
Apartemen Sera
"Ayana....," teriak Sera.
"Ayana..., ayo cepat", ucap Sera yang terus memanggil Ayana.
"Ia Sera..., sebentar. Kenapa kamu terus berteriak",ucap Ayana.
"Kamu lama sekali Ayana, kita bisa terlambat nanti", ucap Sera.
"Ya ampun Sera, masih ada waktu 1 jam lagi dan kita juga hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk tiba di sana", ucap Ayana.
"Aku hanya ingin lebih cepat sampai karena aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan daichi", ucap sera.
"Baiklah...., yasudah masuklah ke mobil", ucap Ayana.
Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu - tunggu oleh Sera, setelah penantiannya berhari - hari akhirnya dia dapat bertemu dengan daichi pria yang sangat di cintanya. Selama di perjalanan Sera terus tersenyum, raut wajahnya begitu jelas terlihat bahwa dia sangat bahagia.
Ayana merasa begitu bahagia saat melihat Sera terus tersenyum, sudah begitu lama dia tidak pernah melihat Sera bahagia seperti sekarang dan itu terjadi hanya karena dia akan bertemu dengan daichi Tama hari ini. Keberadaan daichi begitu berarti bagi sera, dia mampu membuat Sera sedih dan bahagia dalam seketika.
Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya tiba di sebuah gedung yang begitu mewah dan tinggi.
"Aku merasa tidak sabar Ayana", ucap Sera.
"Yasudah, ayok kita keluar", ucap Ayana.
"Hmm..., Akhirnya aku menginjakan kaki ku lagi dikantor daichi", ucap Sera.
Keduanya pun membuka pintu mobil mereka masing - masing dan secara bersama - sama keluar dari dalam mobil yang membawa mereka berdua. Mereka berjalan masuk kedalam kantor tersebut, menyadari orang - orang memperhatikan dirinya dengan rasa angkuhnya dia mengangkat dagunya sambil berlalu begitu saja.
"Dia begitu sombong", ucap salah seorang karyawan wanita itu.
"Benar...., dia begitu angkuh", jawab seorang karyawan wanita satunya.
Mereka berdua menujuh keruangan dimana pertemuan akan berlangsung. Dengan penuh semangat Sera langsung membuka pintu ruangan itu dan berharap langsung melihat wajah daichi, namun seketika ekspresi wajahnya berubah saat dia tidak menemukan sosok pria yang dicarinya.
"Selama siang nona Sera", ucap seorang wanita yang berasal dari perusahaan dimana tempat Sera menjadi brand ambasador.
"Selama siang nona Risya", sapa Sera.
"Selama siang nona Risya, maaf kami terlambat",ucap Ayana
"Tidak apa - apa nona Ayana, meeting nya juga belum dimulai. Kami juga sedang menunggu kehadiran tuan daichi", ucap Risya.
"Syukurlah kalau begitu", ucap Ayana.
Keduanya langsung duduk di kursi mereka, Sera mulai terlihat gelisah saat harus menunggu kehadiran daichi.
"Kenapa dia belum datang juga? Ini tidak seperti biasanya", bisiknya kepada Ayana.
"Aku juga tidak tau Sera, lebih baik sekarang kita tunggu saja", ucap Ayana.
Sekitar 10 menit mereka menunggu diruangan, pandangan mata sera terus melihat kearah pintu sambil berharap daichi muncul membuka pintu itu. Wajah yang dari tadi terlihat begitu kaku kini berubah seketika dengan wajah yang dihiasi senyuman saat melihat seseorang membuka pintu itu.
"Daichi....., ucapnya ..
__ADS_1
Sontak saja Ayana langsung mengarahkan pandangannya saat mendengar Sera menyebut nama daichi. Namun keduanya tampak terkejut saat melihat sosok pria yang datang.
"Selamat siang semuanya", ucap sekertaris Yun yang berjalan masuk kedalam ruangan itu.
"Selamat siang tuan Yun", jawab semua orang yang ada diruangan itu kecuali Sera dan Ayana yang masih terlihat kaget.
"Maaf saya telat", ucap sekertaris Yun sambil duduk di kursi yang biasanya di duduki oleh daichi sebagai seorang CEO.
"Kenapa dia yang duduk disana? Dimana daichi?" batin Sera.
Sekertaris Yun yang menyadari kehadiran Sera terus memperhatikan tatapan matanya yang tajam menatap kearah sekertaris Yun, tatapan yang terlihat jelas menunjukan bahwa dia tidak suka.
"Apa kamu kecewa Sera, tidak melihat daichi", batin sekertaris Yun yang merasa begitu bahagia saat melihat ekspresi Sera saat ini.
"Maaf tuan Yun, dimana tuan daichi?" tanya seorang wanita itu.
"Ahh..., tuan daichi sedang ada urusan. Jadi saya yang akan menggantikannya", jawab sekertaris Yun.
"Hmm.., baiklah tuan Yun", jawab semuanya.
"Baiklah.., Apa kita bisa mulai sekarang?" tanya sekertaris Yun.
"Tentu saja tuan Yun", jawab semua orang.
Selama berlangsungnya meeting Sera hanya diam tanpa sama sekali mendengarkan apa yang saat ini sedang dibicarakan. Pikirannya melayang entah kemana dan mulai tak mampu menahan dirinya yang terlihat marah, dia merasa seakan sedang di permainkan oleh daichi yang mencoba menghindar dari dirinya.
Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jam, setelah melakukan diskusi yang panjang antara 2 perusahan yang menjalani hubungan kerja sama akhirnya mereka menemukan kesepakatan bersama.
" Terima kasih tuan Yun", ucap salah seorang wanita yang berdiri sambil menjabat tangan sekertaris Yun.
"Kami juga berharap seperti itu tuan Yun", ucap risya.
Mereka bersama - sama berjalan keluar meninggalkan ruangan itu.
"Kami permisi kalau begitu tuan Yun", ucap Risya.
"Baik..., hati - hati nona Risya", ucap sekertaris Yun.
"Nona sera..., nona Ayana kami duluan ", ucap Risya
"Ia nona Risya, sampai jumpa di kantor", jawab Ayana.
Selepas kepergian Risya dengan staff lainnya, Sera langsung berjalan menghampiri sekertaris Yun.
"Apa kabar sekertaris Yun", sapa Sera.
"Sangat baik nona sera", jawab sekertaris Yun dengan begitu santai yang mampu menyembunyikan ekspresi wajahnya yang tidak suka melihat sera.
"Dimana daichi, kenapa dia tidak menghadiri pertemuan ini? Bukankah seharusnya dia sebagai seorang CEO menghadiri rapat sepenting ini", ucap Sera.
"Benar nona Sera, untuk itulah saya ada disini menggantikan tuan daichi", jawab sekertaris Yun sambil tersenyum simpul menatap Sera.
"Kemana daichi? Kenapa dia tidak ada? Apa dia mencoba menghindari ku? " tanya Sera.
Ayana hanya diam berdiri disamping Sera tanpa berkata apapun, dia hanya mendengarkan pembicaraan Sera dengan sekertaris Yun.
__ADS_1
"Maaf nona Sera, sepertinya Anda salah paham. Tuan daichi tidak sedang menghindari anda atau siapapun, dia tidak bisa menghadiri pertemuan ini dikarenakan dia baru saja berangkat keluar negeri untuk perjalanan bisnisnya dan sekaligus berbulan madu dengan istrinya nona sakura", ucap sekertaris yun.
"Apa???? Bu- lan ma- du?" tanya Sera dengan suaranya yang terbata - bata berbicara kepada sekertaris Yun.
"Benar nona Sera dan saya tadi terlambat karena baru kembali mengantar mereka ke bandara", ucap sekertaris Yun.
Dia memang sengaja memberitahukan Sera agar Sera merasa panas saat mengetahuinya dan seperti yang diinginkan sekertaris Yun sepertinya dia berhasil membakar hati Sera yang terlihat jelas begitu marah mendengar daichi pergi berbulan madu dengan sakura.
"Ke- mana? Ke- mana mereka pergi??? tanya Sera yang mulai terlihat emosi dengan napasnya yang mulai gak terkontrol.
"Sera...,. jangan seperti itu", ucap Ayana sambil memegang lengan Sera untuk menenangkan Sera.
"Ayo katakan sekertaris yun!!!!! teriak Sera dengan kedua matanya begitu sinis menatapnya.
"Maaf nona Sera.., saya tidak bisa memberitahukan kepada anda karena tuan daichi yang memerintahkannya kepada saya", ucap sekertaris Yun.
"Apa????? "Apa kamu tidak tau siapa saya?" ucap Sera yang berjalan mendekati sekertaris Yun.
"Saya tentu mengenal anda nona Sera", jawab sekertaris Yun begitu santai tanpa terpancing dengan sikap angkuh yang ditunjukan Sera kepadanya.
"Seharusnya kamu lebih tau sekertaris yun.Bagaimana hubungan ku dengan daichi karena anda sudah lama bekerja bersama daichi", ucap Sera.
"Sera.., jangan berkata seperti ini",. ucap Ayana.
"Aku hanya ingin mengingatkan sekertaris Yun yang mungkin sudah lupa Ayana", ucap Sera yang kedua matanya tak lepas menatap sekertaris Yun.
Sekertaris Yun hanya tersenyum saat mendengar perkataan sera , dia terlihat begitu santai hingga membuat Sera semakin kesal saat melihat ekspresi yang diperlihatkan sekertaris Yun kepadanya.
"Dengar nona Sera.., anda tidak perlu mengingatkan hubungan anda dengan tuan daichi karena saya tentu saja mengingat itu semua, bahkan saat anda meninggalkan tuan daichi begitu saja masih tersimpan di memori ingatan saya", ucap sekertaris Yun.
"Berani sekali kamu berkata begitu sekertaris Yun!!!! teriak Sera yang amarahnya semakin meronta - ronta.
"Maafkan kelancangan sikap saya nona Sera, tetapi saya sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaan anda. Saya hanya ingin menjelaskan bahwa saya sama sekali tidak melupakannya", ucap sekertaris Yun.
"Sudahlah Sera hentikan, lebih baik kita pergi dari sini", ucap Ayana.
Kedua mata Sera hanya fokus kerah sekertaris Yun yang saat ini berdiri di hadapannya, tatapan matanya seperti ingin menerkam sekertaris Yun dan terlihat begitu jelas kemarahan yang dirasakannya saat ini, kedua bola matanya seperti mengeluarkan api yang membara.
"Nona Sera..., saya hanya ingin mengingatkan anda. Jangan pernah menggangu kehidupan tuan daichi lagi karena tuan daichi sudah bahagia dengan istrinya saat ini dan hubungan yang terjalin dengan anda hanya tinggal masa lalu bagi tuan daichi. Saya harap anda mengerti maksud perkataan saya, kalau begitu saya pamit dulu karena masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan", ucap sekertaris Yun yang pergi meninggalkan keduanya.
"Berani sekali dia mengatakan itu kepadaku", ucap Sera yang mengarahkan pandangannya kepada sekertaris Yun yang berjalan.
"Aku akan memberinya pelajaran", ucap Sera yang ingin mengejar sekrtaris Yun.
"Sudah cukup Sera, jangan lakukan itu", ucap Ayana yang menahan Sera untuk tidak mengejar sekertaris Yun.
"Apa kamu sama sekali tidak mendengar apa yang baru saja dikatakannya kepadaku Ayana?" tanya Sera yang melotot melihat Ayana.
"Aku mendengarnya Sera, tetapi jangan mempermalukan dirimu di tempat ini", ucap Ayana.
"Dia begitu lancang kepadaku Ayana, berani sekali dia menyuruhku untuk menjauhi daichi. Dia hanyalah seorang kacung yang bekerja dengan daichi dan bersikap seperti seorang keluarga daichi", ucap Sera.
"Sudahlah Sera...., lebih baik kita pergi sekarang dan aku mohon jaga sikap mu. Tahan emosi mu saat ini, orang - orang akan melihat mu", ucap ayana.
Ayana pun menarik Sera untuk berjalan pergi meninggalkan kantor daichi Tama, dengan raut wajah yang penuh amarah Sera pergi meninggalkan kantor itu....
__ADS_1
Bersambung......