlihat berbeda, dia menunjukan wajah kurang antusias untuk memulai hari mereka dan daichi menyadari hal itu.
"Tidak...., hanya terlalu panas", ucap sakura.
Daichi tertawa saat mendengarnya.
"Tentu saja.., saat ini musim panas", ucap daichi.
"Aku tau", ucap sakura yang menahan kan panas matahari yang begitu terik seakan matahari berada di bawahnya.
"Apa kamu takut kulit mulus mu terbakar? Apa kita kembali saja ke hotel?" tanya daichi.
"Tidak...., Aku baik- baik saja", jawab sakura yang mengangkat satu tangannya untuk menghalangi cahaya matahari menusuk kulit wajahnya.
"Ayokk...", ucap daichi sambil menarik tangan sakura.
Mereka berjalan mendekat ke bibir pantai, untuk merasakan air laut yang membasahi kaki mereka.
"Berdirilah disini", ucap daichi.
"Ke-napa?" tanya sakura yang terlihat bingung
"Kamu akan tau, bersiaplah", ucap daichi
Angin berhembus sangat kencang dan dari kejauhan daichi melihat ombak laut datang begitu kuat menghampiri mereka yang berdiri menyabut datangnya ombak hingga membuat sakura terjatuh akibat terseret ombak yang kuat menghantamnya, daichi tertawa dan langsung menghampiri sakura yang terlihat masih syok.
"Uhuk.....Uhuk...Uhuk...
"Apa kamu baik - baik saja?" tanya daichi dengan ekspresi wajahnya yang terlihat bahagia.
"Uhuk....Uhuk...Uhuk....
Sakura terus batuk saat dia meminum air laut yang terasa sangat asin, daichi dengan sigap langsung menepuk - nepuk punggung sakura.
"Tidak apa - apa sayang", ucap daichi.
"Sangat asin", ucap sakura yang terus batuk.
"Benarkah?" tanya daichi dengan raut wajahnya yang terlihat begitu polos seakan dia sama sekali tidak tau bagaimana rasa air laut.
"Aku seperti memakan satu bungkus garam", ucap sakura
"Hahh.., daichi hanya tertawa melihat sakura.
"Apa sudah bisa bangkit?" tanya daichi.
"Hmmm.., ucap sakura.
Dibantu oleh daichi, sakura mulai bangkit dan berdiri.
"Sudah baikan?" tanya daichi.
"Iya...", jawab sakura.
Daichi kembali meraih tangan sakura dan menggenggamnya begitu erat sambil mengangkat kedua tangannya mereka bersama - sama dan berteriak.
"Ayok kita bersenang - senang!!!! teriak daichi yang penuh semangat.
Sakura tertawa saat melihat suaminya begitu penuh semangat, mereka memulai liburan mereka yang sesungguhnya.Mereka mulai memainkan wahana air yang paling sering dimainkan dan permainan yang pertama dicoba keduanya adalah jet ski.
"Naiklah, aku akan membonceng mu ", ucap daichi.
"Apa kamu bisa mengendarainya?"tanya sakura yang terlihat ragu dengan daichi.
"Percayalah padaku", ucap daichi.
Sesuai permintaan daichi, sakura naik dan duduk di bangku belakang. Dipandu dengan instruktur yang akan menuntun mereka melintasi luasnya laut.
"Apa kamu sudah siap?" tanya daichi.
"Hmmm", jawab sakura sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang daichi karena dia merasa begitu takut.
Pelukan itu begitu kuat melilit pinggang daichi dan membuatnya yang merasakannya kurang nyaman.
" Jangan takut, percayalah padaku sayang ", ucap daichi.
Mendengar ucapan daichi yang mencoba memenangkannya dengan spontan dia melonggarkan pelukannya.
__ADS_1
"Aku percaya kepadamu", ucap sakura.
Jet ski yang dikendarai oleh daichi melaju cepat di atas air, mereka mulai mengelilingi lautan yang luas menyaksikan indahnya pemandangan lautan sekitar. Sakura yang berada di belakang merasa begitu bahagia, ini untuk pertama kalinya dia mencoba wahana permainan jet ski.
" Ini sangat menarik!!!!! Teriak sakura yang begitu bahagia.
Dia bisa begitu bebas berteriak di tengah laut seakan tidak ada beban yang di rasaknya saat ini, bahkan kebahagian nya mengalahkan panasnya terik matahari di siang hari.
"Sangat menyenangkan", ucap sakura.
"Kamu terlihat sangat bahagia ", ucap daichi sambil mematikan mesin jet ski.
"Aku baru pertama kali mencoba permainan ini", ucap sakura sambil turun dari atas jet ski.
"Sungguh?" tanya daichi yang terlihat sama sekali tidak percaya.
"Hmmm.., aku tidak pernah pergi ke pantai selama ini", ucap sakura.
Mereka berbicara sambil berjalan - jalan di pinggir pantai.
"Tapi kenapa?" tanya daichi.
"Kamu akan mengetahuinya nanti ", ucap sakura yang tersenyum sambil berlari meninggalkan daichi.
"Aku akan menangkap mu", teriak daichi sambil mengejar sakura.
Lelah berjalan - jalan akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di tepi pantai, daichi mengeluarkan ponsel dari kantong celananya.
"Ayok kita berfoto", ucap daichi.
"Tidak aku sangat jelek saat ini", ucap sakura.
"Kamu selalu cantik sayang, aku ingin memiliki foto yang banyak bersama mu", ucap daichi.
"Kenapa?" tanya sakura.
"Karena setiap gambar yang diambil akan menjadi kenangan untuk kita berdua ", ucap daichi.
"Baiklah..", ucap sakura yang mendekatkan dirinya kepada daichi untuk berfoto bersama.
Mereka menikmati kebersamaan mereka sepanjang hari dan menyaksikan matahari yang perlahan mulai terbenam dan sampai akhirnya matahari benar - benar terbenam.
"Aku mencintaimu", ucap daichi.
"Aku mencintaimu juga", ucap sakura sambil menyandarkan kepalanya tepat di pundak daichi
Keduanya menikmati perubahan langit malam yang perlahan muncul menggantikan langit terang sepanjang hari tadi.
"Hmmm...," jawab sakura.
Keduanya bergandengan tangan berjalan menujuh ke hotel, sakura merasa dirinya hari ini benar - benar kelelahan dan butuh istirahat.
"Kita sudah sampai", ucap daichi yang membuka pintu kamar tempat mereka menginap.
"Ahhhh..., rasanya lelah sekali", ucap sakura
Melihat tempat tidur ingin rasanya sakura menjatuhkan badannya ke atas kasur empuk itu, namun dia harus menahannya karena badannya yang terasa sangat lengket akibat air laut yang membasahi badannya.
"Apa kamu lapar?"tanya daichi.
"Aku lapar dan mengantuk ", jawab sakura
"Aku akan memesan makanan dan sambil menunggu makanan datang lebih baik kamu mandi", ucap daichi.
"Aku mengerti", ucap sakura yang pergi menujuh ke kamar mandi.
Disaat sakura mandi, daichi mulai menghubungi petugas hotel untuk mengantarkan makanan ke kamar mereka.
"Baiklah.., Sebentar lagi makana akan datang", ucap daichi.
Dreg....Dreg.....Dreg.....
"Haga.., Ada apa dia menelepon ku?" ucap daichi.
Dia menghembuskan napasnya melalui hidung sebelum bersiap menjawab panggilan telpon dari haga.
Hallo....", jawabnya dengan suara yang tenang.
"Hallo daichi", terdengar suara haga di balik sambungan telpon.
"Ada apa haga?" tanya daichi.
"Aku sedang berada di depan apartemen mu, aku sudah beberapa kali menekan bel, tetapi sepertinya tidak ada siapa - siapa. Apa kalian sedang diluar?" tanya haga.
"Apa sekarang dia memiliki hobi berkunjung kerumah orang tanpa diundang?" batin daichi
"Oh iya.., kami sedang keluar", jawab daichi
"Ahh...., sayang sekali kalau begitu ", ucap haga dengan nada suaranya terdengar kecewa.
__ADS_1
"Ada apa haga? Apa ada sesuatu yang mendesak ingin bertemu dengan ku?" tanya daichi yang mencoba menyelidiki lebih dalam.
"Tidak daichi, aku membawakan makanan dan minuman sebagai ucapan terima kasih ku karena kalian sudah menjamu ku makan malam kemari ", jawab haga.
"Kamu tidak perlu melakukannya haga, kamu tidak perlu sungkan kepada kami", ucap daichi.
"Jadi jam berapa kira - kira kalian akan kembali, aku akan menunggu kalian", ucap haga.
"Sepertinya itu tidak perlu haga, aku dan sakura baru akan kembali besok", jawab daichi.
"Ahh.., kalian sedang berlibur ke suatu tempat?" tanya haga.
"Benar", jawaban yang begitu singkat dari daichi.
"Wah..., itu sangat seru. Dimana tempat yang kamu pilih untuk berlibur daichi?"hanya haga.
"Kami pergi ke sebuah pulau dan bersenang - senang di pantai ", ucap daichi.
Keheningan terdengar di balik sambungan telpon, tidak ada terdengar suara haga hingga beberapa detik sampai akhirnya dia kembali bersuara.
"Pan-*** kata mu?" suaranya terdengar bergetar.
"Benar dan kami baru saja kembali ke hotel",jawab daichi dengan sangat santai.
"Apa kamu tidak tau bahwa saat ini musim panas dan kamu membawa sakura ke pantai? nada suaranya terdengar meninggi.
Dia sama sekali tidak tau mengapa saat ini rasanya begitu sulit menahan amarahnya.
"Ada apa denganmu haga? Kenapa kamu terdengar seperti sedang marah?" tanya daichi.
"Marah? Sepertinya kamu salah mendengarnya", ucap haga yang mulai dapat mengatur emosinya.
"Benarkah?ucap daichi dengan nada suaranya yang terdengar dingin.
"Lalu bagaimana dengan sakura? Apa dia baik - baik saja?" tanya haga.
"Tentu saja", jawab daichi.
Perbincangan yang terjadi antara dirinya dan haga mulai dirasanya kurang nyaman untuknya, apalagi saat dia terus menyinggung dan menanyakan tentang sakura.
"Apa kamu yakin?" tanya haga.
Sudut bibir daichi tertarik setengah dengan sorot mata sinis nya saat mendengarkan pertanyaan haga.
"Haga.., sepertinya kamu lupa. Aku adalah suami sakura dan pertanyaan mu terdengar tidak masuk akal di telinga ku", ucap daichi.
"Ahh.., maafkan aku daichi, mana mungkin aku melupakan status mu yang kini telah menjadi suami dari sakura", jawab haga yang begitu santai.
"Tidak ada yang lebih mengetahui mengenai sakura selain aku suaminya", ucap daichi.
Dia ingin menunjukan kepada haga bahwa sakura adalah milikinya dan tidak akan membiarkan siapapun mencoba merebut yang telah menjadi miliknya.
"Aku tau itu daichi, baiklah kalau begitu selamat menikmati liburan kalian berdua ", ucap haga.
"Hmmmm..., Baiklah ", ucap daichi dan langsung menutup telponnya.
Ekspresi wajahnya berubah selepas selesai menjawab telepon haga, rahangnya menegang dengan satu tangannya yang mengepal ponsel yang masih berada di genggamannya.
"Sakura..,
Dia tiba - tiba teringat dengan sakura yang sudah hampir setengah jam di dalam kamar mandi dan belum ada keluar, saat dia ingin melangkahkan kakinya berjalan menuju kearah kamar mandi seseorang mengetuk pintu dari luar.
Tok...Tok....Tok...
"Layangan hotel", teriak seorang petugas pria hotel tersebut.
Daichi langsung membukakan pintu kamarnya.
"Selamat malam tuan, saya membawakan makanan pesanan ada", ucap pria itu.
"Silakan.., tolong letakan di sana ", ucap daichi.
Terdapat meja bulat di sudut bagian kanan dari ruangan itu, petugas itu menyusun dan meletakan menu hidangan makanan sesuai dengan pesanan daichi.
"Semua sudah sesuai pesanan anda tuan", ucap pria itu.
"Hmmm, Ambillah ini', ucap daichi yang memberikan pria itu tips.
"Terima kasih tuan", ucapnya sambil pergi meninggalkan kamar hotel itu.
Pikiran daichi kembali fokus kepada sakura yang masih berada di dalam kamar mandi, dia berjalan kearah kamar mandi dan mendekatkan telinganya menempel ke pintu. Tidak ada suara yang terdengar dari dalam bahkan suatu air yang hidup sama sekali tidak ada dan membuat daichi menjadi cemas.
Tok...Tok....Tok
"Sakura....., Sakura....,
Tok.....Tok....Tok.....
"Sakura....., Sakura..
__ADS_1
Dia terus memanggil nama sakura sambil terus mengetuk pintu kamar mandi itu dan sama sekali tidak ada suara sahutan sakura dari dalam kamar mandi dan hanya ada keheningan.
Bersambung......