Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 82 Kaget


__ADS_3

Hai semuanya,


Disini saya sebagai seorang penulis ingin berterima kasih buat dukungan kalian...


Terima kasih buat kalian yang selalu menunggu Up dari pernikahan yang dijodohkan yaaaa...


Malam ini akan up 2 bab, jangan lupa buat like and coment setiap bab nya tinggalkan jejak kalian supaya aku bisa tau.


Please dukung aku dan VOTE buat aku masuk dalam rangking jika kalian ingin aku terus semangat buat Up nya...


Ayok bergabung di grup agar kita bisa saling mengobrol dan lebih dekat..


Aku sayang kalian💖💖💖


Selamat membaca 🎉🎉


••••••••••••••


Beberapa jam melalui kemacetan yang panjang selama dijalanan, akhirnya mereka tiba di kediaman Tama. Sakura masih terlelap dengan tidak tega Kimi harus membangunkannya.


"Nona sakura... nona sakura..., kita sudah sampai", ucap Kimi dengan suaranya yang begitu lembut membangunkan sakura.


Perlahan badan sakura mulai bergerak dengan mata yang mulai terbuka.


"Ehhm, kita sudah sampai?" tanya sakura yang mengangkat badannya dari sandaran di bangkunya untuk melihat situasi.


"Sudah nona, kita sudah ada dirumah anda", ucap Kimi.


"Apa aku dari tadi tidur?" tanya sakura yang masih setengah sadar.


" Ia nona, sepertinya Anda sangat kelelahan", ucap Kimi.


"Maaf sudah merepotkan mu Kimi", ucap sakura.


"Anda tidak perna merepotkan saya",.jawab kimi.


"Yasudah, ayok kita turun", ucap sakura.


"Ahh, maaf nona sepertinya saya tidak mampir hari ini", ucap Kimi.


"Hmm, Kenapa Kimi?" tanya sakura.


"Lebih baik anda sekarang beristrahat duluh nona,anda kelihatan begitu lelah", ucap Kimi.


"Kamu benar Kimi, aku merasa begitu lemas tak bertenaga saat ini", ucap sakura.


"Beristirahatlah nona", ucap Kimi.


"Baiklah Kimi, aku akan menghubungi besok dan menceritakan semuanya", ucap sakura.


"Baik nona, jangan pikirkan itu", ucap Kimi.


"Pak Yuko, tolong antar Kimi", ucap sakura.


"Baik nona sakura saya akan mengantar nona Kimi", ucap pak Yuko.


"Saya akan membantu anda", ucap Kimi yang ingin ikut keluar


"Tidak perlu Kimi, aku bisa melakukannya sendri", ucap sakura yang turun dari mobil.


"Masuklah nona sakura", teriak Kimi dari dalam mobil.


"Hati- hati Kimi", ucap sakura yang masuk kedalam mobil.


Ketika melihat sakura masuk kedalam rumah, mobil mereka pun melaju meninggalkan kediaman Tama. Suasana di dalam rumah tampak terlihat sunyi, dia tidak menemukan satu orang pun yang berada di dalam rumah besar itu.


"Kemana perginya semua orang", batin sakura.

__ADS_1


"Anda sudah pulang nona sakura".


Terdengar langkah kaki seseorang berjalan menghampirinya, dia adalah kepala pelayan Ling.


"Kepala pelayang ling", ucap sakura yang menoleh kearah belakangnya


"Nona sakura, apa anda sakit? Anda terlihat pucat sekali", ucap kepala pelayan Ling yang terlihat panik


"Tidak, aku hanya sedikit kelelahan saja", jawab sakura


"Apa saya perlu memanggilkan dokter keluarga untuk anda nona?" tanya kepala pelayan ling.


"Itu tidak perlu, aku hanya perlu beristrahat saja kepala pelayan ling. Dimana ibu? Apa dia ada di kamarnya?" Tanya sakura.


"Nyonya besar dari tadi pergi keluar nona sakura, mungkin sebentar lagi kembali", ucap kepala pelayang ling.


"Ehmm, yasudah aku ke kamar duluh", ucap sakura.


"Jika nona membutuhkan sesuatu panggil saya saja nona sakura", ucapnya.


Sakura hanya tersenyum dan meninggalkan kepala pelayang ling naik keatas menujuh kekamarnya. Hari ini entah mengapa dia merasa begitu lelehan setelah menghabiskan tenaga yang cukup banyak saat berhadapan dengan Sera, emosinya begitu memuncak saat melihat Sera yang tak menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya adalah hal yang salah.


Didalam kamar sakura hanya meletakan tas yang dikenakannya dan melepaskan sepatunya, tanpa menghapus makeup ataupun aksesoris yang dikenakannya dia langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang, begitu nyama hingga membuatnya tidur terlelap.


Pikiran dan perasaan negatif yang selama ini muncul perlahan mulai berusaha mencoba menghilang dari pikiran sakura . Perasaan tidak tenang, gugup, dan panik kini perlahan mulai mampu diatasinya dengan cara menenangkan pikirannya.


Pikirannya yang selalu gelisah beberapa hari ini membuatnya tidak bisa beristirahat, karena dia selalu merasa cemas dan pikirannya berputar-putar mengenai hubungan yang terjadi antara daichi dan Sera. Namun saat dia bertemu dengan Sera beban yang ada di dalam hatinya yang selama ini tersimpan seperti keluar begitu saja membuat hatinya lebih tenang. Baginya saat ini apa yang telah terjadi adalah sebuah masa lalu yang sudah terlewati dan kini dia ingin menghadapi masa depan yang belum terjadi bersama- sama dengan daichi.


°°°°°°°


"Kepala pelayan Ling", ucap Imoto yang baru kembali.


"Nyonya sudah kembali", ucap kepala pelayan Ling.


"Rasanya begitu lelah, tolong ambilkan saya secangkir air", ucap Imoto yang berjalan menujuh keruang keluarga.


"Ini nyonya", ucap sambil memberikan segelas air.


"Terima kasih", ucapnya


Dia langsung meneguk air yang diberikan kepala pelayan Ling, tenggorokan yang dari tadi dirasanya begitu kering kini kembali terasa segar.


"Anda sepertinya sangat haus sekali nyonya", ucap kepala pelayang ling.


"Ia, cuaca begitu panas diluar", ucap Imoto.


"Mungkin karena itu nona sakura tidak enak badan", ucap kepala pelayan Ling.


"Apa yang barusan kamu katakan? Sakura? Dia sudah pulang?" Tanya Imoto.


"Sudah nona dan sekarang sedang beristrahat dikamarnya karena sepertinya dia sedang tidak enak badan",ucap kepala pelayang ling.


"Bagaimana mungkin? Saat dia pergi kondisinya sangat baik", ucap imoto.


"Tapi pada saat nona sakura pulang, wajahnya terlihat pucat", ucap kepala pelayan Ling.


Dengan perasaan panik, Imoto pergi menujuh kekamar sakura untuk melihat kondisi sakura saat ini. Tepat di depan pintu kamar sakura, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu kamar itu. Dia melihat sakura yang sedang berbaring di ranjangnya dengan memakai pakaian yang dikenakannya saat pergi tadi.


"Putriku", ucap nya sambil berjalan kearah ranjang sakura dan duduk.


Dia memegang kening sakura untuk memastikan suhu tubuh sakura, perasaanya sedikit lega saat suhu tubuh sakura dirasanya normal. Begitu nyenyak hingga sakura sama sekali tidak merasakan kehadiran Imoto di kamarnya.


"Dia tidur begitu nyenyak nyonya", ucap kepala pelayan Ling.


"Kamu benar kepala pelayan Ling, lebih baik kita keluar sekarang agar tidak membangunkannya", ucap Imoto yang bangkit dari ranjang sakura.


Dengan langkah kaki yang pelan mereka keluar dari kamar sakura dan menutup pintu kamar itu dengan berhati-hati agar tidak meninggalkan bunyi suara yang dapat membangunkan sakura yang tidur begitu nyenyak.

__ADS_1


°°°°°°°°°°°°°°°°


Kantor Daichi Tama 🏢


Disela-sela obrolan yang santai bersama sekertaris Yun, ponsel daichi yang terletak di atas meja terus berbunyi hingga mengalihkan perhatian keduanya.


"Sepertinya ada yang menelepon Anda tuan", ucap sekertaris Yun.


Daichi langsung mengambil ponsel tersebut dan langsung kembali meletakan ponselnya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Apa anda tidak ingin mengangkatnya tuan?" Tanya sekertaris Yun


"Itu tidak penting sekertaris Yun", jawab daichi.


Baru saja sekertaris Yun ingin memulai pembicaraan, tiba-tiba ponsel daichi kembali berdering.


"Sepertinya itu sangat penting tuan", ucap sekertaris Yun.


Ketika daichi ingin mengangkatnya, panggilan itu pun berakhir, tetapi beberapa detik kemudian masuk sebuah pesan dan membuat daichi begitu penasaran dan langsung membuka pesan tersebut untuk mengetahui apa isi pesan tersebut.


"AKU MOHON DAICHI ANGKATLAH, INI SANGAT PENTING".


Selepas membaca pesan tersebut, ponsel daichi kembali berdering dan tanpa berpikir panjang dia langsung mengangkatnya.


"Ada Apa?" tanya daichi dengan suara yang datar.


"Daichi, sera dalam kondisi yang tidak baik sekarang", jawab Ayana.


"Itu bukanlah urusanku, jangan pernah menghubungiku lagi. Apapun yang terjadi dengan Sera itu bukanlah urusanku", jawab daichi.


Sekertaris yun yang dari tadi berada di depan daichi begitu kaget saat daichi menyebut nama Sera.


"Sera? Apa aku tidak salah dengar?" batin sekertaris Yun yang terus mengamati dan mendengarkan pembicaraan daichi dengan seseorang yang bericara dengan daichi melalui sambung telepon.


"Aku mohon daichi, sekali ini saja datanglah untuk melihat kondisi Sera",. ucap Ayana.


"Kebohongan apa lagi yang ingin kalian ciptakan?" tanya daichi yang kini terlihat mulai kesal.


"Tidak daichi, aku berani bersumpah demi apapun bahwa kondisi Sera sedang menurun saat ini", ucap Ayana.


Dia terus mencoba tanpa putus asa agar daichi mau melihat Sera, meskipun berkali - kali mendapatkan penolakan dari daichi tidak mengurungkan niatnya untuk terus memohon kepada daichi. Apapun akan dilakukannya demi Sera sebagai salah satu bentuk kepeduliannya.


"Hentikan!!!! Aku tidak akan perna bertemu dengan Sera lagi. Jika tidak ada lagi yang ingin kamu katakan, aku akan menutupnya", ucap daichi.


"Tidak....tidak jangan tutup duluh daichi. Aku ingin mengatakan sesuatu", ucap Ayana.


"Katakanlah", ucap daichi.


Terdengar hembusan napas yang panjang dibalik sambungan telepon itu, daichi hanya diam dan menantikan apa yang ingin dikatakan Ayana.


"Sa-kura da-tang me-nemui se-ra", ucap Ayana dengan suara yang terbata-bata.


Ucapan itu berulang-ulang kali terdengar di telinga daichi hingga membuatnya terdiam untuk beberapa saat dengan tatapan mata yang terlihat kosong. Perubahan wajah daichi yang terjadi secara mendadak membuat sekertaris Yun bertanya-tanya apa yang baru saja dikatakan ayana kepada daichi.


"Apa terjadi sesuatu pada Sera?" batin sekertaris Yun.


"Apa yang baru saja kamu katakan? Bicaralah yang benar!!!!!" teriak daichi.


Nada suaranya yang tinggi membuat sekertaris Yun begitu kaget saat melihat daichi semarah itu. Emosinya yang ada didalam dirinya daichi saat ini terlihat tak terkendali dan sudah begitu lama sekertaris Yun tidak melihat kemarahan daichi seperti sekarang dan membuatnya begitu penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Apa lagi yang dilakukan Sera saat ini?


" Apa yang direncanakannya?


Banyak pertanyaan yang muncul dipikiran sekertaris Yun saat mengingat Sera, wanita yang telah merubah daichi menjadi orang yang dingin, angkuh bahkan seakan tidak memiliki hati dan semua berubah saat Sakura Agata mengisi hatinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2