
Ketika kita berusaha menghindari seseorang agar tidak masuk kedalam kehidupan kita maka secepat itu pula seakan takdir selalu mempertemukan dengan dia yang tidak di harapkan. Semakin kita berusaha menjauh secepat itu pula dia terus datang mendekat.
Itulah yang selalu dirasakan oleh sakura, saat dia berusaha menghindari daichi seakan takdir selalu mempertemukan mereka.
Sulitnya menerima perjodohan yang terjadi membuat sakura begitu marah kepada dirinya dan semua orang yang ada disekitarnya termasuk daichi.
Dia selalu beranggapan seandainya daichi menolak perjodohan tersebut semua ini pasti tidak akan terjadi. Namun kini dia mulai mengerti dan memahami alasan daichi menerima perjodohan itu hanya demi mendapatkan "KEBEBASAN".
Mereka pun akhirnya sampai di kediaman Agata,
"Terima kasih telah mengantarku ucap sakura kepada daichi.
"Tidak masalah, senang bisa mengantarmu pulang. Setidaknya ini adalah hal yang wajar sebagai seorang tunangan yang baik" ucap daichi yang tersenyum begitu manis kepada sakura .
Terkadang untuk beberapa detik sakura menyadari begitu tampannya tunangannya tersebut, bisa dibilang daichi adalah tipe dari sakura. Seandainya mereka dipertemukan bukan melalu perjodohan mungkin saja sakura akan jatuh cinta kepada daichi Tama.
"Sampai jumpa ucap sakura sambil menundukkan kepalanya sambil turun dari mobil daichi Tama.
Dari dalam rumah, Sena melihat sakura turun dari sebuah mobil yang tampak tidak asing baginya.
"Siapa yang mengantar sakura?" dia begitu sangat penasaran.
Sakura pun masuk kedalam rumah saat mobil daichi pergi meninggalkan kediaman Agata . Sakura memang sengaja untuk tidak menawarkannya mampir karena dia tidak ingin keluarganya mengira bahwa dia sudah menerima perjodohan itu sepenuh hati.
"Sakura" ucap Sena.
"Kakak, kapan kakak datang??" ucap sakura yang begitu senang melihat sena.
"Dari siang kami sudah disini kakek sangat rindu dengan shizi katanya" ucap Sena
"Dimana shizi kak, aku juga sangat merindukannya ucap sakura.
"Dia ada dihalaman belakang bersama kakek, ayah dan ibu ucap Sena.
"Kalau begitu aku akan kesana ucap sakura yang mulai melangkahkan kakinya menuju halaman di belakang.
"Sakura,ucap Sena.
"Yah, ada apa kak? ucap sakura yang membalikan badannya melihat kearah sena.
"Kakak lihat kamu diantar seseorang. Dimana mobilmu ????? Apa terjadi sesuatu ????
"Akhhh itu, tidak ada terjadi apa- apa kak", ucap sakura sambil tersenyum .
"Apakah daichi yang mengantarmu pulang????? Sena begitu penasaran dan ingin menantikannya kepada sakura.
"Mmmmmmm, ucap sakura sambil mengangguk-anggukan kepalanya .
"Apa ada masalah?????? Sena mulai panik.
"Tidak kak, kami hanya tidak sengaja bertemu dan semua orang begitu sangat heboh sehingga dia memutuskan untuk mengantarku pulang.
"Ohhh, syukurlah ucap Sena yang mulai merasa lega.
__ADS_1
"Baiklah kak, aku akan melihat Shinzi sekarang ucapnya sambil berjalan meninggalkan Sena.
Sena begitu sangat peduli dengan sakura, baginya kebahagian sakura adalah hal yang paling penting. Dia akan melakukan apapun agar hanya ada kebahagian di hidup adik iparnya itu .
Didalam perjalanan, daichi menelepon sekertaris Yun untuk mengetahui dimana keberadaanya sekarang.
"Halo sekertaris Yun??? Apa kamu sudah mengantar wanita itu ucap daichi??
"Saya sedang di dalam perjalanan menuju kantor nona sakura tuan ucap sekartaris Yun .
"Baiklah , tunggu disitu kami akan menjemputmu ucap daichi .
°
°
°
Daichi pun tiba di depan kantor sakura, sekertaris Yun sudah menunggu daichi di depan pintu masuk dari kantor tersebut.
Mobil itu berhenti tepat di dekat sekertaris Yun, dia pun berjalan menuju kearah mobil tersebut dan masuk kedalam. Daichi yang berada di dalam mobil sesekali melirik kantor milik sakura. Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke kantor.
"Tuan daichi, saya akan mengurus masalah hari ini agar tidak menjadi bahan berita besok pagi ucap sekertaris Yun.
"Tidak perlu sekertaris Yun, biarkan mereka memberitakannya ucap daichi dengan senyum liciknya.
"Tapi kenapa tuan? Ucap sekertaris Yun yang sangat bingung dengan keputusan daichi.
"Baik tuan saya mengerti," jawab sekertaris Yun.
Sekertaris Yun tau bahwa hari ini sepertinya suasana hati daichi lagi baik sehingga dia membiarkan hal tersebut, biasanya dia akan langsung memerintahkan sekertaris Yun untuk menghapus semua berita tentang dirinya.
Pertemuannya dengan sakura Agata selalu membuat suasana hatinya sangat baik, bisa dibilang kehadiran sakura memberikan aura positif terhadap daichi .
°°°°
Kediaman Agata
Setelah makan malam, biasanya anggota keluarga Agata selalu berkumpul di ruang keluarga. Mereka sering mengobrol membahasa apapun yang menarik bagi mereka, bisa dikatakan mereka jarang sekali membahas tentang pekerjaan saat dirumah.
Mereka lebih sering membahas mengenai kegiatan amal yang dilakukan oleh keluarga mereka dari pada membahas tentang perusahaan atau pun yang berhubungan dengan bisnis.
Sakura hanya sibuk bermain dengan keponakannya shinzi, kehadiran shinzi terkadang membuatnya melupakan masalah yang dimilikinya.
"Ibu tidak terasa sebentar lagi pernikahan sakura ucap yuka sambil menikmati secangkir teh hangat.
Sakura yang sibuk dengan shinzi, hanya berpura - pura tidak mendengar perkataan yuka, meskipun dia mendengarnya begitu sangat jelas.
"Iya sayang, sebentar lagi sakura akan menjadi seorang istri. Rasanya begitu cepat, ibu selalu mengira sakura Masi seorang gadis remaja"ucap saru Agata dengan mata yang berkaca-kaca.
Bagaimanapun akan ada rasa kesedihan yang dirasakan seorang ibu saat dia mengetahui anaknya sudah tumbuh dewasa dan akan menikah dengan pria yang dicintainya begitu pula yang dirasakan oleh saru. Dia begitu sedih saat harus menerima kenyataan akan jauh dari sakura putri satu-satunya.
Meskipun hampir beberapa tahun sakura jauh dari dirinya karena sakura memutuskan untuk melanjutkan pendidikan diluar negeri, tapi kali ini sangat berbeda bagi saru karena putrinya Akana memulai kehidupan yang baru dengan suaminya.
__ADS_1
" Ibu, kita masi bisa bertemu sakura ucap Sena yang mencoba menenangkan ibu mertuanya tersebut.
"Iya sayang,kamu benar ucap saru yang menghapus air matanya .
"Sakura ayok kemari ucap Yuka.
"Ia kak ada apa???? ucap sakura yang berjalan menghampiri Yuka sambil menggendong shinzi.
"Ayok katakan sakura, kado pernikahan apa yang kamu inginkan nantinya ? ucap Yuka yang sangat antusias bertanya kepada sakura.
"Kado pernikahan????? Itu tidak perlu kak ucap sakura.
"Tentu saja itu harus sakura. Bagaimana mungkin tidak ada kado pernikahan untuk adik kami satu-satunya ucap Yuka.
Sakura hanya diam mendengar ucapan Yuka. Dia sama sekali tidak memikirkan mengenai kado pernikahan karena pernikaha itu bukanlah keinginan dirinya.
"Aku mau istirahat", ucapnya sambil memberikan shinzi kepada sena.
"Iya sayang, kamu memang membutuhkan istirahat. Beberapa hari ini ibu perhatikan kamu sangat sibuk sekali dengan pekerjaan mu ucap saru.
"Baiklah kalau begitu aku izin istirahat ucap sakura yang pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju kamarnya.
Sena menyadari bahwa pembahasan mengenai pernikahannya membuat sakura merasa tidak nyaman. Pernikahan yang seharusnya menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu dan membuat mereka yang menjalankannya merasa bahagia, tapi itu tidaklah dirasakan oleh sakura. Dia menghadapi setiap proses yang ada hanya dalam paksaan dari kelurga besarnya bukan didasari karena cinta.
Sakura hanya berdiam diri di balkon kamarnya, dia menikmati udara malam dengan angin yang bertiup kearahnya. Membayangkan dirinya yang sebentar lagi menjadi istri dari Daichi Tama membuatnya begitu frustasi. Dia merasa akan ada masalah yang akan dihadapinya ketika menjadi istrinya dari daichi tama, itulah perasaan yang selalu muncul di dirinya .
"Bisakah aku mencintaimu Daichi?????
°°
"Apakah dia bisa mencintai pria yang sama sekali tidak dicintainya???"
"Apakah dia bisa hidup bersama dengan pria yang tidak dicintainya?"
"Apakah dia akan bahagia nantinya?"
Pertanyaan itulah yang selalu dipikirkan oleh sakura, dia selalu bertanya pada dirinya bisakah dia melakukan semua itu. Menjadi seorang istri dari pria yang sama sekali tidak dicintainya bahkan mungkin saja pria tersebut juga tidak mencintainya.
Dia hanya takut untuk mencoba membuka hatinya, dia takut ketika dia mulai membuka hatinya untuk menerima daichi Tama hanya akan ada perasaan kecewakan yang akan muncul nantinya.Dia hanya tidak ingin menyakiti perasaannya untuk kedua kalinya.
Bagi sakura setiap orang pantas mendapatkan kebahagian termasuk dirinya, bukan karena dia egois. Akan tetapi dia merasa bahwa dirinya juga pantas mendapatkan kebahagian seperti yang dirasakan oleh orang lain.
Kesedihan yang selalu dirasakannya, bisakah berubah menjadi kebahagian????
Itulah pertanyaan yang belum bisa terjawab oleh sakura dan menjadi harapannya.
Malam ini dia hanya menikmati pemandangan malam yang begitu indah dengan bintang-bintang di langit, semua tampak bercahaya begitu terang tentu saja membuat dia begitu menikmati malam-malam terakhirnya seperti ini sebelum dia meninggalkan kamarnya dan memulai kehidupan yang baru sebagai seorang istri dari Daichi Tama.
Guyss, jangan lupa LIKE , COMENT AND VOTE. Please dukung aku dengan cara melakukan ketiganya yaaa....
Aku mengharapkan dukungan kalian semua🥰.
Bersambung.....
__ADS_1