
Please buat semua pembaca setia author jang lupa untuk memberikan dukungan kepada author dengan cara VOTE Author setiap harinya.
Jangan lupa tinggalkan jejak makan dalam bentuk like dan coment kalian karena author sangat senang membaca setiap coment yang kalian buat...
💖💖💖💖
Hari keberangkatan pun tiba, ditemani oleh sakura keduanya berangkat menujuh bandara. Selama dalam perjalan daichi terus menggenggam tangan sakura begitu erat tanpa banyak kata yang terucap dari mulut keduanya.
Sekitar satu jam menempuh perjalanan akhirnya mobil yang membawa keduanya tiba di bandara.Keduanya turun dari dalam mobil bersama- sama, saat sakura turun pandangan matanya langsung tertujuh kepada seorang wanita dan pria yang berjalan menghampiri mereka.
"Ki-mi...", ucap sakura.
"Selamat siang nona sakura", sapa kimi.
"Apa yang kamu lakukan disini kimi?"tanya sakura yang terlihat heran dengan keberadaan kimi.
"Ah..,Maaf nona sakura. Sayalah yang mengajak nona kimi agar saat pulang nanti ada memiliki teman", jelas sekertaris yun.
"Wah.., kamu sangat pintar sekertaris yun, tidak salah aku memperkerjakan mu sebagai sekertaris pribadiku", ucap daichi.
"Saya merasa sangat tersanjung tuan", jawab sekertaris yun.
"Terima kasih sekertaris yun", ucap sakura.
"Sama- sama nona sakura", ucap sekertaris yun.
"Baiklah.., ayok kita masuk kedalam", ucap daichi sambil kembali menggenggam tangan sakura.
"Mari nona kimi", ucap sekertaris yun.
"Ia tuan tuan", ucap kimi.
Mereka berjalan masuk kedalam bandara, sakura yang dari tadi terlihat tenang dan seolah- oleh dia baik - baik saja kini tak mampu lagi membendung kesedihannya saat daichi dan sekertaris yun harus masuk kedalam. Matanya mulai memerah, perlahan setetes demi setetes air mata jatuh membasahi pipinya dan akhirnya tangisnya pecah.
"Usttttt! Jangan menangis sayang", ucap daichi yang menghapus air mata sakura
"Aku baik - baik saja", ucap sakura.
Apa yang dikatakannya tak selaras dengan apa yang dilihat daichi saat ini, air mata terus mengalir membasahi pipi sakura. Sorot matanya begitu jelas memancarkan kesedihan meski dia tidak mengungkapkannya kepada daichi.
Sungguh tidak tega rasanya saat melihat wanita yang sangat dicintainya menangis untuknya, perasaannya sama sedihnya seperti apa yang saat ini dirasakan sakura dimana hatinya hancur berkeping - keping.
"Dengar sayang.., aku akan kembali secepatnya", ucap daichi.
"Hmmm...", jawab sakura.
"Kumohon jangan menangis lagi sayang", ucap daichi sambil menarik sakura dalam pelukannya.
Air matanya terus keluar meski dia mencoba menahannya dan terasa semakin sesak saat berada di dekapan daichi.
"Maaf tuan sepertinya kita harus masuk sekarang, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat", ucap sekertaris yun sambil melirik jam tangannya.
Sakura langsung melepaskan dirinya dari pelukan daichi, dia menghapus air mata di pipinya sambil menenangkan dirinya.
"Pergilah..", ucap sakura dengan suaranya terdengar begitu berat dan berusaha tegar.
"Jangan menangis lagi", ucap daichi yang tidak lepas memandangi wajah sakura, tatapan matanya terlihat jelas bahwa dia juga merasa sedih seperti sakura.
"Tidak akan, pergilah. Aku baik - baik saja, jangan cemaskan aku", ucap sakura yang mencoba tersenyum kepada daichi.
"Aku tau bahwa istriku adalah wanita yang kuat dan tidak cengeng", ucap daichi .
"Hmm..", jawab sakura yang menundukkan kepalanya tanpa menatap daichi.
"Nona kimi, saya titip sakura. Tolong jaga dan temani dia selama saya tidak ada", ucap daichi.
"Baik tuan, saya akan menjaga nona sakura. Anda tidak perlu khawatir. Nona sakura aman bersama saya", ucap kimi.
"Terima kasih nona kimi", ucap daichi.
Pandangannya kembali fokus kepada sakura yang berdiri di depannya.
"Aku berangkat dulu sayang. Aku berjanji akan secepatnya pulang", ucap daichi yang kembali mendekap sakura dalam pelukannya sambil mencium kepala sakura.
"Hmmm.., Jangan cemaskan aku disini. Semoga urusan mu disana cepat selsai", ucap sakura dengan memeluk daichi begitu erat .
Butuh beberapa menit untuk keduanya akhirnya saling melepaskan diri mereka masing - masing. Daichi ditemani oleh sekertaris yun pun akhirnya pergi meninggalkan sakura dan kimi, sakura terus menatap daichi hingga akhirnya bayangannya menghilang dari jangkauan penglihatannya.
__ADS_1
"Nona sakura..", ucap kimi sambil merangkul sakura.
"Ah.., Iya kimi", jawab sakura sambil menghapus air matanya.
"Mereka sudah masuk kedalam", ucap kimi.
"Hmmm...", ucap sakura.
"Tuan daichi akan segera kembali nona sakura", ucap kimi yang mencoba menghibur sakura.
"Iya kimi..", jawab sakura.
"Yasudah.., lebih baik kita pulang sekarang", ucap kimi.
"Ayok kimi..", ucap sakura yang beranjak meninggalkan tempat itu menujuh ke parkiran mobil.
Disaat yang bersamaan saat daichi meninggalkan negaranya, saat itu juga haga menginjakkan kakinya di negara yang sudah bertahun - tahun tidak dikunjunginya meskipun kedua orang tuanya dan keluarga besarnya masih tinggal di negara itu.
"Selamat datang tuan Haga. Saya diperintahkan untuk menjemput anda", ucap sekertaris pribadi keluarga Hino.
Haga hanya tersenyum kepada supir pribadi keluarganya itu, tanpa mengeluarkan sepatah - kata pun.
"Biar saya yang membawa kopernya tuan haga", ucapnya.
"Terima kasih", jawab haga.
Keduanya berjalan menuju ketempat dimana mobil mereka diparkir.
"Maaf tuan.., lebih baik anda menunggu disini saja. Saya akan menjemput anda disini nanti", ucap supir itu.
"Ada apa?"tanya haga.
"Begini tuan.., tadi parkiran begitu penuh sehingga saya memarkirkan mobilnya di parkiran keberangkatan", jelas supirnya.
"Ah.., tidak apa- apa. Saya akan ikut berjalan bersama anda kesana", ucap haga.
"Baik Tuan..", ucap supir itu.
Teriknya cahaya matahari mengiringi setiap langkah keduanya berjalan menuju ke parkiran. Jarak yang cukup jauh sama sekali tidak menjadi masalah untuk haga, tanpa mengeluh atau memarahi supir yang menjemputnya dia terus berjalan mengikuti langkah kaki pria yang ada di depannya. Wajahnya yang tampan membuatnya menjadi pusat perhatian orang - orang yang melihatnya, rambutnya yang pirang membuat rambutnya semakin berkilau dibawah sinar matahari yang terus mengikuti langkahnya.
Tepat di depan mobil sedan mewah berwarnah putih, pria itu memberhentikan langkahnya dan diikuti oleh haga dari belakang.
Pria itu membalikkan badannya saat mendengar haga bertanya kepadanya.
"Benar tuan, ini mobilnya. Sebentar tuan saya akan membukakan pintu mobilnya", ucapnya sambil mencari kunci disaku celananya.
Saat supir yang menjemputnya mencari kunci mobil, haga hanya diam menunggu dan sesekali memperhatikan sekelilingnya. Kedua bola matanya berputar melihat orang - orang yang berlalu lalang lewat di dekatnya, hingga pandangan matanya terhenti dan terkunci pada sosok wanita yang tidak asing untuknya.
Dia melihat seorang wanita dengan mengenakan gaun berwarnah coklat dengan rambut panjangnya yang diikat sedang berdiri di sebrang jalan seorang diri.
"Sa- kura ...",ucapnya dengan senyum yang mengembang jelas diwajahnya.
Kedua matanya tak henti memandangi sakura dari kejauhan, melihat sakura membuat hatinya berdebar. Wanita yang dari dulu bahkan hingga sekarang terus dalam pikirannya kini berada begitu dekat dengannya meskipun baginya tetap sulit untuk dijangkau oleh nya. Pertanyaan - pertanyaan yang selama ini menggangu pikirannya tentang apa yang sedang dilakukan sakura??? Dimana sakura berada??? bahkan mencarinya kesana kemari hingga terkadang dia berpikir bahwa dia adalah pria yang gila mencari wanita yang sama sekali tidak dikenalnya akhirnya semua pertanyaannya itu sudah terjawab.
Ingin rasanya dia melangkahkan kaki ini untuk berlari menghampiri wanita yang selama ini sangat dicintainya dan mengutarakan semua perasaannya yang bertahun - tahun disimpannya, tetapi saat bayangan akan wajah daichi terlintas di ingatannya membuatnya tersadar bahwa wanita yang dicintainya telah menjadi milik orang lain.
°°°°°
Bim...bim...bim
"Ayok naik nona sakura", ucap kimi.
"Hmm..", jawab sakura
Dari kejauhan haga terus mengamati sakura yang masuk kedalam mobil.
"Kamu tetap terlihat sangat cantik sakura, meskipun kamu mengikat rambut mu yang panjang", ucap haga yang tidak henti - hentinya tersenyum sendirian mengagumi kecantikan yang dimiliki sakura.
Haga terus memperhatikan mobil sedan berwarnah hitam yang ditumpangi sakura melaju kencang meninggalkan parkiran walaupun hanya sebentar dapat melihat sakura, namun hatinya merasa begitu sangat senang. Kehadirannya tanpa disengaja telah disambut oleh sakura dan keberadaannya saat ini yang begitu dekat dengan sakura tidak akan di sia -siakan oleh seorang Haga Hino.
"Maaf tuan.., Apa kita sudah bisa berangkat sekarang?"tanya supir itu.
"Tentu saja", jawab haga sambil tersenyum karena suasana hatinya yang sangat bagus saat ini.
"Mari tuan...", ucapnya sambil membukakan pintu mobil untuk haga.
"Terima kasih ", ucap haga sambil masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
Mereka pun pergi meninggalkan bandara menuju kerumahnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya yang sudah bertahun - tahun tidak dikunjunginya.
°°°°′°°°
Apartemen 🌆
"Masuklah kimi..", ucap sakura.
"Baik nona...", jawab kimi.
Begitu takjubnya dirinya saat melihat apartemen tempat dimana sakura dan daichi tinggal, tempat itu terlihat besar dengan nuansa putih dan abu - abu yang terlihat jelas dari setiap bagian apartemen itu. Ini untuk pertama kalinya kimi datang berkunjung ke apartemen sakura sejak keduanya memutuskan untuk tinggal disini.
"Ini luar biasa nona, apartemen ini sangat luas bahkan ruang tamu ini seluas tempat aku tinggal", ucap kimi sambil tertawa.
"Hentikan kimi, jangan berlebihan seperti itu", ucap sakura.
"Tapi aku benar- benar takjub nona. Pasti biaya sewanya sangat mahal perbulannya", ucap kimi.
"Daichi telah membeli apartemen ini", jawab sakura dengan santai.
"APA!!!! Mem- belinya???? Tuan daichi membelinya?"tanya kimi yang terus melontarkan pertanyaan yang sama berulang - ulang kali.
"Iya kimi, saat aku memutuskan ingin tinggal di sebuah apartemen dia langsung membeli 1 unit untuk kami tinggali", ucap sakura.
"Luar biasa!!!! Ah.., Saya lupa bahwa anda menikah dengan seorang pria yang sukses dengan kekayaan yang melimpah. Seandainya saja ada seorang pria seperti tuan daichi yang mau menikahi ku", ucap kimi.
"Aishhb...., Dasar!!!!! yasudah aku tinggal dulu kekamar untuk mengganti pakaian sebentar", ucap sakura.
"Nona.., Bolehkan saya melihat - lihat apartemen anda?"tanya kimi.
"Tentu saja", jawab sakura sambil berjalan menuju kekamarnya.
Kimi mulai berkeliling memperhatikan setiap sudut dari apartemen sakura, semua perabotan yang ada di setiap ruangan berharga cukup mahal. Setiap orang yang datang berkunjung kesini akan tau bahwa orang yang tinggal disini bukakanlah orang sembarangan dengan kemewahan yang tergambar jelas di dalam apartemen ini dan itu sangatlah wajar karena keduanya berasal dari keluarga yang berpengaruh.
"Kimi.., kamu mau minum apa?"tanya sakura yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Ahh.., apa saja nona", jawab kimi.
Sakura pun melangkah berjalan menuju ke dapur dengan diikuti kimi yang berjalan di belakangnya. Dia berjalan kearah kulkas dan menuangkan segelas orange juice dan memberikannya untuk kimi.
"Minumlah", ucap sakura.
"Terima kasih nona ", ucap kimi sambil meneguknya.
Tenggorokan yang tadinya terasa kering, kini kembali basah saat dia meminum orange juice yang membasahi tenggorokannya dan terasa begitu segar saat masuk kedalam tenggorokannya.
"Kimi.., kamu tidak perlu menemaniku", ucap sakura.
"Kenapa nona? Tapi tadi tuan daichi meminta saya untuk menemani anda", ucap kimi
"Aku baik - baik saja kimi, kamu tidak perlu khawatir.Ini adalah akhir pekan, nikmatilah waktu mu saat libur sekarang", ucap sakura.
"Tapi bagaiman dengan anda nona?"tanya kimi
"Aku akan baik - baik saja kimi.Banyak hal yang bisa aku lakukan dan jika aku bosan nanti, aku bisa pergi kerumah orang tua ku atau rumah mertua ku", ucap sakura.
"Apa anda yakin nona, anda akan baik - baik saja sendiri disini? Apa anda tidak merasa kesepian?"tanya kimi yang terlihat ragu untuk meninggalkan sakura.
"Aku baik - baik saja kimi", jawab sakura sambil tersenyum menatap kimi.
"Ahh.., Baiklah kalau anda mengatakan begitu. Saya pulang dulu, tapi saat anda membutuhkan sesuatu atau terjadi sesuatu dengan anda segera hubungi saya nona", ucap kimi.
"Jangan khawatir kimi disini sangat aman, tidak akan terjadi apa - apa denganku", ucap sakura.
"Baiklah nona.., Kalau begitu saya pulang dulu", ucap kimi.
"Hmmm.., Aku akan mengantarmu kedepan", ucap kimi.
Keduanya berjalan menuju kearah pintu keluar, teoat di depan pintu yang sudah terbuka masih ada perasaan keraguan di hati kimi.
"Apa anda yakin nona, anda tidak apa - apa sendirian disini?"tanya kimi.
"Iya kimi.., Aku yakin. Ini adalah tempat tinggal ku tidak ada yang perlu aku takuti", ucap sakura.
"Anda benar nona, saya pamit kalau begitu", ucap kimi.
"Hati - hati kimi", ucap sakura yang melepas kepergian kimi.
__ADS_1
Saat dia menutup pintu dan membalikkan badannya, apartemen yang luas itu terlihat kosong saat hanya tinggal sakura seorang diri yang berada disana dan rasa kesepian itu akhirnya muncul dalan pikiran sakura.
Bersambung....