
Tiga bulan kemudian....
Sejak kepulangan keduanya dari bulan madu mereka, kehidupan mereka sebagai seorang suami istri bener - benar terwujud dimana mereka menjalani rumah tangga mereka tanpa campur tangan kedua orang tua mereka, keduanya benar - benar menjalaninya secara mandiri bersama - sama.
Tidak seperti rencana semula yang akan tinggal dirumah daichi, sakura memutuskan untuk tinggal di sebuah apartemen. Dia ingin mengurus rumah tangganya sendiri tanpa bantuan siapapun dan begitu beruntungnya dirinya yang memiliki suami yang selalu mendukung segala keinginannya. Hanya akan ada seorang pelayan lepas yang datang saat mereka tidak ada di apartemen,dia yang akan membantu sakura mengerjakan pekerjaan seperti mencuci baju, menyetrika pakaian mereka dan membersihkan apartemen dan selebihnya sakura yang mengerjakannya.
"Secangkir kopi hangat untuk suamiku tercinta ", ucap sakura yang meletakan di meja makan.
"Terima kasih sayang", ucap daichi yang masih sibuk dengan layar ponselnya.
Sakura kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk daichi sebelum keduanya berangkat ke kantor mereka masing - masing. Ini adalah rutinitas yang selalu dilakukan sakura setiap pagi sebelum dia berangkat kerja, mengurus suami yang merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri.
Membangun rumah tangga tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, butuh kerja sama yang baik dilakukan antara suami istri yang saling memberikan dukungan satu sama lain.
Awalnya dia kewalahan mengerjakannya sendiri, namun dukungan yang diberikan daichi untuknya selama ini membuat dirinya mulai terbiasa menjalani kehidupan barunya.
"Makanannya datang", ucap sakura.
Dia meletakan piring tepat di depan daichi yang masih terlihat sibuk.
"Makanlah selagi masih hangat", ucap sakura yang duduk di hadapan daichi.
Daichi meletakan ponselnya dan kembali fokus terhadap sakura dan makanan yang telah dimasak sakura untuknya.
"Wah.., kelihatannya sangat lezat", ucap daichi yang mulai menyantap makanannya.
"Selamat makan", ucap sakura.
"Selamat makan sayang", ucap daichi.
Keduanya menikmati sarapan pagi mereka dengan suasana yang begitu tenang dan sesekali diiringi dengan obrolan - obrolan santai.
"Jangan lupa datang menghadiri acara kantor nanti sore", ucap daichi.
"Aku akan mengusahakan untuk datang, jadwal ku hari ini benar - benar sangat sibuk", ucap sakura.
"Usahakanlah untuk menyempatkan datang", ucap daichi yang tersenyum melihat sakura.
"Baiklah.., aku akan mengusahakannya", ucap sakura.
Hari ini adalah peresmian pembukaan cabang Dapertement Store Tama Group. Itu adalah salah satu mimpi dari seorang daichi tama, membangun ribuan cabang dan membuat Dapertement Store miliknya menjadi perusahaan yang besar dan disegani oleh pesaingnya.
Daichi melirik jam tangannya dan bersiap - siap untuk berangkat kekantor.
"Aku harus berangkat sekarang", ucap daichi.
"Hmmm..", jawab sakura yang ikut bangkit.
"Apa kimi akan menjemput mu?" tanya daichi sambil memasukan ponsel ke satu jas nya.
"Iya.., sebentar lagi dia akan datang", ucap sakura.
Dia berjalan menghampiri daichi mencoba merapikan dasi yang dikenakannya dan menyingkirkan debu yang menempel di jasnya. Daichi hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu detail memperhatikannya.
"Apa aku lebih baik hari ini tidak bekerja?" bisik daichi tepat di telinga sakura.
__ADS_1
Suaranya dan hembusan napas nya menggelitik sakura hingga membuatnya sama sekali tak berkutik untuk sesaat dan mencoba menyadarkan dirinya. Kedua mata indahnya menatap daichi begitu dalam, dia menarik dasi itu dan membuat tubuh daichi terdorong kedepan.
"Waw.....', Tenaga mu sangat kuat sayang", ucap daichi yang tertawa melihat sakura.
Sakura mendekatkan wajahnya hingga menyisakan jarak sedikit antar dirinya dan daichi.
"Jika kamu tidak ingin bekerja? Lalu apa yang ingin kamu lakukan?"Tanya sakura.
"Mungkin kita berdua bisa bermalas - malasan dikamar", ucap daichi yang mencoba menggoda sakura.
"Hentikan pikiran itu tuan Tama", ucap sakura sambil tersenyum simpul kepada daichi.
"Apa kamu tidak ingin menghabiskan waktu denganku?"Tanya daichi.
"Apa itu sebuah pertanyaan yang harus aku jawab", ucap sakura.
"Baiklah...Baiklah...", aku menyerah ", ucap daichi sambil mengangkat kedua tangannya keatas.
Tingkahnya begitu kekanak - kanakan, melihat hal itu membuat sakura tak tahan dengan sikap yang ditunjukan daichi. Di letakan nya tangan kanannya di belakang kepala daichi, lalu menarik wajahnya mendekat ke wajah sakura dan mencium bibirnya yang terlihat seksi dan menggoda untuk sakura.
Keduanya saling menikmatinya, hingga akhirnya sakura mencoba menarik wajahnya namun dengan cepat daichi menahannya, jari - jari tangannya memegangi rambut mulus sakura dari arah belakang dan kembali mencium bibir sakura dengan begitu agresifnya, napas keduanya yang tidak beraturan dan gerakan bibir yang bergerak selaras mengikuti ritme keduanya hingga akhirnya daichi melepaskan sakura.
"Aku ingin sekali melanjutkannya, tetapi pak hans sudah menunggu ku dibawah", ucap daichi sambil menghapus sisa lipstik sakura yang menempel di bibirnya.
"Sangat manis", ucap daichi yang menatap sakura begitu tajam seakan ingin menerkamnya.
"Pergilah..", ucap sakura.
"Apa aku harus benar - benar pergi sekarang?"tanya daichi.
"Baiklah sayang. Ini adalah hal yang begitu berat kurasakan saat harus berjauhan denganmu", ucapnya sambil mengelus pipi mulus sakura.
"Hentikan itu..", kita hanya tidak berjumpa beberapa jam saja suamiku", ucap sakura sambil meraih tangan daichi yang menyentuh wajahnya.
"Hmmm.., tapi itu sangat menyiksa ", ucap daichi.
"Sudah..., lebih baik sekarang kamu berangkat kasihan pak hans sudah menunggu terlalu lama", ucap sakura.
"Baiklah..", ucap daichi yang berjalan menuju kearah pintu.
Tepat di depan pintu dia membalikan badannya.
"Aku mencintaimu sayang", ucapnya kepada sakura.
"Aku juga mencintaimu suamiku", jawab sakura sambil melempar senyuman kepada daichi.
"Baiklah.., Aku pergi", ucap daichi.
"Hmm.., Hati - hati. Sampai jumpa nanti", ucap sakura.
Selepas kepergian daichi, dia kembali berjalan kearah meja makan untuk merapikan piring bekas makan keduanya, dia mencuci piring itu dan membersihkan ruang makan sebelum dia meninggalkan apartemen itu. Setelah dia selesai membereskan semuanya kini giliran dirinya yang bersiap untuk pergi berangkat kekantor dimana kimi sudah menjemputnya.
"Selamat pagi nona sakura", ucap kimi yang menyapa sakura saat baru membuka pintu mobil.
"Selamat pagi kimi", jawab sakura yang menggantungkan sebuah dress di bangku belakang dan kemudian masuk ke bangku depan.
__ADS_1
"Pakaian apa itu nona?" tanya kimi.
"Ah..., Gaun", ucap sakura sambil memasang seatbelt
"Milik anda?" tanya kimi.
"Hmmm..", jawab sakura.
"Apa anda ada undangan pesta?"tanya kimi.
"Hari ini peresmian cabang Dapertement Store Tama Group kimi", ucap sakura yang kini telah selesai mengenakan seat belts.
"Astaga..., Kenapa anda tidak bilang nona, saya bisa mengatur ulang jadwal pertemuan anda dengan klien - klien", ucap kimi yang mulai menjalankan mobil yang dikendarainya.
"Aku lupa mengatakannya kimi,terlalu banyak yang aku pikirkan", ucap sakura.
"Tentu saja itu akan terjadi nona, anda begitu sibuk dikantor dan saat tiba dirumah anda harus mengerjakan pekerjaan rumah. Kenapa anda tidak mengambil asisten rumah tangga yang full bekerja untuk anda sehingga anda tidak perlu repot - repot saat dirumah ", ucap kimi.
"Tidak kimi.., aku senang melakukannya. Itu adalah tanggung jawab seorang wanita yang telah menikah, mereka harus mengurus suami, mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga bahkan mengurus anak jika kelak memiliki anak", ucap sakura.
"Saya mengerti nona, tetapi anda adalah seorang Boss besar dari sebuah perusahaan Fashion yang sangat sibuk dan jika anda harus mengerjakan pekerjaan rumah lagi kapan waktu anda untuk beristirahat", ucap kimi.
"Apa kamu tau kimi, ada kepuasan sendiri saat aku melakukannya sendiri dan sulit untuk aku jelaskan kepada mu. Saat kamu mengurus suamimu sendiri seperti memasak makanan untuk nya setiap hari dan kamu bisa menanyakannya bagaimana rasa masakan yang kamu masak. Apakah dia menyukainya?
Dari hal - hal sekecil itu saja kamu pasti akan merasa bahagia kimi dan kamu tidak akan tau rasanya saat kamu menyerahkan semua tanggung jawab mu kepada asisten rumah tangga", jawab sakura yang tersenyum melihat kimi
"Ah..., Entahlah nona. Mungkin saya belum bisa seperti apa yang anda lakukan kelak jika saya sudah memiliki suami nantinya", ucap kimi.
"Kamu akan mengerti saat kamu sudah menjadi seorang istri kimi", ucap sakura.
"Bisa jadi nona", jawab kimi yang tersenyum melihat sakura sambil melakukan mobilnya lebih kencang.
Kantor Daichi Tama
"Selamat pagi tuan", ucap sekertaris yun sambil melangkah berjalan mendekat kearah daichi.
"Hmmm.., Selamat pagi sekertaris yun", ucap daichi.
"Semua persiapan sudah selesai 100% tuan", ucap sekertaris yun
"Baguslah kalau begitu. Apa semua rekan bisnis kita sudah diundang?"Tanya daichi
"Sudah tuan, kamu sudah mengirim undangan kepada Meraka dan semua mengatakan akan datang", ucap sekertaris yun.
"Ingat sekertaris yun, hanya orang yang mendapatkan undangan saja yang bisa masuk. Aku tidak ingin ada pengemis - pengemis yang mendatangi ku meminta kerja sama dengan perusahaan kita nantinya. Penjilat - penjilat yang menjijikan", ucap daichi.
"Baik tuan saya akan menginformasikannya nanti kepada petugas keamanan", ucap sekertaris yun
"Ah..., Apa kamu juga sudah mengundang Pesain bisnis kita?" tanya daichi.
"Seperti arahan anda, saya sudah mengundangnya tuan", ucap sekertaris yun.
"Baguslah.., aku yakin mereka akan datang. Mereka harus melihat bahwa perusahaan kita semakin berkembang dari yang mereka bayangkan", ucap daichi dengan senyum liciknya.
Sejak menikah banyak perubahan positif dari dalam diri daichi, sifat arogannya terhadap orang - orang disekitarnya mulai berkurang dan dia mulai mencoba memahami dan perhatian terhadap orang - orang dilingkungan sekitarnya diantaranya adalah orang - orang yang bekerja dengannya dimana dia mulai mencoba menghargai mereka, tetapi hal itu tidak berlaku untuk pesaing - pesain bisnisnya, dia tetap menjadi seekor macan jantan yang siap menerkam mangsa yang ada disekitarannya. Menghancurkan musuhnya seperti debu dengan kemampuan yang dimiliki tanpa menggunakan cara - cara yang kotor.
__ADS_1
Bersambung....