Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 43 No Ponsel


__ADS_3

"Selamat malam semua nya", ucap sakura yang menyapa semua keluarganya yang sedang santai di ruang keluarga.


"Sakura, dari mana saja kamu sayang", ucap ibunya.


"Hari pernikahan mu tinggal sebentar lagi, kenapa kamu masih berkeluyuran seperti ini sakura", ucap himoro.


"Maafkan aku ayah", ucap sakura yang menundukan kepalanya.


Dia sama sekali tidak mengatakan kemana dan dengan siapa dia pergi karena saat mereka tau bahwa sakura baru membeli cincin pernikahnya itu akan membuat keadaan semakin rumit.


"Yasudah kamu mandilah sayang", ucap saru


"Baiklah kalau begitu aku ke kamar duluh", ucap sakura yang pergi menujuh ke kamarnya.


••••


Selama perjalanan menujuh kerumahnya,daichi tak berhenti-hentinya tersenyum. Sekertaris Yun terus memperhatikan daichi dari sebuah kaca di depan mobilnya.


"Sepertinya suasana hati anda sedang senang tuan daichi", ucap sekertaris Yun.


"Apakah terlihat seperti itu?" tanya daichi.


"Dari tadi saya perhatikan anda terus tersenyum tuan, Apakah terjadi sesuatu hari ini?" tanya sekertaris Yun.


"Benar, aku hari ini sangat bahagia", ucap daichi.


"Jika saya boleh tau apa yang membuat anda begitu bahagia tuan?" tanya sekertaris Yun yang tampak sangat penasaran .


"Hari ini aku berkencan dengan sakura", jawab daichi.


"A-pa?" sekertaris Yun langsung menatap ke arah daichi yang duduk di bangku belakang, dia tampak tak percaya mendengar apa yang baru di dengarnya.


"Kenapa sekertaris Yun, apa kamu tidak percaya?" tanya daichi.


"Bagaimana bisa tuan? Anda dan no-na sa-kura?" sekertaris Yun tampak kebingungan.


"Entahlah sekertaris Yun, apa yang terjadi hari ini aku saja masih tidak percaya dan mengira ini adalah sebuah mimpi",ucap daichi sambil melihat keluar jendela sambil tersenyum.


•••


Kedimama Agata 🏡


Selepas mandi, sakura berjalan ke arah balkon kamarnya untuk menikmati udara malam. Angin malam yang bertiup kencang menerbangkan rambutnya yang panjang dan membuat menjadi berantakan.


Sakura mencoba merapikan kembali rambutnya yang berantakan akibat tertiup angin. Dia merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya, tiba-tiba saja pandangannya tertujuh kepada tangannya.


Dia menatap tangannya yang mengingatkan pada seseorang yang terus menggenggam tangannya yang begitu lembut. Ingatan mengenai saat daichi begitu erat menggenggam tangannya, tanpa di sadari membuatnya tersenyum.


"kenapa aku terus memikirkannya?"Ada apa dengan mu sakura?" batin sakura.


Wajah daichi terus muncul dipikiran sakura, senyuman yang selalu di tunjukan daichi terus muncul dan menggangu pikiran sakura Agata.


"Akhh, ini bisa membuatku gila", ucap sakura sambil memukul-mukul kedua pipinya untuk menyadarkannya.


Tok...Tok..Tok..


"Sakura, bisakah kakak Sena masuk?"Terdengar suara Sena dari luar.


"Masuklah kak", ucap sakura sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut.


"Apa kamu sudah makan malam sayang?" Tanya sena kepadanya.


"Sudah kak, aku sudah makan tadi", ucap sakura yang duduk di kasurnya.


"Bersama daichi?" Tanya sena.


"Hmmm", ucap sakura sambil menganguk-anggukan kepalanya.


"Apa kalian sudah membeli cincinnya?"tanya sena dengan raut wajah penasaran menatap sakura.


"Sudah kak, besok cincinnya akan diantar kepada daichi", ucap sakura yang tersenyum.


"Sakura, Apa yang kamu rasakan sekarang?" Sena memegang tangan sakura dan menatap wajah adik iparnya itu.


"Aku baik- baik saja kak", jawab sakura yang tersenyum kepada sena.


"Apa kamu yakin sayang?"Sena tampak mencemaskan perasaan dan keadaan sakura.


"Kak Sena, aku baik-baik saja mulai sekarang kakak tidak perlu mencemaskan aku lagi",ucap sakura sambil memegang tangan Sena.


"Kakak percaya sayang", ucap Sena yang tersenyum kepada sakura.

__ADS_1


"Oh ia kak mengenai makan malam besok, Apakah jadi?" tanya sakura.


"Tentu saja jadi saya, ibu sudah menelepon bibi dan paman. Mereka akan datang besok", ucap Sena.


"Oh begitu, baiklah kak", jawab sakura.


"Apa kamu sudah mengemasi barang-barang mu?" tanya sena yang melihat ke sekeliling kamar sakura.


"Barang-barang apa maksud kakak?" Tanya sakura yang sama sekali tidak mengerti dengan maksud Sena.


"Sakura.. , barang-barang yang akan kamu bawa nanti kerumah baru mu sayang",ucap Sena.


"Aku belum menyusunnya kak", ucap sakura.


"Kamu belum memilih barang-barang apa yang nanti ingin kamu bawah?" tanya sena


"Hmmm, aku belum melakukannya", jawab sakura.


"Tapi kenapa?"Sena tampak bingung dengan pemikiran sakura yang kelihatan sangat santai.


"Kakak, masih banyak waktu. Jadi kakak tidak perlu cemas",ucap sakura.


"Sakura,waktu mu tinggal hari ini dan besok. Pernikahanmu 2 hari lagi, bagaimana kakak tidak cemas", ucap Sena.


"Aku akan menyusunnya besok kakak, kakak tenang saja ya", ucap sakura.


Sena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap santai yang dimiliki adik iparnya itu.


"Akhhh, aku ingin bermanja-manja dengan kakak ", ucap sakura sambil membaringkan tubuhnya di pangkuan Sena.


"Aihhh, dasar anak manja. Bagaimana gadis manja ini akan mengurus suami nantinya", ucap Sena sambil meneglus-elus dengan lembut rambut panjang yang dimiliki sakura.


Sepanjang malam mereka menghabiskan waktu kebersamaan yang mereka miliki sebelum sakura menikah dan tinggal bersama Daichi Tama yang tak lain adalah suaminya.


•••


Hari ini kediaman Agata akan mengadakan jamuan makan malam keluarga sekalian membahas acara pernikahan sakura yang akan berlangsung besok.


Sena Dari tadi siang sudah sibuk mengecek persiapan untuk jamuan makan malam.


"Sena, apa semua sudah siap sayang?" ucap saru.


"Akhh, sudah ibu", ucap Sena sambil tersenyum.


"Akh dia ada di depan,sedang menelepon desainer yang mengurusi gaun pernikahan sakura", ucap saru.


"Apa terjadi masalah ibu?" tanya sena


"Bukan masalah yang besar sayang, sepertinya sakura mengalami penurunan berat badan sehingga pada saat di coba gaunnya sedikit longgar", ucap saru.


"Penurunan berat badan?"Padahal berat badannya sebelumnya sudah kurus ibu", ucap saru.


"Entahlah, ibu juga bingung dengan adik mu itu", ucap saru.


"Ibu, aku ingin melihat sakura ke kamarnya duluh", ucap Sena.


"Pergilah sayang", ucap saru.


Sena berjalan menujuh ke kamar sakura untuk melihat kondisi sakura,


Tok...tok..tok..


"Sakura...Sakura.. ", ucap Sena sambil mengetuk pintu kamar sakura.


Tak lama kemudian, sakura membuka pintu kamarnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya sena sambil berjalan masuk kedalam kamar sakura.


"Memasukan baju-baju yang akan ku bawah ke dalam koper ku kak", ucap sakura.


"Ahhhh, baguslah kalau kamu sudah mulai menyusunnya sakura",ucap Sena sambil mengecek isi dalam koper sakura.


"Ada apa kak?" tanya sakura.


"Soal berat badan , kata ibu gaun pernikaha mu longgar."Apa itu benar? Sena mencoba memastikannya.


"Sedikit saja kak, sepertinya pada saat mereka mengukur badanku mereka sedikit melebihkan ukurannya", jawab sakura.


"Benarkah? kakak mengira kamu kurusan sakura dan itu membuat kakak Sena merasa sedih", ucap Sena


"Mana mungkin kak, aku makan dengan baik ", ucap sakura yang tertawa.

__ADS_1


"Baiklah sayang, kalau begitu kakak tinggal kebawah duluh. Setelah selesai, cepat bersiap-siap turun kebawah untuk menyambut paman dan bibi",ucap sena.


"Ia kak", ucap sakura.


Selepas kepergian Sena, sakura kembali menyusun pakaiannya dan beberapa barang- barang yang akan di bawahnya kedalam koper.


"Dreg....dreg...dreg...


Satu pesan masuk ke ponsel sakura,


"Siapa ini? No yang tak dikenal", ucap sakura.


Dia membuka pesan tersebut...


"Apa yang sedang kamu lakukan?"


Itulah bunyi pesan yang dibaca oleh sakura.


"Siapa ini?"batin sakura


Namun sakura mengabaikan pesan masuk itu karena dia tidak mengenal no yang mengirim pesan. Dia sama sekali tidak pernah menanggapi nomor-nomor yang tidak tidak dikenalnya jika menghubunginya melalui pesan atau pun telpon. Dia meletakan ponselnya dan kembali mengerjakan pekerjaannya.


°


°


°


Kantor Daichi Tama🏢


Sekertaris Yun terus memperhatikan daichi Tama yang begitu fokus melihat layar ponselnya seakan dia sedang menunggu seseorang menghubunginya.


"Kenapa dia tidak membalasnya?" daichi tampak begitu frustasi sambil mengecek-ngecek ponselnya.


"Ada apa tuan, anda tampak begitu tidak tenang", ucap sekertaris Yun.


"Ahhh, tidak ada sekertaris Yun, sampai dimana tadi pembicaraan kita", ucap daichi.


Ketika sekertaris Yun baru ingin memulai pembicaraan,daichi kembali melirik ke arah ponselnya.


"Aisssss, kenapa dia sama sekali tidak membalasnya?" daichi tampak mulai kesal.


"Maksudnya?" tanya sekertaris Yun yang tampak bingung melihat sikap daichi.


"Sekertaris Yun", ucap daichi.


"Ia tuan daichi, ada apa?" sekertaris Yun tampak mulai penasaran apa yang membuat daichi begitu tidak tenang.


"Apakah benar nomor yang kamu berikan adalah nomor sakura?" tanya daichi.


"Yah..,"Sekertaris Yun tampak kaget dengan yang baru saja di tanyakan daichi kepadanya.


Kini sekertaris Yun tau penyebab gundah gulana seorang daichi Tama, bukan karena pekerjaan melainkan kepastian nomor ponsel sakura Agata.


"Aisss, jadi dari tadi tampang anda begitu setres karena memikirkan nomor ponsel nona sakura?" tanya sekertaris Yun yang masih tidak menyangka.


"Hmmm, aku sudah mengirimkan pesan kepadanya,tetapi dia sama sekali tidak membalas pesan ku?" ucap daichi dengan begitu frustasi dan terus melihat ponselnya.


"Kenapa anda harus mengirimnya sebuah pesan, jika anda merindukan nona sakura kenapa tidak meneleponnya saja tuan? Apakah perlu saya yang meneleponny?" tanya sekertaris Yun sambil mengelurkan ponselnya.


"Jangan!!!!!! Teriak daichi dengan wajahnya yang tampak panik.


"Saya belum melakukan apa-apa tuan daichi", ucap sekertaris Yun yang tidak menyangka dengan tanggapan daichi .


"Aku hanya ingin memastikan apakah ini benar no sakura,itu saja", ucap daichi.


"Benar tuan, itulah no yang digunakan nona sakura ketika menelepon saya waktu itu", ucap sekertaris yun.


"Lalu kenapa dia tidak membalas pesan ku. Apa yang sedang dilakukannya?" daichi begitu penasaran apa yang sedang dilakukan sakura saat ini.


"Apakah anda mengatakan itu adalah anda saat mengirimkannya sebuah pesan?"tanya sekertaris Yun.


"Tidak, apakah itu ada hubungannya?" tanya daichi sambil menatap kearah sekertaris Yun.


"Bisa saja tuan, mungkin nona sakura tidak membalas no yang tidak dikenalnya",ucap sekertaris Yun.


"Ahhhh, kamu benar sekertaris Yun. Aku akan mencoba nya sekali lagi", ucap daichi yang kina mulai tersenyum sambil mengirim ulang pesan kepada sakura.


Sekertaris Yun hanya diam sambil memperhatikan daichi yang sedang mengirimkan pesan kepada sakura, dia terkadang sangat bingung dengan hubungan yang dijalani oleh daichi dan sakura. Pernikahan akan diselenggarakan besok, tetapi merrka sama sekali tidak memiliki no ponsel satu sama lain.


"Hubungan macam apa yang sedang mereka jalani?" batin sekertaris Yun.

__ADS_1


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..


__ADS_2