
"Dimana sakura?" tanya daichi sambil melihat sekelilingnya.
Tidak ada seorang pun yang menjawab pertanya daichi, daichi menatap ibu dan pak Yuko yang membisu dalam keheningan.
"Pak yuko, Diaman sakura?" Bukankah bapak pergi menjemput sakura???" Tanya daichi dengan sorot matanya yang tajam.
Pak Yuko hanya diam dengan kepalanya yang terus tertunduk tanpa berani menatap wajah daichi, melihat tingkah pak Yuko membuat perlahan amarah daichi meledak saat tidak ada jawaban yang diberikan kepadanya.
"Saya bertanya kepada anda pak Yuko, apa anda tidak mendengar saya?"
"Jika saya berbicara kepada anda lihat mata saya", ucap daichi dengan suaranya yang begitu tegas.
Begitu sulit rasanya bagi pak Yuko untuk mengangkat kepalanya seperti ada tumpukan karung di atas kepalanha membuat terasa berat, dengan perlahan dia mengangkat kepalnya dan menatap mata daichi yang begitu tajam melihatnya. Tenggorokannya terasa begitu kering hingga sulit mengeluarkan suar dengan suara yang terbatah-batah dia mencoba menjawab pertanyaan daichi.
"Ma-afkan saya tu-an, sa-ya..
..
"Bicaralah yang benar!!!! Teriak daichi.
Suara teriakan itu membuat pak Yuko bahkan Imoto begitu kaget, ini pertama kalinya dia melihat daichi semarah itu.
"Maafkan saya tuan, saya tadi sudah pergi menjemput nona sakura, tetapi mereka mengatakan nona sakura sudah pulang selepas pertemuan itu selesai", ucap pak Yuko.
"APA!!!!!! teriak daichi.
"Kalau sakura sudah pulang dari tadi, lalu kenapa dia belum sampai saat ini dirumah?" tanya daichi yang mulai kembali cemas.
Pandangnya kembali tertujuh kepada pak Yuko, yang terlihat begitu ketakutan.
"Kenapa anda meninggalkannya, seharusnya anda menunggunya sampai dia selesai", ucap daichi.
"Saya sudah mengatakan seperti itu kepada nona sakura tuan, tetapi nona sakura meminta saya untuk kembali dan akan menghubungi saya jika dia sudah selesai", ucap Yuko.
"Apa dia menghubungi anda?" tanya daichi.
"Sama sekali tidak ada tuan", ucap pak Yuko.
Kecemasannya terhadap sakura semakin meningkat, dia terlihat kebingungan dimana keberadaan sakura saat ini, dia memukul-mukul keningnya begitu frustasi dengan masalah yang saat ini terjadi.
"Kami sudah bisa pergi pak Yuko", ucap Imoto.
"Permisi Nyonya, tuan", ucap pak Yuko yang bergegas meninggalkan tempat itu.
"Apa sakura tidak ada memberitahumu?" tanya Imoto
"Dia bahkan tidak menjawab teleponku ibu", jawab daichi dengan wajahnya yang terlihat frustasi.
"Dimana kamu sayang", ucap Imoto
__ADS_1
"Apa dia pergi kerumah keluarganya", ucap daichi.
"Sakura tidak ada mengatakan itu kepada ibu",jawab Imoto.
"Aku akan mencoba menghubungi kediaman Agata",ucap daichi yang mengambil ponsel disaku celananya.
TING....TONG..TING..TONG..
Kepala pelayan Lin langsung berjalan ke pintu utama untuk membukakan pintu terhadap seseorang yang membunyikan bel.
"Nona sakura", ucap kepala pelayan Ling.
Sontak saja saat mendengar nama sakura, daichi dan Imoto langsung berjalan menujuh pintu utama, keduanya tampak kaget melihat kondisi sakura yang basah kuyup dengan badannya yang bergetar menahan lkan rasa dinginnya air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya.
"Sakura, apa yang terjadi sayang?" ucap Imoto
"Bagaiman kamu bisa basah seperti ini sakura?" tanya daichi.
Dia hanya diam, mengepal kedua tangannya yang gemetaran sampai seluruh badannya, gigi yang saling beradu hingga menghasilkan bunyi yang terdengar begitu jelas.
"Kamu sangat basah sakura", ucap daichi yang mendekat kearahnya.
Daichi menjulurkan tangannya mencoba menyentuh bahu sakura, menyadari hal itu sakura langsung menghindar dan menolak sentuhan yang diberikan daichi, sontak saja melihat hal itu membuat daichi tanpa kaget termasuk Imoto yang berada di samping daichi.
"Jangan sentuh aku", ucap sakura dengan suara gemetaran.
"Aku hanya tidak ingin kamu basah", ucap sakura sambil tersenyum.
Situasi yang awalnya begitu tegang, kini kembali mencair saat melihat senyuman yang terpancar di wajah sakura, Imoto yang awalnya sempat berpikir bahwa keduanya sedang bertengkar akhirnya bisa bernapas lega, tanpa mereka tau bahwa dibalik senyuman itu ada hati hang sedang menahankan rasa sakit.
"Yasudah sayang, lebih baik sekarang kamu mandi", ucap Imoto.
"Hmmm, baiklah sakura ke kamar duluh", ucap sakura yang pergi meninggalkan keduanya.
"Kalau begitu saya kebelakang duluh Nyonya", ucap kepala pelayan Ling.
"Silakan kepala pelayan Ling", ucap imoto
Selepas kepergian pelayan Ling, Imoto kembali mengarahkan pandangannya kepada daichi.
"Apa kalian berdua bertengkar?" tanya Imoto sambil memegang lengan daichi.
"Kenapa ibu bertanya seperti itu?" tanya daichi.
"Ibu hanya sedikit aneh melihat sakura tadi", ucap Imoto.
"Kami baik-baik saja ibu", jawab daichi.
"Kamu sedang tidak membohongi ibu,bukan?" tanya Imoto sambil menatap wajah daichi.
__ADS_1
"Tidak ibu, kami baik-baik saja", ucap daichi.
"Ahh ibu sekarang terasa lega",ucap Imoto.
"Aku kekamar duluh", ucap daichi.
"Iya, pergilah temui sakura", ucap Imoto.
Daichi pun meninggal Imoto menujuh kekamarnya untuk melihat kondisi sakura, tepat di depan pintu kamar daichi memberhentikan langkahnya sama seperti apa yang dirasakan Imoto, daichi pun merasakan ada perubahan sifat yang berbeda dari sakura dan membuatnya bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Perlahan dia membuka pintu kamar itu dan kembali menutupnya, dia melihat sakura yang masih berdiri di dekat jendela dengan pakaian yang dikenakannya masih basah.
"Kami belum mandi?" tanya daichi yang berjalan menghampiri sakura.
Suara daichi terdengar begitu jelas, tapi dia hanya diam mengabaikan kehadiran daichi seolah-olah tidak ada orang lain selain dirinya dikamar itu.
"Kenapa dia tidak menjawab ku?? " Apa dia tidak mendengar ku?" batin daichi.
"Sakura", ucapnya yang kembali memeluk sakura dari arah belakang.
Sentuhan itu membuat sakura terkejut, dia menundukkan kepalnya melihat kedua tangan daichi melingkar di pinggangnya sambil memeluknya dari belakang. Pelukan itu terasa menghangatkan sakura, pelukan yang selalu membuatnya begitu nyaman hingga tidak ingin lepas dari pelukan itu.
Perlahan dia mencoba menutup kedua matanya, mencoba berdamai sesaat terhadap dirinya sendiri, tetapi saat matanya terpejam ingatan yang menyakitkankan itu kembali muncul di bayangannya. Wajah Sera terus muncul dipikirannya membuat kemarahan yang coba di tahannya kembali muncul dengan hati yang kembali terasa sakit.
Kedua mata itu kembali terbuka, rasa sakit itu membuatnya kembali membenci daichi. Dia melepaskan dirinya dari pelukan daichi, penolakan yang dilakukannya membuat daichi kaget untuk kedua kalinya sakura menolak setiap dia mencoba menyentuh sakura.
"Ada apa sakura?" tanya daichi.
"Aku masih basah, aku tidak mau kamu nanti basah saat memeluk ku", ucap sakura.
Alasan yang begitu masuk akal membuat daichi tidak curiga sama sekali, dia belum menyadari perubahan- perubahan sifat sakura kepada dirinya.
"Yasudah, lebih baik kamu sekarang mandi", ucap daichi.
"Hmmm, aku mandi duluh", ucap sakura yang berjalan menujuh ke kamar mandi.
°°
Didalam kamar mandi sakura hanya diam di balik pintu, mencoba berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja terasa begitu menyakitkan bagi sakura. Melihat wajah daichi di hadapannya membuatnya ingin meluapkan kemarahannya kepada daichi, banyak pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di pikirannya dan membutuhkan sebuah penjelasan untuk itu semua.
Dia melihat dirinya di sebuah cermin yang memantulkan wajahnya, dia berjalan mendekat melihat wajahnya lebih jelas di cermin.
"Sampai kapan kamu harus menyiksa perasaanmu sendiri sakura", ucap sakura dengan pandangannya fokus melihat dirinya di cermin.
Dia melihat dirinya yang begitu menyedihkan, menangis karena sebuah pengkhianatan yang dialaminya. Kebahagian yang baru dirasakan seketika berubah dengan penderitaan yang menghancurkan dirinya. Kata-kata indah yang dilontarkan daichi kepadanya selama ini hanya sebuah kebohongan bagi dirinya.
Impiannya mengenai pernikahan yang indah dan bahagia kini mulai sirna perlahan, saat cinta mulai tumbuh diantara mereka dan di waktu yang sama pula cobaan untuk cinta mereka mulai diuji.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung....
__ADS_1