
"Apa lagi yang harus aku bawa", ucap sakura yang masih mengingat-ingat barang-barang yang akan di bawahnya.
Sakura masih kebingungan dengan barang-barang yang perlu atau tidak perlu di bawanya.
Dreg....Dreg....dreg...
Ponsel sakura yang berada di atas kasurnya kembali berbunyi, sakura berjalan meraih ponselnya tersebut.
"Ini?Bukankah ini no yang tadi?" batin sakura.
Dia kembali membuka pesan tersebut.
Betapa kagetnya dia saat membaca pesan masuk tersebut, bunyi pesan itu sama seperti pesan sebelumnya. Namun kali ini tertera nama Daichi Tama diakhir kalimat itu.
"Apa yang sedang kamu lakukan?"
Daichi Tama
"Apa aku tidak salah, ini pesan dari daichi", ucap sakura.
Entah mengapa saat mengetahui pesan tersebut dari daichi, ekspresi wajah sakura seketika berubah. Dia tampak terlihat begitu senang dan terus tersenyum dan tak perlu waktu yang lama dia langsung membalas pesan tersebut.
"Aku sedang mengemasi barang-barang ku", balas sakura.
•••••
Dreg...dreg...dreg...
Daichi yang dari tadi menunggu balasan sakura,begitu sangat bahagia saat ponselnya berbunyi dan melihat nomor yang mengirimkannya pesan.
"Sekertaris Yun!!!!!!",ucap daichi yang begitu bahagia sambil bangkit dari kursi kerjanya.
Tentu saja sontak membuat sekertaris Yun yang sedang mengetik tepat di depan meja kerja daichi kaget.
"Ada apa tuan, apa terjadi sesuatu?" tanya sekertaris Yun yang ikut bangkit dari bangkunya.
"Dia membalasnya sekretaris yun!!!", ucap daichi sambil tertawa.
"Ma-af tuan, saya tidak mengerti maksud perkataan anda", ucap sekertaris.
"Sakura membalas pesanku, dia membalasnya", ucap daichi.
"APA!!!!!" Jadi anda begini hanya karena nona sakura membalas pesan anda?"Tanya sekertaris yun.
"Hmmmm",jawab daichi begitu santai dan kembali duduk di bangkunya.
"Astaga, Apakah anda seorang ABG?"tanya sekertaris Yun sambil meletakan kedua tangannya tepat di pinggangnya dan menatap daichi.
"Hei....Hei...., jangan menatapku seperti itu. "Apakah kamu lupa aku adalah boss mu", ucap daichi sambil mengangkat satu alisnya dan menatap kearah sekertaris Yun.
"Ma-afkan saya tuan daichi Tama, bagaimana saya lupa bahwa an-da ada-lah boss sa-ya", ucap sekertaris Yun dengan suaranya yang kesal.
"Baguslah kalau kamu mengingatnya. Baiklah, kamu bisa melanjutkan mengerjakan laporannya di ruangan mu sekertaris Yun. Aku sedang sibuk sekarang", ucap daichi dengan tangan kanannya yang diangkat yang memberikan isyarat agar sekertaris Yun keluar dari ruangannya.
"Baik tuan, saya permisi", ucap sekertaris Yun sambil mengemis berkas yang ada di hadapannya.
Sekertaris Yun pun pergi dengan membawa leptop dan berkasnya, dia pergi meninggalkan daichi di ruangan nya. Ketika dia ingin menutup pintu ruangan daichi, dia kembali melirik daichi yang sedang senyum-senyum sendri sambil melihat ponselnya.
"Sepertinya sibuk yang dimaksudnya adalah membalas pesan dari nona sakura", ucap sekertaris Yun sambil menutup dengan rapat pintu itu.
Daichi langsung membuka balasan pesan sakura, dia begitu tak sabar membaca isi pesan yang dikirimkan sakura kepadanya.Ketika dia ingin membalas kembali pesan itu, dia mengurungkan niatnya dan menghapus pesan yang sudah di ketiknya.
"Kenapa aku tidak meneleponnya saja", batin daichi.
Tanpa berpikir panjang, dia langsung menghubungi sakura Agata.Tak perlu menunggu waktu yang lama, sakura langsung mengangkatnya.
"Hallo", suara sakura yang lembut terdengar di telinga daichi.
"Ha-llo",ucap daichi yang terbatah-batah.
Dia yang awalnya begitu sangat menggebu-gebu ingin menelepon sakura, namun saat mendengar suara sakura melalui sambungan telepon semua yang ada di pikiran daichi hilang seketika dan membuatnya bingung ingin berbicara apa kepada sakura.
__ADS_1
"A-pa kamu masih sibuk?" tanya daichi yang mencoba mencari bahan pembicaraan.
"Tidak, aku sudah selesai berkemas dan sedang bersiap-siap", ucap sakura.
"Bersiap-siap?"Apa kamu ingin pergi?" Daichi tampak mulai penasaran.
"Tidak, hari ini paman dan bibi akan datang makan malam bersama", ucap sakura.
"Akhhh,begitu", daichi kini mulai merasa lega.
"Apa kamu sedang dikantor?"Tanya sakura.
"Ia, aku masih di kantor", ucap daichi
"Kenapa kamu tidak mengambil cuti,padahal besok adalah hari pernikahan kita", ucap sakura.
"Apa kamu mencemaskan diriku?"tanya daichi yang mulai tersenyum seakan menggoda sakura melalui sambungan telepon.
"Hmmm,tentu saja", jawab sakura sambil tersenyum.
"Kamu tidak perlu cemas, aku hanya sebentar saja di kantor. Jika urusan pekerjaanku sudah selesai aku langsung pulang ke rumah", ucap daichi yang mencoba memberikan penjelasan kepada sakura.
"Aku percaya kepada mu", jawab sakura yang sepanjang pembicaraan dengan daichi dia terus tersenyum.
Jika seseorang melihat tingkah sakura saat ini, mereka pasti akan mengira bahwa sakura adalah wanita yang sedang setres karena terus tersenyum tanpa sebab yang jelas. Begitu pula dengan daichi Tama, dia sangat jelas terlihat begitu bahagia saat ini dan tidak dapat menyembunyikan perasaannya tersebut.Melihat tingkah mereka seakan mereka adalah sepasang ABG yang sedang di mabuk cinta.
"Kenapa kamu harus mengerjakannya sendirian?"tanya daichi.
"Maksudnya?" tanya sakura.
"Kenapa kamu harus repot- repot mengemasi barang-barang mu sendirian",
"Apa aku perlu menyuruh pelayan pribadiku datang untuk membantumu berkemas?" Tanya daichi
"Hahahah.... Itu tidak perlu daichi, aku bisa melakukannya sendiri lagi pula aku sudah selesai mengerjakannya dan satu hal lagi disini kami juga memiliki pelayan yang bisa membantu ku", ucap sakura.
"Ahh, benar. Aku hanya khawatir juga kamu akan kelelahan",ucap daichi.
"Hmmm, aku melupakannya", ucap daichi.
"Sakura.....sakura..",Teriak Yuka.
"Daichi,aku harus pergi sekarang sepertinya paman dan bibi ku sudah datang",ucap sakura.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi mu lagi setelah acara makan malam dengan keluarga mu selesai".
"Itu juga jika kami tidak keberatan",ucap daichi.
"Tentu saja, aku tidak akan keberatan", jawab sakura.
Panggilan itu pun berakhir, sakura bergegas turun kebawah untuk menyambut kehadiran paman dan bibinya yang sudah tiba.
"Ini dia calon pengantin yang besok akan menikah", ucap Renzo yang tak lain adalah sepupu sakura.
"Berhenti menggoda ku", ucap sakura kepada sepupunya.
Mereka berjalan menujuh ke ruang makan,disana para pelayan telah menunggu kehadiran mereka untuk menyajikan makanan yang telah disiapkan.
Acara makan malam itu berlangsung begitu santai dan berjalan lancar. Selama jamuan makan malam, mereka saling berbincang-bincang membahas acara yang akan berlangsung besok, bahkan saat mereka selesai makan obrolan tetap berlanjut sampai di ruang keluarga.
"Sakura,sudah malam sayang lebih baik kamu istrahat", ucap saru.
"Benar, besok adalah hari pernikahanmu sayang", ucap bibi sakura.
"Aku belum mengantuk ibu, biarkan aku disini", ucap sakura.
"Sakura, kamu harus istrhat sayang".
"Jangan sampai di hari pernikahanmu besok, kedua mata mu hitam dan membuatmu terlihat tidak cantik", ucap saru.
"Istirahatlah ke kamarmu sakura", ucap ayah sakura .
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu", ucap sakura.
Selepas berpamitan dengan semua anggota keluarga nya,sakura pergi menujuh ke kamar nya untuk beristrahat, saat di dalam kamar sakura melihat setiap sudut kamar nya. Dia tidak menyangka bahwa mulai besok dia akan meninggalkan kamarnya itu untuk kedua kalinya, namun dalam situasi yang berbeda.
Dulu dia meninggalkan kamar yang sejak kecil di tempatnya untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri dan sekarang dia akan meninggalkan kamar tersebut mungkin untuk selamanya dan tak akan pernah kembali lagi karena besok dia akan menjadi istri Daichi Tama dan tinggal bersamanya di kediamannya.
Membayangkannya terkadang membuat sakura tak percaya, dia yang awalnya kembali dari luar negeri hanya untuk menemui kakeknya harus terjebak dalam sebuah perjodohan yang telah di atur oleh keluarganya.
Perjodohan yang selama ini di tentang oleh sakura, kini dia hanya pasrah dan menerima perjodohan tersebut dan bersedia menikah dengan pria yang awalnya tidak dikenalnya bahkan sama sekali tidak di cintanya.
Dia berjalan menujuh sebuah cermin yang besar yang tepat berada di sudut kamarnya. Dia menatap dirinya di cermin,
"Besok, kamu akan menjadi seorang istri SAKURA AGATA!!!!! ucapnya dengan menatap dirinya sendri di cermin.
"KAMU AKAN MENIKAH DENGAN PRIA YANG SELAMA INI TIDAK PERNAH TERBAYANGKAN OLEH DIRIMU SENDIRI", ucapnya pada dirinya sendiri.
••Dreg••Dreg••••Dreg....
Sakura berjalan mengambil ponselnya yang terletak di atas meja di dekat tempat tidurnya, sepertinya dia tau siapa yang menghubunginya tengah malam ini.
"Hallo Daichi", ucapnya.
"Apa acaranya sudah selesai?"tanya seseorang yang tak lain daichi di balik sambungan telepon itu.
"Belum, paman dan bibi masih ada dirumah", ucap sakura.
"Apa aku menggangu?"tanya daichi.
"Sama sekali tidak, aku sudah di kamar sekarang", ucap sakura.
"Apa kamu sakit?"tanya daichi.
"Tidak, ibu menyuruhku untuk istirhat agar besok wajahku kelihatan fresh ", ucap sakura.
"Apa yang dikatakan ibu mu itu benar, kamu harus istrhat lebih cepat", ucap daichi.
"Daichi..",suara sakura begitu lembut sangat memanggil nama daichi.
"Ada apa sakura?" tanya daichi dengan suaranya yang lembut juga.
"Apa kamu tidak merasa deg..degan untuk besok?"tanya sakura.
"Apa kamu merasa deg..degan?daichi kembali bertanya kepada sakura.
"Hmmmm, sedikit", ucap sakura.
"Sakura, semua akan baik-baik saja, percayalah padaku",ucap daichi yang mencoba menenangkan sakura.
Entah mengapa daichi seakan selalu mampu menenangkan perasaan sakura yang tadinya begitu sangat cemas. Setiap mendengar perkataan yang dilontarkan daichi kepada dirinya seakan memberikan semangat dalam diri sakura Agata dan membuatnya menjadi yakin, meski itu hanya sebuah perkataan.
"Apa kamu tau, aku justru tidak sabar menunggu besok", ucap daichi.
"Ke-napa?"tanya sakura.
"Karena aku tidak sabar melihat dirimu mengenakan gaun pernikahan, kamu pasti terlihat sangat cantik sakura", ucap daichi.
Mendengar perkataan daichi, tanpa sadar kedua bibir sakura tersenyum begitu lebar. Dia terhanyut dalam ucapan daichi yang terdengar seperti sedang menggodanya. Mereka berdua sama-sama saling tersenyum di tempat yang berbeda untuk malam ini dan akan bersama dia malam-malam selanjutnya.
"Ehh, sepertinya kita harus istrahat sekarang", ucap sakura.
"Ahhh Baiklah, Selamat beristirahat sakura dan sampai bertemu besok", ucap daichi.
"Terima Kasih, kamu juga selamat beristirahat da-n sampai bertemu besok ", ucap sakura.
Sakura membaringkan badannya di kasurnya sambil meletakan ponselnya di atas meja di dekat tempat tidurnya.
"Sampai jumpa besok daichi, di hari pernikahan kita",ucap sakura sambil mematikan lampu kamarnya dan beristrahat.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung..
__ADS_1