
Semua terlihat begitu gelap saat sakura turun kebawah tidak ada cahaya lampu yang menerangi setiap sudut di bagian rumah itu, semua orang mungkin sudah beristrahat termasuk para pelayan melihat jam menunjukan pukul 23:00 malam.
Dengan hati-hati sakura berjalan menujuh kearah dapur, kegelapan membuatnya melangkah perlahan sambil mencari saklar lampu.
"Akhh, sudah terang", batin sakura.
Dia membuka kulkas untuk melihat isi yang ada didalamnya, mencari bahan-bahan makanan yang dapat digunakannya. Hampir empat hari tinggal dirumah itu dan sering menghabiskan waktunya di dapur membuat dia sudah tidak asing lagi dengan segala letak peralatan atau pun bumbu masakan di dapur itu.
Sebelum memulai memasak, dia mengambil sebuah ikat rambut untuk mengikat rambut panjangnya yang terurai agar tidak mengganggunya saat memasak.Dia mulai memotong-motong bahan-bahan yang dibutuhkan dengan suasana hatinya yang terlihat bahagia dan menikmatinya meskipun dia mengerjakannya sendirian tanpa seseorang yang membantunya.
°°°
Uhukk....uhukk...Uhukkk
"Tenggorokan ku gatal sekali", ucap kepala pelayang ling.
Dia mengambil gelas yang terletak di dekat meja, namun saat dia ingin minum gelas itu telah kosong.
"Habis", ucapnya.
Dia beranjak keluar dari kamar menujuh ke dapur untuk mengambil air, namun langkah kakinya terhenti saat melihat sebuah cahaya yang berasal dari arah dapur hidup.
"Siapa yang menghidupkan lampu?" batinnya.
Dengan sangat perlahan dan hati-hati dia melangkah berjalan kearah dapur, dia merasa sedikit was-was jika ada sebuah pencuri yang masuk kedalam rumah itu diam-diam. Apa lagi ini sudah larut malam dan semua orang tentu saja sudah tidur, semakin dia mendekat kearah dapur terdengar suara yang berisik dan membuatnya berjalan perlahan untuk melihat siapa sosok yang berada di dapur.
"Nona sakura!!!!
Teriakan itu membuat sakura terkejut, dia menoleh kearah belakang nya dan melihat sosok kepala pelayan Ling sedang berdiri.
"Astaga, apa yang sedang anda lakukan?" tanya kepala pelayan ling.
"Anda mengangetkan aku kepala pelayan Ling", ucap sakura sambil memegang dadanya.
"Saya juga sangat kaget melihat anda di dapur selarut ini", ucap kepala pelayan ling.
"Ahhh, saya sedang membuatkan makanan untuk daichi", ucap sakura.
"Untuk tuan daichi?"
Tuan muda belum makan malam?"Tanyanya
"Ia , daichi belum makan dan dia memintaku untuk membuatkannya spaghetti", ucap sakura.
"Kenapa anda mengerjakannya sendiri nona sakura?"
"Anda bisa meminta bantuan saya atau pelayan yang lain", ucap kepala pelayang ling.
"Tidak...tidak.., aku bisa melakukannya sendiri".
"Aku tidak ingin menggangu waktu kalian beristrahat", ucap sakura.
"Sama sekali tidak nona sakura, itu adalah pekerjaaan kami sebagai seorang pelayan", ucap kepala pelayang Lin.
Sakura hanya tersenyum, dia kembali memotong-motong bawang, kemudian menghidupkan kompor dan meletakan wajan diatasnya dengan membuat sedikit minyak di wajan.
"Biarkan saya membantu anda nona sakura", ucap kepala pelayan Ling.
"Jangan, aku bisa melakukannya sendiri".
"Lebih baik sekarang anda beristrahat", ucap sakura sambil mendorong kepala pelayan Ling meninggalkan dapur.
"Nona sakura jangan begitu, nyonya besar akan marah jika dia mengetahui ini", ucap kepala pelayang ling.
"Ibu tidak akan tau, jangan pikirkan itu".
"Beristirahatlah karena anda pasti sangat lelah bekerja seharian dari tadi, mengerti?" ucap sakura dengan senyumnya.
Begitu sulit rasanya membatah perkataan sakura,membuat kepala pelayan Ling hanya bisa pasrah dan menuruti perintah sakura untuk kembali beristrahat. Dengan langkah kaki yang terasa begitu berat untuk meninggalkan sakura, dia pun pun pergi menujuh ke kamarnya.
Sakura kembali ke dapur untuk kembali memasak spaghetti untuk daichi.
__ADS_1
"Akhirnya jadi juga", ucap sakura.
Dia mengambil sebuah piring berwarnah putih di dalam lemari sebagai tempat untuk menyajikan spaghetti yang telah dibuatnya.
"Hmmmm, wangi sekali", ucap nya.
Selesai memasak, sakura kembali membersihkan piring-piring kotor yang digunakannya. Dia mencuci semua peralatan yang digunakannya karena dia tidak ingin menyusahkan para pelayan kesokan paginya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?
Suara yang tidak asing di telinga sakura, dia pun menoleh kearah daichi yang berjalan mendekatinya dan kini berada tepat di sampingnya.
"Aku sedang mencuci piring", ucap sakura.
"Kenapa kamu melakukannya, pelayan akan mencucinya besok", ucap sakura.
"Aku senang melakukannya dan ini bukanlah sebuah pekerjaan yang berat", ucap sakura.
"Apa sudah masak??" tanya daichi.
"Hmmm, apa kamu sudah lapar?" tanya sakura
"Sangat", jawab daichi.
"Tunggulah di meja makan, sebentar lagi aku selesai dan akan membawanya kesana", ucap sakura.
"Aku akan menunggu disana", ucap daichi yang pergi meninggalkan sakura.
Ketika dia selesai mencuci semua piring yang kotor dan telah meletakkannya kembali di tempatnya masing-masing, sakura mengambil piring yang berisi spaghetti dan membawanya kepada daichi di Meja makan.
"Ini dia pesanan anda tuan daichi", ucap sakura sambil meletakan dihadapan Daichi.
"Terima kasih istriku", ucap daichi yang tersenyum kepadanya.
Sakura menarik bangku tepat disamping daichi dan menemaninya menikmati makan malamnya, dia terus mengamati ekspersi wajah daichi yang sedang mencicipi masakannya.
"Bagaimana rasanya??" tanya sakura yang begitu penasaran.
"Sangat lezat", ucap daichi.
"Aku tidak akan memakan makanan yang tidak enak sakura", ucap daichi.
"Aku percaya itu", ucap sakura yang tertawa.
"Aku sangat lapar sekali", ucap daichi dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Kenapa kamu tidak memesan makanan saat lembur?" tanya sakura.
"Karena aku ingin cepat-cepat bertemu dengan mu Ny.Sakura Tama ", ucap daichi Yeng mengedipkan sebelah matanya kearah sakura.
Sakura terus tersenyum melihat daichi yang begitu lahap makan, dia begitu bahagia bisa memasakkan makanan untuk suaminya karena itu adalah impiannya dari duluh kelak jika menjadi seorang istri, melayani suaminya sepenuh hatinya.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai?"tanya sakura.
Pertanyaan sakura yang terlontar tiba-tiba membuat daichi terkejut dan membuatnya tersendat saat sedang menyantap makanannya.
"Uhuk...uhuk....Uhukkk...
"Daichi, pelan-pelan", ucap sakura sambil menuangkan segelas air dan memberikannya kepada daichi.
"Terima Kasih sakura", ucap daichi yang langsung meminumnya.
"Apa sudah baikan?" tanya sakura sambil mengusap-usap punggung daichi dengan begitu lembut.
"Hmmmm, sudah mendingan", ucap daichi.
"Apakah sekertaris Yun menemani tadi lembur?" sakura kembali bertanya kepada daichi.
"Iya kami berdua tadi lembur mengerjakan pekerjaannya yang deadline", ucap daichi.
"Akhhhh, apa ada masalah di kantor?" tanya sakura.
__ADS_1
"Tidak sakura, semua baik-baik saja ", ucap daichi yang tersenyum kepadanya.
"Syukurlah kalau semua baik - baik saja", ucap sakura sambil tersenyum.
Melihat senyuman sakura membuat daichi merasa bersalah kepada sakura yang telah membohonginya, sebuah senyuman yang terlihat begitu polos terpancar dari wajah sakura yang membuat daichi tidak tega, tetapi dia tidak mampu mengatakan yang sebenarnya kepada sakura saat ini.
Hubungan yang baru saja dibangun, bahkan terlalu indah jika harus dihancurkan begitu saja. Wanita yang selalu membuatnya begitu frustasi saat harus mendekatinya kini mulai membuka hatinya untuk daichi, tentu saja membuat daichi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depannya.
"Daichi....daichi...
Suara lembut itu menyadarkan daichi sari segala pemikiran yang terlintas di otaknya, situasi ini membuat daichi begitu bingung sekarang. Dia kini merasa dihadapkan pada situasi yang sangat sulit antara sakura dan keberadaan sera yang selalu menggangunya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?
"Apa kamu sakit?" tanya sakura.
"Aku baik-baik saja sakura", ucap daichi.
"Apa sudah selesai?" tanya sakura
"Hmmm, sudah", ucapnya.
"Baiklah, aku akan mencucinya duluh", ucap sakura yang mengambil piring makan daichi
Dia mencuci piring kotor itu sambil bersenandung dan membasuhnya dengan air yang mengalir dari kran. Sakura begitu kaget saat merasakan sesuatu menyentuh punggungnya dari arah belakang, daichi menempelkan kepalanya di punggung sakura dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang sakura.
"Da-ichi, Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya sakura.
"Memelukmu", dia membisikkannya di telinga sakura.
"Hentikan , nanti ada orang yang melihatnya", ucap sakura.
"Aku tidak peduli", ucap daichi.
Pikiran sakura menjadi tidak fokus dibuat oleh daichi hingga membuatnya tidak menyadari bahwa air terus saja mengalir karena sakura lupa menutup kran tersebut.
"Kenapa kamu tidak mematikannya?"tanya daichi yang mematikan kran air itu.
"Astaga, aku lupa",ucap sakura
Daichi hanya tersenyum saat melihat sikap sakura yang gugup dan salah tingkah dengan dirinya.
"Apa sudah selesai?" tanya daichi yang berjalan mendekati sakura.
"Sudah, Apa yang ingin kamu lakukan?" sakura terlihat semakin gugup.
Tatapan daichi begitu tajam membuat sakura menjadi takut, dia begitu berbeda dengan sosok Daichi yang baru beberapa menit bersamanya. Sorot matanya menunjukkan seakana ingin melahap sakura menjadi santapannya berikutnya, seperti seekor serigala yang ingin memakan mangsanya begitulah saat ini dia melihat daichi.
"Apa kamu takut?" bisik daichi.
Mendengar suara itu membuat sakura menutup kedua matanya, dia sama sekali tidak mampu melihat daichi. Terasa ada sesuatu yang membasahi telinga sakura dan bergerak dari atas ke bawah membuat seluruh badan sakura menjadi merinding.
"Apa kamu siap sayang?" tanya daichi dengan suaranya yang terdengar berat.
Belum sempat dia menjawabnya daichi langsung mengangkat sakura, sontak saja sakura berteriak dengan aksi yang dilakukan daichi. Dengan refleks sakura melingkarkan tangannya di leher daichi yang menggendongnya menujuh kekamar, tidak ada sepatah katapun yang dapat keluar dari bibir sakura, selain hanya bisa pasrah menuruti semua keinginan daichi malam ini.
Dia membuka pintu kamar itu dengan siku nya dan kembali menutup dengan kaki kirinya, dia melemparkan tubuh sakura keatas kasur yang begitu empuk hingga membuat badan sakura sama sekali tidak terasa sakit.
"Mari kita bermain malam ini sayang", ucap daichi.
Satu demi satu dia membuka kancing bajunya, wajahnya terlihat begitu tidak sabar untuk menyantap sakura yang sedang berbaring di atas kasur. Dia melemparkan pakainnya dan perlahan berjalan menghampiri sakura yang terlihat gugup.
Dengan perlahan dia naik keatas tempat tidur, mendekati wajahnya kearah sakura. Begitu jelas keduanya saling menatap wajah satu sama lain, hingga perlahan wajah itu semakin dekat.
"Aku sangat mencintaimu sakura", ucap daichi.
Perlahan namun pasti, dia menempelkan bibirnya tepat dibibir sakura. Ciuman itu sangat berbeda dari biasanya, begitu bergairah hingga terasa seperti ada yang aliran listrik yang menyetrum bibir sakura. Daichi terus melumet bibir sakura tanpa memberikannya kesempatan untuk bernapas, dia menggigit , bahkan menarik bibir itu begitu kuat membuat sakura merakana sensasi yang berbeda malam ini.
Tangan itu terus menyentuh tubuh sakura, hingga perlahan satu demi satu kancing baju itu terlepas. Dengan bibirnya daichi menjelajahi tubuh indah sakura, membuat sakura hanya bisa menikmati setiap sentuhan yang diberikan daichi kepadanya.
Dia menarik sakura dan memeluk sakura begitu erat di dadanya, sakura begitu menikmati aroma wangi tubuh daichi yang seakan mampu menenangkannya.
__ADS_1
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung..