
Brahkkkk!!!!!!
Terdengar suara pintu yang tertutup begitu kuat, daichi hanya tersenyum sambil memperhatikan kearah kamar mandi. Sakura begitu sangat gugup berhadapan dengan daichi, apalagi saat daichi menatap sakura dengan tatapannya yang begitu tajam. Pipinya langsung berubah memerah seperti udang rebus dan membuatnya menjadi salah tingkah.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucap sakura yang hanya berdiri di balik pintu kamar mandi itu.
"Bagaimana ini, kenapa aku begitu pengecut",batin sakura.
Daichi yang masih berada di kamar, mengambil sebuah handuk dari lemari dan pergi meninggalkan kamar tersebut.
Sakura mencoba merelaksasikan badannya dengan berendam di bathtub.
"Ahhhh, rasanya begitu nyama", batin sakura.
Dia menutup kedua matanya, sambil menikmati aroma wangian yang berasal dari lilin-lilin yang dinyalakan di dalam kamar mandi. Sejenak sakura dapat melupakan perasaan gugupnya terhadap daichi.
Hampir setengah jam sakura berendam di bathtub, begitu nyamannya membuatnya tak sadar bahwa dia telah begitu lama berendam.
Dia kembali memilih pakaian yang ada di dalam koper untuk dikenakannya dan membuatnya kembali pusing.
"Kenapa kak Yuka memasukan pakaian seperti ini semua?"ucap sakura.
"Sepertinya ini jauh lebih baik", ucapnya setelah berhasil memilih pakaian hang akan dikenakannya malam ini.
Dia mengenakan baju tidur berwarnah pink yang dianggapnya lebih baik dari sebuah baju yang ada. Ketika dia selesai berpakaiannya, ponselnya yang diletakannya di dalam kopernya berbunyi, satu pesan masuk ke ponselnya dan itu berasal dari Sena.
"Apa yang sedang kamu lakukan sakura?" tanya sena dalam pesan tersebut.
Selepas membaca pesan masuk dari Sena, sakura hanya tersenyum melihat tingkah kakak iparnya yang begitu penasaran dengan yang terjadi malam ini.
"Akhh, baiklah aku akan mengirimnya sebuah Poto ", ucap sakura.
Dia pun mengambil Poto Selfi dirinya dan mengirim Poto tersebut kepada sena agar mereka tidak memikirkan yang aneh-aneh saat ini.
"Aku baru siap mandi kak", ucap Sakura saat mengirim Poto Selfi dirinya.
Selepas mengirim pesan kepada sena, dia kembali memasukan ponselnya ke dalam koper.
"Lebih baik aku keluar sekarang, sepertinya daichi juga tidak ada", ucap sakura .
"Aku akan tidur sebelum daichi kembali."Yah, itu ide yang bagus", ucap sakura yang terus berbicara sendiri pada dirinya.
Dia kembali membawa kopernya saat hendak keluar, saat dia membuka pintu kamar mandi. Kedua mata sakura terbuka begitu lebar,seakan kedua bola matanya ingin keluar saat melihat pemandangan yang ada dihadapannya.
Mulutnya terbuka begitu lebar, namun tak sedikitpun mengeluarkan suara. Tangan yang lemas membuatnya menjatuhkan koper yang dibawahnya tepat jatuh di hadapannya.
"Brakkkkk!!!!!!!
Suara itu membuat daichi menoleh ke sisi kanannya, dia melihat sakura sedang mematung melihat kearahnya,dengan satu tangan yang menutup mulutnya. Menyadari daichi telah melihatnya, membuat sakura kembali berlari masuk kedalam kamar mandi. Dia begitu malu ketika melihat daichi yang sedang tak mengenakan baju, sejujurnya dia begitu terpanah melihat badan daichi yang begitu kekar dan terlihat seksi.
"Sejak kapan dia ada disana?" ucap sakura sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.
__ADS_1
"Astaga, kenapa panas sekali?"ucap kembali sambil menghapus keringatnya.
Rasa gugupnya membuat dia merasakan bahwa ruang tersebut terasa begitu panas.
Daichi hanya tertawa melihat tingkah sakura yang kabur saat melihatnya tidak memakai baju, bagi daichi istrinya tersebut sangat polos. Dia kembali mengenakan bajunya dan berjalan kearah kamar mandi untuk menghampiri sakura yang mengunci dirinya dikamar mandi.
Tok....Tok...Tok...
Mendengar ketukan pintu dari luar, membuat sakura yang dari tadi sibuk dengan pikirannya kaget.
"Astaga", ucap sakura sambil memegang dadanya dan menoleh kearah pintu kamar mandi.
"Sakura...Sakura...", daichi terus memanggil namanya.
Tak ada suara sahutan yang terdengar dari dalam kamar mandi, sakura hanya diam membisu. Dia seakan belum siap untuk berhadapan dengan daichi.
"Keluarlah, sampai kapan kamu di dalam sana"ucap daichi.
Terdengar suara kunci pintu yang dibuka, sakura pun membuka pintu kamar mandi tersebut dengan menundukkan kepalanya dia berjalan perlahan keluar dari kamar mandi. Daichi yang berdiri tepat di depan pintu kamar mandi itu terus tersenyum melihat kelakuan sakura.
"Hei,kenapa kamu berlari seperti itu tadi", ucap daichi sambil mengacak-acak rambut sakura.
Seakan mendapatkan keberania, sakura mengangkat kepalanya dan menatap daichi dengan bibirnya yang manyun.
"Bagaimana aku tidak lari, jika melihat ada pria yang tiba-tiba muncul dihadapanku tidak mengenakan pakaian", ucap sakura dengan tangannya yang diletakan di pinggang.
"Apa ada yang salah?" Daichi berjalan mendekat kearah sakura.
"A-pa ya-ng ingin kamu lakukan?" suara sakura tampak panik saat melihat daichi mendekat kepadanya.
Sakura langsung memalingkan wajahnya dari daichi yang terus menatap dirinya, hanya ada perasaan ketakutan yang dirasakan sakura saat ini. Daichi begitu terpesona melihat penampilan sakura saat ini, dia terlihat begitu cantik dan menggoda dengan pakaiannya yang dikenakannya.
"Kamu sangat cantik sakura", dengan suaranya yang lembut dia berbisik di telinga sakura.
Sakura hanya bisa diam dan terus menundukkan kepalanya tanpa berani menatap daichi, dia masih belum terbiasa dengan keberadaan daichi di hidupnya meskipun kini dia telah menjadi suami sakura.
"Hmmm, istirahatlah", ucap daichi yang berjalan mundur dari hadapan sakura.
Sakura langsung menarik nafasnya begitu lega saat wajah daichi tak sedekat tadi dengannya, entah mengapa saat dirinya begitu dekat dengan daichi sakura begitu sulit untuk bernapas bahkan dia lupa bagaimana caranya untuk bernapas karena daichi selalu membuat pikiran sakura menjadi buyar.
Daichi mengangkat koper sakura yang dari tadi terletak dilantai, dia memasukan koper tersebut kedalam lemari.
"Terima kasih", ucap sakura.
"Tidak masalah", jawab daichi.
"Hmmm, tidurlah kamu pasti lelah", ucap daichi yang melangkahkan kakinya berjalan kearah pintu.
"Apa kamu ingin pergi?" tanya sakura.
Daichi yang sudah berada tepat di depan pintu dengan satu tangannya memegang handel pintu langsung membalikan badannya saat mendengar suara sakura yang bertanya kepada dirinya.
"Hmmm,aku ingin keluar", jawab daichi.
__ADS_1
"Ke-mana?"tanya sakura dengan penasaran.
"Aku akan tidur dikamar tamu", ucap daichi.
"Kamar tamu??" kenapa?" tanya sakura yang kaget mengetahui daichi akan tidur dikamar tamu.
"Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman jika kita harus tidur bersama", ucap daichi yang melihat sakura.
Sakura sama sekali tidak menyangka bahwa daichi sampai berpikiran seperti itu, sepertinya daichi menyadari apa yang dirasakan sakura saat ini.
"Dengar sakura,aku tidak akan pernah memaksamu jika kamu belum siap."Aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar menerima kehadiranku di hidupmu", ucap daichi.
Mendengar perkataan daichi membuat perasaan sakura menjadi sedih, dia seakan begitu jahat terhadap daichi yang selalu menjaga perasaannya sedangkan dirinya tak pernah memikirkan perasaan daichi. Dia merasa dirinya begitu egois dan hanya mementingkan perasaanya saja.
"Baiklah, Aku akan pergi supaya kamu dapat beristrhat ", ucap daichi.
"TIDAK!!!!" JANGAN PERGI!!!! ", Teriak sakura saat melihat daichi yang hendak meninggalkannya.
"Jangan tinggalkan aku sendiri, kumohon", ucap sakura dengan suaranya yang begitu pelan.
Daichi yang melihat sakura memohon kepadanya langsung berjalan begitu cepat kearah sakura,dia memeluk sakura dengan kedua tangannya.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu ada bersamamu.", ucap daichi.
Sakura hanya diam dalam pelukan daichi, dia menempelkan wajahnya tepat di dada daichi. Perlahan dia mengangkat kedua tangannya dan memeluk erat daichi yang kini telah menjadi teman hidupnya, dia merasa begitu nyaman berada di pelukan daichi saat ini.
Daichi melepaskan pelukannya dari sakura dan menatap wajah sakura, dengan perasaan ragu-ragu daichi mendekatkan wajahnya terhadap sakura yang tampak begitu gugup.
"Apa kamu keberatan?tanya daichi
Hembusan napasnya begitu terasa oleh sakura,kedua napas mereka saling beraduh. Suasana berubah begitu hening hanya terdengar bunyi detak jantung yang berdebar dari mereka berdua.
Sakura hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seakan memberikan isyarat kepada daichi bahwa dia tidak keberatan. Mengetahui sakura merasa tidak keberatan, denga perlahan daichi mendekatkan wajahnya terhadap sakura dan seperti biasa saat wajah daichi semakin dekat, sakura hanya menutup matanya.
Lengannya yang kekar melingkari sakura, dan memeluknya.Dia mencium bibir sakura dengan perlahan sambil terus memperhatikan ekspresi sakura jika sewaktu- waktu dia merasa tidak nyaman. Sakura yang awalnya hanya diam, kini mulai merespon ciuman daichi. Dilingkarkan nya kedua tangannya tepat dipundak daichi, kedua bibir mereka saling beraduh dengan kedua mata mereka saling tertutup.
Untuk sesaat sakura membuka matanya dan melihat mata daichi pun terbuka. Dia menatap wajah sakura dan tersenyum kepadanya, sakura kembali menarik wajah daichi ke wajahnya lagi, hanya terdengar bunyi napas yang kasar dan bibir keduanya yang bergerak selaras.
Daichi kembali membuka matanya dan menatap sakura, dia mengangkat sakura dan menggendongnya ketempat tidur. Dia meletakan sakura begitu pelan di tempat tidur yang sangat besar. Bibirnya menyentuh telinga sakura dan membuat sakura menggelitik merasakan sentuhan di kulitnya.
"Tung-gu duluh",suara sakura terdengar begitu rendah dan serak.
"Ada apa?" tanya daichi
"Bi-sakah lampunya di matikan?" tanya sakura.
Daichi hanya tertawa mendengar permintaan sakura tersebut, dia tau bahwa sakura masih merasa malu terhadap dirinya.
"Tentu saja nyonya Tama ", ucap daichi
Daichi mematikan lampu yang berada di kamar tersebut dan kembali menyentuh leher hingga pundak sakura dengan bibirnya. Malam ini mereka menghabiskan malam panjang berdua dengan penuh gairah.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
__ADS_1
Bersambung..