
Cahaya matahari yang terik menyentuh kulit sakura dan membangunkannya dari tidrunya dengan perlahan membuka kedua matanya. Dia melihat sosok pria yang tak asing yang masih tidur tepat di sampingnya. Dengan pandangan yang masih samar-samar dia menatap wajah pria tersebut, dia menopang kepalnya dengan sikunya agar bisa dengan jelas melihat wajah daichi yang sangat tampan dengan kulit yang putih terlihat bersinar dari pantulan cahaya matahari, dia seperti seorang malaikat yang sedang tidur.
"Apakah ini sebuah mimpi",ucap sakura.
Dia memegang wajah daichi yang masih terlelap tidur, dia merabah-rabah wajah daichi yang begitu mulus untuk meyakinkan dirinya ini adalah sebuah mimpi. Baginya ini adalah sebuah mimpi yang indah dan berharap agar dia jangan cepat tersadar dari mimpinya saat ini.
"Eh, kenapa terasa begitu nyatah", ucap sakura dengan kedua tangannya masih memegangi wajah daichi.
Tiba-tiba saja daichi membuka kedua matanya dan melihat sakura di depanya yang masih terlihat belum sadar sepenuhnya.
"Selamat pagi nyonya TAMA", ucap daichi.
Mendengar suara daichi menyadarkannya bahwa ini bukanlah sebuah mimpi, sakura langsung melepaskan tangannya dari wajah daichi dan menjawab sapaan daichi.
"Se-lamat pagi", ucapnya yang menundukkan wajahnya karena merasa malu terhadap daichi.
"Apa tidur mu nyenyak tadi malam?tanya daichi.
"Hmmmm," jawab sakura
Dengan perlahan sakura bangun dan duduk di tempat tidurnya sambil melihat jam yang ada di atas meja.
"Akhh, sudah siang. "aku akan bersiap-siap", ucap sakura.
"Apa kamu ingin mandi?" tanya daichi yang masi bermalas-malasan di tempat tidur.
"Ia aku ingin mandi ", ucap sakura.
"Baiklah", ucap daichi yang kembali tidur.
Sakura bangkit dari tempat tidur dan melangkah menujuh ke kamar mandi, dia meninggalkan daichi yang kembali tidur.
Dia merasa badannya begitu sangat pegal dan terasa begitu sakit, dia menatap dirinya di sebuah cermin. Di sekujur badannya banyak ditemukannya bercap-bercap merah, dia mencoba mengingat-ingat kejadian yang terjadi semalam. Ingatan saat daichi begitu penuh gairah terhadapnya dan membuat sakura senyum-senyum sendiri sambil memegang bibirnya. Baginya kejadian yang terjadi semalam tidak akan pernah terlupakannya karena itu adalah malam terindah di hidupnya.
Dia mulai membersihkan dirinya, menggosok giginya, mencuci mukanya dan mengkramas rambutnya yang panjang,namun saat menggosok badannya dia melakukan dengan pelan-pelan karena dia merasakan nyeri dibagian tubuhnya.
Ketika dia keluar dari kamar mandi, dia masih melihat daichi yang masih terlelap tidur dan sama sekali belum bangun sejak dia mandi.
"Sepertinya dia sangat lelah," batin sakura.
Dia berjalan ketempat tidur dan membangunkan daichi.
"Daichi, daichi...,"ucapnya dengan lembut
"Hmmm",. jawab daichi dengan matanya yang masih tertutup.
"Apa kamu tidak mandi?
Perlahan daichi membuka matanya dan melihat sakura yang berada di dekatnya, dia melonggarkan otot-otonya dan menyandarkan badannya.
"Apa kamu sudah siap?"tanya daichi
"Sudah, aku baru saja siap mandi",ucap sakura .
"Baiklah aku akan mandi juga", ucap daichi.
"Aku akan turun kebawah duluan dan membuatkan mu teh hangat", ucap sakura yang bangkit dari tempat tidur.
"Hmmm,"ucap daichi.
Sakura pun meninggalkan kamar tersebut dan turun kebawah. Suasana dirumah itu tampak sunyi, dia tidak menemukan seseorang disana. Dia menyusuri setiap ruangan untuk menemukan dimana ruang makan, sampai dia tiba disebuah ruang dan sepertinya itu adalah ruang makan dari keluarga Tama. Di sana dia melihat beberapa pelayan sedang menata piring di atas meja makan.
__ADS_1
"Selamat pagi nona sakura", ucap kepala pelayan ling yang datang dari arah belakangnya.
"Selamat pagi kepala pelayang ling", ucap sakura.
"Sarapan pagi sebentar lagi selesai nona, apa ada yang bisa saya bantu?"tanya kepala pelayan itu.
"Dimana ibu dan ayah?" tanya sakura
"Nyonya besar dan tuan ada di taman belakang sedang menikmati udara di pagi hari nona", jawab kepala pelayan ling.
"Ahhh, Bisakah tunjukan saya dapur dimana", ucap sakura.
"Dapur?" Apa anda membutuhkan sesuatu?"Saya akan mengambilkannya untuk nona sakura",ucapnya
"Saya ingin membuatkan teh untuk ayah, ibu dan daichi", ucap sakura.
"Ohh, Mari nona sakura saya akan menunjukan dapur untuk anda", ucapnya.
Mereka berjalan ke dapur, semua orang tampak kebingungan melihat keberadaan sakura di dapur. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa sakura mau masuk kedalam dapur.
"Baiklah, aku akan membuatkan teh untuk kalian semua", ucap sakura sambil tersenyum kepada para pelayan yang berada didapur.
Mereka merasa begitu tersanjung melihat sakura yang peduli kepada mereka dan mau membuatkan teh. Beberapa orang membatu sakura dalam menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sakura, dari gelas, teh, gula atau apapun yang dibutuhkan sakura lainnya karena dia sama sekali tidak tau dimana semua barang-barang itu diletakan.
Dia membuat teh dengan perasan air lemon yang terasa begitu segar dan hangat ditubuh. Dia membuatnya begitu banyak agar semua orang dapat meminum teh buatannya.
Setelah selesai dia membawah teh yang dibuatnya kemeja makan, tak berapa lama ibu dan ayah mertuanya datang dan melihat sakura yang sedang menuangkan teh kedalam cangkir.
"Sakura, apa yang sedang kamu lakukan sayang?" tanya Imoto .
Sakura sama sekali tidak menyadari kehadiran ibu dan ayah mertuanya di ruang makan.
"Selamat pagi ayah, ibu", ucap sakura sambil menundukkan kepalanya.
"Sakura membuatkan teh untuk ayah dan ibu", ucap sakura.
"Kenapa kamu harus repot-repot sakura, para pelayan bisa melakukannya untuk kita", ucap Imoto
"Sama sekali tidak ibu, sakura sangat senang",jawabnya.
Merekapun duduk di kuris mereka masing-masing, sakura mulai memberika secangkir teh hangat kepada ayah dan ibu mertuanya.
"Ini Ayah dan ini untuk ibu".
"Terima kasih",ucap mereka berdua.
Suara langkah kaki terdengar berjalan menujuh ruang makan, daichi muncul dengan wajah yang tampak lebih segar.
"Kamu sudah bangung daichi, duduklah kita akan sarapan bersama", ucap Imoto.
Sakura memberikan secangkir teh hangat kepada daichi.
"Terima kasih sakura", ucap dacihi.
Sakura hanya tersenyum dan duduk di kursinya yang tepat berada disamping daichi.
"Wah, teh buatan mu sangat enak sayang", ucap Imoto
"Terima kasih ibu",jawab sakura.
Mereka mulai menikmati sarapan pagi yang telah disediakan di meja makan, suasana begitu sunyi saat di meja makan tidak ada pembicaraan yang terjadi. Hal ini sangat berbeda dengan suasana di rumah keluarganya yang selama makan mereka terus berbicara satu sama lain.
__ADS_1
"Oh iya sakura, nanti siang kamu tidak pergi kemana-mana kan sayang?" tanya Imoto
"Tidak ibu, ada apa Bu?"tanya sakura
"Hari ini bibi, kakak ipar dan sepupu daichi akan berkunjung kesini.Kita Akan mengadakan acara minum teh bersama sekalian untuk menyambut masuknya kamu ke dalam keluarga besar Tama", ucap Imoto.
Daichi meletakan sendok dan garpunya, dia menatap Imoto dengan wajah yang tidak senang.
"Apakah acara seperti itu perlu?
"Apa maksudmu daichi? tanya imoto
"Acara minum teh, apa itu perlu dilakukan?" tanya daichi.
"Daichi, itu adalah kebiasaan dari keluarga kita dalam menyambut anggota baru di keluarga besar kita",ucap Imoto.
"Ta-pi ibu", ucap daichi.
Sakura langsung memotong ucapan daichi yang terlihat begitu menentang ibunya, dia mencoba untuk menjadi penengah antara keduanya.
"Daichi, aku sama sekali tidak keberatan dan merasa sangat senang bisa dekat dengan keluarga yang lain", ucap sakura sambil memegang lengan daichi.
Mendengar ucapan sakura, daichi hanya diam. Dia sama sekali tidak menentang ucapan sakura. Selepas sarapan pagi sakura bersama ibu mertuanya mengobrol santai di ruang keluarga, banyak hal yang mereka bahas salah satunya mengenai kegiatan amal yang sering diikuti oleh sakura dan membuat Imoto sangat tertarik.
Disela pembicaraan mereka berdua, daichi datang menghampiri keduanya. Kedua mata sakura tercengang melihat daichi yang begitu rapi.
"Kamu rapi sekali daichi, apa kamu Ingin pergi?"tanya Imoto.
"Ia ibu, aku ingin keluar sebentar untuk menemui Itsuke ada hal penting yang ingin dibahasnya denganku", ucap daichi.
"Apa tidak bisa besok saja, kamu baru saja menikah semalam dan pasti masih lelah daichi", ucap Imoto
"Aku hanya pergi sebentar saja bu, setelah urusanku selesai aku akan kembali", ucap daichi.
Sakura sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya, dia hanya diam dan mendengarkan keduanya yang sedang berdebat. Daichi melirik kearah sakura, dia menyadari perubahan gestur wajah sakura yang tiba-tiba terlihat murung dan sama sekali tidak menatap kearahnya.
"Sakura, aku hanya pergi sebentar saja", ucap daichi yang menatap sakura.
Sakura hanya membalas ucapan daichi dengan sebuah senyuman tanpa berkata apapun, mulut sakura tertutup begitu rapat . Sejujurnya saat ini sakura merasa kesal dengan daichi karena dia meninggalkannya sendirian dirumah orang tuanya yang masih asing untuknya, belum lagi dia harus menghadiri acara jamuan minum teh dengan keluarga besar Tama.
Melihat respon sakura yang terkesan dingin, daichi menyadari bahwa sakura sepertinya marah kepadanya, namun dia tetap memutuskan untuk pergi menemui temannya.
"Yasudah, aku pergi duluh Bu", ucap daichi berpamitan dengan ibunya.
Dia melangkah berjalan kearah sakura yang sedang duduk.
"Aku pergi duluh", ucapnya daichi dan tak lupa mengecup kening sakura.
Imoto yang melihatnya hanya tersenyum, dia tampak bahagia ketika melihat keduanya mulai memiliki perasaan satu sama lain dan berharap mereka akan saling mencintai, meskipun pernikahan mereka terjadi akibat perjodohan yang dilakukan kedua kakek mereka.
Selepas berpamitan dengan ibunya dan sakura, daichi pun pergi untuk bertemu dengan teman lamanya tersebut. Sakura terus melihat saat daichi pergi meninggalkan mereka hingga bayangan daichi menghilang dari jangkauan penglihatannya.
"Dia sudah pergi sayang", ucap Imoto sambil tertawa.
Sakura hanya tersipu malu saat ibu mertuanya seakan sedang menggodanya.
"Dia hanya pergi sebentar dan akan segera kembali", ucap Imoto.
"Ia ibu", jawab sakura.
Entah kenapa perasaan sakura terasa berbeda saat daichi jauh dari dirinya, seakan ada yang hilang dari dalam dirinya dan itu adalah DAICHI TAMA.
__ADS_1
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung..