Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 22 Perjanjian


__ADS_3

Mereka berjalan bersama untuk meninggalkan tempat tersebut, langkah kaki daichi yang begitu sangat cepat membuat sakura kesulitan untuk mengikuti daichi begitu juga dengan Kimi yang mengikuti mereka berdua dari belakang.


Kimi memberhentikan langkah kakinya, meletakan kedua tangannya tepat dipinggang dengan sorot mata yang tajam melihat kearah daichi Tama, kali ini dia begitu sangat kesal.


"Aihhh, apakah ini perlombaan jalan cepat????


"Kakiku seakan ingin lepas sekarang, rasanya begitu sakit".


"Kenapa aku harus memakai sepatu high heels", dia terus mendumel pada dirinya sambil mengelus-elus kakinya yang sakit.


Menyadari dirinya mulai jauh dari keberadaan sakura, memutuskannya untuk kembali berjalan mengejar mereka dengan menahankan rasa sakit pada kakinya yang terluka.


Daichi terus menggenggam tangan sakura tanpa berkata apapun kepadanya, pandangannya hanya fokus melihat kedepan dengan raut wajah yang begitu sangat serius,tetapi tetap terlihat mempesona dikalangan para wanita.


Raut wajah begitulah yang membuat para wanita jatuh hati kepadanya. Raut wajah yang selalu terlihat serius dan sulit ditebak membuat orang selalu penasaran terhadapnya seakan begitu misterius.


Ini pertama kalinya mereka berjalan bersama di depan umum sejak mereka resmi bertunangan. Sakura terus melihat tangannya yang terus digenggam oleh daichi tama tanpa disadarinya pipinya seakan memerah sambil menggigit bibir bawahnya.


Beberapa orang tamu di hotel tersebut menyadari keberadaan mereka,membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang tersebut.


"Lihat, bukankah itu sakura Agata dan daichi Tama????


"Dia begitu sangat cantik dan prianya sangat tampan, mereka adalah pasangan yang sempurnah".


"Benar sepertinya itu adalah mereka, tapi apa yang mereka lakukan di tempat ini.


"Uhhhhh, sepertinya mereka sedang berkencan.


"Ini adalah berita yang sangat besar, para reporter pasti menyukai berita ini".


"Kita harus mendapatkan gambar mereka".


Awalnya hanya beberapa orang yang melihat mereka,tetapi sekarang hampir semua tamu di hotel tersebut menyadari keberadaan sakura dan daichi, mereka sibuk dengan ponsel di tangan mereka masing-masing. Mereka mengambil gambar atau pun video begitu sangat dekat, tentu saja apa yang mereka lakukan membuat sakura tampak tidak nyamam.


Melihat orang-orang mulai tidak kondusif dan mengkrubuni mereka tanpa menjaga jarak, membuat daichi langsung begitu sigap melindungi sakura Agata, daichi langsung menarik sakura di dalam pelukannya.


Sakura begitu kaget saat daichi menariknya, dia hanya terdiam dengan raut wajah bingung dan sorot mata yang kosong, situasi yang terjadi saat ini membuatnya sulit untuk mengeluarkan suara. Dia merasa kedua bibirnya sangat sulit untuk dibuka dan terasa begitu kaku bahkan tangannya seakan mati rasa dan membuatnya sulit untuk memberontak terhadap apa yang dilakukan daichi.


Daichi memeluk sakura dengan satu tangan dan satu tangannya lagi memegang ponselnya yang berusaha menelepon sekertaris Yun untuk segera menjemput mereka.


"Ya Tuhan kenapa jadi seperti ini", ucap Kimi yang begitu tidak menyangka dengan situasi yang terjadi saat ini.


Kimi pun yang berada di di belakang daichi dan sakura berusah untuk melarang orang-orang mengambil gambar dan menyentuh sakura.


"Tolong jangan ambil gambar.... Tolong ... ucap Kimi sambil menghadang orang - orang tersebut.


"Astaga, kepopuleran mereka mengalahkan artis saja ucap Kimi yang tampak mulai kelelahan.


Daichi terus berjalan melalui orang-orang tersebut sambil sesekali melihat kondisi sakura .


"Apa kamu baik- baik saja tanyanya kepada sakura dengan sorot mata yang menunjukan kecemasannya.


Sakura yang melihat sorot mata daichi yang sedang menatap hanya menundukkan kepalanya kepada daichi sambil berlindung di badan daichi.


"Semua akan baik- baik saja ucap daichi dengan suaranya yang sangat lembut dan semakin erat memeluk sakura.


Beberapa menit kemudia petugas keaman dari hotel itu pun datang untuk membatu mereka. Mereka dikawal dengan begitu sangat ketat sampai menujuh pintu keluar hotel tersebut untuk menunggu jemputan mobil.


Saat kondisi dirasa daichi mulai kondusif dia pun melepaskan rangkulannya dari sakura karena dia tau sakura pasti merasa begitu tidak nyaman dari tadi.


"Hallo sekertaris Yun, saya sudah berada di luar sekarang, cepat lah datang ucap daichi.

__ADS_1


"Nona ... nona sakura ", teriak kimi.


"Mobil kita disini," sambil menunjuk kearah diamana mobil mereka terparkir.


Sakura yang mendengar ucapan Kimi, melangkahkan kakinya perlahan berjalan menujuh kearah kimi.


Namun, daichi yang menyadari sakura yang ingin pergi meninggalkannya,langsung menahan sakura dan menggenggam kembali tangannya sambil berbicara dengan sekertaris Yun dalam sambungan telepon.


Sakura berusah untuk melepaskan tangannya dari daichi, tapi usahanya itu gagal karena daichi tidak mau melepaskannya . Setelah selesai menelepon daichi kembali mengalihkan perhatiannya kepada sakura.


"Aku akan mengantarmu ucap daichi dengan wajah yang sangat serius.


"Itu tidak perlu, aku membawa mobil ucap sakura sambil menunjukan kearah mobilnya.


Daichi pun melihat ke arah mobil yang dimaksud oleh sakura, tapi dia hanya mengabaikan apa yang dilihatnya.


Tentu saja membuat sakura bgitu kesal dengan tanggapan daichi .


Sekertaris Yun pun datang dan keluar dari mobil, begitu terkejutnya dia ketika melihat sosok wanita yang ada bersama daichi sekarang.


"Nona sakura ucapnya.


"Apa kabar sekertaris Yun ucapnya sakura yang menyapanya


"Baik nona sakura jawab sekertaris Yun .


Daichi pun langsung berjalan kearah mobil sambil membukakan pintu untuk sakura.


"Masuklah!!! perintahnya dengan suara yang tegas


"Ehhhh, apa????? raut wajahnya tampak kebingungan.


"Tapi, bagaiman dengan sekertaris ku???? ucap sakura.


Sakura tentu memikirkan bagaiman nasib Kimi nantinya, sedangkan dia tidak dapat menyetir mobil.


"Sekertaris Yun yang akan mengurusnya, bukankah begitu sekertaris Yun???? tanya daichi dengan tatapan yang begitu tajam dengan mengangkat satu alisnya.


"Ten-tu saja tuan ucapnya sambil tertawa yang sangat dipaksakan.


"Anda tidak perlu cemas nona sakura,saya akan mengantarnya nanti ucap sekertaris Yun yang mencoba meyakinkan sakura.


"Sepertinya tidak ada lagi yang perlu dicemaskan",


"Masuklah!!! ucapnya kembali.


Sakura pun berjalan kearah mobil tersebut dan melihat kearah Kimi sambil menundukkan kepalanya seakan mengatak semua akan baik-baik saja. Kimi pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya juga. Sakura pun berlalu dan masuk kedalam mobil tersebut begitu juga dengan daichi.


Selama di dalam mobil, mereka hanya berdiam diri tanpa ada yang berniat memulai pembicaraan. Sakura hanya sibuk melihat jalanan begitu juga daichi yang sibuk dengan berkas yang ada di tangannya. Sesekali sakura melirik kearah daichi yang penasaran dengan apa yang dikerjakan oleh nya.


"Ada apa????? tanya daichi sambil membaca dokumen yang ada di tangannya.


Sakura berpikir ini saatnya dia mungkin berbicara dengan daichi dari hati ke hati.


"Apakah kamu tidak tersiksa dengan semua ini???? tanya sakura.


"Maksudnya ???? ucap daichi yang masi fokus dengan pekerjaannya.


"Hubungan ini???? Apa kamu tidak tersiksa ????? tanya sakura.


"Kenapa aku harus tersiksa tanya daichi dan kali ini dia menatap Wajah sakura dengan sorot matanya yang tajam.

__ADS_1


"Kita berdua tidak saling mencintai , tapi kita harus berpura-pura saling mencintai di depan orang-orang??? Apa itu tidak menyiksa hatimu???? ucap sakura


"Sama sekali tidak, aku menikmatinya ucap daichi .


"Apa???????? sakura begitu kaget mendengar jawab daichi tersebut. Dia tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh daichi, bagaiman dia bisa sesantai itu.


"Dengar nona sakura, jangan terlalu memikirkan sesuatu yang tidak perlu anda pikirkan ucap daichi sambil tersenyum kepadanya. Mari berkerja samalah sampai akhir.


Sakura menatap wajah daichi dengan raut wajah yang menggambarkan rasa penasaran.


"Apakah dia tidak memiliki perasaan???


"Bagaimana dia begitu dengan mudahnya mengatakan hal itu??? pikir sakura dalam hatinya


Sepertinya apa yang dikatakan oleh kakaknya tana mengenai daichi benar. Dia adalah pria yang sangat angkuh, tidak memiliki hati sama sekali dan dia harus terjebak dengan pria seperti itu.


"Berlari sejauh apapun pada akhirnya ini adalah takdir untuk kita. Jadi kenapa kita tidak menikmatnya saja ucap daichi.


"Yah kamu benar seandainya aku bukan terlahir dari keluarga Agata.


"Mungkin aku bisa melakukan apapun yang aku mau ucap sakura dengan pandangan kosongnya yang melihat kearah luar dari jendela.


Bagaimana dia bisa menerima semuanya saat hatinya begitu sakit dan menolak semua yang terjadi di hidupnya sekarang


"Semua akan baik-baik saja, percayalah kepada ku.


"Kamu dapat melakukan apapun yang kamu sukai setalah kita menikah nanti dan tidak akan ada lagi larangan seperti saat sekarang ", ucap daichi yang berusaha meyakinkan sakura dengan wajah yang serius


Sakura langsung mamandang wajah daichi dengan wajah yang tentu saja tidak mempercayai semua ucapan daichi kepadanya.


"Bagaiman saya bisa percaya dengan semua itu?"ucap sakura yang tertawa.


"Karena aku juga muak hidup diatur oleh orang lain ucap daichi.


"Apa?" ucap sakura.


"Bukankah kita sama ??????


"Hidup diatur dan ditentukan oleh keluarga????


"Jadi mari bekerja sama untuk terlepas dari semuanya.


"Meskipun kita menikah, itu tidak akan mengubah apapun kepada dirimu kecuali status sebagai istri dari daichi tama ucap daichi dan aku bisa meyakini bahwa itu hanyalah status dan tidak akan lebih dari itu.


"Bagaimana jika keluarga kita mengetahui hal itu tanya sakura.


"Ayolah, tidak akan ada yang tau dengan perjanjian yang kita buat ini. Setelah menikah kita akan hidup terpisah dari mereka semua ucap daichi. Apa kamu setujuh??????


Sakura Masi belum bisa menjawab dengan tawaran yang dilakukan oleh daichi kepadanya, dia masi harus memikirnya.


Bagaimana dia bisa langsung percaya dengan daichi, orang yang dia sendiri belum mengenal sifatnya meskipun dia adalah calon suaminya .


Disisi lain bagi daichi itu adalah salah satu cara agar dia bisa dekat dengan sakura Agata. Dia begitu ingin menaklukan hati sakura,tapi begitu sulit rasanya bagi seorang daichi Tama .


Dia sendiri bingung dengan perasaan yang dimilikinya kepada sakura, saat bersama sakura dia ingin selalu membuat sakura bahagia dan menunjukan kepadanya bahwa dia adalah pria yang layak dan pantas bersanding dengan dirinya.


Sulit baginya untuk membedakan apakah itu cinta atau hanya obsesi semata kepada sakura, dia sendiri masi mencari tau untuk jawaban tersebut.


Guyssss jangan lupa please LIKE, COMENT dan yang paling PENTING VOTEEE karena semua itu sangat berharga bagi sayaaa..


BERSAMBUNG**....

__ADS_1


__ADS_2