
"Apa yang sedang kalian lakukan!!! Terdengar suara seorang pria yang berasal tak jauh dari tempat mereka berada saat ini.
Ketiganya serentak melihat kebelakang, begitu kagetnya mereka saat melihat sosok yang berjalan menghampiri mereka.
"Ayah", ucap daichi.
"Semua orang sudah menunggumu dari tadi dan ternyata kau ada disini", ucap Arasih Tama yang tak lain adalah ayah daichi.
Dia berjalan menghampiri mereka,sekertaris Yun hanya menundukkan kepalanya saat Arasih melintas melewatinya.
"Apa kabar paman", sapa sakura sambil menundukkan kepalanya.
"Sakura, kamu juga ada disini", ucap Arasi yang tersenyum melihat kehadiran calon menantunya itu.
"Kenapa ayah ada disini?"tanya daichi dengan suaranya yang datar.
"Kau ini!!!! Aissss, selalu saja datang terlambat dan membuat orang menunggu kehadiran mu", ucap Arasi kepada daichi sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada daichi.
"Aku sudah mengatakan kepada ibu semalam bahwa aku memiliki urusan", jawab daichi dengan ekspresi yang dingin menatap ayahnya.
"Ayok masuklah ,semua orang sudah menunggu", ucap ayahnya sambil berjalan perlahan.
Namun daichi dan sakura hanya terdiam di tempat mereka tanpa beranjak sama sekali. Mereka berdua saling bertatapan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Arasi Tama yang berjalan duluan, memberhentikan langkahnya dan menoleh kearah belakang, dia melihat sakura dan daichi hanya diam dan sama sekali tidak ada bergerak dari tempat mereka.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan?" tanya Arasi sambil berjalan menghampiri mereka kembali.
"Ayok sakura", ajak calon mertuanya tersebut.
Sakura merasa bingung, kemana dia harus ikut sedangkan dia tidak tau sama sekali dengan apa yang terjadi.
"Kenapa kamu hanya diam disitu? Bukankah kamu disini karena daichi mengajakmu menghadiri pertemuan keluarga Tama?", tanyanya
"A-pa?" ucap sakura yang kaget dan menatap kearah calon ayah mertuanya.
Sepertinya terjadi kesalah pahaman saat ini, kehadirannya di hotel tersebut bukanlah untuk menemani daichi bertemu dengan keluarga besarnya. Sakura mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi kepadah Arasi Tama.
"Pa-man", ucap sakura dengan suaranya yang lembut.
Baru saja dia mulai berbicara kepada Arasi, daichi langsung memotong pembicaraan sakura.
"Ia ayah, aku yang mengajak sakura untuk menemani ku",ucapnya sambil memegang tangan sakura.
Sakura langsung menatap daichi yang berdiri disampingnya, untuk kedua kalinya daichi membuatnya sakura berada di situasi seperti ini. Sakura merasa saat ini sedang dijebak oleh daichi.
"Ya sudah tunggu apa lagi,semua sudah menunggu", ucap Arasi.
"Baiklah, ayok kita pergi", ucap daichi yang tersenyum kepada sakura dengan masih menggenggam tangan sakura.
__ADS_1
Sakura hanya menatap daichi dengan dahinya yang berkerut dan matanya melotot kepada daichi , dia mencoba meminta penjelasan dari daichi. Namun, Arasi terus memperhatikan mereka berdua dan membuat sakura dengan terpaksa berjalan dan mengikuti mereka.
Arasi berjalan di dampingi oleh sekertaris yun dan diikuti daichi dan sakura di belakang mereka. Sakura langsung melepaskan genggaman tangan daichi kepadanya, wajahnya tampak begitu kesal dan hanya fokus menatap kedepan.Melihat tingkah sakura , daichi hanya tersenyum. Dia tau apa yang telah dilakukannya adalah hal yang salah, tetapi dia hanya ingin lebih lama menatap wajah sakura di dekatnya.
Mereka tiba disebuah ruangan, entah kenapa tiba-tiba perasaan sakura begitu tegang. Ini kedua kalinya di bertemu dengan keluarga besar Tama setelah pertemuan pertama di acara pertunangan mereka yang bertemu hanya sebentar saja dan membuat dirinya menjadi grogi. Daichi sepertinya menyadari apa yang dirasakan sakura saat ini, dia kembali meraih tangan sakura.
Sakura yang merasakan tangannya disentuh langsung menolehkan pandangannya dan menatap daichi. Dia melihat daichi yang tersenyum kepadanya.
"Semua akan baik-baik saja", ucap daichi yang mencoba menenangkan sakura dan menggenggam erat tangan sakura.
Perasaan hatinya yang awalnya begitu tidak tenang, seketika menjadi lebih baik saat mendapat dukungan dari daichi dan membuatnya menjadi percaya diri. Mereka melangkah bersama masuk kedalam ruang tersebut dengan tangan yang masih saling menggenggam sangat erat.
Ruangan tersebut tampak ramai dengan suara anak kecil yang berlarian kesana kemarin. Semua orang sudah berkumpul dan hanya tinggal menunggu kehadiran daichi Tama sang calon pengantin yang masi sibuk dengan urusan pekerjaannya.
"Lihatlah siapa yang datang", ucap Arasi yang berjalan masuk duluan kedalam ruangan.
Semua yang ada diruangan itu mengarahkan pandangannya dan menantikan sosok yang dimaksud Arasi.
Daichi pun muncul dengan ditemani sakura yang berada disampingnya. Mereka tampak kaget dan tidak menyangka dengan kehadiran sakura yang datang bersama dengan daichi .Sakura melemparkan senyuman kepada semua orang yang ada diruangan itu.
"Astaga, lihat siapa ini? ucap Resa yang berjalan menghampiri sakura.Resa adalah istri dari Zero Tama yang tak lain adalah sepupu daichi.
"Dia adalah istri kakak sepupuku ", ucap daichi yang menjelaskan kepada sakura.
"Apa kabar kakak", sapa sakura dengan begitu sopan.
"Ahhh, kamu begitu cantik sakura. Pada saat pertunangan kalian kakak tidak bisa menghadirinya ", ucap Resa.
"Ayok", ucap Resa yang meraih tangan sakura dana mengajak nya pergi.
Daichi melepaskan genggaman tangannya kepada sakura. Sakura menoleh kearah daichi, dia hanya mengagukan kepalanya dan tersenyum kepada sakura. Dia ingin membiarkan sakura untuk berbaur dengan keluarganya yang lain agar dia tidak merasa canggung.
"Sakura, apa kabar sayang", ucap Imoto Tama yang tak lain adalah ibu daichi sambil mencium kedua pipi calon menantunya itu.
"Aku sangat baik bibi", jawab sakura.
"Sakura, lihat pakaian yang bibi kenakan", ucap Soru Tama. Dia adalah bibi dari daichi Tama
"Ibu sangat menyukai rancangan bajumu sakura", ucap Resa.
"Benarkah, Terima kasih bibi",ucap sakura.
"Kakak juga selalu menggunakan rancangan mu dalam kegiatan kakak sehari-hari, ucap Resa yang kebetulan dia adalah seorang model.
"Aku merasa bahagia sekali, jika banyak yang menyukainya", ucap sakura.
Disela-sela pembicaraan mereka, beberapa pelayan masuk kedalam dengan membawa berbagai macam menu yang di sajikan di atas meja makan yang begitu panjang.
"Akhirnya makanan disajikan, aku dari tadi begitu lapar karena harus menunggu kehadiranmu daich", ucap zero tama.
__ADS_1
"Entah kapan kebiasaan buruk daichi yang selalu datang terlambat dapat berubah. Semoga setelah menikah nanti dengan sakura, dia akan lebih tepat waktu",ucap Imoto tama yang menatap sakura.
Sakura hanya tersenyum mendengar ucapan colon ibu mertuanya itu sambil menatap kearah daichi.
"Aku juga tidak sabar untuk hal itu ibu", jawab daichi yang menatap sakura dengan mengakat kedua alisnya mencoba menggoda sakura.
Setelan mereka selesai menikmati makan siang, mereka berpindah tempat kedalam suatu ruangan yang ada di dalam ruang itu. Disana mereka mulai membahas mengenai persiapan pernikahan daichi dan sakura. Di dalam keluarga besar Tama hal itu selalu dilakukan saat salah satu dari anggota keluarga mereka akan menikah, bisa dibilang itu seperti tradisi di dalam keluarga Tama.
"Sakura, apa gaun pernikahan kamu sudah siap? ucap Imoto Tama.
Sakura merasa bingung menjawab pertanyaan yang di tujukan kepadanya, sebenarnya itu bukanlah sebuah pertanyaan sulit. Namun, dia sama sekali tidak mengetahui apapun mengenai persiapan pernikahannya. Bahkan dia saja tidak tau bagaimana model gaun pernikahannya, siapa yang merancang gaun pernikahannya. Sedikit pun dia tidak mengetahuinya karena semua telah di serahkan kepada ibu dan kedua kakak iparnya.
"I-ya bi-bi semua sudah siap", ucap sakura yang terpaksa berbohong kepada Imoto
"Lalu dimana rencana kalian nanti akan tinggal setelah menikah?"Apa kalian sudah membahasnya bersama?Tanya resa kepada sakura.
Sakura merasa terjebak dalam situasi ini, begitu banyak pertanyaan yang tidak dapat di jawabnya. Dia dan daichi belum pernah membahas hal- hal semacam itu.
"Mengenai hal itu, daichi sudah mengatakan mereka akan tinggal dirumah daichi setelah menikah", ucap Imoto.
"Benar juga bibi, rumah yang ditempati daichi saat ini juga sangat besar dan nyaman", ucap Resa.
Baiklah satu hal yang sakura ketahui sekarang bahwa setalah mereka menikah, sakura akan tinggal dirumah Daichi Tama tempat tinggalnya semasa dia lajang.
Sebuah tangis seorang bayi begitu kencang, seorang pengasuh datang membawa seorang bayi dan memberikannya kepada Resa.
"Astaga, kenapa kamu mengais sayang",ucap resa.
"Apa itu anak kakak?Tanya sakura.
"Hmmm,jawab resa yang tersenyum kepada sakura sambil menggendong putranya yang terus menangis.
"Sepertinya dia haus resa", ucap ibu mertuanya.
"Baiklah aku akan memberinya susu duluh", ucap resa.
"Bolehkah aku menemani kakak?"tanya sakura
"Tentu saja sakura",jawab resa.
Mereka pergi kesebuah ruangan yang kosong, kebetulan ruangan yang di booking keluarga Tama begitu luas dan besar.
"Kamu pasti merasa canggung,bukan?" tanya resa.
Sakura hanya tersenyum mendengar ucapan resa yang sepertinya mengetahui perasaan sakura.
Hari ini dia menghabiskan waktunya bersama keluarga besar Tama yang sebentar lagi akan menjadi bagian dalam hidupnya setelah resmi menjadi Ny.Daichi Tama.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
__ADS_1
Bersambung...