
"Ayok kita berkencan Daichi Tama"
Itulah ucapan yang terus terdengar di telinga daichi dengan begitu sangat jelas. Dia terus tersenyum saat mendengar jawaban sakura, perasaannya begitu sangat bahagia saat mengetahui sakura bersedia berkencan bersamanya.Mereka saling bertatapan untuk beberapa detik sambil melemparkan senyuman satu sama lain.
"Terima kasih sakura", ucap daichi yang tampak begitu bahagia.
Sakura hanya tersenyum kepadanya dan terus menatap wajah daichi.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya daichi.
Dia sering berkencan dengan wanita-wanita, tetapi kali ini dia merasa sangat berbeda karena ini pertama kalinya dia mengajak seorang wanita yang benar-benar disukainya langsung berkencan dan membuatnya tampak bingung. Begitu pun dengan sakura, dia yang selama ini hanya sibuk belajar dan bekerja sama sekali tidak pernah berkencan dengan seorang pria. Dia adalah wanita yang sangat tertutup terhadap lawan jenisnya selama ini. Daichi Tama adalah pria pertama yang masuk kedalam kehidupannya.
"Bagaimana kalau kita berjalan-jalan di taman", sakura mencoba memberikan saran kepada daichi yang tampak bingung.
"Taman, baikalah kalau begitu kita akan ke taman", ucap daichi yang tersenyum kepada sakura.
Dia meraih tangan sakura dan menggenggamnya,sakura hanya diam sambil mengarahkan pandanganya ke tangannya yang sedang di genggam oleh daichi.
"Ayok,ucap daichi yang menarik tangan sakura dan mengajaknya untuk pergi.
Sakura hanya tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi bersama daichi.
Mereka tiba di sebuah taman yang cukup terkenal di kota itu, ini pertama kalinya baik daichi atau pun sakura pergi ke taman itu. Sakura memperhatikan dari dalam mobil di sekeliling taman tersebut begitu ramai dengan orang- orang dari berbagai jenis kalangan baik anak-anak, para remaja bahkan orang dewasa ada disana.
"Apa kamu merasa tidak nyaman?" Jika kamu tidak merasa nyaman kita bisa mencari tempat lain", ucap daichi yang dari tadi memperhatikan gerak gerik sakura yang melihat keluar.
Daichi kembali menghidupkan mesin mobil dan bermaksud mencari tempat lain.
"Ah, tidak ", ucap sakura yang begitu refleks memegang tangan daichi yang sedang memegang setir.
"Apa kamu yakin?" daichi mencoba memastikan kembali.
"Hmm, aku baik-baik saja. Mulai sekarang aku tidak ingin menghindarinya lagi", ucap sakura sambil mencari-cari sesuatu di dalam mobilnya.
"Ada apa?" ucap daichi yang penasaran apa yang sedang di cari sakura.
"Ketemu", ucap sakura begitu bahagia.
Dia mengambil sebuah topi berwarnah hitam dari salah satu brand ternama dan memakai topi itu.
"Seperti ini lebih baik", ucap sakura sambil berkaca.
Sakura begitu sangat cantik dengan topi yang dikenakannya dan membuat daichi semakin terpesona melihat sakura dan terus saja memandanginya.
"Apa aku terlihat aneh?" tanya sakura.
__ADS_1
"Sama sekali tidak", ucap daichi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kenapa menatapku seperti ini?" tanya sakura.
"Karena kamu sangat cantik sakura", ucap daichi dengan ekspresi wajahnya tampak serius saat mengatakannya.
"Te-rima Ka-sih ", ucap sakura yang begitu senang mendapatkan pujian dari seorang daichi Tama dan membuat merasa begitu malu untuk menatap mata daichi.
"Baiklah ayok kita turun", ucap daichi .
"Ia, ayok ", jawab sakura.
Mereka bersama-sama keluar dari dalam mobil, daichi berjalan menghampiri sakura yang baru saja turun dari mobil. Dia mengulurkan tangannya kepada sakura, sakura yang melihat hal itu hanya tersenyum dan memberikan tangannya kepada daichi. Daichi menggenggam erat tangan sakura sambil tersenyum dan bersama-sama berjalanan menikmati suasana di taman itu.
Sepanjang jalan mereka hanya tersenyum sambil melihat sekeliling mereka. Perasaan keduanya begitu bahagia,mereka berdua sama sekali tidak menyangka bahwa saat ini mereka sedang berkencan, mengingat hari pernikahan mereka tinggal dua hari lagi.
Daichi merasa ini adalah sebuah mimpi, dia sama sekali tidak pernah membayangkan bisa menggenggam erat tangan sakura seperti sekarang sambil berjalan bersama di taman seperti ini. Jika ini adalah sebuah mimpi, dia berharap untuk lebih lama bangun karena dia tidak ingin begitu cepat waktu berlalu bersama sakura.
"Akh, ada penjual ice cream", ucap sakura sambil menunjuk kearah penjual ice cream itu.
"Kamu mau?"tanya daichi kepadanya.
"Hmmmm", ucap sakura.
"Baiklah tunggulah di sini, aku akan membelikannya untuk mu", ucap daichi yang pergi meninggalkan sakura.
Beberapa menit kemudian, daichi datang dengan membawa 2 ice cream di tangannya. Sakura yang melihat daichi sedang berjalan kearahnya hanya tersenyum.
"Ini nona sakura Agata", ucap daichi sambil memberikan ice cream kepada sakura.
"Terima kasih tuan Daichi Tama", ucap sakura.
Keduanya saling tertawa saat mereka saling menyebut nama mereka dengan lengkap satu sama lain. Daichi pun duduk di sebelah sakura sambil menikmati ice cream yang di belinya.
"Hei, pelan-pelan", ucap daichi dengan lembut.
"Kamu tau aku sudah lama sekali tidak membeli ice cream yang dijual di pinggir jalan seperti ini ", ucap sakura.
"Benerkah?"tanya daichi.
"Ia, duluh waktu aku kuliah saat aku setres dengan tugas-tugas kuliah. Aku selalu berjalan- jalan keluar dan membeli ice cream yang dijual di jalanan", ucap sakura.
"Apa kamu sangat menyukai ice cream?"tanya daichi yang terus menatap sakura yang duduk di sampingnya.
"Hmmm, saat aku setres aku akan mencari ice cream untuk menenangkan pikiranku", ucap sakura sambil menikmati ice cream yang sedang di pegang nya.
__ADS_1
Daichi terus memperhatikan sakura,baginya sakura memiliki sisi yang sangat berbeda dengan yang selama ini di temui nya. Wanita yang selalu terlihat anggun dan memiliki sifat yang sangat sulit di tebak hingga membuangnya begitu frustasi saat ingin mendekati sakura, kini menunjukan sifat yang sangat jauh berbeda.
Dibalik sifatnya yang tegas, terselip sifat manja yang dimilikinya dan bagi daichi itu adalah hal yang sangat wajar mengingat sakura adalah anak terakhir di keluarganya tentu saja keluarganya sangat memanjakan dirinya.Namun yang paling penting kini dia mengetahui apa yang disukai sakura, perlahan dia mencoba ingin mengenal sakura lebih dalam lagi.
"Lihatlah, kamu makan berantakan sekali", ucap daichi sambil menghapus sisa ice cream yang ada di bibir bawah sakura.
Sakura yang dari tadi sedang menikmati ice cream nya mendadak memberhentikannya, kedua matanya terbuka begitu lebar, pipinya terasa memerah, jantungnya berdetak begitu kencang dari biasanya. Perlahan dia mencoba mengarahkan pandangannya kepada daichi yang sedang membersihkan bibirnya dengan begitu lembut dengan tangannya, dia melihat wajah daichi begitu sangat tampan dan begitu dekat dengan dirinya.
Deg....Deg....Deg.....
Jantungnya berdetak begitu kencang, dia sulit untuk bernapas dan sepertinya membutuhkan oksigen saat berada di situasi yang selalu membuat perasaanya tidak karuan.
Seluruh badannya, kedua tangannya bahkan mulutnya seakan membeku dan sulit untuk menggerakannya. Dia hanya diam dan membiarkan daichi membersihkannya tanpa sama sekali melakukan perlawanan, kali ini sakura tampak begitu pasrah dihadapan Daichi Tama. Ini bukanlah sosok sakura Agata yang biasanya, dia yang selalu melakukan penolakan saat daichi menyentuhnya kina hanya bisa diam.
"Te-rima kasih", ucap sakura yang membersihkan kembali bibirnya.
Daichi hanya tersenyum dan kembali menikmati ice cream nya sambil melihat anak-anak kecil yang sedang bermain di depan mereka.
"Daichi", ucap sakura dengan begitu lembut.
"Ma-af kan diriku, jika selama ini sikap ku begitu acuh kepadamu",ucap sakura.
"Aku mengerti kenapa kamu melakukannya sakura", ucap daichi.
"Maksudnya?" tanya sakura kembali kepada daichi.
"Kamu melakukannya karena perjodohan yang terjadi diantar kita dan membuat mu masih sangat marah", ucap daichi sambil menatap sakura.
"Iya terkadang aku masih marah dengan keadaan yang terjadi pada hidupku. Ketika aku kembali dari luar negeri, sepupuku mengatakan bahwa aku akan dijodohkan.Pada saat itu perasaanku sangat hancur dan membenci semua orang termaksud dirimu daichi ", ucap sakura dengan sorot mata yang memancarkan kesedihan.
"Lalu sekarang?"Apa yang kamu rasakan?" tanya daichi.
"Entahlah, aku hanya merasa lelah dan mencoba berdamai dengan keadaan yang telah terjadi ", ucap sakura.
"Sakura", ucap daichi yang meraih tangan sakura dan menggenggamnya.
"Aku tau bagaimana penilaian mu terhadapku, mungkin selama ini kamu selalu mendengar hal-hal yang buruk mengenai diriku. Aku hanya ingin memintamu untuk percaya kepada ku, aku akan membahagiakan dirimu saat kita menikah. Meskipun hubungan yang kita jalani belum memiliki cinta, tapi kita dapat belajar untuk itu semua", ucap daichi.
Entah mengapa rasanya begitu sulit bagi daichi untuk mengakui perasaanya terhadap sakura, perasaan yang telah tumbuh di hatinya dimana sesungguhnya dia telah mencintai sakura,tetapi dia selalu mencoba menyembunyikan perasaan yang dimilikinya tanpa berani mengungkapkan apa yang sebenarnya di rasakan nya.
"Aku mengerti dan mulai sekarang aku akan mencoba mempercayai semua ucapan mu", ucap sakura.
"Aku tidak akan membiarkan setetes air mata pun jatuh dari pipi mulus ini, hanya akan ada kebahagiaan mulai sekarang", ucap daichi sambil mengelus-elus pipi sakura yang begitu mulus.
Sakura hanya tersenyum saat mendengar semua janji yang diberikan daichi kepadanya. Kali ini sakura ingin memberikan daichi kesempatan untuk membuktikan semua ucapannya karena rangkaian kata manis saja tidak cukup jika tanpa pembuktian.Dia tidak ingin terlalu berharap begitu jauh yang ujung-ujungnya akan melukai perasaanya.
__ADS_1
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung...