
"Begitu melelahkan sekali", ucap Imoto.
"Apa ibu ingin sakura ambilkan segelas air", ucap sakura.
"Terima kasih sakura, sepertinya ibu membutuhkan itu saat ini", ucap Imoto.
Mereka baru saja kembali dan Imoto merasa kelelahan karena menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam menujuh kerumah kakaknya yang sedang sakit saat ini.
"Ini ibu", ucap sakura yang memberikan segelas air untuk Imoto.
"Terima kasih sayang", ucap Imoto.
"Ibu...., Apa tidak masalah meninggalkan bibi sendirian dirumahnya?" tanya sakura.
"Ibu juga mengkhawatirkannya sakura, tetapi kamu lihat kan bibi mu sangat keras kepala dan tetap Inging tinggal disana",. ucap Imoto.
"Kapan kak sunze kembali Bu?" tanya sakura.
"Tadi saat ibu menelepon, mereka mengatakan hari ini mereka langsung pulang", ucap Imoto.
"Setidaknya itu membuat kita sedikit lebih tenang Bu", ucap sakura.
"Benar sayang", ucap Imoto.
"Lebih baik ibu sekarang istirahat dikamar. Sakura akan membangunkan ibu saat jam makan siang nanti", ucap sakura.
"Baiklah sayang, ibu kekamar dulu.Kamu juga beristirahatlah, kamu juga pasti lelah karena dari tadi mengurus bibi mu", ucap Imoto.
" Ia Bu...., Selamat beristirahat ", ucap sakura.
Imoto pun bangkit dari bangku dan berjalan meninggalkan ruangan itu menujuh kekamarnya. Tidak lama setelah kepergian Imoto kepala pelayan Ling datang membawa segelas air minum untuk sakura yang masih duduk sambil memainkan ponsel di tangannya.
"Ini untuk anda nona", ucap kepala pelayan Ling.
"Kepala pelayan Ling...., Aku tidak ada memintanya", ucap sakura yang terlihat kaget.
"Saya tau anda juga pasti lelah dan haus nona sakura", ucap kepala pelayan Ling.
"Ahhh, Terima Kasih. Aku begitu tersentuh", ucap sakura yang terus tersenyum.
"Maaf atas kelancangan saya nona sakura. Ada yang ingin saya tanyakan dengan Anda", ucap kepala pelayan Ling.
"Silakan kepala pelayan Ling. Apa yang ingin anda tanyakan?" tanya sakura.
"Apa saat anda pergi tadi pagi, tuan daichi tidak mengetahuinya?"tanya kepala pelayang ling.
"Daichi? Sakura tiba - tiba baru teringat tentang daichi, dia baru sadar bahwa dia pergi saat daichi masih tertidur.
"Ahhh, ia kepala pelayang ling aku sama sekali belum ada memberitahukannya", ucap sakura.
"Mungkin karena itu", ucap kepala pelayan Ling
"Ada apa kepala pelayan Ling. Apa sesuatu terjadi saat kami tidak ada?" tanya sakura
"Tuan daichi tadi pagi terlihat begitu kesal tidak seperti biasanya nona sakura, bahkan dia juga tidak sarapan dan langsung pergi kekantor", jelas kepala pelayan Ling.
"Sungguh??? Astaga..., sepertinya dia marah", ucap sakura.
Dia terlihat kebingungan saat mengetahui situasi yang terjadi tadi pagi, ini untuk pertama kalinya dia melakukan kesalahan kepada daichi sehingga membuatnya ketakutan.
"Aku akan menemuinya kalau begitu ke kantornya", ucap sakura yang bangkit dari tempat duduknya.
"Bagaimana jika anda sekalian membawakan makan siang untuk tuan daichi nona sakura", ucap kepala pelayan Ling yang memberikan saran.
"Itu ide yang bagus kepala pelayan Ling. Baiklah, aku akan memasak makanan untuknya sebagai permintaan maaf ku untuknya ", ucap sakura.
"Anda tidak perlu memasak nona, saya akan menyuruh pelayan untuk memasak makanan untuk tuan daichi", ucap kepala pelayan Ling.
"Tidak...., aku akan melakukannya sendiri kepala pelayan Ling", ucap sakura.
"Baiklah kalau begitu saya akan menyuruh mereka membantu anda kalau begitu", ucap kepala pelayan Ling.
"Aku harus memasaknya sekarang, sebentar lagi jam makan siang", ucap sakura.
Dia meninggalkan tasnya di atas meja dan pergi bergegas menuju ke dapur. Disana ada beberapa pelayan yang sedang berada di dapur dan begitu kaget melihat kehadiran sakura.
"Nona sakura. Apa ada yang bisa kami bantu?" tanya mereka.
"Santai saja, saya hanya ingin memasak makan siang", ucap sakura.
"Apa yang bisa kami bantu nona sakura, katakan saja kami akan membantu nona", ucap seorang pelayan wanita.
"Entahlah, saya juga belum mendapatkan ide ingin memasak apa. Sepertinya saya harus melihat apa yang ada isi kulkas saat ini", ucap sakura sambil berjalan kearah sebuah kulkas yang ada si sudut dari dapur itu.
"Ada daging?" ucap sakura sambil memeriksa isi kulkas yang lain.
__ADS_1
"Nona sakura", ucap kepala pelayan Ling.
"Iya..," jawab sakura.
"Tuan daichi sangat menyukai sup daging", ucapnya.
"Benarkah??" tanya sakura.
Mengenai apa makanan yang disukai atau pun tidak disukai daichi, sakura kurang begitu memahaminya karena hubungan yang terjalin keduanya tidak begitu dekat sebelumnya.
"Baiklah kalau begitu aku akan memasak sup daging untuknya dan makanan pendamping lainnya", ucap sakura yang tampak terlihat begitu bersemangat.
Dia mulai menyiapkan bahan - bahan yang dibutuhkan untuk memasak sup daging dengan dibantu oleh para pelayan yang ada disana hingga membuatnya begitu cepat mengerjakannya.
"Sepertinya aku akan menambahkan jamur", ucap sakura.
"Saya akan mengambilkannya dan mencucinya nona sakura", ucap pelayan itu.
"Terima kasih", ucap sakura.
Hampir satu jam dia berada di dapur dan tak terasa waktu terus berputar begitu cepat.
"Sudah jam 11", ucap sakura yang melihat jam tangannya.
"Kelihatannya sangat lezat nona", ucap pelayan wanita itu.
"Benarkah?", ucap sakura.
Dia mengambil sebuah sendok di dalam laci, mengambil kuah sup yang masih berada di atas kompor dan memberikannya kepada pelayan wanita itu untuk mencicipinya.
"Bagaimana?" tanya sakura.
"Uhhhhh, Lezat sekali nona sakura", ucapnya.
"Sungguh??", ucap sakura.
"Hmmmm...., Saya sangat menyukainya", ucap pelayan itu.
"Syukurlah kalau begitu. Saya memasaknya banyak, jadi kalian bisa menikmatinya bersama saat makan siang nanti", ucap sakura.
"Terima kasih nona sakura", ucap para pelayan itu yang merasa begitu senang.
"Sudah matang", ucap sakura.
"Terima Kasih", ucap sakura sambil menuangkan sup yang ada di panci kedalam termos.
"Lebih baik anda sekarang bersiap - siap nona sakura, biar selebihnya kami yang menyelesaikannya", ucap pelayan itu.
"Baiklah..., Terima kasih", ucap sakura yang pergi meninggalkan dapur dan bersiap - siap.
•••••••••
Selesai mandi dan mengganti pakaiannya, sakura langsung bergegas kekamar imoto untuk meminta izin kepadanya.
Tok...Tok...Tok..
"Masuklah...," ucap Imoto.
"Ibu...," ucap sakura sambil berjalan menghampiri Imoto yang masih berbaring di tempat tidur.
"Sakura..., Ada apa sayang?"Tanya Imoto.
"Sakura ingin minta izin keluar sebentar ke kantor Daichi Bu", ucap sakura.
"Apa ada masalah sayang?" tanya Imoto.
"Sama sekali tidak ada Bu. Sakura hanya ingin mengantar makan siang untuk daichi", jawab sakura.
"Pergilah sayang", ucap Imoto.
"Sakura tadi memasak sup, ibu makanlah nanti", ucap sakura.
"Tenanglah...., Ibu pasti akan makan", ucap Imoto.
"Kalau begitu sakura pergi dulu bu ", ucap sakura sambil mencium pipi ibu mertuanya
"Hati - hati sayang", ucap Imoto.
"Sampai jumpa nanti Bu", ucap sakura sambil berjalan melangkah keluar kamar imoto.
Dia bergegas turun kebawah untuk bersiap berangkat menujuh kantor Daichi Tama.
"Nona sakura", ucap seorang pelayan yang berjalan menghampiri sakura saat melihatnya baru saja turun
"Iya..., Ada apa?" tanya sakura.
__ADS_1
"Saya sudah memasukan semuanya kedalam mobil", ucapnya.
"Terima kasih...," ucap sakura sambil melemparkan senyuman kepada pelayan wanita itu.
"Hati - hati nona sakura", ucaonya.
"Saya pergi duluh kalau begitu, tolong siapkan makan siang untuk ibu nanti", ucap sakura sambil memegang lengan pelayan wanita itu.
"Baik nona sakura", ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
Sakura hanya tersenyum dan melanjutkan langkah kakinya berjalan menujuh keluar rumah, seperti biasa pak Yuko sudah menunggu kehadiran sakura yang siap mengantar sakura kemana pun dia ingin pergi.
"Silakan nona sakura", ucap pak Yuko.
"Terima kasih pak Yuko", ucap sakura sambil masuk kedalam mobil.
Mobil itu pun melaju meninggalkan pekarangan kediaman Tama menujuh kekantor daichi Tama menembus kemacetan yang terjadi sepanjang jalan hingga sekitar setengah jam mereka akhirnya tiba di kantor Daichi.
Pak Yuko keluar dari mobil dan berlari dengan langkah yang kecil untuk membukakan pintu mobil untuk sakura.
"Pak Yuko, tolong ambilkan tas makan yang ada di belakang", ucap sakura.
"Baik nona sakura", ucap pak Yuko sambil berjalan menujuh kearah belakang.
Beberapa detik kemudian pak Yuko datang membawa 2 tas tempat makan siang untuk daichi.
"Saya akan membawakannya nona", ucap pak Yuko.
"Jangan pak Yuko, berikan kepada saya", ucap sakura.
"Ini nona sakura", ucap pak Yuko.
"Saya masuk duluh kalau begitu", ucap sakura.
"Baik nona sakura", ucap pak Yuko.
Baru melangkahkan satu kakinya masuk kedalam perusahaan itu, semua orang yang berada di loby langsung mengarahkan pandangan mereka kepada sakura yang sedang melangkah berjalan. Baginya ini untuk pertama kalinya dia mengunjungi kantor Daichi setelah dia resmi menjadi istri dari Daichi Tama. Beberapa karyawan wanita yang melihatnya saling berbisik satu sama lain sambil melihatnya, mereka tampak kaget melihat kehadiran sakura saat ini.
"Bukankah itu nona sakura?"tanya seorang wanita.
"Benar itu nona sakura, dia semakin cantik dari yang aku lihat saat acara kantor waktu itu", ucap wanita itu.
Sakura hanya melemparkan senyumnya kepada orang- orang yang melihatnya dan memberikan salam untuk dirinya dan terus melangkah berjalan menujuh keruangan daichi dengan menggunakan lift, saat pintu lift itu terbuka begitu kebetulan ya dia bertemu sekertaris Yun yang sedang menunggu lift.
"Ah, Nona sakura", ucapnya dengan matanya yang tercengang saat melihat sakura ada dihadapannya.
"Sekertaris Yun, apa kabar?" ucap sakura sambil berjalan keluar dari dalam lift.
"Baik nona sakura, Apa anda Inging bertemu dengan tuan daichi?" tanya sekertaris Yun sambil melihat begitu banyak bawaan yang dipegang sakura.
"Iya sekertaris Yun, saya membawakannya makan siang. Apa daichi ada diruangan?" tanya sakura
"Tuan daichi ada diruang nona sakura. Untunglah anda datang nona", ucap sekertaris Yun.
"Apa ada masalah?" tanya sakura
"Dari tadi pagi mood tuan daichi sangat tidak bagus hingga membuat saya sedikit kewalahan menghadapinya", ucap sekertaris Yun sambil tertawa.
"Benarkah?"tanya sakura yang sebenarnya sedikit cemas saat sekertaris Yun memberitahukannya.
"Mungkin dengan kehadiran anda akan mengembalikan moodnya menjadi lebih baik", ucap sekertaris Yun.
"Hahaha..., Saya akan mencobanya sekertaris Yun", ucap sakura yang sesungguhnya sedikit ragu pada dirinya sendri.
"Saya akan mengantar anda kalau begitu", ucap sekertaris Yun.
"Ah, tidak usah sekertaris Yun. Kalau begitu saya pergi duluh ", ucap sakura.
"Baiklah nona sakura", ucap sekertaris Yun.
Dia pun pergi meninggalkan sekertaris Yun, perasaanya yang awalanya begitu tenang seketika merasa begitu deg-degan saat langkah kakinya semakin dekat keruangan daichi. Dia sepertinya tau apa yang membuat mood daichi hari ini begitu tidak baik dan itu karena dirinya, sejak mereka bersama sakura belum pernah melihat daichi marah kepadanya karena selama ini dia selalu bersikap begitu manis untuknya sehingga membuatnya begitu tidak tenang saat ini. Tepat di depan pintu dari ruangan daichi, dia berhenti sejenak menarik napasnya yang panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan untuk mengumpulkan keberaniannya.
Tok...Tok...Tok..
Dia mengerik pintu ruangan itu, namun tak terdengar suara yang mempersilahkannya untuk masuk dan kembali mencoba mengetuk pintu itu lagi.
Tok....Tok..Tok...
"Masuklah!!!!
Terdengar begitu jelas suara daichi dari dalam, perlahan dia membuka pintu ruangan itu dan melangkah berjalan masuk kedalam dengan perasaan yang begitu tak menentu saat harus bertemu dengan daichi.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung...
__ADS_1