Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 57 Kepercayaan


__ADS_3

"Apa kabar Geral", sapa daichi sambil menjabat tangannya.


Meskipun Geral adalah rekan bisnisnya, namun mereka begitu dekat dan bersahabat.


"Sangat baik daichi, selamat atas pernikahan mu. Maaf aku tidak bisa menghadirinya", ucap Geral.


"Tidak apa-apa Geral, silakan", ucap daichi yang mengarahkannya.


Mereka pergi menujuh keruangan daichi untuk membahas hubungan kerja sama antara kedua perusahaan yang sudah terjalin begitu lama.


"Silakan duduk", ucap daichi.


"Terima kasih daichi", ucap Geral sambil duduk di kursinya.


Mereka mulai membahas rencana - rencana kerja sama mereka berikutnya, strategi apa yang harus mereka lakukan agar hubungan kerja sama kedua saling menguntungkan. Hampir dua jam pertemuan itu berlangsung dan hanya di hadiri keduanya tanpa di dampingi sekertaris mereka masing-masing.


"Baiklah, jadi kapan rencananya kamu akan pulang?" tanya daichi.


Obrolan yang terjadi kini mulai berlangsung santai, tidak seperti sebelumnya yang terlihat begitu kaku membahas urusan bisnis.


"Rencananya aku akan kembali besok daichi", ucap Geral.


"Kenapa begitu cepat", ucap daichi.


"Aku sudah hampir satu Minggu disini dan itu sudah cukup lama menurut ku", jawab Geral.


"Aku berencana mengajak mu untuk makan malam dirumah, sekalian aku ingin memperkenalkan istri ku kepada kamu", ucap daichi.


"Ahh, sayang sekali sepertinya waktu tidak mendukung itu daichi. Mungkin lain waktu ketika aku datang lagi, aku akan berkunjung kerumah mu", ucap Geral.


"Hmmm, baiklah geral tidak masalah. Apa kamu sudah memiliki acara hari ini?" tanya daichi


"Aku ingin mencari oleh-oleh untuk putri ku daichi",jawab Geral.


"Mencari oleh-oleh?" ucap daichi.


"Ia, putri ku meminta oleh-oleh. Jika aku tidak membawakan oleh-oleh untuknya dia pasti akan marah kepada ku ", ucap Geral sambil tertawa.


"Anak-anak selalu begitu Geral",ucap daichi.


"Benar, kamu akan merasakannya saat kamu sudah memilki anak daichi. Kamu akan selalu diteror saat kamu melakukan perjalan dinas keluar", ucap gerel.


Daichi hanya tertawa mendengar ucapan Geral, pikirannya langsung tertuju kepada sakura dan membayangkan dirinya jika kelak memiliki seorang anak bersama sakura.


"Sepertinya akan sangat bahagia",batinnya sambil senyum-senyum sendiri dengan hayalan nya


"Daichi....Daichi", ucap geral yang menyadarkan daichi dari lamunannya.


"Ehmm, ia Geral", jawab daichi.


"Apa kamu baik-baik saja?" ucap Geral yang memperhatikan daichi.


"Ahh, Aku baik-baik saja. Baiklah kalau begitu Aku akan menemani mu mencari hadiah untuk putri mu", ucap daichi.


"Tidak perlu daichi, Aku tidak ingin merepotkan mu", ucap Geral.


"Sama sekali tidak, aku begitu senang bisa menemani mu. Sekalian aku akan mengajakmu mengelilingi mall dari salah satu anak perusahaan Tama Group ", ucap daichi.


"Baiklah kalau kamu sama sekali tidak keberatan", ucap geral.


Mereka pun keluar dari ruangan itu, di depan ruang para sekertaris sudah menunggu.


"Siapkan mobil sekertaris Yun, kita akan menemani tuan geral mencari hadiah untuk putrinya", ucap daichi.


"Baik tuan daichi, saya akan menghubungi pak Hans", ucap sekertaris Yun.


Mereka bersama-sama berjalan kearah loby,


"Baiklah daichi sampai bertemu disana ", ucap geral.


"Oke ", jawab daichi.


Geral pun pergi meninggalkan daichi, tak berselang lama dari kepergian geral taun Hans datang. Daichi masuk kedalam mobil di temani oleh sekertaris Yun menujuh Mall milik perusahaan Tama group.


Didalam mobil, daichi terus memperhatikan jam tangannya.

__ADS_1


"Sebentar lagi makan siang", batin daichi.


Dia mengambil ponselnya untuk mengabari sakura.


Kediaman Tama 🏡


Ditempat lain, sakura sudah sibuk di dapur di bantu para pelayan untuk menyiapkan makan siang. Dia begitu bersemangat membuat hidangan makan siang untuk daichi yang sebentar lagi akan pulang dan makan siang bersamanya.


"Sepertinya itu sudah bisa dibalik", ucap sakura yang memperhatikan pelayan wanita itu memasak.


"Baik nona sakura", ucap pelayan itu.


"Nona sakura" (seorang pelayan memanggil sakura)


"Iya", jawab sakura sambil berjalan menghampiri pelayan itu.


"Ini sudah siap nona", ucapnya.


"Ahh, kalau begitu tolong letakan di meja makan", ucap sakura sambil tersenyum.


"Baik nona sakura",. ucap pelayan itu.


Disela-sela kesibukannya ponsel yang di pegang nya berbunyi, satu pesan masuk berasal dari daichi. Wajahnya begitu bahagia saat melihat pesan masuk dari daichi, dengan begitu semangat dia membuka untuk membacanya.


Ekspresi wajahnya seketika berubah saat mengetahui isi pesan itu.


"Maafkan aku, aku tidak bisa makan siang bersama dengan mu karena harus menemani client, aku akan menggantinya dengan makan malam bersama nanti".


I LOVE YOU Ny.Tama.


Itulah bunyi pesan daichi yang dikirimkan kepada sakura yang membuat sakura merasa kecewa saat semuanya telah disiapkan olehnya. Namun dia mencoba mengerti dengan pekerjaan yang sedang dilakukan daichi, dia langsung membalas pesan daichi tanpa menunjukan rasa kekecewaannya dalam balasan pesannya.


°°°°°°


Daichi terus melihat ponselnya, menunggu balasan yang diberikan sakura. Dia sedikit merasa cemas jika sakura akan kecewa terhadap dirinya yang sudah berjanji kepadanya. Hingga akhirnya ponselnya berbunyi dan satu pesan balasan dari sakura masuk.


"Aku mengerti, jangan pikirkan aku . Aku baik-baik saja dan sedang menikmati makan siang ku bersama ibu. Aku akan menunggu mu pulang untuk menikmati makan malam bersama".


I LOVE YOU TOO DAICHI TAMA.


Perasaan daichi begitu lega saat membaca pesan yang dikirimkan sakura, dia merasa begitu beruntung memiliki istri yang begitu pengertian kepadanya. Sekertaris Yun duduk di bangku depan terus memperhatikan daichi, perubahan ekspresi wajahnya yang begitu cepat berubah-ubah membuatnya sedikit bingung.


"Ia tuan daichi, ada apa?" tanya sekertaris Yun yang melihat kearah belakang.


"Apa kamu memiliki no sekertaris Kimi?" tanya daichi.


"Sekertaris Kimi? "Sepertinya saya memiliki no ponselnya tuan. Ada apa?" tanya sekertaris Yun sambil mengecek kontak di ponselnya.


"Hubungi dia sekarang dan suruh untuk menemani sakura di rumah orang tua ku. Kirim alamatnya kepadanya ", perintah daichi.


"Apa terjadi sesuatu dengan nona sakura tuan?" tanya sekertaris Yun


"Tidak, aku hanya ingin dia menemani sakura", ucap daichi.


"Baiklah tuan, saya akan menghubunginya", ucap sekertaris Yun.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di mall, kebetulan jarak kantor daichi berada sangat dekat dengan mall tersebut. Dia keluar dari mobil ditemani oleh sekertaris Yun, disana geral dan sekertarisnya sudah menunggu kehadiran mereka.


"Maaf membuatmu menunggu", ucap daichi.


"Sama sekali tidak, kami baru saja sampai", ucap geral.


"Ahh, baiklah kalau begitu mari kita masuk", ucap daichi.


Mereka bersama- sama melangkah berjalan masuk kedalam mall menyusuri setiap tokoh yang ada di dalam mall itu untuk mencari barang yang dapat dijadikan sebuah hadiah.





Kediama Tama 🏡


Selepas menikmati makan siangnya, sakura memutuskan untuk santai di kamarnya. Dia memanfaatkan waktu cutinya dengan membaca buku yang menjadi salah satu hobbynya sambil menunggu waktu berputar begitu cepat agar dia dapat bertemu dengan daichi.

__ADS_1


Tok....Tok..Tok


"Nona sakura,nona sakura..


"Iya", jawab sakura sambil bangkit dari kasurnya untuk membuka pintu.


"Maaf nona ada tamu yang menunggu anda di bawah",ucap seorang pelayan


"Tamu??" sakura mencoba memastikan kembali ucapan pelayan tersebut.


"Benar nona, tamunya adalah seorang wanita", ucap nya.


"Baiklah, Terima kasih. Sebentar lagi saya turun kebawah", ucap sakura.


"Baik nona sakura", ucap pelayan itu yang pergi turun kebawah.


Sakura kembali menutup pintu kamarnya, dia menatap dirinya di cermin sambil menata rambutnya yang sedikit terlihat berantakan.


"Siapa tamu yang datang", ucap sakura sambil menyisir rambutnya.


Setelah selesai, dia turun kebawah menujuh ruang tamu untuk melihat sosok tamu yang datang. Begitu kagetnya dirinya saat mengetahui wanita yang ada di hadapannya.


"Kimi!" ucapnya dengan wajah yang begitu kaget.


" Nona sakura", ucap Kimi sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Astaga, apa yang membuatnya bisa datang kemari?" tanya sakura.


"Aku sangat merindukan mu nona sakura", ucap kimi yang memeluk sakura.


"Aku juga merindukan mu, tetapi kenapa kamu bisa datang kesini dan tau alamat rumah mertua ku", sakura terlihat begitu penasaran.


"Ahh, Sekertaris Yun menelepon ku saat aku dikantor nona dan mengatakan bahwa tuan daichi memintaku untuk menemani anda",ucap Kimi.


"Da-ichi meminta kamu menemani ku?" tanya sakura.


"Hmm, begitulah yang dikatakan sekertaris Yun kepadaku dan mengirimkan alamat anda kepada saya", ucap Kimi.


"Terima kasih Kimi sudah datang dan menemani ku", ucap sakura dengan raut wajah yang begitu bahagia


"Jangan berkata seperti itu nona", ucap Kimi.


"Bagaiman kalo kita mengobrol di teras belakang ", ucap sakura.


"Hmmm, boleh ", ucap Kimi.


Mereka berdua melangkah menuju teras belakang rumah itu, disana mereka saling mengobrol begitu banyak hal dari mengenai pekerjaan hingga urusan rumah tangga yang baru dijalani sakura.


"Anda terlihat begitu bahagia saat ini nona sakura", ucap Kimi.


"Benarkah??" tanya sakura


"Raut wajah anda tampak begitu jelas terlihat memancarkan kebahagian yang sedang anda rasakan saat ini", ucap Kimi.


"Aku juga selalu berharap hanya ada kebahagiaan yang akan selalu aku rasakan Kimi", ucap sakura


"Tentu saja nona, anda akan selalu bahagia", ucap kimi


"Kenapa kamu begitu yakin?" Tanya sakura


"Karena anda memiliki suami yang begitu mencintai anda", ucap kimi.


"Apa menurutmu dia sangat mencintai ku?" tanya sakura sambil menatap Kimi dengan begitu penasaran.


"Nona sakura,,, Mengapa anda bertanya seperti itu?"Tanya Kimi yang terlihat kesal mendengar pertanyaan sakura.


"Aku hanya ingin mengetahui pendapatmu saja", jawab sakura yang begitu santai sambil mengangkat kedua bahunya.


"Tuan daichi sangat mencintaimu nona dan tidak akan ada wanita yang dapat menaklukan hatinya selain anda, percayalah", ucap Kimi yang begitu meyakinkan sakura.


"Aku juga berharap seperti itu Kimi, tidak akan ada", ucap sakura dengan tatapan mata yang kosong.


"Ahhh sudahlah nona, jangan pikirkan hal-hal yang tidak perlu anda pikirkan", ucap Kimi.


Sakura kembali tersenyum saat mendengarkan perkataan kimi, dia tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Bagaimana pun sejak dia resmi menjadi istri dari daichi, dia sudah meyakinkan dirinya untuk percaya terhadap daichi yang kini telah menjadi suaminya karena di dalam suatu hubungan kepercayaan adalah sesuatu yang paling penting dalam membangun dan menjalani suatu hubungan dan saat ini dia telah menaruh kepercayaan yang penuh kepada daichi. Dia yakin bahwa daichi akan menjaga kepercayaan yang telah diberikannya dan tetap menjaga cintanya untuk dirinya seorang.

__ADS_1


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..


__ADS_2