Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 50 Menunggu


__ADS_3

Begitu banyak hal yang mereka berdua bicarakan hingga tak sadar dengan waktu yang terus berjalan dan tak terasa hampir sekitar 3 jam mereka mengobrol.


"Sepertinya kita harus siap-siap sakura, sebentar lagi mereka akan datang", ucap Imoto.


"Ia ibu, kalau begitu aku kekamar duluh untuk bersiap-siap", ucap sakura.


Mereka pun pergi meninggalkan ruang keluarga dan berjalan menujuh ke kamar mereka masing-masing. Setiba di dalam kamarnya, sakura merasa kamar yang besar tersebut begitu sunyi. Dia melihat jam di tangannya, sudah hampir 3 jam daichi pergi dan belum kembali, dia melangkah keluarga balkon kamar sambil mengarahkan pandangannya ke gerbang pintu masuk menujuh kediaman tersebut, berharap mobil daichi muncul.


Dia terus menunggu kehadiran daichi tanpa sedikitpun beranjak dari tempatnya, entah mengapa dia merasa kesepian saat daichi tidak berada di dekatnya. Baru tiga jam dia tidak melihat wajah daichi, tapi entah mengapa dia merasa seperti sudah begitu lama waktu terasa baginya.


Perasaanya begitu putus asa saat orang yang dinantikannya tak kunjung datang, dia pun beranjak pergi untuk masuk kedalam.Ketika kaki mulai melangkah dengan perlahan,terdengar bunyi klakson mobil. Bibir yang tadinya tertutup dengan rapat,kini terbuka begitu lebar, mata yang terlihat sayu kini menohok begitu tajam, dia berlari ke balkon kamarnya dan mendudukkan kepalanya melihat kebawah.


Namun ekspresinya yang awalnya gembira kembali murung saat melihat mobil yang datang bukanlah mobil daichi, dia terus melihat kebawah untuk mengetahui siapa yang datang. Seorang wanita paruh baya turun dari mobil dengan mengenakan gaun berwarnah putih dan memakai sebuah kaca mata, sakura sama sekali tidak mengenali wanita itu, tapi satu hal yang di yakini nya bahwa wanita itu adalah salah satu anggota keluarga Tama yang akan ikut minum teh bersama hari ini.


Melihat anggota keluarga yang mulai berdatangan, sakura langsung masuk kedalam kamrnya untuk bersiap-siap. Butuh waktu yang cukup lama diperlukan sakura untuk berdandan, memilih pakaian yang akan dikenakannya belum lagi menata rambutnya. Disela-sela dia bersiap-siap, sesekali dia melirik jam yang terletak di meja sambil menantikan kepulangan daichi.


Tok....Tok..Tok..


Terdengar suara ketukan pintu sambil memanggil naman sakura.


"Nona sakura... Nona sakura",


"Ia", Jawab sakura sambil membuka pintu kamarnya.


"Maaf nona, nyonya memanggil anda untuk turun kebawah", ucap pelayan tersebut.


"Baiklah, sebentar lagi saya akan turun. Terima kasih",ucap sakura.


Dia kembali melihat dirinya di sebuah cermin untuk memastikan bahwa penampilannya hari ini sudah sempurna, dia tidak ingin membuat ibu mertuanya malu dihadapan para anggota keluarga yang lain.


Perasaannya mulai gugup saat melangkah menuruni anak tangga satu persatu, dia masih merasa canggung saat bertemu dengan anggota keluarga Tama yang lainnya, apalagi dia belum begitu mengenal beberapa orang yang hadir, hanya sebagian yang dikenalinya.


Dengan perlahan dia melangkah berjalan menujuh taman, dimana sudah banyak orang yang hadir dan sedang menunggu kehadirannya.



Dia terlihat begitu sangat anggun berjalan menghampiri semua tamu yang datang, semua mata tertuju kepada sakura yang terlihat begitu cantik dan modis.


"Selamat siang semuanya", sapa sakura sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Yaampun, kamu sangat cantik sekali",. ucap seorang wanita yang sakura sama sekali tidak mengenalinya


"Sakura, ini adalah sepupu daichi", ucap Imoto yang mulai memperkenalkan satu persatu anggota keluarga Tama kepada sakura karena pada saat acara pernikahan mereka ,begitu banyak tamu yang harus dilayani sakura dan daichi sehingga membuatnya tidak sempat menyapa semua anggota keluarga yang hadir pada saat itu


"Hallo sakura,"ucap seorang wanita dari arah belakang sakura.


Begitu kagetnya sakura saat melihat sosok yang menyapa dirinya.


"Kak resa, Apa kabar kak?" ucap sakura sambil memeluk resa yang tak lain adalah istri dari sepupu daichi.


"Sangat baik sayang, kamu semakin cantik saja. Membuat kakak sangat iri",ucap resa.


"Kakak bisa saja", ucap sakura yang tersenyum.


Acara itu begitu sangat santai, mereka saling berbicara sambil menikmati teh yang telah di hidangkan para pelayan beserta aneka macam kue pendampingnya. Sakura mencoba berbaur dengan seluruh anggota keluarga Tama lainnya, apa yang dipikirkan sakura ternyata sangat berbeda dengan yang ada dibayangan nya, mereka semua begitu asik dan ramah menyambut kehadirannya sebagai anggota baru di keluarga besar Tama.


Mengetahui sakura adalah seorang desainer tentu saja membuat dirinya menjadi incaran semuanya, mereka meminta sakura untuk mendesain baju untuk mereka semua seperti sebuah baju seragam keluarga.

__ADS_1


"Apa kamu bersedia sakura mendesain baju untuk kami semua?" tanya bibi inoko.


"Tentu saja bi, aku sama sekali tidak keberatan.Aku akan mendesain baju untuk kalian semua", ucap sakura sambil tersenyum.


"Apa itu tidak menggangu pekerjaanmu sayang?" tanya Imoto .


"Ahh, benar jika itu menggangu pekerjaanmu jangan lakukan", ucap bibi inoko.


"Sama sekali tidak ibu, aku akan mengerjakannya saat pekerjaanku tidak ada lagi", jawab sakura.


"Jangan terburu-buru melakukannya sakura", ucap resa.


"Benar sakura, kami akan menunggu saat kamu sudah sibuk lagi", ucap Karin yang tak lain sepupu dari daichi.


"Tentu saja", ucap sakura yang tersenyum sambil menikmati tehnya.


Mereka kembali melanjutkan obrolan santai mereka, ketika para wanita berkumpul seperti biasa tidak akan habis pembahasan yang dibicarakan, akan selalu ada topik baru yang dijadikan bahan untuk obrolan.


••••


Sebuah mobil sedan bewarnah hitam memasuki halaman kediaman Tama, daichi turun dari dalam mobil dan bergegas masuk kedalam rumahnya. Dia sama sekali tidak mengira bahwa pertemuannya dengan Itsuke begitu lama dan itu diluar prediksinya sama sekali.Selama pertemuannya dengan Itsuke, pikirannya hanya tertujuh kepada sakura karena dia begitu lama meninggalkan sakura sendirian, mengingat hari ini sakura harus bertemu dengan keluarga besarnya.


"Selamat siang tuan daichi", kepala pelayan ling menyambut kehadiran daichi.


Daichi terlihat begitu cemas dan melihat kesekelilingnya seakan dia sedang mencari- cari sesuatu, namun dia tidak menemukan sosok yang di carinya.


"Maaf tuan daichi, apa yang anda cari?" tanya kepala pelayang ling.


"Sakura, dimana sakura?" tanya dengan suaranya yang datar tentu saja dengan tatapan daichi yang tajam.


Belum selesai kepala pelayan Ling berbicara, daichi langsung pergi berjalan dengan langkah kaki yang cepat meninggalkan kepala pelayan ling menujuh kearah taman, langkahnya berhenti saat dari kejauhan dia melihat sosok wanita yang dari tadi terus berada dipikirannya, sakura tersenyum begitu indah dengan rambut panjangnya yang tergerai membuat dia terlihat begitu mempesona dan cantik. Daichi merasa begitu beruntung bisa menikahi sakura Agata, sosok wanita yang sangat misterius yang membuatnya sedikit frustasi saat mencoba menaklukan hatinya.


Dia kembali melangkahkan kakinya untuk menjumpai sakura, namun langkah kakinya terhenti saat seseorang menahannya dengan memegang lengan daichi, dia menoleh ke belakang melihat siapa yang berani menahannya.


"Kak resa", ucap daichi.


"Hei, kenapa melihat ku seperti itu, apa aku ini hantu?" ucap resa.


"Kenapa kakak ada disini, tidak ikut berkumpul dengan mereka?"tanya daichi.


"Aku baru saja dari toilet,"jawab resa.


"Ahhh", ucap daichi.


"Kamu mau kemana?" tanya resa


"Tentu saja menjumpai istriku, kemana lagi", ucap daichi dengan sinis.


"Jangan!!! Teriak Resa saat daichi ingin melangkahkan kakinya.


"Kenapa kak? Kenapa aku tidak bisa menjumpai istriku sendiri?" daichi tampak bingung dengan larangan resa.


"Kakak bukan melarangmu bertemu dengan sakura, tetapi kehadiranmu akan membuatnya menjadi tidak nyaman. Biarkan dia berbaur dengan keluarga yang lain duluh, supaya dia dapat beradaptasi dengan lingkungan keluarga yang baru", ucap resa.


Pandangan daichi langsung mengarah keluar dan melihat sakura yang seperti mulai nyaman berada di tengah-tengah keluarganya yang lain.


"Baiklah kalau begitu", ucap daichi sambil pergi meninggalkan resa dan naik ke atas.

__ADS_1


Akhirnya pertemuan yang berlangsung hampir sekita dua jam berakhir, seluruh anggota keluarga yang datang sudah berpulangan kerumah mereka masing-masing.


"Sakura, terima kasih sayang", ucap Imoto


"Untuk apa ibu berterima kasih kepadaku?" tanya sakura.


"Karena kamu telah menjadi menantu yang baik", ucap Imoto sambil memegang tangan sakura.


Mendengar pujian dari ibu mertuanya membuat sakura mereasa terharu, dia begitu beruntung memiliki ibu mertua yang sangat menyayanginya. Imoto memperlakukan sakura begitu baik, dia menganggap sakura seperti putri kandungnya sendiri bukan seorang menantu. Sakura sama sekali tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang karena dia memiliki Imoto yang menyayanginya sama seperti ibu kandungnya menyayangi dirinya.


"Kepala pelayan Ling, apa daichi sudah pulang?" tanya Imoto


"Sudah nyonya, tuan daichi dari tadi sudah pulang dan sepertinya berada di kamar.


Wajah sakura langsung berubah, dia terlihat begitu senang mendengar bahwa daichi telah kembali. Kedua matanya terus melihat keatas, dia begitu tak sabar bertemu dengan suaminya, tentu saja Imoto menyadari gerak gerik menantunya itu yang tiba-tiba berubah .


"Pergilah sayang, temui suami mu", ucap Imoto.


"Baik ibu, kalau begitu sakura naik keatas duluh",ucap sakura.


"Ia sayang",


Sakura melangkah menaiki setiap anak tangga satu persatu, rasanya dia ingin sekali berlari melewati anak tangga tersebut agar cepat bertemu dengan daichi, namun dia menyadari bahwa ibu mertuanya masih memperhatikannya, saat tiba tepat di depan pintu kamarnya dengan wajah yang terus tersenyum dia membuka pintu kamarnya tersebut.Namun untuk kedua kalinya dia merasa seakan sedang di permainkan , dia tidak menemukan daichi di dalam kamar tersebut seketika wajah sakura kembali berubah menjadi murung.


"Apa kamu mencari ku", ucapnya sambil berbisik di telinga sakura dari arah belakangnya.


Suara itu terdengar begitu jelas ditelinga nya, kedua mata sakura tercengang saat menyadari suara yang tak asing baginya, sesaat dia memalingkan pandangannya kebelakang. Wajahnya dan wajah daichi saling berhadapan begitu dekat membuat sakura hampir saja mencium daichi., sakura sama sekali tidak menyangka kehadiran daichi yang muncul tiba-tiba dari arah belakangnya.


"Apa kamu menunggu ku dari tadi?" tanya daichi.


Perasaan sakura begitu bahagia saat melihat daichi dihadapinya, namun dia tetap saja tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap daichi uang pergi meninggalkannya sendiria, sakura hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"Apa kamu marah?" tanya daichi yang menundukkan kepalanya sambil melihat wajah sakura.


"Hmmm", jawab sakura dengan begitu singkat.


Daichi hanya tersenyum melihat sakura yang sedang marah kepadanya, dia memegang dagu sakura dan mengangkat kepala sakura.


"Maafkan aku, telah membuatmu menungguku. Aku tidak akan perna meninggalkanmu lagi".


Sakura mengangkat wajahnya dan melihat daichi yang berada di hadapannya.


"Aku akan memegang janji mu", ucapnya terhadap daichi.


"Aku berjanji sakura, maafkan aku", ucap daichi sambil memeluk sakura dan mencium keningnya.


Rasanya setiap kali daichi memeluknya, sakura merasa begitu nyaman berada di pelukan daichi. Aroma tubuh daichi yang wangi membuat nya selalu merasa nyaman dan merasa begitu tenang saat menyandarkan kepalanya di dada daichi yang begitu kekar.


"Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan, selagi kita berdua belum bekerja. "Apa kamu setuju?" tanya daichi sambil melirik sakura.


"Iya, aku setuju", jawab sakura sambil tersenyum.


"Baiklah, besok kita akan pergi berdua",. ucap daichi yang kembali memeluk sakura dan mencium kepala istrinya tersebut.


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2