Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 35 Hati


__ADS_3

Suasana masih begitu menegangkan bagi sekertaris Yun yang melihat daichi ingin menghampiri sakura. Daichi pun bersiap beranjak dari tempatnya untuk masuk kedalam restoran tersebut , tetapi sekertaris Yun dengan sigap langsung menahan daichi. Dia mengabaikan sosok orang yang telah ditahannya tersebut , dia hanya melakukan hal tersebut untuk kebaikan daichi dan sakura.


"Tuan daichi, jangan lakukan itu", ucap sekertaris Yun yang memohon sambil menundukkan kepalanya.


"Lepaskan sekertaris Yun,"ucap daichi dengan sorot matanya yang tajam


"Anda hanya salah paham tuan, jangan melakukan hal yang akan membuat anda menyesal", ucap sekertaris Yun yang terus saja menundukkan kepalanya


"Bagaimana jika posisi sekarang kita balik sekertaris Yun",ucap daichi.


"A-pa maksud anda tuan?" tanya sekertaris Yun sambil mengangkat kepalanya dan menatap daichi.


"Bagaiman jika yang ada di sana saat ini adalah calon istrimu, Apa yang akan kau lakukan?"tanya daichi.


"Tuan daichi", ucap sekertaris Yun yang tak mampu menjawab pertanyaan daichi.


"Kau tidak bisa menjawab bukan", ucap daichi.


°°°


"Permisi", ucap seorang wanita ingin masuk kedalam restoran tersebut namun terhalang oleh keberadaan daichi dan sekertaris Yun yang berada di depan pintu masuk restoran.


" Maaf", ucap sekertaris yun


Mereka pun mundur dan mempersilahkan wanita itu masuk kedalam. Pandangan sekertaris Yun tertujuh kepada wanita yang baru saja masuk kedalam, dia melihat sepertinya wanita itu berjalan menujuh kearah tempat duduk sakura dan dugaannya benar.


"Tuan, lihatlah ternyata nona sakura tidak hanya berdua saja", ucap sekertaris Yun begitu bahagia dan lega setidaknya akan membuat kemarahan daichi berkurang.


Daichi yang melihat itu, hanya diam tanpa berkata apapun dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Sekertaris Yun yang melihat daichi pergi langsung berjalan mengejar daichi.


••••


"Maaf membuat kalian lama menunggu," ucap wanita tersebut.


"Akh, anda sudah datang", ucap sakura yang berdiri menyambut wanita tersebut.


"Jalanan begitu macet," ucap wanita itu.


"Tidak apa-apa ", ucap sakura sambil tersenyum


Sakura langsung memperkenalkan Rei kepada wanita itu.


"Perkenalkan ini adalah Dokter Rei Arata dia adalah ketua panitia dalam kegiatan amal yang akan diselenggarakan rumah sakit wongdo", ucap sakura.


Mendenga sakura yang memperkenalkan dirinya, Rei langsung menjabat tangan wanita tersebut.


"Senang bertemua dengan anda dokter Rei", ucap wanita itu.


"Saja juga, senang bertemu dengan anda nona", ucap Rei.


"Baiklah kalau begitu, apa kita bisa mulai?" tanya sakura sambil tersenyum.


"Akh, ia tentu saja nona sakura", ucap wanita itu.


Sakura langsung mengeluarkan sebuah proposal yang dibawahnya dan menunjukannya kepada wanita itu. Pertemuan itu hanya berlangsung kurang lebih 15 menit dan begitu singkat.


"Terima kasih untuk donasi yang kalian berikan, saya sangat berterima kasih", ucap sakura.


"Kami sangat senang dalam mensponsori kegiatan yang dilakukan rumah sakit wongdo", ucap wanita itu.


"Saya sangat bahagia, ucap sakura yang terus saja tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Baiklah , kalau begitu saya permisi duluan", ucap wanita itu.


" Sampai bertemu lagi", ucap sakura sambil berjabat tangan dan diikuti oleh Rei.


Wanita itu pergi meninggalkan sakura dan Rei, wajah sakura terus tersenyum bahagia dari tadi dan membuat Rei tersenyum melihat sakura yang tampak bahagia.


"Nona sakura, anda bahagia sekali kelihatannya", ucap Rei.


"Tentu saja, semakin banyak yang berdonasi maka kita bisa membatu orang lebih banyak lagi terutama untuk anak- anak yang kurang beruntung dalam kesehatan", ucap sakura.


"Baiklah, sepertinya kita juga harus pergi sekarang", ucap sakura yang melihat rei.


"Baiklah saya akan membayar tagihannya duluh," ucap Rei.


"Ahhh, biar saya yang membayarnya", ucap sakura.


"Tidak nona sakura, anda tunggulah disini ucap Rei yang pergi.


Beberapa menit kemudian Rei kembali,


"Mari,",ucapnya.


Mereka pun pergi meninggalkan restoran tersebut dan berjalan menujuh keluar,


"Apa anda menyetir sendiri?" tanya Rei


"Ia saya menyetir sendiri", jawab sakura.


"Dimana anda memarkirkan mobil anda?"tanya Rei


"Di parkiran khusus VIP", Jawab sakura


Sakura langsung memberhentikan langkah kakinya, tentu saja Rei juga memberhentikan langkah kakinya.


"Apa ada yang tertinggal? tanya Rei.


"Tidak ada, hanya saja anda tidak perlu mengantar saya. Saya bisa pergi sendiri ", ucap sakura sambil tersenyum kepada Rei.


"Baiklah kalau begitu, maafkan ketidak nyamanan yang anda rasakan", ucap Rei.


"Bukan begitu, saya hanya tidak ingin merepotkan orang lain", jawab sakura


"Baiklah kalau begitu, saya permisi duluan ucap Rei.


"Ia ,hati-hati jawab sakura.


Mereka pun akhirnya berpisah menujuh parkiran mobil mereka masing-masing. Sakura berjalan keluar menujuh tempat dimana mobilnya di parkir, dia meraih kunci mobil yang berada di dalam tasnya. Dia menekan tombol kunci mobilnya dan membuka pintu mobil tersebut sambil masuk kedalam mobilnya.


Namun saat dia ingin berjalan masuk kedalam mobilnya, seseorang dari arah belakangnya menutup pintu mobil itu begitu sangat kerasa.


Braakkkkkkk!!!!!!!!!!


"Ahhhhh!!!!!! Teriak sakura yang begitu sangat kaget dengan kejadian yang baru saja terjadi.


Rasanya seluruh badannya bergemataran, kedua tangannya begitu dingin, jantunganya berdebar begitu cepat dia begitu sangat ketakutan.


"A-pa yang ba-rusan ta-di?" ucap sakura dengan suara yang gemetaran.


Dia begitu syok dengan kejadian yang baru terjadi, tetapi dia merasaka begitu penasaran dan memberanikan diri untuk melihat kearah belakangnya siapa sosok yang melakukan hal tersebut kepada dirinya.


Begitu kagetnya sakura ketika melihat sosok pria yang berdiri didepannya saat ini. Wajah yang tidak asing baginya, seseorang yang sangat dikenalnnya. Dia adalah Daichi Tama.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan!! sakura tampak begitu emosi dan itu sangatlah wajar dengan tindakan yang baru saja dilakukan daichi.


Seperti biasanya ,daichi hanya diam tanpa berkata apapun dan terus mentap wajah sakura yang begitu emosi menatap dirinya.


Tak berbeda dengan sakura, sekertaris Yun yang berada di belakang daichi juga tidak menyangka dengan aksi yang dilakukan tuannya itu. Raut wajah sekertaris Yun juga tampak masih syok saat melihat daichi begitu keras membanting pintu mobil sakura.


"Bagaimana jika itu bisa melukai nona sakura?" itulah yang terus terngiang dipikiran sekertaris Yun.


"Mengapa kamu selalu menunjukan ekspresi seperti ini kepada calon suami mu?" tanya daichi dengan suaranya yang datar


"A-pa?" jawab sakura yang tidak mengerti dengan ucapan daichi.


"Kamu selalu menunjukan wajah yang penuh amarah setiap bertemu denganku, sedangkan saat bersama orang lain kamu tampak bahagia, bukankah itu tidak adil untuk calon suami mu? Aku juga ingin mendapatkan senyuman seperti orang lain dapatkan dari dirimu " ucap daichi.


"Apa yang kamu bicarakan, aku sama sekali tidak paham", ucap sakura.


"Siapa pria yang bersama mu tadi? tanya daichi sambil memegang lengan sakura dan menghadapkan wajahnya begitu dekat dengan sakura.


Apa yang dilakukan daichi kepadanya membuat sakura merasa tidak nyaman, kedua wajah mereka tampak begitu dekat membuat keduanya dapat saling merasakan hembusan napas meraka yang saling beraduh.


Perasaan itu muncul lagi, perasaan dimana jantungnya selalu berdetak lebih cepat dari biasanya dan tak kuasa menahan tatapan daichi kepadanya. Saat berhadapan begitu dekat dengan daichi, sakura tidak dapat mengendalikan perasaanya dan seluruh anggota tubuhnya seakan kaku dan mati rasa seakan sulit untuk berontak dengan tindakan yang dilakukan daichi kepadanya.


Melihat wajah daichi begitu dekat membuat pipi sakura terasa memerah seakan ada sebuah bara api yang membakar pipinya tersebut. Dia mencoba menenangkan hatinya dan menarik napasnya dengan perlahan untuk mengembalikan dirinya dengan situasi yang terjadi saat ini.


"A-pa yang sedang kamu lakukan,semua orang akan melihat kita", ucap sakura yang melihat disekitarannnya.


"Aku tidak melakukan hal yang salah, aku hanya memegangi lengan calon istriku", ucap daichi yang tersenyum


"Lepaskan!!!! ucap sakura yang mencoba melepaskan genggaman daichi yang begitu kuat menggenggam lengan sakura,tetapi dia sama sekali tidak dapat melepaskannya dan begitu tak berdaya menghadapi daichi.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?" tanya daichi.


"Apakah itu penting untuk mu?"Setelan apa yang barusan saja kamu perbuat? "Bukankah seharusnya kamu meminta maaf ?" tanya sakura dengan wajah yang tampak kesal menatap daichi.


"Sorry", ucap daichi begitu singkat tanpa ada penyesalan sama sekali yang ditunjukannya wajahnya.


"Sorry?" He? Hanya itu saja? ucap sakura yang menatap daichi dengan sinis sambil tertawa.


Dia sama sekali tidak menyangka harus terjebak dengan pria yang begitu arogan dan sama sekali tidak peduli dengan perasaan seseorang bahkan dia akan hidup bersamanya dalam satu ikatan pernikahan.


"Lalu siapa pria itu, aku harus tau siapa pria yang bersama dengan calon istriku di restoran tadi?"tanya daichi yang terus menanyakan pertanyaan yang berulang- ulang kepada sakura.


Dia begitu sangat penasaran dengan pria yang bersama sakura. Meskipun dia tau bahwa mereka tidak hanya berdua di restoran itu, tetapi dia tetap tidak menyukai jika ada pria lain bersama dengan sakura selain dirinya. Baginya sakura hanyalah miliknya seorang dan tidak ada yang boleh mendekati calon istrinya.


Sakura begitu kaget dengan apa yang baru saja didengarnya, dia baru memahami maksud daichi dari tadi.


"Restoran? Jangan-jangan dia melihat ku dengan Rei tadi? Jadi pria yang dimaksudnya adalah Rei", batin sakura.


"Kenapa diam?" tanya daichi dengan alisnya yang terangkat satu.


Sakura tersenyum begitu lebar terhadap daichi, melihat hal itu membuat kedua mata daichi tampak bingung dengan ekspresi yang ditunjukan sakura.


"It's Not Your business", Ucap sakura sambil menghempaskan tangannya seperti biasanya dari daich.


Daichi tampak kaget dengan jawaban dan tindakan sakura kepadanya. Sekertaris Yun yang dari tadi ada diantara mereka hanya diam dan menikmati pertengkaran yang terjadi antara calon suami istri tersebut. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika mereka berdua menikah dan hidup bersama karena setiap mereka bertemu hanya ada pertengkaran yang terjadi diantara mereka berdua.


Walaupun sekertaris Yun tau bahwa keduanya mulai saling mencintai satu sama lain dan hanya malu untuk saling mengakui perasaan yang telah tumbuh di hati mereka masing-masing.


GUYSSS, jangan lupa untuk like , coment and vote Akau bakalan berusaha menulis dengan certa yang semakin menarik. Kalau semua pada menunggu kapan mereka menikah tenang aja bakalan sebentar lagi kok tunggu beberapa bab lagi ya dan aku juga gak akan nulis novel aku ini sampai panjang-panjang banget episodenya, yang bakalan membuat cerita ini gak ada ujungnya .Terima Kasih🥰


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2