
"Terima kasih daichi, kamu sudah menemaniku", ucap geral.
"Sama-sama geral, aku senang bisa membantu mu mencari hadiah untuk putrimu", ucap daichi.
"Baiklah kalau begitu aku pamit, semoga hubungan kerja sama kita terus berjalan ",. ucap geral sambil berjabat tangan dengan daichi.
"Ia tentu saja geral", ucap daichi.
"Sampai ketemu lagi sekertaris Yun", ucap geral yang juga menjabat tangan sekertaris Yun.
"Hati-hati tuan geral semoga sampai dengan selamat di tujuan anda ", ucap sekertaris Yun.
Geral berjalan melangkah masuk kedalam mobilnya dan akhirnya pergi meninggalkan mall itu.
"Maaf tuan , apa anda langsung pulang?" tanya sekertaris Yun.
"Tidak , kita kembali ke kantor ada beberapa pekerjaan yang ingin aku periksa sambil aku mengechas ponselku", ucap daichi.
"Baik tuan daichi, silakan", ucap sekertaris Yun yang membukakan pintu mobil untuk daichi.
•
•
Beberapa menit kemudian mereka tiba dikantor, daichi ditemani oleh sekertaris Yun menujuh keruangan daichi.
"Sekertaris Yun tolong ambilkan berkas kerja sama dengan perusahan Wunan Group", ucap daichi.
"Baik tuan daichi saya akan mengambilkannya", ucap sekertaris Yun
Daichi melihat jam tangannya yang masih menunjukan pukul 17:00.
"Masih ada waktu beberapa jam lagi", ucapnya.
"Ini tuan daichi berkas yang anda minta", ucap sekertaris Yun sambil menyerahkan berkas yang diminta daichi.
"Terima kasih sekertaris Yun", ucap daichi.
"Kenapa anda tidak memeriksanya besok saja tuan daichi, nona sakura pasti sudah menunggu anda di rumah", ucap sekertaris Yun.
"Masih ada waktu satu jam sekertaris Yun, setelah ini selesai aku akan pulang. Lebih baik sekarang suruh antarkan dua cangkir kopi untuk kita karena aku sepertinya ingin minum secangkir kopi hangat sekarang",ucap daichi.
"Ahh, baik tuan", ucap sekertaris Yun.
°°°°
Kediaman Tama 🏡
"Sudah sore nona, saya harus pulang", ucap Kimi.
"Tinggallah disini sebentar lagi Kimi untuk makan malam bersama",. ucap sakura.
"Jangan nona, itu tidak perlu. Aku harus pulang sekarang", ucap Kimi yang bangkit dari tempat duduknya.
"Aku sangat kecewa Kimi jika kamu menolaknya.
"Ayolah aku akan menelepon daichi agar dia juga mengajak sekertaris Yun", ucap sakura.
"Se-kertaris Yun? Kenapa harus mengajak dia?", tanya Kimi yang terlihat seperti salah tingkah saat mendengar nama sekertaris Yun.
"Supaya kamu merasa tidak segan jika dia juga ada ", ucap sakura.
"Nona sakura, Terima kasih untuk ajakannya, tetapi aku minta maaf tidak untuk hari ini ", ucap Kimi
"Baiklah kalau begitu, yasudah ayok aku akan mengantarmu ke depan ", ucap sakura yang mulai melangkah berjalan diikuti oleh Kimi.
"Apa sudah ingin pergi?"
Keduanya bersama-sama menoleh kearah belakang,
"Ibu", ucap sakura.
"Apa kabar Nyonya",ucap Kimi sambil menundukkan kepalanya.
"Sangat baik".
"Apa sudah mau pulang?" tanya Imoto lagi.
"Ia nyonya", jawab Kimi.
"Kenapa buruh-buruh sekali, tinggallah sebentar lagi untuk makan malam".
__ADS_1
"Daichi juga sebentar lagi akan pulang dan kita akan makan malam bersama-sama", ucap Imoto.
"HAHAHA, Nona sakura juga sudah mengajak saya, tetapi hari ini saya tidak bisa nyonya karena masih ada urusan yang harus diselesaikan", ucap Kimi.
"Hmm, baiklah mungkin lain kali kita bisa makan malam bersama", ucap Imoto.
"Ia nyonya", jawab kimi.
"Ibu sebentar sakura kedepan duluh untuk mengantar Kimi", ucap sakura.
"Ia sayang, antarlah", jawab Imoto.
Mereka pun pergi meninggalkan Imoto menujuh keluar, sesampai di luar Kimi kembali melirik kedalam dan saat dia merasa semua aman dia pun memulai pembicaraan dengan sakura.
"Nona sakura", ucap Kimi.
"Hmmm, Ada apa?" tanya sakura.
"Ibu mertua Anda sangat baik, aku sama sekali tidak menyangka dia begitu ramah seperti anda".
"Bertolak belakang sekali dengan sifat tuan daichi yang terlihat angkuh dan sombong",ucap Kimi.
Sakura hanya tertawa mendengar ucapan Kimi mengenai daichi, dia sama sekali tidak marah saat mendengar seseorang mengatakan hal buruk mengenai suaminya.
"Ma-afkan saya nona sakura", ucap Kimi yang baru menyadari bahwa dia sedikit lancang dalam menilai daichi.
"Sudahlah Kimi", ucap sakura yang tersenyum
"Apa anda marah?tanya Kimi.
"Tentu saja tidak Kimi, kenapa kami berpikiran seperti itu",ucap sakura.
"Syukurlah kalau anda tidak marah dengan saya", ucap Kimi yang terlihat begitu lega.
"Nona sakura kalau begitu saya pamit duluh, sampai jumpa lagi nona ", ucap Kimi.
"Baiklah, hati-hati", ucap sakura sambil memeluk Kimi.
Ketika Kimi telah pergi, sakura kembali masuk kedalam rumah. Di sana Imoto masih menunggu sakura kembali selepas mengantar kimi.
"Apa dia sudah pergi sayang?"Tanya Imoto.
"Sudah ibu", jawab sakura.
"Baik Bu, kalau begitu sakura kekamar duluh", ucap sakura.
"Ia sayang", ucap Imoto.
Sakura bergegas menujuh kekamarnya untuk bersiap-siap karena dia ingin menyambut daichi saat pulang kerja.
"Aku harus cepat-cepat"ucap sakura yang pergi menujuh ke kamar mandi.
Selepas selesai mandi, dia merasa kebingungan dalam memilih pakaian yang akan dikenakannya malam karena dia ingin terlihat begitu cantik di depan daichi.
"Sepertinya aku harus mengambil bajuku dirumah ", batin sakura.
Dia memilih gaun berwarnah kuning yang akan dikenakannya malam ini, kemudian dia menata rambutnya dan mengoleskan sedikit makeup di wajahnya yang terlihat mulus dan putih tanpa sentuhan makeup sekali pun
Bimm!!.....Bimm!!! ... Bim!!!!!
Terdengar bunyi klakson mobil, sakura langsung bergegas turun kebawah untuk menyambut kepulangan daichi. Perasaannya begitu sangat bahagia akan bertemu dengan daichi yang baru ditinggal beberapa jam, tetapi baginya terasa begitu sangat lama dan membuat perasaannya terasa tersiksa.
Selangkah demi selangkah dia menuruni anak tangga dengan wajah yang terus menebar senyuman yang begitu indah, hingga akhirnya langkah kaki itu terhenti saat melihat sosok yang muncul saat pintu itu terbuka bukanlah sosok yang dinantinya.
"A-yah", ucapnya yang perlahan menuruni anak tangga.
"Bagaimana hari mu menantuku", ucap Arashi.
"Sangat menyenangkan ayah, ibu selalu punya cara untuk membuat semuanya begitu menyenangkan", jawab sakura yang tersenyum.
"Sakura kamu bisa saja", ucap Imoto.
"Dimana daichi?"Apa dia belum pulang?" Tanya Arashi.
"Sepertinya sebentar lagi dia akan pulang ayah", ucap sakura.
"Baguslah, setidaknya kita bisa makan malam bersama", ucap Arasi.
"Yasudah, Suamiku lebih baik kamu sekarang mandi ", ucap Imoto.
"Hmm", jawab Arashi yang pergi kekamarnya.
__ADS_1
"Ibu, sakura keruang makan duluh untuk mengecek apa semuanya sudah siap", ucap sakura
"Baik sayang", ucap Imoto.
•
•
"Apa anda akan pulang?" tanya sekertaris Yun yang baru masuk kedalam ruangan daichi.
"Hmmm, aku harus pulang sekarang sakura pasti sudah menunggu ku", ucap daichi sambil merapikan berkas dia atas mejanya.
"Ayolah tuan daichi, masih ada waktu setengah jam lagi", ucap sekertaris Yun yang seakan menggoda daichi Tama
"Apa sekarang kamu berani menyindir boss mu sekertaris yun?" tanya daichi dengan tatapan yang terlihat mematikan.
"Hahahah, mana mungkin saya berani menyindir anda tuan daichi", jawab sekertaris Yun sambil memegang kepala belakangnya.
"Baguslah sepertinya kamu masih membutuhkan pekerjaan", ucap daichi.
"Ten-tu saja tuan daichi ", jawab sekertaris Yun.
Di sela- sela pembicaraan mereka, ponsel daichi yang sedang di chas terus saja bergetar tanpa di sadari ya karena di men silence bunyi ponselnya.
"Tuan sepertinya ada yang menelepon Anda mungkin itu nona sakura", ucap sekertaris Yun.
Daichi langsung menoleh kearah belakang tepat dimana ponselnya sedang di chasnya, dia melihat layar ponselnya ada no yang tak dikenalnya menghubunginya dan seperti biasa dia akan mengabaikan panggilan itu.
"Siapa tuan?" tanya sekertaris Yun
"Entahlah no yang tidak dikenal", jawab daichi yang kembali merapikan berkas-berkas yang akan sebagian di bawahnya pulang kerumah.
Dreg....Dreg...Dreg...
"Sepertinya ponsel anda bunyi lagi tuan", ucap sekertaris Yun.
"Abaikan saja, aku juga tidak tau itu no siapa", jawab daichi.
"Sepertinya sudah mati", ucap sekertaris Yun yang melihat cahaya yang berasal dari layar ponsel daichi sudah mati.
Namun beberapa detik kemudian, ponsel itu kembali bergetar untuk kesekian kalinya dan membuat sekertaris Yun sedikit penasaran siapa yang dari tadi terus menghubungi daichi.
"Tuan daichi sepertinya itu sangat penting karena dia terus menelepon anda. Apa tidak sebaiknya anda mengangkatnya.", ucap sekertaris yun.
"Sepertinya kamu benar sekertaris Yun, no ini terus menghubungi ku", ucap daichi sambil meraih ponsel yang masi dichasnya dan mengangkatnya.
"Hallo",ucap daichi dengan suaranya yang serak.
"Ada Apa?" Tanya daichi
Sekertaris Yun terus melihat ekspresi wajah daichi yang terlihat begitu tidak senang dan terkesan dingin menjawab telepon tersebut.
"Siapa yang menelepon", batin sekertaris Yun sambil terus melihat daichi.
"Aku tidak bisa datang, jika tidak ada lagi aku akan mematikannya", ucap daichi.
Namun ekspresi wajah daichi berubah seketika, kedua matanya terbuka begitu lebar dan terlihat begitu kaget. Entah apa yang baru saja disampaikan oleh sosok yang menelepon daichi hingga membuat daichi seketika berubah.
"Dimana?? Baiklah aku akan datang sekarang", ucap daichi yang terlihat panik dan langsung mematikan teleponnya.
"Ada apa tuan daichi?" sekertaris Yun terlihat kebingungan melihat daichi yang terkesan terburu-buru
"Aku harus pergi duluh sekertaris yun, ada sedikit masalah", ucap daichi sambil mengenakan jas nya.
"Apa sesuatu terjadi dengan nona sakura tuan?" tanya sekertaris Yun yang kini terlihat begitu panik
"Bukan, ini masalah lain. Aku pergi duluh"ucap daichi.
"Biar saya menemani anda tuan", ucap sekertaris Yun.
"Tidak perlu sekertaris yun, aku akan diantar oleh pak hans. "Sampai jumpa besok", ucap daichi sambil menepuk bahu sekertaris Yun dan pergi meninggalkannya.
"Hati-hati tuan daichi ", ucap sekertaris yun.
Dia begitu penasaran dengan orang yang baru saja menghubungi daichi dan apa yang dikatakannya hingga membuat daichi terlihat begitu panik dan cemas, jika itu bukan mengenai sakura lalu siapa lagi yang bisa membuat daichi terlihat begitu panik karena sekertaris Yun tau Sakura Agata lah wanita yang bisa membuat daichi terlihat begitu kacau. Namun, seketika satu nama terlintas dipikirannya dan membuatnya mengalihkan pandangannya kearah saat daichi pergi meninggalkannya.
"A-pa mung-kin itu Sera?" ucap sekertaris Yun dengan tatapan matanya yang terlihat menegang.
"Aku harap itu bukan dia, kumohon taun daichi", ucap sekertaris Yun.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
__ADS_1
Bersambung..