Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 60 Kasihan


__ADS_3

"Ayok angkat daichi, aku mohon", ucap Ayana yang terlihat begitu panik.


"Bagaiman, apa dia sudah mengangkat?"tanya yumi.


"Belum, dia belum mengangkat telpon ku", jawab Ayana sambil berjalan mondar mandi di koridor rumah sakit.


"Apa karena no mu tidak dikenal?" ucap yumi.


"Entahlah, tetap saja dia tidak menjawabnya ", ucap Ayana yang Kini mulai frustasi.


"Cobalah sekali lagi Ayana", ucap yumi.


Ayana Kemabli menghubungi daichi untuk kesekian kalinya berharap daichi mengangkat teleponnya.


"Tetap saja tidak ada jawab", ucap Ayana kepada Kimi.


Ketika Ayana ingin mematikan panggilannya, terdengar seorang pria dengan suara yang sedikit serak mengatakan "hallo".


"Dia mengangkatnya", ucap Ayana yang sangat gembira.


"Cepat jawab teleponnya sebelum dia mematikannya", ucap Yumi.


"Hallo Daichi, ini aku Ayana manager Sera", ucap Ayana.


"Bisakah kamu menemui Sera saat ini dia sangat membutuhkanmu",ucap Ayana.


Ayana menatap Yumi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat ekspresi Ayana sepertinya yumi tau bahwa daichi menolak permintaan Ayana dan tidak bersedia untuk menemui Sera. Bagi yumi itu sangatlah wajar mengingat saat ini dia telah menikah dan sudah memiliki seorang istri tentu saja sebagai seorang suami dia ingin menjaga perasaan istrinya, tetapi saat ini Sera sangat membutuhkan daichi.


"Dia akan menutup teleponnya", ucap Ayana.


"Cepat katakan bahwa Sera melakukan percobaan bunuh diri",ucap yumi


"Daichi, Sera sedang dirawat dirumah sakit karena berusaha mengakhiri hidupnya dengan minum Obat penenang", ucap Ayana.


"Dia sekarang dirawat dirumah sakit Wongdo", ucap Ayana.


"Baikalah, kami akan menunggu mu", ucap Ayana dan menutup teleponnya.


"Apa dia akan datang?" Tanya yumi.


"Sepertinya", ucap Ayana.


Seorang dokter dan perawat keluar dari ruang Sera, Ayana dan Kimi langsung berjalan menghampiri dokter yang menangani sera untuk mengetahui kondisi sera saat ini.


"Dokter bagaiman keadaan Sera?"tanya Ayana.


"Kondisinya sudah stabil saat ini, namun dia masih harus diawasi", jawab dokter itu.


"Apa kami sudah bisa melihatnya dokter?" tanya yumi.


"Tentu saja, tapi saat ini pasien sedang beristirahat. Mungkin jika kalian ingin masuk bisa bergantian untuk melihatnya", ucap dokternya.


"Baik dokter, Terima kasih", ucap Ayana.


"Baikalah kalau begitu saya tinggal duluh", ucap dokter itu sambil melangkah pergi.


"Ayana, masuklah", ucap yumi.


"Tidak yumi, biarkan saja Sera beristrahat duluh", ucap Ayana.


Mereka berdua duduk di sebuah bangku panjang tepat di depan ruangan sera sambil menunggu kehadiran daichi.




Ditengah perjalanannya menujuh kerumah sakit tempat dimana Sera dirawat, daichi teringat akan sakura dan berjanji kepadanya untuk makan malam bersama.


"Dia pasti menunggu ku", batin daichi.


Dia mengambil ponsel di saku jas nya dan menghubungi sakura untuk memberi kabar kepadanya.


"Hallo", ucap daichi.


"Hallo", jawab sakura dengan suaranya yang sangat lembut dan terdengar sangat bahagia.


Daichi menutup kedua matanya dengan meletakan tangannya yang dikepal di keningnya saat mendengar suara sakura, dia bingung bagaimana harus mengatakannya kepada sakura dan untuk kedua kalinya mengecewakannya.


"Apa kamu sudah makan malam?" tanya daichi dengan perlahan.


"Belum, kami disini masih menunggu mu", ucap sakura.


"Sa-kura", daichi begitu berhati-hati saat berbicara dengan sakura.


Mendengar suara daichi yang tidak biasanya membuat perasaan sakura mendadak menjadi tidak tenang, dia menyadari seperti akan ada sesuatu yang ingin disampaikan daichi kepadanya. Sakura mencoba menenangkan dirinya seakan pura-pura tidak tau.

__ADS_1


"Iya daichi, ada apa?" tanya sakura


"Aku sepertinya tidak bisa ikut makan malam karena masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. Maafkan aku sakura", ucap daichi.


Seperti ada sebuah benda yang menusuk kedalam hati sakura yang membuat hatinya begitu sakit saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut daichi, untuk kedua kalinya dia harus menelan kekecewaan dari daichi. Namun dia mencoba untuk tegar dan menyembunyikan perasaan yang tengah dirasakan saat ini dan seakan dia baik-baik saja.


"Ahhh, Ba-iklah tidak masalah", jawab sakura dengan suaranya yang terasa begitu berat keluar dari mulutnya.


"Apa kamu marah kepadaku?"Tanya daichi.


"Sama sekali tidak daichi, aku mengerti itu adalah sebuah pekerjaan yang sangat penting tentunya", jawab sakura.


"Terima kasih sakura", ucap daichi.


"Aku akan menunggumu kalau begitu", ucap sakura.


"Tidak...tidak, jangan menunggu ku".


"Aku mungkin akan pulang agak lama, tidurlah jika kamu sudah mengantuk ", ucap daichi.


"Ah, baiklah kalau begitu ", jawab sakura.


"Sakura", daichi menyebut nama sakura dengan suara yang begitu lembut.


"Hmmm", jawab sakura.


"Aku mencintaimu ", ucap daichi.


Sejenak hanya ada keheningan yang terjadi dan hanya terdengar suara hembusan nafas di balik sambungan telpon yang masih tersambung, sakura seakan masih tidak percaya saat mendengar daichi menyatakan cintanya kepada sakura.


"Daichi, A-ku juga mencintaimu", ucap sakura yang menutup kedua matanya saat mengatakan hal itu kepada daichi dengan pipinya yang berubah warnah karena masih merasa malu mengungkapkan perasaanya sendiri kepada suaminya.


Daichi hanya tersenyum saat mendengar sakura mengatakannya, perasaanya begitu bahagia saat mengetahui bahwa sakura kini mencintainya dan mulai menerima keberadaannya.


"Sakura....Sakura, kamu dimana sayang?


"Apa ibu memanggilmu?" tanya daichi.


"Iya,. ibu sepertinya mencari aku", ucap sakura sambil melirik kearah belakangnya tepat dari arah sumber suara itu terdengar.


"Yasudah, temui lah ibu. Aku akan pulang saat pekerjaanku sudah selesai", ucap daichi.


"Iya", ucap sakura dan mengakhiri sambungan teleponnya dengan daichi.


"Aku sangat mencintaimu sakura, maafkan aku", ucap daichi dengan pandangannya yang terus menatap Poto sakura di layar ponselnya.


°


°


Akhirnya mereka tiba dirumah sakit wongdo, mobil yang membawa daichi tepat berhenti di depan pintu masuk rumah sakit itu.


"Aku hanya sebentar pak Hans, tunggulah aku di parkiran", ucap daichi sambil membuka pintu mobil.


"Baik tuan daichi", jawab pak Hans.


Daichi turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah sakit menujuh ruangan Sera dirawat, dia berjalan terburuh-buruh karena rumah sakit tempat sera dirawat adalah rumah sakit wongdo dimana Richi Agata yang tak lain kakak tertua sakura menjabat sebagai direktur rumah sakit, dia tidak ingin keberadaanya diketahui oleh kakak iparnya.


°°°°°


"Hei, Kamu sedang lihat apa?


"Entahlah, sepertinya aku mengenal sosok pria yang baru saja lewat", ucap Rei.


"Siapa?" tanya wanita itu


"Sosok yang tidak asing bagiku dan sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Tapi aku juga bingung dimana aku melihatnya", ucap Rei.


"Mungkin dia pasien yang pernah kamu tangani atau dia salah satu keluarga dari pasien mu", ucap wanita itu.


"Entahlah, aku juga tidak ingat. Namun sepertinya dia tidak asing", ucap Rei.


"Yasudah, ayok kita pergi Direktur sudah menunggu kita".


"Iya", ucap Rei yang masih terlihat penasaran.


•••


"Bagaimana keadaan Sera?" tanya daichi.


"Daichi", (ucap Ayana dan yumi)


Keduanya langsung bangkit dari bangku mereka saat melihat daichi datanya.


"Dokter mengatakan dia baik-baik saja saat ini dan kondisinya sudah stabil", ucap Ayana.

__ADS_1


"Kenapa ini bisa terjadi?" tanya daichi dengan sorot matanya yang tajam.


"I-tu karena dia melihat berita pernikahanmu di TV tidak sengaja", ucap Ayana.


"Apa kalian tidak bisa menjaganya untuk tidak melakukan hal konyol seperti itu!!!" Wajah daichi terlihat memerah menahankan amarah.


"Dia mengunci dirinya dikamar dan tidak membiarkan ada orang lain masuk kekamarnya", ucap yumi.


Daichi hanya diam dan terlihat sangat marah dengan tindakan yang dilakukan Sera. Dia sangat memahami sifat Sera, namun daichi sama sekali tidak habis pikir bahwa Sera akan melakukan tindakan nekat seperti ini dan ingin mengakhiri hidupnya. Bagi seorang daichi, Sera yang sakarang sangat jauh berbeda dengan Sera yang dikenalnya duluh dan kini dia tidak mengenal sosok Sera yang sekarang.


"Apa anda tidak masuk melihat Sera tuan?" tanya yumi.


Daichi mengarahkan pandangannya menujuh ruangan sera dan kembali menatap Ayana dan yumi.


"Apa dia sudah sadar?" tanya daichi


"Belum, dokter mengatakan dia sedang tidur saat ini", ucap Ayana.


"Baguslah, biarkan dia beristrahat duluh", ucap daichi.


"Terima kasih sudah datang daichi", ucap Ayana sambil menangis.


"Hentikan, jangan menangis", ucap daichi.


"I-ya", ucap Ayana sambil menghapus air mata yang terus saja keluar.


Daichi melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 21:00 malam, dia harus segera pulang entah mengapa perasaan daichi mengatakan bahwa sakura sedang menunggunya saat ini.


"Aku harus pulang sekarang, sakura pasti sudah menunggu ku", ucap daichi.


Mendengar nama sakura, membuat Ayana tersadar bahwa sekarang daichi sudah menikah dan telah memiliki seorang istri.


"Apa kamu tidak menunggu Sera sampai siuman, dia pasti senang saat sadar melihat kamu ada daichi", ucap Ayana.


"Aku akan datang lagi besok, aku tidak bisa menunggunya sampai siuman karena aku tidak ingin membuat sakura cemas", ucap daichi.


Mendengar ucapan daichi yang begitu peduli dengan sakura membuat Ayana sadar bahwa daichi sangat mencintai sakura dan tidak ada lagi tempat Sera di hati daichi.


"Aku akan mengatakan bahwa kamu datang saat Sera sudah sadar", ucap Ayana.


"Hmmm, Aku pamit duluh", ucap daichi.


"Hati-hati", ucap Ayana.


Daichi melangkah pergi meninggalkan keduanya, saat daichi berjalan melewati ruangan sera, dia memberhentikan langkah kakinya dan melirik kedalam ruangan. Di sana daichi melihat Sera yang sedang tidur terlelap untuk sesaat daichi merasa kasihan dengan sera, namun kini dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada Sera dan dia ingin Sera menyadari hal itu karena baginya Sakura Agata adalah wanita satu-satunya di hatinya.


"Aku kasihan dengan mu Sera", ucap daichi.


Dia beranjak pergi meninggalkan rumah sakit itu menujuh kerumahnya karena daichi begitu tidak sabar bertemu dengan sakura yang sudah menunggunya.


"Ya ampun kita disini menunggunya berjam-jam, sedangkan dia tidak sampai 15 menit dia langsung pergi begitu saja", ucap yumi yang terlihat kesal.


"Hentikan yumi, jaga bicara mu".


"Dia masih mau datang saja kesini aku sangat bersyukur", ucap Ayana.


"Ahh, kamu benar Ayana, apalagi sekarang dia sudah memilki seorang istri dan dia begitu mencintai sakura", ucap yumi.


"Bagaimana kamu tau dia sangat mencintai istrinya?" tanya ayana dengan menatap ke yumi.


"Itu terlihat jelas dari wajahnya Ayana, bahkan saat dia sudah sampai disini, dia tidak mau menunggu nona Sera hingga siuman".


"Padahal mungkin dengan keberadaannya di dekat dengan nona sera dapat mempercepat nona Sera untuk sadar, tetapi karena tidak ingin membuat istrinya cemas dan menunggunya dia langsung pulang",ucap yumi.


Ayana hanya diam, bahkan yumi pun dapat dengan jelas melihat begitu besar rasa cinta daichi untuk sakura agata yang membuat Ayana merasa begitu kasihan dengan sera.


"Semua salah nona Sera", ucap yumi


Ayana langsung menatap yumi yang berada disampingnya saat mendengar yumi menyalahkan Sera.


"Kenapa kamu berkata seperti itu? tanya Ayana


"Seandainya duluh nona Sera menerima tuan daichi saat dia masih mengejar-ngejar nona Sera waktu dia berada di luar negeri, mungkin saat ini dialah yang berada di posisi nona sakura Agata", ucap yumi.


"Semuanya sudah terjadi yumi", ucap ayana.


Dulu Sera adalah cinta pertama daichi begitu pun sebaliknya, daichi begitu mencintai sera bahkan dia tetap memohon kepada Sera untuk kembali kepadanya meski Sera telah mencampakkannya dan lebih memilih mengejar impiannya sebagai seorang model.


Begitu angkuhnya Sera duluh mengabaikan Daichi Tama menganggap selamanya daichi akan terus mencintainya dan terus memohon kepadanya , tanpa dia menyadari bahwa hati dan perasaan seseorang begitu cepat berubah dan kini telah ada Sakura Agata yang menggantikan posisi Sera di hati Daichi Tama.


Semua yang telah hilang dari dirinya tidak akan pernah kembali, ketika orang lain sudah memilikinya dan tidak tidak ada lagi tempat untuknya di hati DAICHI TAMA.


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2