Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 95 Bulan madu


__ADS_3

Please bantu author dengan vote yaaaaaa....


Author sangat berterima kasih buat kalian yang selalu mendukung author.


Disini saya ingin berterima kasih untuk mbak Nita Triyo , Veronica Tri Widadi , Wulan Purnama , Siti Azizah, Hartini Lim , Arista Novemberi , Irmha Firmansyah. Terima kasih buat Ratusan poin yang kalian berikan kepada saya itu sangat berarti dan untuk kalian semua yang sudah mendukung saya tidak bisa saya sebutkan semua satu - persatu. 🌺


Saya akan berusaha selalu membuat cerita yang semakin menarik 🤗


•••••••••••••••••••


Akhirnya mereka sampai di negara tujuan mereka, keduanya berjalan menujuh pintu keluar bandara untuk menemui supir yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Apa kamu lelah?" tanya daichi.


"Tidak..," ucap sakura yang tersenyum kepada daichi.


Ketika merek tiba diluar, seorang pria paruh baya datang menghampiri keduanya.


"Apa anda tuan Daichi Tama dan nona Sakura Agata?" tanya pria itu


"Benar..,"ucap daichi.


"Saya Ago supir pribadi anda tuan daichi", ucap pria itu.


"Ahh...., jadi anda yang diminta tuan Yun untuk menjemput kami",ucap daichi.


"Benar tuan daichi", ucap pria itu.


"Tapi bagaimana anda bisa tau bahwa itu adalah kami?" tanya sakura yang sedikit penasaran.


"Tuan Yun telah mengirim foto anda berdua nona", jawab pak ago.


"Oh..., begitu rupanya", ucap sakura.


"Dimana mobilnya?" tanya daichi.


"Ada disana tuan, mari saya bawakan kopernya tuan", ucap pak ago.


"Tidak usah..., biar saya yang membawanya", ucap daichi


"Tapi tuan daichi", ucap pak ago yang merasa tidak enak karena itu adalah tugasnya.


"Pak Ago , biarkan suami saya yang membawanya karena suami saya ini sangat kuat", ucap sakura yang tersenyum menatap daichi.


"Dasar...", ucap daichi yang tertawa.


Mereka pun berjalan menujuh dimana mobil mereka diparkir.


"Ini mobilnya tuan", ucap ago.


"Yasudah kalian masuklah, aku akan memasukan koper ke bagasi dulu", ucap daichi.


"Biar saya membantu anda tuan", ucap pak ago.


"Tidak usah", ucap daichi.


Sakura dan pak ago pun masuk kedalam mobil, mereka menunggu daichi yang masih memasukan koper kedalam bagasi.


"Ayok kita berangkat pak ago", ucap daichi saat masuk kedalam mobil.


"Baik tuan", jawab pak ago yang mulai mengemudikan mobil itu.


Sepanjang perjalanan pandangan mata sakura terus tertujuh kepada daichi, tentu saja daichi menyadari bahwa sakura terus saja menatapnya.


"Ada apa?" tanya daichi yang menatap sakura.


"Tidak ada", jawab sakura yang tersenyum.


"Lalu kenapa terus melihat ku", ucap daichi.


"Entahlah, aku juga tidak tau kenapa ingin terus menatap wajahmu", ucap sakura yang tertawa dan marasah begitu malu.


"Aih......,. Kenapa kamu tiba - tiba berubah seperti ini?"tanya daichi.


"Apa kamu merasa tidak nyaman?" tanya sakura.


"Tidak..., aku menyukainya", ucap daichi.


Sakura langsung melingkarkan tangannya pada lengan daichi yang begitu kekar sambil tersenyum dan menyandarkan kepalanya. Daichi hanya tersenyum sambil mengelus rambut sakura saat melihat tingkah sakura yang tiba - tiba saja menjadi begitu manja dengannya.


Sepanjang jalan sakura melihat kota yang begitu terang dengan dihiasi cahaya lampu yang meneranginya.

__ADS_1


"Indah sekali", ucap sakura yang mendekatkan wajahnya melihat keluar dari dalam jendela.


"Semakin malam pemandangan kota disini semakin indah nona sakura", ucap pak Ago.


"Benarkah? Aku sama sekali tidak tau karena itu pertama kalinya aku kesini", ucap sakura.


"Apa kamu mau kita berhenti sebentar?" tanya daichi.


"Tidak..., lebih baik kita langsung kembali karena besok pagi kamu juga harus bertemu dengan rekan bisnis mu", ucap sakura.


"Kamu benar sakura, tetapi kalau kamu ingin melihat sebentar saja sepertinya itu tidak masalah ", ucap daichi.


"Kita bisa melihatnya besok daichi", ucap sakura.


"Baiklah..., kalau begitu kita langsung menujuh apartement", ucap daichi.


Sakura kembali menyandarkan kepalanya di lengan daichi yang membuatnya begitu nyaman melakukannya sepanjang perjalanan menujuh ke apartment yang akan mereka tinggali selama satu Minggu kedepan.


••••••


"Kita sudah sampai tuan", ucap pak ago.


"Sudah sampai?" tanya daichi.


Sakura langsung mengangkat kepalanya untuk melihat disekitarnya.


"Begitu bagus", ucap sakura.


"Sekertaris Yun selalu bisa ku andalkan. Ayok kita turun", ucap daichi.


Keduanya pun turun dari dalam mobil, kedua mata sakura berputar melihat sekitarnya sedangkan daichi bersama pak Ago sibuk menurunkan koper yang ada di bagasi.


"Ayok sakura", ucap daichi yang mengulurkan tangannya kepada sakura.


"Dimana barang - barang kita?" tanya sakura.


"Mereka sudah membawanya", ucap daichi.


"Siapa?" tanya sakura.


"Petugas disini", ucap daichi.


"Daichi...", ucap sakura.


"Tempat ini sangat mewah", ucap sakura yang tak hentinya melihat sekelilingnya.


"Tentu saja, ini adalah private apartement sakura", ucap daichi.


"Sungguh?" tanya sakura.


"Iya, hanya orang - orang tertentu saja yang tinggal disini", ucap daichi.


Begitu kagumnya akan kemewahan yang di lihatnya hingga membuatnya tidak sadar bahwa mereka telah sampai di depan ruangan mereka.


"Kita sudah sampai", ucap daichi yang mencoba membuka pintu apartement itu.


Ketika pintu itu terbuka, daichi menarik tangan sakura untuk masuk kedalam. Kedua mata sakura tercengang saat melihat kemewahan dari ruang apartement milik mereka.


"Luar biasa..", ucap sakura yang begitu sulit mengeluarkan kata - kata.


Daichi terus memperhatikan sakura di sampingnya, dia hanya tersenyum saat melihat sakura bahagia. Dia mengikuti sakura yang mulai mengelilingi setiap sudut dari apartement itu.


"Daichi...", ucap sakura yang langsung membalikan badannya menatap daichi.


"Apa kamu menyukai dapurnya?" tanya daichi.


"Aku sangat menyukainya, ini luar biasa", ucap sakura sambil memeriksa isi lemari.


"Aku sengaja menyuruh sekertaris Yun untuk mencari dapur yang besar dengan peralatan masak yang lengkap karena aku tau kamu suka memasak", ucap daichi.


"Terima kasih sayang", ucap sakura yang berjalan menghampiri daichi dan langsung mendaratkan kecupan singkat di bibir daichi.


Kaget itulah yang dirasakan daichi, dia sama sekali tidak menyangka bahwa sakura akan menciumnya secara tiba - tiba seperti itu.


"Terima kasih untuk semuanya", ucap sakura yang tersenyum kepada daichi.


Dia kembali melihat - lihat dapur itu, dia mengecek isi kulkas empat pintu yang terletak di sudut dan saat dia membuka kulkas itu sudah terdapat beberapa bahan makan yang telah disediakan.


"Luar biasa", ucap sakura yang terlihat takjub.


"Kemarilah, aku ingin menunjukan sesuatu kepadamu", ucap daichi yang menarik sakura dan menutup matanya dengan tangannya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan daichi?"tanya sakura yang terlihat bingung saat tangan daichi menutupi matanya.


"Tenanglah, sebentar lagi kita akan sampai dan kamu akan mengetahuinya ", ucap daichi yang menuntun sakura berjalan secara perlahan menujuh kesebuah ruangan.


"Aku sangat penasaran", ucap sakura.


"Tunggu, aku akan membuka pintunya dulu", ucap daichi.


Kemudian keduanya bersama - sama berjalan masuk kesebuah ruangan.


"Baiklah, sekarang bukalah matamu", ucap daichi.


"Sekarang???" tanya sakura.


"Hmmm..., ucap daichi yang berdiri dibelakang sakura.


Dengan perlahan dia membuka kedua matanya, cahaya terang langsung menyambutnya saat kedua matanya terbuka setengah. Kedua matanya tercengang saat membuka matanya, mulutnya terbuka begitu lebar dengan satu tangannya yang menempel dimulutnya. Dia hanya mampu tertawa saat mulutnya begitu sulit mengeluarkan kata - kata dengan badannya yang terasa merinding.


Ruangan kamar itu sangat besar dengan warnah putih yang menghiasi setiap dekorasi. Pandangan sakura fokus pada tempat tidur yang besar di tengah ruangan dan di atas tempat tidur itu terdapat banyak bunga mawar merah yang berserakan.


"Apa kamu menyukainya? tanya daichi yang berbisik di telinga sakura sambil melingkarkan tangannya di pinggang sakura dari arah belakang.


Dia masih mencoba menyadarkan dirinya dari segala situasi yang terjadi saat ini, kejutan romantis yang diberikan daichi untuk nya masih membuat dirinya tak menyangka dan hanya diam dalam pikirannya sambil membelakangi daichi.


"Apa yang sedang kamu pikirkan sakura?" tanya daichi yang mendekatkan wajahnya ke sisi samping wajah sakura.


"Tidak ada", ucap sakura yang memecahkan keheningan.


Perlahan dia memutar badannya dan menatap daichi yang melemparkan senyuman indah untuknya. Cahaya lampu yang terang tepat berada di atas kepada daichi hingga membuat wajahnya yang tampan begitu bersinar, melihat ketampanan yang dimiliki daichi membuat sakura tak kuasa untuk terus menatapnya hingga membuatnya sulit berbicara dan merasa tenggorokannya begitu kering dan membutuhkan segelas air untuk membasahinya.


"Terima kasih untuk semuanya, ini adalah bulan madu yang luar biasa untuk ku", ucap sakura yang menatap kedua mata daichi yang terlihat bercahaya .


"Apa menurut mu ini luar biasa?" tanya daichi.


Sakura hanya diam dan menganggukkan kepalanya dengan kedua mata yang terus menatap pria yang berdiri di depannya, kedua mata mereka bertemu dan saling menatap satu sama lain. Daichi menarik sakura kedalam pelukannya dan langsung menggendongnya secara mendadak hingga membuat sakura terkejut dan berteriak, jantung sakura berdegup kencang dan napasnya seperti tersendat di tenggorokan.


Dengan perlahan daichi menurunkan sakura di atas kasur yang terdapat banyak bunga mawar merah, dia hanya menutup kedua matanya yang masih memerlukan waktu jika harus melakukannya sekarang.


"Apa daichi ingin melakukannya? Aku belum siapa, badanku masih terasa begitu lengket dan gerah", batin sakura.


Dia merasakan wajah daichi begitu dekat dengan wajahnya, perlahan dia membuka kedua matanya dan menemukan kedua mata yang indah sedang melihatnya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan nona Tama?" tanya daichi dengan wajah yang begitu dekat dengan wajah sakura dengan suaranya yang terdengar begitu tenang.


"Dimana wanita yang begitu agresif yang aku lihat tadi", ucapnya yang begitu kekeh.


"A-ku hanya merasa tidak nyaman dengan tubuhku yang masih lengket dan belum mandi", gumam sakura pelan.


"Hmmm..., kamu benar. Aku ingin menyantap mu, tetapi tidak dengan kondisi seperti ini", ucap daichi sambil bangkit dari tempat tidur.


Sakura merasa sedikit lebih lega saat mendengarkan ucapan daichi setidaknya dia masih aman untuk sekarang, saat melihat daichi bangkit sakura langsung dengan cepat bangkit dari tempat tidur.


"Bagaimana kalau kita mandi sekarang, aku mendengar disini ada tempat pemandian air panas yang sangat terkenal", ucap daichi.


"Itu ide yang bagus", ucap sakura yang tersenyum menatap daichi.


"Baiklah, ayok kita kesana", ucap daichi.


"Daichi...", ucap sakura.


"Ada apa sakura?" tanya daichi.


"Pergilah duluan, aku akan menyusul mu karena aku harus membersihkan wajah ku yang masih penuh dengan makeup", ucap sakura sambil mengarahkan tangannya menunjuk wajahnya.


Mendengarkan ucapan sakura, daichi hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekat kearah sakura.


"Baiklah, aku akan menunggumu disana. Aku berharap kamu tidak Kabur nyonya Tama", bisik daichi tepat di telinga sakura.


Hembusan nafas daichi begitu terasa dan menggelitik kulit sakura yang terasa panas saat ini, sakura mencoba menenangkan dirinya dan mengalihkan pandangannya kepada daichi yang seperti sedang menggoda dirinya.


"Aku hanya perlu waktu beberapa menit saja tuan Tama, setelah itu aku akan menyusul mu", ucap sakura dengan suara nya yang lantang.


Daichi hanya tertawa saat melihat ekspresi wajah sakura yang terlihat kesal saat dia menggoda sakura.


"Aku pergi dulu kalau begitu , jangan membuatku menunggu terlalu lama karena aku tidak terlalu suka menunggu", ucap daichi.


"Baiklah Daichi Tama", ucap sakura yang tersenyum menatap daichi.


Dia berjalan keluar melewati pintu kamar yang terbuka begitu lebar dan terdengar suara pintu tertutup. Sakura berjalan keluar kamar untuk memastikan daichi telah pergi, seketika saja sakura tergeletak duduk di lantai dengan jantunganya yang berpacu begitu cepat.


"Tamatlah kau sakura", ucapnya dengan kedua mata yang mengarah ke pintu yang tertutup...

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2