
Menikah karena dijodohkan itulah yang terjadi antara sakura dan daichi, sebuah pernikahan yang sama sekali tidak diinginkan oleh keduanya sebelumnya, namun perlahan perasaan itu tumbuh diantara keduanya hingga mereka mengikat janji pernikahan. Sebuah janji ikatan yang akan selalu setia terhadap pasangan, bersama-sama dalam melewati ujian dan tantangan dalam membangun rumah tangga keduanya.
Ingatan akan janji itu yang selalu terlintas dipikiran sakura, bersama-sama dalam mengahadapi semua ujian meski kenyataannya begitu sulit untuk dilalui saat masalah itu ada dihadapannya,tetapi dia sadar menyerah bukanlah jalan satu-satunya untuk mengatasi persoalan di tengah rumah tangganya.
Menyerah sama halnya dia membiarkan Sera menang dan mendapatkan yang diinginkannya, dimana mendapatkan kembali daichi adalah tujuan utamanya. Meski hatinya terkadang terasa bimbang saat harus memilih antara bertahan di sisi daichi Tama atau harus melepaskannya pergi.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu merusak apa yang aku miliki".
"Akulah ratunya dan selamanya akan menjadi ratu satu-satunya di hati Daichi Tama", ucap sakura
Begitu sulit untuknya antara memilih menggunakan perasaan atau logika, keduanya begitu berbeda seperti dua sisi mata uang. Cintanya yang tulus terhadap daichi mengalahkan rasa kekecewaan yang dirasakanya dan memilih mendengarkan logikanya karena cinta yang tulus tidak akan membiarkan hati untuk memilih.
Hubungan itu dikatakan kuat saat dua orang yang berbeda dan memiliki kekurangan pada dirinya masing-masing memilih bertahan dan berjuang satu sama lain dan menolak untuk menyerah karena tak adalah salahnya berjuang untuk seseorang yang kita cintai dan itulah yang ada dipikiran sakura.
Ketika hati sudah terasa tak sesak, mata sudah mampu membendung tangis dan dirinya telah mampu menata emosi, dia pun melangkah keluar dari kamar mandi dengan perlahan dia membuka pintu itu dan menutupnya kembali hingga tidak terdengar suara.
Pandangannya tertujuh kepada daichi yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku, dia terlihat fokus dengan buku yang sedang dibacanya hingga tidak menyadari bahwa sakura sudah keluar dari kamar mandi. Langkah kaki sakura menyadarkan daichi dan mentap sakura sambil melemparkan sebuah senyuman, senyum yang mampu membuat perasaan sakura berdetak saat melihatnya.
"Kamu sudah siap?" tanya daichi.
"Hmmmm", jawaban yang begitu singkat.
Dia menutup buku yang dibacanya, berjalan mendekat kepada sakura yang berdiri memberikan jarak kepada daichi. Tepat di depannya daichi berdiri sambil menatap sakura yang masih merasa canggung terhadapnya dan hanya memalingkan tatapannya dari daichi.
"Ada apa? Kenapa tidak mau menatap wajahku?" Tanya daichi.
Dengan lembut dia menyentuh dan mengelus pipi sakura yang lembut dan terus tersenyum melihat sakura.
"Aku sangat merindukanmu",ucap daichi dengan suara seraknya.
Kata-kata yang keluar dari mulut daichi membuatnya ingin tertawa dihadapannya, ucapan omong kosong yang entah kenapa membuat sakura begitu muak saat mendengarnya sekarang. Sakura hanya tersenyum, sebuah senyum palsu yang ditunjukannya kepada daichi.
TOK...TOK..TOK
"Nona sakura, nona sakura.
Terdengar suara pelayan wanita dari luar yang terus memanggil nama sakura, saat sakura ingin berjalan membukakan pintu kamar, daichi memegang tangan sakura yang membuat sakura kaget dan menatap wajah daichi.
"Biar aku saja yang membukanya", ucap daichi sambil tersenyum.
Dia pun berjalan menujuh kearah pintu dan membuka pintu kamar itu, dimana seorang pelayan wanita sudah berdiri dan menunggu dari tadi.
"Selamat malam tuan daichi", ucapnya.
"Selamat malam. "Ada apa?" Tanya daichi.
"Nyonya menyuruh saya untuk memanggil anda dan nona sakura untuk makan malam tuan", ucap pelayan itu.
"Baiklah, sebentar lagi kami akan turun", ucap daichi.
Pelayan wanita itu pun turun kebawah saat mendengar perkataan daichi. Daichi kembali menutup pintu kamar itu dan berjalan menghampiri sakura yang masi dengan posisinya.
"Ada apa?" tanya sakura.
"Ibu memanggil kita turun untuk makan malam, mereka sudah menunggu kita di ruang makan", ucap daichi.
Diam membisu itulah yang kembali dilakukan sakura, tanpa memberikan tanggapan kembali terhadap perkataan daichi.
"Ayok kita turun kebawah", ucap daichi sambil menarik tangan sakura.
Merasakan tangannya disentuh, sontak saja sakura mematahkan tangannha dengan gerakan secepat kilat yang menyambar, apa yang dilakukan sakura membuat daichi terlihat kaget dengan pandangannya terarah kepada sakura.
"Maafkan aku", ucap sakura.
"Ada apa denganmu sakura?" tanya daichi yang mulai merasakan keanehan pada sakura.
__ADS_1
"Aku hanya kaget saat kamu menarik tanganku tadi", ucap sakura sambil menggigit bibirnya.
Daichi menyadari ada yang aneh dari sakura saat ini, meskipun dia melihat senyuman di wajah sakura, tetapi dia menyadari itu bukanlah sebuah senyum yang selama ini dilihatnya di wajah sakura. Berkali-kali sakura seperti menolak dirinya yang membuat begitu bingung apa yang terjadi hingga membuat sakura berubah.
"Yasudah, lebih baik turun kebawah sekarang", ucap daichi yang mulai melangkah berjalan.
"Daichi", ucap sakura.
"Hmm", jawab daichi sambil membalikan badannya melihat sakura.
"Sepertinya aku tidak makan malam hari ini karena aku sedang tidak selera makan", ucap sakura.
"Hmmm, baiklah kalau begitu", ucap daichi yang pergi meninggalkan sakura.
Tidak ada pertanyaan atau bujukan yang dilontarkan daichi, melihat sifat sakura yang aneh malam ini membuat daichi mulai merasa kesal. Dengan ekspresi wajah yang terlihat tegang dia berjalan menujuh ruang makan dimana ayah dan ibunya telah menunggu.
"Dimana sakura?" tanya Imoto yang tidak melihat kehadiran sakura.
"Dia tidak makan malam ibu", ucap daichi sambil duduk di kursinya.
"Kenapa?" tanya Imoto.
"Dia tidak selera makan", ucap daichi.
"Apa dia sakit?" tanya Imoto yang menatap daichi
"Tidak", jawab daichi.
"Bagaimana kamu bisa makan saat istrimu tidak makan daichi", ucap Imoto.
"Cukup istriku, biarkan daichi makan terlebih dahulu setelah itu dia akan membawakan makan malam untuk sakura", ucap Arashi.
Meski dia terlihat kesal dengan sakura, tetapi pikirannya terus tertujuh kepada sakura yang ada di kamar. Makanan yang dimakannya terasa begitu hambar saat tidak ada sakura yang duduk menemani disampingnya.
•••••
"Aku tidak bisa terus seperti ini, aku harus melakukan sesuatu", ucap sakura.
Dia membuka ponselnya, mencari no yang ini dihubunginya lalu meneleponnya.
"Hallo", terdengar suara wanita dibalik sambungan telepon.
"Kimi", ucap sakura.
"Ia nona sakura, Apa ada masalah? Kenapa anda menghubungi saya malam-malam begini?" tanya Kimi
"Aku ingin meminta bantuan mu Kimi", ucap sakura.
"Saya akan dengan senang hati membantu anda nona , tetapi apa hang bisa saya bantu?" tanya Kimi yang penasaran.
"Mencari tau mengenai seseorang", ucap sakura.
"Seseorang? Siapa nona?" tanya Kimi yang semakin penasaran.
Ketika dia ingin menyebutkan nama yang dimaksudnya, terdengar bunyi pintu kamar yang terbuka dan melihat daichi sudah kembali.
"Aku tidak bisa menjelaskannya saat ini Kimi", ucap sakura.
"Baiklah nona, besok saya akan datang untuk bertemu dengan anda", ucap Kimi
"Jangan Kimi!! Aku akan datang besok kekantor", ucap sakura.
"Baiklah nona, sampai jumpa besok", ucap Kimi.
"Sakura....Sakura (Sura daichi memanggil)
__ADS_1
Kedua tangannya membawa sebuah talam yang berisi makam malam untuk sakura, dia mencari sakura yang tidak terlihat di dalam kamar.
"Aku disini daichi", teriak sakura.
Dia meletakan makanan tersebut di atas meja dan menghampiri sakura yang berada di balkon kamar.
"Hey, apa yang kamu lakukan diluar?" tanya daichi.
"Tidak ada hanya menantikan bintang bermunculan di langit", jawab sakura
Pandangannya menatap langit dengan harapan akan muncul bintang-bintang yang bercahaya malam ini.
"Udara sangat dingin sakura, kamu bisa sakit", ucap daichi.
"Sebentar lagi", ucap sakura dengan pandangan yang menatap kedepan.
"Aku membawakan mu makan malam, lebih baik sekarang kamu makan", ucap daichi.
"Kenapa kamu membawakan aku makan, aku tidak lapar daichi", ucap sakura.
"Tapi kamu harus makan, meskipun hanya sedikit", ucap daichi.
"Aku tidak lapar daichi, Apa kamu tidak mengerti apa yang aku ucapkan!!!! nada suara sakura mulai meninggi.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" tanya daichi.
"Apa maksudmu?" tanya sakura
"Aku sama sekali tidak mengenali mu hari ini sakura, kamu begitu berbeda", ucap daichi.
"Itu hanya perasaanmu saja daichi", jawab sakura.
"Tidak-tidak, kamu memang berbeda hari ini sakura. Emosimu terus meledak-ledak bukan sepeti sakura yang aku kenal", ucap daichi.
"Apa menurutmu begitu?" tanya sakura.
"Ia kamu sangat berbeda ", jawab daichi.
"Kalau begitu teruslah berpikir seperti itu", ucap sakura dengan sorot matanya yang tajam menatap wajah daichi.
"Aku mau beristrahat", ucapnya sambil berjalan.
Melihat sakura yang ingin pergi meninggalkannya, dia meraih tangan sakura hingga memberhentikan langkah kakinya tepat di samping daichi.
"Apa kamu ada masalah?" tanya daichi.
"Tidak ada", jawab sakura dengan santai.
"Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya daichi.
Sebuah pertanyaan yang begitu luar biasa dirasakan sakura yang diberikan daichi kepadanya, dia berjalan mendekat kepada daichi hingga membuang jarak antara keduanya, kedua wajah mereka begitu dekat dengan saling bertatapan.
"Apa ada yang kamu rahasiakan kepadaku DAICHI TAMA?" tanya sakura dengan senyum yang terangkat ke setiap sudut dengan kedua bola mata yang memancarkan sinar yang berkilau.
Sorot mata yang awalnya menyala kini perlahan mulai padam seperti matahari yang tertutup awan gelap. Dia memucat dengan rahang yang menegang dengan mulut yang tertutup begitu rapat saat mendengarkan pertanyan yang diberikannya ditanyakan kembali oleh sakura.
"Aku menunggu jawaban mu daichi", ucap sakura dengan senyum simpul.
"Ahhh, tentu saja tidak ada yang aku sembunyikan darimu sakura", jawab daichi.
"Sampai kapan kamu harus berbohong kepadaku daichi", batin sakura.
Perasaan sakura kembali kecewa saat daichi tetap saja berbohong kepadanya, dia hanya ingin mendengarkan kejujuran dari mulut daichi meskipun kenyataan itu menyakitkan.
"Kalau begitu aku juga sama, mana mungkin aku menyembunyikan sesuatu dari suamiku karena keberhasilan dari sebuah hubungan adalah kejujuran terhadap pasangan dan rasa saling percaya satu sama lain", ucap sakura dengan mulutnya yang melengkung membentuk senyuman dan pergi meninggalkan daichi.
__ADS_1
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung....