Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 47 Rumah Mertua


__ADS_3

Selama di dalam mobil sakura hanya diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri, daichi terus memperhatikan sakura yang tampak terlihat cemas. Pandangan sakura hanya tertujuh kejalan, namun sorot mata itu terlihat kosong.


Keheningan yang terjadi membuat daichi tidak menyukainya, dia mencoba memecahkan keheningan yang terjadi dengan mencoba memulai pembicaraan dengan sakura.


"Apa kamu lelah?" tanya daichi


Suara daichi membuyarkan segala sesuatu yang sedang dipikirkan sakura, dia memalingkan wajahnya kearah daichi yang sedang menunggu jawabannya.


"Hmm, sedikit",ucap sakura dengan suaranya yang lembut.


"Sesampai dirumah, kamu langsung istirahat saja", ucap daichi.


"Hmmm, jawab sakura begitu singkat.


Ruanga di dalam mobil tampak sejuk dari AC yang menyala, tetapi daichi tampak bingung ketika melihat kening sakura terus basah mengeluarkan keringat.


"Apa kamu sakit?" tanya daichi sambil menempelkan tangannya tepat di kening sakura untuk mengecek suhu tubuh sakura.


Sakura tampak terkejut, dia hanya diam seperti patung tanpa mengeluarkan sedikitpun suara. Dia terlihat masih kaget dengan tindakan daichi yang secara tiba-tiba sering menyentuh sakura.


"Aku baik-baik saja, bisakah kamu menyingkirkan tanganmu dari keningku?"Aku merasa tidak nyaman", ucap sakura.


"Ahh, Maafkan aku", ucap daichi yang langsung menyingkirkan tangannya dari kening sakura.


Sakura hanya tersenyum melihat daichi ..


"Aku pikir kamu sakit karena kening mu terus saja berkeringat. "Apa kamu memikirkan sesuatu?"Daichi membcoba memastikannya


"Tidak daichi, aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu mencemaskannya", ucap sakura.


Keheningan kembali terjadi sampai mereka tiba di kediaman orang tua Daichi. Mereka keluar dan melangkahkan kaki mereka masuk kedalam rumah tersebut bersama.


Perasaan sakura kembali tampak cemas saat dia perlahan melangkah berjalan menujuh kedalam,daichi meraih tangan sakura yang dari tadi terus mengeluarkan keringat akibat perasaannya yang dari tadi gugup, dia menggenggam tangan sakura.


"Semua akan baik-baik saja", ucap daichi yang tersenyum kepada sakura.


Ketika sakura mendapatkan dukungan dari daichi ,perasaanya selalu merasa jauh lebih baik dan sedikit tenang saat mengetahui daichi berada di sampingnya.


Didalam rumah, Kedua orang tua Daichi sudah menunggu kehadiran mereka, ibu daichi begitu senang saat melihat mereka sudah tiba.


"Akhirnya kalian sampai juga", ucap Imoto Tama yang terlihat begitu sangat senang


"Kenapa ibu dan ayah tidak beristrahat?"Tanya daichi


"Bagaimana kami bisa beristrahat jika anak dan menantu kami belum tiba", ucap Arasih Tama.


"Sayang, kamu pasti sangat lelah menyapa para tamu undangan yang begitu banyak", ucap Imoto.


"Hmm, Ia bibi", ucap sakura.


"Hei, jangan panggil bibi. Mulai sekarang kamu harus memanggil ku dengan sebutan ibu karena sekarang kamu adalah putriku", ucap Imoto sambil memegang dagu sakura dan tersenyum kepadanya.


"Iya i-bu", jawab sakura yang masih terdengar canggung mengatakannya.


Dreg....dreg...dreg...


Daichi langsung mengambil ponselnya yang terus berbunyi dari saku celananya.


"Denzo", ucap daichi.

__ADS_1


"Siapa daichi yang malam-malam begini menelepon mu?" tanya Imoto


"Ahh, ini dari denzo Bu, sepertinya dia ingin minta maaf karena tidak bisa menghadiri pernikahanku", ucap daichi.


"Yasudah, angkatlah", ucap Imoto.


"Hmm, aku angkat duluh",ucap daichi yang pergi meninggalkan mereka.


"Yasudah sayang kamu istirahatlah, sebentar ibu akan memanggil kepala pelayan lingza untuk mengantar mu kekamar", ucap Imoto.


Imoto pun memanggil kepala pelayan lingza yang sudah belasan tahun bekerja melayani keluarga Tama.


"Kepala pelayan ling, tolong antar kan nona sakura ke kamarnya untuk beristrahat ", ucap Imoto.


"Baik nyoya, mari nina sakura saya akan mengantar anda", ucap kepala pelayan lingza.


"Hmm, kalau begitu sakura izin kekamar ibu, ayah ",ucap sakura kepada kedua mertuanya.


"Ia sayang, beristrahatlah", ucap Imoto.


Sakura pun pergi menujuh ke kamarnya dengan di antar kepala pelayan lingza. Sakura terus memperhatikan setiap sudut detail kediaman orang tua Daichi yang tampak terlihat mewah dengan perabotan-perabotan yang ada di setiap bagian ruangan.


"Nona sakura, ini kamar anda ", ucap kepala pelayan ling sambil membukakan pintu kamar tersebut.


Sakura terlihat takjub, kamar tersebut begitu sangat luas dan terlihat begitu nyaman, sepertinya Imoto telah mempersiapkannya untuk menyambut kehadiran sakura.


"Nona sakura, koper Anda ada disana", ucap kepala pelayan ling sambil menunjuk kearah koper sakura diletakan."Kalau begitu saya tinggal duluh, jika anda memerlukan sesuatu silakan panggil saya nona".


"Terima kasih kasih", ucap sakura.


Kepala pelayan ling pun pergi meninggalkan sakura di kamarnya, saat dia sendiri di dalam kamar tersebut dia kembali melihat sekeliling kamarnya yang begitu besar dan mewah. Dia berjalan kearah kopernya berada, dia begitu penasaran dengan isi yang ada di dalam koper tersebut.


Begitu kagetnya sakura saat melihat isi yang ada di dalam koper tersebut.


Dia mulai panik dan kembali memeriksa semua pakaian yang ada di dalam koper tersebut, namun semua pakaian yang ada didalam kopernya terlihat begitu terbuka bahkan baju tidurnya begitu terlihat sexy.


"Oh My GOD! "apa yang harus aku lakukan sekarang?" dia begitu panik.


Diraihnya ponsel nya yang ada di dalam tasnya, dia langsung mencari no Sena dia kontak ponselnya dan menghubunginya.


"Ayok kak, angkat.....", ucap sakura.


"Hallo sakura", ucap Sena.


"Kakak!!!!!"teriak sakura begitu kuat


"Hei, ada apa sakura?" kenapa kamu berteriak seperti itu sayang, kakak begitu kaget", ucap Sena.


"Kak, siapa yang menyusun koper ini?" tanya sakura.


"Sepertinya kak Yuka, apa ada masalah?" tanya sena


"Tentu saja, bagaiman aku bisa mengenakan pakaian seperti ini?" ucap sakura sambil memegang sebuah baju di tangannya.


"Ada apa sakura, kenapa kamu begitu panik?" tanya sana.


"Kak Yuka memasukan pakaian yang begitu terbuka semua kakak", ucap sakura sambil menutup matanya dengan tangan kirinya.


"HAHAHAHAH", Sena hanya tertawa mendengar ucapan sakura.

__ADS_1


"KAKAK, kenapa kakak tertawa?"Aku malu kak harus memakai pakaian ini saat tidur, aku takut daichi memikirkan hal-hal yang aneh mengenai diriku nantinya",ucap sakura.


"Aneh?"Tanya Sena


"Tentu saja, dia akan mengira bahwa aku sedang mencoba menggodanya dengan berpakaian terbuka seperti ini", ucap Sena


"Ayolah sakura, daichi adalah suami mu sekarang. Kenapa kamu harus berpikir daichi akan seperti itu menilaimu sayang. Ini adalah malam pertama kalian dan menggodanya sedikit tidak masalah", ucap Sena sambil tertawa.


"Kakak!!! Hentikan aku sangat geli mendengarnya kak", ucap sakura.


Saat sakura sedang asik berbicara dengan Sena melalui sambungan telepon, terdengar suara seseorang yang sedang membuka pintu kamar dari luar, sakura langsung menoleh kearah pintu kamar tersebut dan saat terbuka terlihat wajah daichi yang muncul dan berjalan masuk kedalam kamar.


Sakura tampak panik melihat daichi telah kembali dan buruh- buruh mengakhiri panggilan teleponnya dengan Sena .


"Kakak, nanti aku telpon lagi", ucap sakura dengan terburuh-buruh


"Apakah kalian ingin melakukannya sekarang?" tanya sena.


Mendengar pertanyaan Sena membuat sakura terdiam sejenak sambil menatap daichi yang ada di hadapannya, seakan dia sedang membayangkan apa yang baru saja dikatakan Sena.


"Aku akan menutupnya ", ucap sakura dan mengakhiri panggilan teleponnya.


Dia sama sekali tidak habis pikir dengan ucapan Sena yang baru saja di dengarnya, bagaiman kakaknya bisa menggodanya seperti itu.


"Telponan dengan siapa?" tanya daichi.


"De-ngan kakak Sena", jawab sakura sambil memasukan kembali pakainnya ke kopernya dengan terburu-buru agar daichi tak melihat isi dalam kopernya.


"Apa ada masalah?" tanya daichi sambil memeperhatikan tingkah sakura yang terasa begitu aneh.


"Ti-dak!",ucap sakura.


"Hmm, apa kamu tidak ingin mandi?"Tanya daichi


"APA!!!",sakura telihat begitu kaget saat mendengar pertanyan daichi.


"Apa ada yang salah?" Daichi terlihat bingung.


"Sama sekali tidak", ucap sakura.


"Mandilah, aku akan mandi dikamar mandi tamu ",ucap daichi.


"Kamar mandi ta-mu?" tanya sakura.


"Ada apa, mengapa nada suara mu terlihat begitu kecewa?"A-pa kamu ingin ki-ta mandi bersama?" tanya daichi dengan mengangkat satu alisnya dan tersenyum kepada sakura.


Dia mencoba menggoda sakura yang dari tadi terlihat sangat gugup, melihat wajah sakura yang tiba-tiba terlihat memerah membuat daichi begitu senang karena dia terlihat sangat lucu.


Perlahan daichi melangkah berjalan kearah sakura, melihat langkah kaki daichi yang perlahan semakin dekat dengannya membuat sakura semakin gugup, ruangan yang tadinya begitu sejuk berubah menjadi begitu panas dan membuat sakura menjadi keringatan.


"Kenapa kamu terus mengeluarkan keringat saat suhu ruangan begitu dingin?" tanya daichi sambil menghapus keringat yang membasahi kening sakura.


"A-ku tidak apa- apa", jawaban sakura begitu cepat sambil menepis tangan daichi.


Tepisan yang dilakukan sakura membuat daichi hanya tersenyum melihat sakura yang menjadi salah tingkah.


"A-ku mandi duluh", ucap sakura sambil mengangkat kopernya masuk kedalam kamar mandi.


Melihat tingkah sakura yang berjalan begitu cepat sambil mengangkat kopernya yang sangat berat membuat daichi hanya tertawa dan menganggap permainan malam ini menjadi sangat seru.

__ADS_1


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..


__ADS_2