
Selepas selesai sarapan pagi, daichi bersiap-siap untuk berangkat kekantor karena pak hans telah menunggunya di luar.
"Baiklah Ayah, ibu aku pergi duluh", ucap daichi.
"Hmmm, Hati-hati dan jika pekerjaan mu sudah selesai langsung pulang. Ingat saat ini sudah ada seorang istri yang menantikan kepulangan mu", ucap Imoto.
Daichi hanya diam mendengar ucapan ibunya, dia menyadari bahwa ucapan itu adalah sebuah sindiran untuk nya.
"Ayah,ibu sakura akan mengantar daichi kedepan duluh", ucap sakura.
"Pergilah sayang, antarlah suami mu", ucap Imoto.
Mereka berdua pergi meninggalkan ruang makan menujuh pintu keluar, daichi terus memandangi sakura yang berada di sampingnya.
"Ada apa?" tanya sakura.
"Sesuatu yang sangat berbeda", jawab daichi
"Maksudnya?" sakura terlihat bingung.
"Sekarang sudah ada yang mengantarku kedepan pintu", ucap daichi.
Sakura hanya tertawa saat memahami maksud perkataan daichi.
"Seperti sebuah mimpi, bukan??" tanya sakura
"Hmmmm", jawab daichi
Akhirnya mereka tiba diluar, disana pak Hans sudah menunggu daichi.
"Selamat pagi pak Hans", sapa sakura.
"Selamat pagi nona sakura", ucap pak Hans.
"Baiklah, aku pergi duluh", ucap daichi.
"Hmmmm", jawab sakura.
Perlahan daichi mendekatkan dirinya kepada sakura dan meraih tangannya.
"Dengar, selepas urusanku selesai aku akan pulang. Tunggulah aku", ucap daichi.
"Aku akan menunggu mu daichi",jawab sakura.
Daichi hanya tersenyum dan mencium kening sakura, sejujurnya dia merasa sangat sedih meninggalkan sakura sendirian. Namun dia tidak dapat menghindari pekerjaannya karena client yang ingin bertemu dengannya adalah orang yang penting untuk perusahaannya.
"Aku pergi duluh", ucap daichi yang berjalan masuk kedalam mobilnya.
"Hati-hati", ucap sakura
Sakura terus melihat mobil itu pergi hingga pandangannya tidak dapat menjangkau lagi saat mobil itu melaju meninggalkan kediaman Tama, entah mengapa saat melihat daichi pergi sakura merasakan sesuatu yang aneh pada perasaanya dan membuatnya menjadi tidak tenang.
"Kenapa perasaanku seperti ini", ucap sakura sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Kantor Daichi Tama🏢
"Selamat pagi tuan daichi", ucap sekertaris Yun.
Kehadirannya dikantor itu langsung disambut oleh sekertaris Yun yang dari tadi menunggu di loby bahwa,ini adalah hari pertama daichi kembali bekerja setelah pernikahannya.
"Kamu terlihat begitu bersemangat sekertaris yun",. ucap daichi.
"Tentu saja karena anda sudah kembali bekerja", ucap sekertaris Yun.
Mereka berjalan bersama kearah lift menuju ruangan daichi, semua karyawan yang melihat kehadiran daichi terus menyapanya ketika dia lewat. Para karyawan wanita tetap menyukai CEO mereka yang semakin hari semakin berkarisma meskipun telah menikah.
Ketika tiba diruang kerjanya, daichi langsung menanyakan segala urusan pekerjaan kepada sekertaris Yun yang menjadi orang kepercayaannya saat dia cuti.
"Apa ada masalah selama aku tidak ada?" tanya daichi.
"Ayolah tuan daichi, anda baru tidak masuk hanya 3 hari saja", ucap sekertaris Yun.
"Benar, baru tiga hari dan kamu tidak bisa menangani satu client", ucap daichi yang menyandarkan kepalanya di kursinya.
"Bukan karena saya tidak bisa menanganinya, tetapi dia yang begitu memaksa ingin bertemu dengan anda tuan daichi", jawab sekertaris Yun.
"Lupakan itu", ucap daichi.
Daichi mulai mengecek kembali pekerjaan yang tiga hari ditinggalnya, meskipun dia telah menyerahkan kepada sekertaris Yun, tetap saja ada keraguan yang selalu dirasakan daichi saat pekerjaannya di selesaikan oleh orang lain.
"Lihatlah tuan daichi, berita mengenai pernikahan anda masih terus diberitakan. Padahal pernikahan itu sudah berlangsung tiga hari yang lalu".
"Mereka akan terus memberitakannya karena mereka tidak memiliki berita lain yang menarik", ucap daichi dengan begitu santai.
"Ah,. sepertinya berita mengenai anda dan nona sakura akan terus muncul selama satu Minggu ini", ucap sekertaris Yun sambil menonton berita pernikahan daichi di tablet nya.
"Jam berapa mereka akan datang?" tanya daichi.
"Hmm, soal itu mereka akan tiba jam 10 tuan ", ucap sekertaris Yun.
__ADS_1
Daichi meraih ponselnya yang ada di saku jasnya, entah kenapa dia terus saja memikirkan sakura. Dia merasa begitu merindukan sakura, meski baru sebentar saja jauh berada dari dirinya. Dia berusaha menghubungi sakura, namun panggilannya tidak dijawab dan membuat daichi menjadi khawatir.
"Kenapa dia tidak menjawab telepon ku", ucap daichi.
"Ada apa tuan daichi?" tanya sekertaris Yun
"Aku dari tadi mencoba menghubungi sakura, tetapi dia sama sekali tidak menjawabnya", ucap daichi.
"Mungkin nona sakura meninggalkan ponselnya di kamarnya tuan daichi", ucap sekertaris Yun.
"Hmmm, mungkin saja", ucap daichi
" Kenapa anda tidak menghubungi Ny.Imoto saja tuan daichi", ucap sekertaris Yun yang memberikan saran.
"Ide yang bagus, aku memang tidak salah memperkerjakan mu sekertaris Yun", ucap daichi sambil menelepon ibunya.
Sama seperti menelepon sakura, panggilan pertama tidak dijawab oleh ibunya. Dia kembali mencoba menghubungi ibunya, hingga akhirnya telepon itu diangkat.
"Hallo", terdengar suara wanita yang rentan menjawab.
"Hallo ibu", jawab daichi.
"Ada apa daichi?" tanya Imoto.
"Apa sakura ada bersama ibu?" tanya daichi.
"Ia, sakura sedang bersama ibu saat ini. Kami sedang merangkai bunga bersama, ada apa?" tanya Imoto sambil melihat sakura.
Mengetahui keberadaan sakura yang baik-baik saja dan sedang bersama ibunya membuat perasaan daichi begitu tenang.
"Aku menghubunginya, tetapi dia tidak ada menjawab teleponku", ucap daichi.
"Sebentar, ibu akan memberikan ponselnya kepada sakura", ucap Imoto.
"Hallo", ucap sakura.
Mendengar suara sakura yang begitu lembut membuat hati daichi begitu tenang, dia begitu bahagia mendengar suara sakura.
"Hallo, aku dari tadi menghubungi ke ponselmu, tetapi tidak ada jawaban", ucap daichi.
"Akhh, aku meninggalkannya di kamar", jawab sakura.
"Pantas saja tidak diangkat", ucap daichi.
"Apa ada masalah?" tanya sakura.
"Hmmm", jawab daichi.
"Aku merindukanmu itulah masalahnya", ucap daichi.
Sekertaris Yun yang duduk di depan daichi, langsung menatap wajah daichi saat dia mendengar perkataan daichi kepada sakura. Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah yang seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Aisss, apakah dia pikir dia masih anak remaja", ucap sekertaris Yun yang melihat kearah daichi.
Menyadari dirinya sedang di perhatikan sekertaris Yun, daichi sama sekali tidak peduli dan merasa seolah-olah tidak ada orang lain diruangan itu selain dirinya.
"Kenapa kamu selalu saja bercanda seperti ini?" tanya sakura yang hanya tersenyum saat mendengar ucapan daichi.
"Aku benar-benar merindukanmu sakura, sangat merindukan dirimu. "Apa kamu tidak merindukan diriku?" tanya daichi.
Sakura begitu bingung menjawab pertanyan daichi terhadap dirinya karena dia terus saja di perhatikan oleh ibu mertuanya, tentu saja membuat dirinya merasa segan harus berkata mesra kepada daichi.
"Hmmm, aku juga", jawab sakura.
"Kenapa? Apa ibu ada disana?" tanya daichi.
"Hmmm, masih", ucap sakura.
Sekertaris Yun melihat jam tangannya dimana waktu menunjukan pukul 09:50 dan baru saja mendapatkan telepon bahwa client yang ditunggu mereka sudah tiba di loby. Sekertaris Yun memberikan isyarat kepada daichi yang masih menelepon sakura, daichi hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat sekertaris Yun.
"Baiklah, aku harus pergi menyambut client sekarang", ucap daichi.
"Baiklah, semoga semuanya lancar ",jawab sakura.
"Aku akan pulang untuk makan siang bersama dengan mu", ucap daichi.
"Aku akan menunggu mu kalau begitu", ucap sakura.
"Aku mencintaimu Ny. Sakura Tama", ucap daichi.
Mendengar sebutan namanya yang baru membuat sakura tersenyum dan tentu saja masih terdengar begitu aneh di telinganya.
"Aku juga", jawabnya.
Daichi menutup telepon, dia merapikan pakaian yang dikenakan dan pergi meninggalkan ruangnya ke loby bahwa bersama sekertaris Yun untuk menyambut kehadiran client yang dari tadi mereka tunggu.
°°°°°°
Ditempat lain
__ADS_1
"Akhhh, akhirnya kita kembali lagi ke negara ini", ucap yumi yang mengangkat kedua tangannya.
"Hentikan!!! Jangan buat malu dengan tingkah mu", ucap Ayana.
"Maafkan aku Ayana", ucap yumi.
"Apa semua koper sudah ada?" tanya Ayana.
"Tinggal satu koper lagi", ucap yumi.
"Baiklah kalau begitu", ucap Ayana.
"Ta-pi Ayana", ucap yumi.
"Ada apa?" tanya Ayana.
"Kenapa kita begitu lama berada diluar negeri, padahal pemotretan Sera hanya tiga hari saja. Kenapa kamu menyuruh kita untuk tinggal disana satu Minggu, sedangkan begitu banyak tawaran pekerjaan saat itu disini dan tentu saja kita bisa pulang saat pekerjaan Sera sudah selesai", ucap yumi.
Ayana hanya diam mendengar ucapan yumi, apa yang dikatakan yumi semuanya benar. Dia memutuskan untuk tinggal lebih lama di negara itu, meski pekerjaan Sera sudah selesai dan begitu banyak pekerjaan yang harus dikorbankannya saat itu dan tentu saja membuat dia harus kehilangan pundi-pundi pemasukan. Dia mengambil semua keputusan sendiri tanpa sepengetahuan Sera karena jika Sera tau bahwa Ayana menolak banyak tawaran pekerjaan, tentu saja Sera akan marah besar kepada Ayana.
Namun dibalik tindakan yang dilakukan Ayana, dia hanya ingin melindungi sera, menjaga dirinya agar tidak merasakan kesedihan saat harus berada di kota yang sama dan mengetahui daichi menikah. Ayana begitu menyayangi Sera meskipun Sera selalu saja bertingkah semaunya kepadanya , namun dia begitu mengerti dengan sikap Sera kenapa seperti itu.
Ketika dia mengetahui tanggal pernikahan daichi, Ayana langsung mencari cara bagaimana agar Sera tidak mengetahuinya dan kebetulan saat itu dia mendapatkan tawaran pekerjaan diluar negeri yang bertepatan dengan tanggal pernikahan daichi membuat dia mendapatkan ide untuk membawa Sera pergi meninggalkan kota ini untuk sementara waktu karena dia tidak ingin melihat hati Sera hancur.
"Ayana! ", ucap yumi yang mencoba menyadarkan Ayana dari lamunannya.
"Ehmm, Ada apa?" tanya Ayana.
"Kenapa kamu melamun?" tanya yumi.
"Sudahlah yumi lebih baik kamu fokus melihat koper dan ingat jangan banyak bertanya", ucap Ayana.
"Kamu selalu saja begitu", ucap yumi.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?
Terdengar suara seorang wanita dari arah belakang mereka dan tentu saja itu adalah suara yang tidak asing untuk mereka berdua, keduanya secara bersamaan membalikan badan mereka.
"SERA!"( Ucap keduanya)
"Kenapa menatapku seperti itu?" Apa semua koper sudah lengkap?" tanya Sera.
"Belum Sera tinggal satu lagi", ucap Ayana.
"Kenapa begitu lama sekali, aku sudah bosan menunggu disini", ucap Sera.
"Yasudah, lebih baik kamu menunggu di mobil saja", ucap Ayana.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu di mobil",. ucap Sera.
"Kami akan segera menyusul saat semua barang sudah lengkap", ucap Ayana.
"Hmm, Yumi kemarikan tas ku", ucap Sera.
"Tidak! Jangan yumi! "Teriak Ayana.
Teriakannya tentu saja mengagetkan yumi dan Sera, Sera melihat Ayana dengan tatapan yang begitu penasaran.
"Kenapa kamu melarang yumi memberikan tas ku Ayana?" tanya Sera yang mulai curiga.
"Bukan seperti itu Sera, aku hanya tidak ingin kamu memainkan ponsel mu karena kamu butuh istirahat", ucap Ayana yang terlihat sedikit gugup.
"Hanya karena itu??" tanya Sera.
"Tentu saja, kamu harus ingat besok kita masih memiliki jadwal pemotretan. Kamu harus beristrahat saat ini untuk menjaga wajahmu", ucap Ayana.
"Ehmmm, kamu benar Ayana. Baiklah kalau begitu aku akan beristrahat sambil menunggu kalian di mobil", ucap Sera yang pergi meninggalkan mereka.
Ketika melihat Sera telah pergi, dia menarik napasnya begitu lega.
"Hampir saja",ucap Ayana.
"Ada apa?" ucap yumi.
"Dengar jangan berikan ponsel Sera kepadanya dan jangan membuka ponsel selama aku belum mengizinkan. "Apa kamu mengerti?" tanya Ayana.
"Kenapa aku tida boleh membuka ponsel ku?" tanya yumi.
"Yumi stop bertanya!!! Teriak Ayana yang terlihat mulai kesal.
"Ta-pi", ucap yumi.
"Lakukan saja sesuai perintahku! Itu kopernya cepat ambil! " perintah Ayana.
"Baik, aku mengambilnya duluh", ucap yumi.
Ayana begitu bingung dengan situasi yang saat ini terjadi, entah sampai kapan dia bisa membohongi Sera. Dia tau cepat atau lambat Sera akan mengetahui kabar pernikahan daichi, namun baginya tidak untuk saat ini. Dia hanya ingin memberitahukan kepada Sera saat keadaan dirasa dirinya sudah pas untuk Sera mengetahui bahwa pria yang sangat dicintainya telah menikah.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
__ADS_1
Bersambung..