Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 101 Persaingan


__ADS_3

Obrolan santai terjadi antara keduanya, mengenang masa - masa kuliah mereka dulu yang penuh dengan cerita sedangkan sakura masih sibuk di dapur dan kini tengah menyiapkan peralatan makan di atas meja.


"Baiklah.., Saatnya memanggil daichi dan temannya untuk makan malam", ucap sakura.


Dia berjalan menghampiri daichi yang sedang asik mengobrol dengan Haga.


"Daichi.., makan malam sudah siap ", ucap sakura.


"Baiklah.., ayok kita makan malam", ucap daichi.


"Tidak...tidak..., lebih baik aku pulang sekarang", ucap Haga sambil bangkit berdiri.


"Hey!!!! Jangan konyol Haga, kamu sudah datang kesini dan sekarang kamu harus makan malam bersama kami", ucap daichi.


"Aku tidak ingin merepotkan kalian berdua", ucap Haga.


"Ayolah, aku dan sakura sama sekali tidak merasa repot. Bukankah begitu sayang?" tanya daichi yang melihat kearah sakura.


Sejujurnya sakura merasa tidak nyaman dengan kehadiran haga saat ini, namun tidak mungkin dia mengatakannya kepada daichi di hadapan haga sehingga dia memutuskan bersandiwara dihadapan haga.


"Anda sama sekali tidak merepotkan, kebetulan saya juga memaksakan makanan yang banyak. Jadi kita bisa makan malam bersama",ucap sakura.


"Nah..., kamu sudah mendengarnya",ucap daichi.


"Baiklah..., aku akan makan malam bersama kalian kalau begitu", ucap haga.


"Mari...,"ucap sakura.


Mereka berjalan menuju ke meja makan, dimana sakura telah menyiapkan semuanya.


"Kamu harus merasakan masakan sakura haga karena masakan sakura sangat enak," ucap daichi sambil duduk di bangkunya.


"Benarkah??? Aku jadi tidak sabar mencicipi masakannya,"ucap haha sambil melirik sakura.


"Daichi hanya melebih -lebihkan nya," ucap sakura.


Sakura mulai menuangkan sup daging yang panas itu di mangkuk dan memberikannya kepada daichi.


"Makanlah yang banyak karena aku memasak sup daging kesukaanmu ",ucap sakura sambil memberikan mangku yang berisi sup daging itu kepada daichi.


"Terima kasih istriku", jawab daichi sambil tersenyum menatap sakura.


Haga yang duduk disamping daichi tak kuasa menahan amarahnya , hatinya begitu sakit saat melihat sakura dan daichi bermesraan di depannya. Dia mengepal kedua tangannya begitu kuat, berusaha menahan dirinya agar tidak menimbulkan rasa curiga kepada keduanya.


"Ini tuan haga",ucap sakura sambil memberikan semangkuk sup kepadanya


"Terima nona sakura", ucap haga.


"Mari kita makan,"ucap daichi.


Suasana begitu hening, tidak ada pembicaraan selama mereka makan. Daichi yang berhadapan dengan sakura duduknya sesekali melemparkan senyuman kepada istrinya itu, tanpa berbicara satu sama lain keduanya dapat mengerti hanya dengan melihat mata yang seakan mampu berbicara.


"Apa kamu ingin menambah nasinya ?" tanya sakura.


"Hmmmm...", jawab daichi sambil memberikan mangkuknya kepada sakura.


Dia meraih mangkuk yang diberikan daichi kepadanya dan mengisi mangkuk yang telah kosong itu.


"Ini daichi", ucap sakura sambil memberikan mangkuknya yang sudah berisi nasi kembali.

__ADS_1


"Terima kasih istriku", ucap daichi yang kembali melanjutkan makan.


Ketika sakura ingin duduk, tiba - tiba saja haga membuka suaranya sambil bertanya kepada sakura.


"Maaf nona sakura.., bisakah saya menambah nasi saya juga?" tanya haga.


"Tentu saja....," jawab sakura.


Haga langsung memberikan mangkuknya kepada sakura.


"Ini tuan haga..", ucap sakura.


"Terima kasih nona sakura", jawab haga sambil menerima mangkuknya.


"Bagaimana haga? Masakan sakura enakan ?" tanya daichi.


"Benar ini sangat enak, sampai aku tidak berhenti makan," ucap haga.


"Sakura sangat jago dalam segala hal dan aku sangat beruntung memiliki istri sepertinya ", ucap daichi sambil menatap sakura.


"Hentikan daichi", ucap sakura yang merasa malu.


Haga hanya tersenyum dengan matanya yang begitu fokus menatap sakura, dia menatap wanita yang sama sekali tidak menyadari keberadaanya dan hanya fokus menatap pria yang ada di depannya tanpa sedikitpun menoleh kearahnya.


"Kamu sangat beruntung daichi, mendapatkan apa yang selama ini aku ingin dapatkan", batin haga sambil tersenyum melihat daichi.


Selepas selesai menikmati makan malam, keduanya berjalan menuju ke balkon apartemen untuk menikmati udara di malam hari, sedangkan sakura sibuk membereskan meja makan dan mencuci piring yang kotor di dapur.


"Pemandangan yang indah , dari sini pemandangan kota terlihat jelas", ucap daichi yang fokus menatap kedepan.


Disaat daichi begitu fokus menikmati pemandangan yang ada di depannya, berbanding terbalik dengan haga. Kedua matanya terus menatap ke dalam untuk melihat sakura yang terdengar sangat sibuk di dapur.


"Hmmm.., ucap daichi yang tidak memahami maksud pertanyaan haga.


"Yang mengerjakan pekerjaan rumah?" tanya haga.


"Maksudmu sakura?" tanya daichi.


"Iya...", jawab haga.


"Ahhh..., Aku juga sudah lelah berdebat dengannya, tetapi dia tetap bersikeras ingin melakukan semua pekerjaan rumah tangga sendiri tanpa bantuan orang lain", ucap daichi.


"Apa kamu mencintainya?" tanya haga.


Daichi langsung spontan menatap haga yang berdiri di sampingnya, pertanyaan yang diajukannya membuat daichi tidak menyangka.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya daichi dengan suaranya yang datar dan tatapan matanya yang tajam itu kembali.


Situasi yang terasa saat ini begitu menegangkan, tatapan mata tajam itu, haga begitu tau bahwa daichi saat ini sedang merasa tidak senang. Lamanya berteman dengan daichi membuatnya begitu mengenal sifat daichi, dia mencoba mencairkan suasana dengan tertawa sambil memukul lengan daichi.


"Ayolah daichi.., Aku hanya bertanya karena pernikahan kalian adalah sebuah perjodohan dan aku juga tau bagaimana dulu kamu sangat mencintai sera. Apa semudah itu perasaan mu hilang dengannya?" tanya haga.


"Sera hanya masa lalu untuk ku. Meskipun kami dijodohkan oleh keluarga kami, tetapi sejak pertama kali aku melihat sakura, aku langsung jatuh cinta dengannya", ucap daichi.


"Jatuh cinta? Aku sangat mengenalmu daichi, kamu adalah orang yang sulit menyukai wanita dan selalu mempermainkan perasaan wanita selama aku mengenalmu", ucap haga.


"Kamu benar haga, tetapi entah mengapa saat bertemu dengan sakura semua terasa saat berbeda. Dia selalu muncul di pikiran ku hingga membuatku begitu penasaran dengannya. Dia adalah wanita yang berbeda dari semua wanita yang pernah ku kenal selama ini dan itu yang membuatku jatuh cinta dengannya", ucap daichi.


"Itulah yang aku rasakan daichi", batin haga

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganmu? Sampai kapan kamu seperti ini?" tanya daichi.


"Aku masih merasa nyaman dengan kesendirianku ini", ucap haga.


"Aku bahkan belum pernah mendengar mu mengencani wanita. Oh...., tidak ....tidak..., aku baru ingat dulu kamu selalu cerita mengenai seorang gadis", ucap daichi sambil melihat haga.


"Kamu masih mengingatnya ternyata", ucap haga dengan pandangan matanya menatap kedepan.


"Tentu saja aku masih mengingatnya, kamu menyukai gadis yang kamu sendiri tidak mengenalnya haga. Itu sedikit aneh untuk ku pada saat itu", ucap daichi.


"Dan sampai saat ini aku masih memikirkannya", ucap haga.


"Apa!!!!!" teriak daichi sambil memalingkan wajahnya menatap haga.


"Kenapa kamu terlihat kaget seperti itu daichi", ucap haga yang tertawa.


"Itu tidak masuk akal, kamu masih memikirkan gadis yang sama sekali kamu sendiri tidak mengenalnya", ucap daichi.


"Karena aku tidak memiliki keberanian untuk mendekatinya pada saat itu daichi dan seandainya aku mempunyai keberanian mungkin saat ini kami sudah bersama", ucap haga yang menatap daichi.


"Dan mungkin akulah yang berada di posisimu saat ini", batin haga.


"Apa kamu sangat menyukainya?" tanya daichi.


"Menurutmu? Bahkan sampai saat ini aku tidak tertarik mendekati wanita lain karena aku tidak menemukan wanita sepertinya", ucap haga.


"Yah kamu benar..., sepertinya kamu sangat menyukainya. Menyukai seorang gadis yang hampir 7 tahun telah berlalu, tetapi kamu masih memikirkannya", ucap daichi.


"Aku mencarinya, tetapi tidak ada informasi yang aku dapatkan saat itu. Dia menghilang begitu saja dan aku kehilangan jejaknya", ucap haga.


"Apa yang kamu lihat dari dalam dirinya sehingga kamu begitu menyukainya ?"tanya daichi.


Sudut bibir haga tertarik menciptakan senyum simpul yang menghilang begitu cepat, pertanyaan itu begitu menarik untuknya.Dia memalingkan wajahnya menatap daichi yang bersiap mendengarkan jawaban yang akan keluar dari mulut haga.


"Apa yang kamu lihat dari dalam diri sakura, itulah yang aku lihat daichi', jawab haga dengan suaranya yang begitu tenang berbicara kepada daichi.


Daichi tersentak saat mendengarkan perkataan haga, mata tajam itu kembali menatap haga, keningnya mengkerut dengan segala pikiran yang terlintas di kepalanya saat ini.


"Apa hubungannya dengan sakura?" tanya daichi dengan nada suaranya dingin.


Sikap yang ditunjukan daichi kini terlihat dingin dan kurang bersahabat, dia sama sekali tidak senang jika sakura di libatkan dalam pembicaraan keduanya. Rasa cintanya yang besar kepada sakura membuatnya menjadi pria yang posesif, dia sama sekali tidak suka jika ada pria lain yang selalu membahas sakura karena baginya sakura adalah miliknya.


Haga tertawa, matanya tertarik setiap sudut dan wajahnya terlihat begitu bahagia, tentu saja membuat daichi merasa aneh dengan perubahan sikap haga.


"Jangan salah paham daichi, aku bertanya seperti itu karena aku merasa sikap kita sebagai seorang pria dalam menilai seorang wanita pasti sama", ucap haga.


"Yah..., mungkin aku terlalu sensitif jika seseorang membahas sakura karena aku sangat mencintainya', ucap daichi yang menatap begitu dalam kedua mata haga.


Haga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku tau itu dan terlihat begitu jelas", jawab haga.


Daichi merasakan sesuatu yang aneh pada diri haga, dia begitu berbeda dari biasanya. Seperti ada sesuatu yang disembunyikannya, namun dia tidak tau apa yang sebenarnya tengah disembunyikan haga dari dirinya.


"Apa mungkin dia menyukai sakura?" batin daichi.


"Meskipun kamu teman ku, aku akan menghancurkan mu jika kamu mencoba mengambil sesuatu yang menjadi milik ku", batinnya.


Keduanya saling melemparkan senyum satu sama lain, namun di balik senyum itu tersimpan makna yang berbeda dari apa yang mereka tunjukan saat ini.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2