Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 92 Bandara


__ADS_3

Author ingin berterima kasih buat kalian yang sudah mendukung saya selama ini, terutama untuk kalian yang terus vote novel yang saya tulis.


Disini saya juga ingin meminta maaf, jika mungkin ada penulisan yang sering salah saya lakukan dan kedepannya saya akan lebih teliti lagi


Jika di episode awal ada banyak kesalahan dalam penulisan, saya akan berusaha untuk memperbaikinya saat saya memiliki waktu yang kosong karena jika saya fokus memperbaiki tulisan saya kemungkinan akan memakan waktu buat saya melanjutkan episode sebelumnya.


Saya berterima kasih buat kritik yang kalian berikan untuk saya dan akan menjadikannya masukan kedepannya.


Terima kasih


..


Aku sayang kalian ❤️🌺


•••••••••••••••. •••••••••••••••


Mereka menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikan semuanya, jam berputar begitu cepat hingga keduanya tak sadar hari sudah gelap, bulan dan bintang telah muncul menghiasi langit di malam hari.


"Selesai.., ucap sakura sambil merentangkan kedua tangannya dan melonggarkan otot - otot badannya.


"Lihatlah...," ucap daichi


"Hmm.., Ada apa?" tanya sakura.


"Perbandingan koper kita", ucap daichi dengan keningnya yang mengkerut keatas.


Sakura melihat bahwa daichi hanya membutuhkan satu koper untuk tempat barang - barangnya sedangkan sakura membutuhkan dua koper yang semuanya berisi barang - barang yang diperlukan saat disana.


"Wah.., sepertinya itu bukan sebuah mitos", ucap daichi sambil menepuk kedua tangannya dengan kedua mata yang terlihat takjub.


"Mitos? Maksudnya?"tanya sakura yang terlihat bingung.


"Jika seorang pria dan wanita bepergian bersama, wanitalah yang jauh lebih banyak membawa barang - barang", ucap daichi.


"Ahh..., jangan katakan itu", ucap sakura yang terlihat malu.


"Kenapa barang - barang wanita lebih banyak dibandingkan pria? Padahal waktu dan hari yang bersamaan", ucap daichi yang mencoba berpikir dengan pertanyaannya sendri.


"Karena kami kaum wanita lebih detail dari kalian kamu lelaki. Kalian bisa menggunakan pakaian yang sama dalam beberapa hari sedangkan kami akan merasa risih menggunakan pakaian yang tidak diganti", ucap sakura.


"Hmm.., kalian selalu saja mempunyai jawaban untuk semua pertanyaan", ucap daichi.


"Itulah kelebihan kami", ucap sakura sambil tertawa.


Keduanya hanya tertawa memecahkan keheningan malam di dalam kamar yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan.


"Daichi..", ucap sakura yang mulai bangkit berdiri.


"Hmm..., Ada apa sakura?" tanya daichi yang sedang mengambil handuk di dalam lemari.


"Kimi mengatakan akan ikut mengantar kita ke bandara besok pagi. Apa tidak masalah jika Kimi ikut saat mengatakan kita?" tanya sakura


"Tentu saja sayang, tidak masalah sama sekali. Aku akan meminta sekertaris Yun untuk mengantar kita juga sehingga kita bisa dalam satu mobil semua", ucap daichi.


"Terima kasih ", ucap sakura yang tersenyum kepada daichi.


Daichi hanya mengelus kepala sakura dengan lembut saat melihat senyum yang tergambar begitu indah di wajah sakura.


"Yasudah, aku mandi dulu", ucap daichi yang melangkah berjalan menujuh kearah pintu untuk keluar.


"Kamu mau kemana?"tanya sakura.


Pertanyaan sakura memberhentikan langkah kaki daichi, dia langsung membalikan badannya dan menatap sakura.


"Aku ingin mandi sakura ", ucap daichi.


"Aku tau daichi, tapi kenapa kamu harus keluar sedangkan di dalam ada kamar mandi", ucap sakura.


Daichi langsung menatap kearah kamar mandi yang ada dikamar.


"Astaga.., aku lupa karena sudah terbiasa mandi dikamar tamu", ucap daichi.


"Yasudah mandilah", ucap sakura.


"Hmm..,"ucap daichi yang melangkah berjalan menujuh ke kamar mandi.


Sakura kembali mengecek kembali barang - barang yang akan mereka bawa besok agar tidak ada yang tertinggal.


"Sepertinya semua sudah beres, tinggal menunggu hari keberangkatan besok", ucap sakura.


••••••••••


Hari yang ditunggu - tunggu akhirnya datang juga, hari dimana keberangkatan daichi dan sakura. Waktu menunjukan pukul 07:00 pagi dan kesibukan tengah terjadi dengan langkah kaki yang berjalan mondar mandir.


"Sakura..," teriak daichi.


"Ia daichi", jawab sakura yang baru keluar dari kamar mandi.


"Apa ini saja barang - barangnya?" tanya daichi.

__ADS_1


"Hmm..., Hanya 3 koper ini saja", ucap sakura.


"Baiklah, aku akan memanggil pelayan untuk mengangkatnya turun kebawah", ucap daichi.


"Baik", jawab sakura.


Daichi pun turun kebawah, sakura mencoba mengecek kembali isi didalam tasnya seperti dompet, ponsel, charger dan lain sebagainya telah ada di dalam tas nya dan yang paling penting adalah paspor dan visa keduanya.


"Tunggu dulu..", ucap sakura yang mulai terlihat panik dan mengeluarkan semua isi di dalam tasnya.


"Dimana tiketnya?" ucap sakura yang mulai terlihat panik.


"Kenapa tidak ada?" ucap sakura yang kembali memeriksa setiap kantong tas nya.


"Apa yang terjadi sakura?" tanya daichi yang kembali muncul.


"Aku sedang mencari tiket", ucap sakura tanpa menatap daichi.


"Tiket?"tanya daichi.


"Hmmm.., Aku tidak menemukannya daichi", ucap sakura.


Daichi hanya tersenyum melihat sakura yang terlihat panik.


"Sakura..," ucap daichi.


"Hmm...,"jawab sakura.


"Sampai kapanpun kamu tidak akan menemukan tiketnya",ucap daichi yang tertawa melihat wajah sakura yang begitu panik.


"Maksudnya?" tanya sakura yang kini mulai mengarahkan pandangannya terhadap daichi.


"Tiket yang dari tadi kamu cari - cari ada bersama sekertaris Yun dan aku sama sekali belum ada memberikannya kepadamu", ucap daichi yang tertawa begitu bahagia.


"Ahh...., kenapa kamu tidak bilang dari tadi", ucap sakura yang terduduk di atas kasur.


Perasaan begitu cemas saat tidak menemukan tiket keduanya, dia takut jika daichi memarahinya akibat keteledorannya. Namun kini perasaanya kembali lega dan sedikit bercampur kesal karena daichi seolah sedang mempermainkannya.


"Kenapa kamu sampai tidak ingat seperti itu sakura?"tanya daichi.


"Entahlah.., rasanya pikiranku bercabang entah kemana - mana ", ucap sakura yang kembali memasukan barang - barang yang dikeluarkannya tadi.


"Yasudah, kita harus turun sekarang. Ayah dan ibu sudah menunggu kita, sekertaris Yun dan Kimi juga sudah ada dibawah", ucap daichi.


"Mereka sudah datang?" tanya sakura.


"Kalau begitu ayok kita turun sekarang", ucap sakura sambil menarik tangan daichi.


Dibawah Arashi dan Imoto sudah menunggu mereka diluar dengan ditemani sekertaris Yun dan Kimi, semua koper telah dimasukan sekertaris Yun di dalam bagasi dan hanya menunggu keduanya untuk berangkat ke bandara.


"Ibu.. Ayah", ucap sakura


"Sakura.., Apa sudah tidak ada yang tertinggal sayang?" tanya Imoto.


"Sepertinya sudah tidak ada lagi ibu", ucap sakura.


"Ibu, ayah kami pamit dulu, kami harus berangkat sekarang karena takut dijalan macet", ucap daichi.


"Hati - hati, ingat daichi jaga istrimu baik - baik disana", ucap Arashi.


"Pasti ayah", ucap daichi sambil memeluk ayahnya.


"Sakura, kamu harus menjaga kesehatan selama disana. Hubungi ibu, jika daichi mengabaikan mu disana", ucap Imoto sambil menatap daichi.


"Ibu jangan khawatir, Aku akan baik - baik saja disana dan daichi pasti akan menjaga diriku", ucap sakura.


"Kalian harus berangkat sekarang", ucap Arashi.


"Baiklah, kami pergi dulu ayah , ibu", ucap keduanya.


Daichi langsung dengan sigap membukakan pintu mobil untuk sakura.


"Masuklah", ucap daichi.


"Baiklah",. jawab sakura sambil berjalan masuk kedalam mobil dan diikuti daichi.


"Kalau begitu kami permisi Tuan dan nyonya", ucap sekertaris Yun dan Kimi.


"Iya.., Hati - hati menyetirnya sekertaris Yun", ucap Imoto.


"Baik nona", jawab sekertaris Yun


Selepas berpamitan, keduanya langsung masuk kedalam mobil dimana sakura dan daichi sudah masuk terlebih dahulu.


"Baiklah, kita berangkat", ucap sekertaris Yun yang mengemudi mobil itu.


Selama di perjalanan, sakura mencoba mengingat - ingat kembali jika ada sesuatu yang mungkin terlewatkan oleh nya.


"Ada apa?" tanya daichi yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Tidak ada", jawab sakura.


"Semua akan baik - baik saja", ucap daichi sambil memegang tangan sakura.


"Hmm..., Jawab sakura yang tersenyum kepada daichi.


Seperti ada perasaan yang masih tidak percaya di dalam pikiran sakura saat ini, akhirnya mereka berpergian juga untuk berbulan madu meski di selah - selah pekerjaan daichi tentunya.


Hampir 1 jam menempuh perjalanan menujuh ke bandara, akhirnya mereka sampai. Tepat di perhentian mobil sekertaris Yun memberhentikan laju mobilnya untuk menurunkan keduanya, tetapi Kimi menyadari sesuatu yang aneh dalam pandangannya.


"Bu- kankah itu para reporter?" ucap Kimi sambil menunjuk kearah yang dimaksudnya dari dalam mobil.


Sekertaris Yun langsung melihat kearah yang ditunjuk Kimi.


"Benar.., Kenapa ada banyak reporter disini", ucap sekertaris Yun.


"Apa ada yang memberitahukan keberangkatan kami?" tanya daichi dari bangku belakang.


"Sama sekali tidak ada tuan, semua begitu tertutup dan saya bisa pastikan itu", ucap sekertaris Yun.


"Saya juga tidak ada memberitahukan siapapun", timpa Kimi.


"Lalu apa yang sedang mereka lakukan semua disini", ucap daichi yang terlihat kesal.


Sakura hanya diam membisu sambil mengamati kerumunan para reporter di luar sana.


"Apa mungkin ada artis yang berpergian atau sedang pulang sehingga mereka datang untuk meliput", ucap Kimi.


"Itu bisa saja nona Kimi", ucap sekertaris Yun.


"Lalu apa yang akan kita lakukan tuan daichi? Apa kita menunggu hingga mereka semua tidak ada?" tanya sekretaris Yun


"Itu tidak mungkin sekertaris Yun karena kita juga tidak tau kapan mereka akan pergi dari sini", jawab daichi.


Daichi melirik sakura yang hanya diam dalam keheningannya.


"Apa kamu baik - baik saja?" tanya daichi yang menatap wajah sakura.


"Hmm.., Aku baik- baik saja", jawab sakura yang mencoba tersenyum.


"Apa kamu percaya kepadaku?" tanya daichi


"Tentu", jawab sakura.


"Percayalah, semua akan baik - baik saja", ucap daichi yang menggenggam tangan sakura semakin erat.


"Kami akan turun disini sekertaris Yun", ucap daichi.


"Apa anda yakin tuan?" tanya sekertaris yun.


"Iya..," jawab daichi.


"Baiklah..., aku akan menurunkan barang - barang anda kalau begitu.


Daichi mulai turun dari dalam mobil, kehadirannya disana belum terlihat oleh para reporter.


"Semua akan baik- baik saja nona sakura, jangan gugup ada tuan daichi disamping anda", ucap Kimi.


"Ia Kimi, ayok kita turun", ucap sakura.


Sakura mulai turun dari mobil dengan diikuti Kimi, dia mencoba merapikan pakaiannya sedangkan Kimi langsung berjalan kebelakang untuk membantu sekertaris Yun yang sedang menurunkan barang - barang.


"Kemarilah sakura", panggil daichi yang mengarahkan pandangannya kebelakang.


Sakura langsung berjalan menghampiri daichi yang sedang menunggunya dan langsung memegang tangan sakura begitu erat sambil melemparkan senyuman.


"Bukankah itu Daichi Tama dan Sakura Agata?" ucap seorang reporter wanita yang melihat kehadiran mereka.


"Benar itu mereka. Apa yang sedang mereka lakukan disini? Wah...wah.. ini adalah berita yang luar biasa", ucap salah seorang reporter.


Keduanya masih berdiri, menunggu kehadiran sekertaris Yun dan Kimi yang sedang mengeluarkan barang bawaan mereka dan berjalan menghampiri daichi dan sakura.


"Sudah semuanya?" tanya daichi.


"Sudah tuan daichi", jawab sekertaris Yun dan Kimi secara bersamaan.


Daichi mulai melangkahkan kakinya berjalan dengan tangannya yang menggenggam erat sakura dan diiringi oleh sekertaris Yun dan Kimi dibelakang mereka sambil mendorong troli yang membawa barang keduanya.


Para reporter langsung memegang kamera mereka untuk bersiap mengambil gambar sakura dan daichi saat melihat keduanya mulai melangkah berjalan.


"Ini adalah berita yang luar biasa", ucap para reporter yang mulai membidik kamera mereka.


Semakin dekat kearah kerumunan reporter, daichi menyadari ketidak nyamanan yang diperlihatkan sakura, gerak - gerik tubuhnya begitu terlihat dan sama ketika pertemuan mereka saat menjalani konferensi pers yang mengumumkan pertunangan mereka. Flash kamera yang diarahkan kepada sakura membuat sakura mulai tak nyaman.


"Aku bersama mu sakura", ucap daichi yang semakin erat memegang tangan sakura.


Keberadaan daichi disampingnya membuatnya sedikit lebih tenang dan nyaman untuk menghadapi orang - orang yang ada disekitarnya, menjadi pusat perhatian ditengah orang - orang masih belum terbiasa bagi sakura dan dia masih dalam tahapan beradaptasi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2