Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 46 Konferensi Pers


__ADS_3

Diluar gedung, para pemburu berita sudah menantikan konferensi yang akan dilakukan daichi dan sakura. Acara pernikahan itu berlangsung sangat tertutup dari para media, mereka hanya diberi kesempatan untuk meliput atau pun mewawancarai mereka saat konferensi itu saja.


Berita mengenai pernikahan keduanya sangat dinanti-nantikan masyarakat, banyak orang yang penasaran bagaimana pernikahan itu diselenggarakan mengingat keduanya berasal dari keluarga yang memilikinya segalanya, namun dari awal sakura sudah meminta kepada keluarganya untuk tidak menyiarkan pesta pernikahannya.


"Daichi,sakura, para reporter sudah menunggu kalian",ucap Sena.


"Apakah konferensi persnya akan berlangsung sekarang kak?"tanya daichi.


"Ia daichi, mereka dari tadi sudah menunggu kehadiran kalian berdua",ucap Sena.


"Baiklah kak, kami akan kesana sekarang",ucap daichi kepada sena.


"Ayok sakura",ucap daichi.


Sakura yang berdiri tepat disamping daichi hanya terdiam seakan sedang memikirkan sesuatu.


"Hei,apa yang sedang kamu pikirkan?"tanya daichi sambil mengelus dengan lembut pipi istrinya itu.


Sentuhan tangan daichi yang tepat di pipinya, menyadarkan sakura dari lamunannya dan memandang wajah daichi yang sedang menatapnya .


"Ehm, aku tidak memikirkan apa-apa",ucap sakura yang tersenyum kepada daichi.


"Jangan cemas, aku akan selalu ada disamping mu sakura",ucap daichi.


Sepertinya dia mengetahui apa yang membuat sakura tampak tidak nyaman, berhadapan dengan banyak orang dan sorot cahaya yang terus mengarah kepadanya membuat sakura tampak gugup dan belum terbiasa dengan hal itu.


Keberadaanya yang jarang terekspos selama ini membuat sakura terbiasa hidup tanpa sorotan media. Selama puluhan tahun dia hidup dengan bebas tanpa ada orang yang mengetahui latar belakang kehidupannya, kemanapun dia dapat pergi tanpa harus memperdulikan jepretan kamera, namun sejak berita pertunangannya terekspos kehidupannya sangat berubah.


"Ayok sakura, kita harus menemui reporter yang telah menunggu kita", ucap daichi sambil menggenggam tangan sakura.


Dengan didampingi beberapa orang mereka berjalan menujuh tempat diadakannya konferensi pers tersebut.


"Itu mereka", ucap para reporter yang telah melihat kehadiran sakura dan daichi.


Mereka terus mengambil gambar keduanya, cahaya kamera terus tertujuh kearah sakura dan daichi, sehingga membuat sakura tak tahan dengan cahaya kamera yang membuat penglihatannya silau. Daichi yang melihat sakura yang sesekali menutup matanya hanya tertawa dengan tingkah lucu sakura.


"Apakah kamu baik-baik saja, jika kamu terus menutup matamu mereka tidak akan bisa melihat kedua matamu yang indah ", ucap daichi yang berbisik di teling sakura sambil tertawa seakan menggoda istrinya.


Sakura yang mendengar ucapan daichi, langsung memandang wajahnya daichi dengan ekspresi kesal, namun keduanya saling tertawa.


"Tuan daichi, nona sakura tolong lihat kesini!!!"Teriak para reporter itu.


Mereka terus melemparkan senyuman kepada para media yang terus mengambil gambar mereka. Daichi terus menggandeng tangan sakura, sedikitpun dia tidak melepaskan gandengannya.


"Baiklah semuanya, cukup", ucap sekertaris Yun yang ikut menghadiri konferensi pers itu.


Sekertaris Yun mengarahkan daichi dan sakura untuk duduk di sebuah kursi yang telah disediakan dengan dua mic yang telah disediakan di atas meja.


Mereka berdua berjalan menujuh kursi yang disediakan, dengan begitu sabar daichi membantu sakura dalam merapikan gaun pernikahannya yang begitu panjang sehingga membuat sakura kesulitan dalam berjalan.


"Konferensi pers ini hanya berlangsung kurang lebih 15 menit dan hanya media yang kami pilih saja yang bisa menanyakan pertanyaan kepada Tuan daichi atau nona sakura, diharapkan semuanya mengikuti prosedur yang telah kami tentukan", ucap sekertaris yun.


Mendengar hal itu membuat para reporter melakukan protes karena mereka harus dibatasi dalam bertanya.


"Konferensi pers akan segera mulai, diharapkan semuanya tenang",ucap sekertaris Yun.


Daichi mengambil mic yang ada dihadapannya untuk menyapa para reporter yang ada di depannya.

__ADS_1


"Terima kasih atas kehadiran kalian semua.Kami minta maaf karena acara pernikahan kami yang diselenggarakan tertutup, membuat kalian tidak dapat meliputnya karena kami ingin pesta pernikahan kami berdua berjalan dengan sakral dan hanya dihadiri keluarga dan sahabat-sahabat dekat saja.", ucap daichi.


"Baiklah, kami akan mempersilakan dari media FASS untuk bertanya", ucap sekertaris Yun.


"Hallo, Perkenalkan saya dari media FASS. Saya ingin bertanya apa rencana kalian setelah menikah? Apakah anda akan membiarkan nona sakura tetap bekerja mengingat saat ini nona sakura memiliki sebuah bisnis fashion yang sedang berkembang di kota ini",ucapnya.


Mendengar pertanyaan tersebut, daichi langsung menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya.


"Terima kasih untuk pertanyaannya, kami berdua belum memikirkan apa yang akan kami lakukan setelah ini dan mengenai bisnis yang sedang dijalankan oleh istri saya, saya tidak akan pernah melarang jika sakura ingin tetap bekerja dan meneruskan bisnisnya. Apapun keinginannya saya akan selalu mendukungnya sebagai seorang suami", ucap daichi sambil melihat sakura yang duduk di sampingnya.


Ketika mendengar jawaban daichi, sakura langsung menatap wajah daichi dan melemparkan senyuman kepada pria yang telah menjadi suaminya itu.


"Apakah sudah jelas?"tanya sekertaris Yun


"Biasakan saya bertanya satu lagi?"tanya reporter tersebut.


"Baik silakan", ucap sekertaris Yun


"Pertanyaan saya kali ini untuk nona sakura. Apakah anda setelah menikah dengan tuan daichi Tama akan tetap menjalankan bisnis anda sendiri atau akan membantu tuan daichi jalan menjalankan bisnisnya?"tanyanya.


Mendengar pertanyaan itu membuat sakura tersenyum, dia mengambil mic yang ada di depannya untuk menjawab pertanyaan yang kali ini tertujuh kepadanya.


"Mengenai bisnis yang saya jalankan sekarang, saya akan tetap melanjutkannya karena itu adalah impian saya dari duluh menjadi seorang desainer terkenal dengan rancangan-rancangan yang luar biasa dan dapat diterima dari segala kalangan.


"Saya tidak akan mengambil bagian dalam usaha yang dijalankan suami saya dan hanya akan fokus kepada kemampuan yang saya miliki saja, namun sebagai seorang istri saya akan tetap memberikan dukungan kepada suami saya dan memberikan masukan jika itu dibutuhkan.


"Tentu saja mengingat status saya sekarang telah menjadi seorang istri, saya mungkin akan membagi waktu saya dalam bekerja dan mengurus suami karena kini saya sudah memiliki tanggung jawab yang baru. Saya sangat beruntung memiliki seorang suami yang selalu mendukung istrinya dalam melakukan apapun", ucap sakura yang melemparkan senyuman kepada daichi dan dibalas kembali dengan senyuman oleh daichi.


"Cukup,selanjutnya", ucap sekertaris Yun.


"Perkenalkan saya dari majalah Zero, yang ingin saya tanyakan kemana rencana kalian bulan madu. Apakah kalian memutuskan akan langsung pergi bulan madu setelah acara pernikahan ini?"Tanya reporter itu


"Hmmm, mengenai bulan madu, kami tentu akan pergi berbulan madu kenegara- negara yang indah atau mungkin ketempat yang diinginkan oleh istri ku. Namun untuk waktunya kami belum menentukannya karena kesibukan yang kami miliki berdua dalam pekerjaan sehingga kami harus mengatur waktu yang pas untuk pergi", ucap daichi.


"Kami rasa sudah cukup", ucap sekertaris Yun .


Namun para reporter tersebut protes dan meminta satu pertanyaan lagi, setelah berdiskusi dengan daichi dan sakura akhirnya mereka mempersilahkan satu pertanyaan lagi dapat ditanyakan kepada mereka.


"Perkenalkan saya dari media Yerix, yang ingin saya tanyakan dan mewakili para media yang lain mengenai rencana kalian untuk memiliki anak, Apakah kalian akan menundanya dan memilih untuk menghabiskan waktu berdua duluh mengingat waktu perkenalan kalian yang terbilang singkat sampai kalian memutuskan untuk menikah",tanyanya reporter itu.


Kali ini sakura memutuskan untuk menjawab pertanyaan tersebut,dia langsung mengambil mic yang ada di depannya. Daichi yang melihat sakura akan menjawab pertanyaan itu mempersilahkan istrinya itu.


"Mengenai rencana mempunyai anak, aku sendri sama sekali tidak ingin menundanya",ucap sakura sambil melirik ke arah daichi.


Daichi langsung mengambil mic nya dan mengarahkan pandangannya kepada sakura.


"Aku pun juga tidak ingin menundanya", ucap daichi yang seakan sependapat dengan istrinya sambil tersenyum.


Sontak saja semua orang yang menghadiri konferensi pers itu ikut tertawa melihat tingkah mereka berdua.


"Benar, hubungan yang kami bangun hanya sebentar dan kami akan terus memupuk perasaan yang kami miliki satu sama lain setelah menikah, seperti kencan setelah menikah itu mungkin akan sangat menarik sambil kami menunggu kehadiran bayi di keluarga kecil kami nantinya", ucap sakura.


Daichi yang mendengar penjelasan sakura hanya mengangguk-nganggukan kepalnya sambil menatap ke arah sakura dan terus tersenyum kepadanya.


"Baiklah kami rasa sudah cukup", ucap sekertaris Yun.


Daichi dan sakura pun bangkit dari kursi mereka berdua dan berpamitan kepada para reporter yang meliput mereka, para reporter itu terus mengambil gambar keduanya yang terus melemparkan senyuman ke para reporter yang datang

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan tempat konferensi pers itu dan kembali masuk kedalam ruangan tempat acara resepsi pernikahan itu berlangsung,dimana masih banyak para tamu undangan yang menunggu kehadiran mereka untuk berpoto atau pun mengucapkan selamat kepada mereka.


Beberapa jam kemudian, resepsi pernikahan itu pun selesai. Para tamu undangan telah meninggalkan hotel tersebut hanya ada keluarga inti saja yang masih tinggal sedangkan sakura telah pergi meninggalkan tempat itu menujuh ruangannya untuk mengganti pakaiannya ditemani oleh kedua kakak iparnya.


"Akhhh, akhirnya acaranya selesai juga", ucap Yuka yang kelihatan lelah


"Sakura, sekali lagi selamat ya sayang", ucap Sena yang memeluk adik iparnya itu.


"Terima kasih kakak",ucap sakura.


Dua orang wanita datang menghampiri sakura yang sedang berbicara dengan kedua kakaknya.


"Nona sakura,mari kami bantu melepas gaun pernikahan anda", ucap wanita itu.


Sakura pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menujuh sebuah ruangan untuk mengganti pakaiannya dengan dibantu oleh dua orang wanita. Dia mengenakan sebuah dress berwarnah coklat dengan motif bunga-bunga.


"Kamu sudah siap sayang?"tanya sena.


"Hmmm, aku sudah siap kak", jawab sakura.


"Daichi sudah menunggumu diluar, pergilah",ucap Sena


"Kemana kak?"tanya sakura dengan sangat bingung.


"Tentu saja pulang sayang,kalian berdua pasti sudah sangat lelah", ucap Yuka


"Ibu mertua mu juga pasti sudah menunggu kehadiran kalian berdua", ucap Sena yang merapikan rambut sakura.


"Kenapa ibu mertua harus menunggu kami ?" sakura masih bingung.


"Astaga,kakak lupa mengatakannya bahwa kalian akan tinggal beberapa hari dirumah mertuamu sayang", ucap Sena.


"APA!!!!!"Kenapa bisa begitu kak? Bukankah seharusnya kami pulang kerumah daichi?"sakura mulai tampak panik.


"Ia sayang kamu benar, kakak juga baru diberitahu oleh ibu karena itu adalah tradisi di keluarga TAMA", ucap Sena.


"Kamu tenang saja sakura, kakak sudah menyusun pakaianmu dan sudah ada di mobil daichi sedangkan koper yang kamu susun dari semalam sudah diantar kerumah daichi", ucap Yuka.


"Sudah, pergilah daichi pasti sudah menunggu mu diluar sayang", ucap Sena.


Perlahan sakura pergi menujuh keluar untuk menemui daichi yang dari tadi telah menunggu nya. Entah mengapa tiba-tiba saja perasaan sakura menjadi tidak tenang saat tau dia harus tinggal beberapa hari dengan mertuanya,dia merasa begitu canggung. Dia berjalan begitu perlahan dengan pikiran yang selalu mengganggunya.


Langkah kakinya begitu terdengar dari suara yang berasal dari sepatu high heels yang dikenakan nya, daichi yang dari tadi telah menunggunya mengarahkan pandangannya dan melihat sakura Agata begitu sangat cantik dengan dress yang dikenakannya dan rambutnya yang panjang tergerai begitu indah. Dia terus menatap sakura tanpa sedikitpun mengedipkan matanya.



"Apa kamu menunggu ku lama?"tanya sakura dengan suaranya yang pelan dan lembut.


"Sama sekali tidak", ucap daichi yang terus melihat sakura.


Sakura hanya tertunduk malu saat daichi terus saja menatap dirinya, dia sama sekali tidak mampu bertatapan mata dengan daichi.


"Baiklah, ayok kita pergi ", ucap daichi sambil membukakan pintu mobil untuk sakura.


Sakura pun berjalan masuk kedalam mobil dengan diikuti oleh daichi, mereka pun pergi meninggalkan hotel mewah itu menujuh kerumah kediaman orang tua Daichi Tama.


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2