
Matahari yang bersinar begitu terang di langit perlahan mulai berganti dengan rembulan yang menerangi kegelapan dimalam hari. Sakura hanya menikmati indahnya bulan dan bintang menerangi langit malam ini ditemani dengan secangkir teh hangat.
"Sepertinya malam ini tidak akan hujan lagi", ucap sakura sambil meneguk teh hangat yang dibuatnya.
Kesunyian masih terasa dalam dirinya, namun dia mencoba untuk berdamai dengan keadaan dan terus menunggu kepulangan daichi. Menghitung tanggal menjadi kebiasaan baru untuknya saat ini, berharap waktu cepat berputar dan berganti karena rasa rindu yang tak terbendung untuk suaminya.
Dreg...dreg...Dreg...
"Ehmm.., siap yang menelepon malam-malam begini?"batin sakura.
Sempat terlintas dipikirannya satu nama, tetapi dia berusaha agar dirinya tidak terlalu berharap karena kekecewaan yang di dapatnya sejak tadi pagi. Dia mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya, namun dia sama sekali tidak mengenal no yang menghubunginya.
"No siapa ini?"batin sakura sambil mengangkatnya.
"Hallo...", ucap sakura.
"Hallo..", jawab seseorang dibalik sambungan telepon itu.
DEG...
Jantung sakura berhenti berdetak untuk sesat saat mendengar suara yang tak asing masuk ke telinganya. Perasaannya bercampur aduk menjadi satu ada perasaan senang yang dirasakannya, namun ada perasaan sedih dan kecewa yang mengiringi kebahagian nya juga. Suara yang dinantinya sejak dia menutup mata di malam hari dan membukanya lagi di pagi hari akhirnya terdengar jelas untuknya.
"Daichi...", ucapnya.
"Bagaimana kabarmu sayang? Apa kamu sudah makan? Disana pasti sudah malam, bukan?"tanya daichi.
Begitu banyak pertanyaan yang diajukan untuknya membuat sakura merasa bingung harus menjawabnya dari mana.
"Aku baik - baik saja dan aku juga sudah makan malam", jawab sakura dengan singkat dan padat.
"Ah.., Baguslah...",jawab daichi.
"Bagaimana denganmu? Apa yang sedang kamu lakukan?"tanya sakura.
"Aku dalam perjalanan kembali ke hotel dengan sekretaris yun", jawab daichi.
"Apa semuanya berjalan lancar?"tanya sakura.
"Hmmm.., tentu saja sayang", jawab daichi.
"Baguslah kalau begitu", ucap sakura.
Keheningan terjadi diantar keduanya dan hanya terdengar hembusan napas. Begitu banyak pertanyaan yang terlintas dipikiran sakura selama menantikan kabar daichi, namun tak satu katapun yang keluar dari dalam mulutnya saat perasaanya begitu senang.
"Apa kamu benar baik - baik saja?"tanya daichi yang mulai memecahkan keheningan yang terjadi malam ini.
"Hmmm.., Aku baik - baik saja", jawab sakura.
"Apa kamu makan dengan teratur?"tanya daichi.
"Tentu saja", jawab sakura.
"Ah... , Baguslah. Apa kamu jadi menginap dirumah ayah,ibu?"tanya daichi.
Obrolan yang terjadi seperti tanya-jawab antar daichi dan sakura. Situasi terasa begitu canggung dirasakan sakura saat berbicara dengan daichi dan sama hal nya yang dirasakan daichi.
"Tidak...", jawab sakura dengan singkat.
"Kenapa?"tanya daichi.
"Aku merasa lebih nyaman tinggal disini",jelas sakura.
"Tapi disana kamu sendirian sayang",ucap daichi.
"Tidak masalah karena disini aku bisa merasakan kehadiranmu di setiap bagian yang ada diruang apartemen ini",ucap sakura.
__ADS_1
Keheningan kembali terjadi beberapa detik.
"Sakura...,"ucap daichi dengan suaranya yang begitu tenang dan lembut menyebut namanya.
"Iya..", jawab sakura.
"Aku sangat merindukan mu sayang", ucap daichi dengan suaranya yang terdengar berbeda.
Setiap kalimat yang terucap terdengar dengan suaranya yang gemetar menahan perasaannya yang tengah dirasakannya.
"Aku juga merindukanmu disini", jawab sakura.
"Ini terasa begitu menyiksa untukku sakura saat harus berjauhan denganmu, bahkan aku kini menyadari satu hal", ucap daichi.
"Tentang apa?"tanya sakura.
"Bahwa aku tidak bisa jauh dari dirimu dan aku tidak bisa jika kehilangan dirimu. Aku tidak bisa tersenyum saat tidak ada dirimu disisi ku, seperti ada kekosongan didalam diriku ini", ucap daichi.
Dia mencoba mengutarakan semu perasaan yang bergejolak dihatinya agar sakura mengetahui seberapa besar cinta yang dimilikinya untuk sakura.
"Ini juga sangat menyiksa ku daichi. Aku merasa begitu bahagia saat berada disisi mu, aku bisa tersenyum lepas saat dirimu di dekatku. Kehadiranmu membuat ku dapat memiliki kekuatan menjalankan keseharian ku dan aku merindukan mu", ucap sakura dengan suara yang terdengar sendu.
"Kumohon jangan menangis sayang. Aku merasa begitu tak berguna saat tidak bisa menghapus air matamu dengan tanganku", ucap daichi.
"Apa kamu tau bahwa kamu adalah cinta pertama ku", ucap sakura.
Laki - laki yang dulu dibencinya dan begitu di tentang oleh hati yang menolak untuk menerimanya , kini hanya ada kata cinta yang dirasakannya untuk seorang Daichi Tama. Hari demi hari perasaan itu semakin tumbuh mendalam bahkan membuatnya merasa tak sanggup hidup tanpa daichi.
"Aku tau...", ucap daichi.
"Sejak pertama bertemu denganmu hati ku terus berdebar, namun aku terus saja menyembunyikan perasan yang aku rasakan kepadamu karena aku tidak ingin kamu mengetahuinya, tapi sekarang aku ingin kamu tau bahwa aku mencintai mu", ucap sakura.
"Aku juga mencintaimu sayang", jawab daichi.
"Aku akan segera kembali sayang", ucap daichi.
Mereka melewati malam yang panjang bersama, hati yang terasa dekat, namun dalam jarak yang berjauhan diantara keduanya. Suara lembut itu mengantarkan tidur sakura yang tak kuasa menahankan rasa kantuknya saat kedua matanya terus tertarik dan perlahan tertutup.
"Sakura...., Sakura....
Dia terus memanggil nama sakura yang telah tertidur meninggalkannya.
"Apa kamu sudah tidur sayang?"tanya daichi.
Namun tak terdengar suara sakura dibalik sambungan telepon yang belum terputus.
"Selamat tidur sayang. Aku mencintaimu", ucap daichi dan mengakhiri sambungan teleponnya.
Wajah itu terlihat tenang, tergambar senyum yang indah di wajah sakura. Malam ini dia tidur dalam ketenangan, tidak ada lagi hati yabg terus terjaga menantikan kabar dari daichi.
••••••
Kediaman Hino 🏠
Suasana terasa hidup dari salah satu ruangan yang berada dikediaman Hino, suara orang yang berbicara, tertawa terdengar jelas dari dalam ruangan itu. Malam ini kediaman Hino sedang dikunjungi dari keluarga Takao, sahabat yang begitu lama tak bertemu dan kali ini mereka berkunjung kediaman Hino.
"Selamat malam tuan haga", sapa seorang pelayan wanita yang menyambut kedatangan haga.
"Selamat malam. Apa ada tamu?"tanya haga yang melihat ada sebuah mobil yang tak dikenalnya.
"Benar tuan haga.., mereka semua ada diruang tengah", ucap pelayan wanita itu.
"Baiklah.., Terima kasih", ucap haga yang tak lupa meninggalkan sebuah senyum kepada pelayan wanita itu.
Haga adalah pria yang sopan dan ramah terhadap semua orang termasuk dengan semua pekerja yang bekerja dikediaman keluarganya. Dia melangkah berjalan menuju ke ruang tengah untuk menyapa tamu yang datang.
__ADS_1
"Selamat malam semuanya", ucapnya.
Semua orang yang berada diruangan itu langsung mengarahkan pandangannya kepada haga yang datang dan menyapa.
"Haga.., Kamu sudah pulang", ucap Yamato Hino yang tak lain adalah ayah dari haga.
"Kemari lah putraku", ucap masuyo Hino ibu haga.
"Kenalkan haga ini paman Nobu Takao dan ini bibi Mori", ucap Yamato.
"Apa kabar paman, bibi", ucap haga sambil menundukkan kepalanya.
Nobu dan mori hanya tersenyum melihat haga yang terlihat begitu sopan dan memiliki kepribadian yang cukup baik saat melihat haga untuk pertama kalinya.
"Haga...", ucap masuyo yang berdiri dengan seorang gadis yang berdiri disamping masuyo.
Pandangan mata haga teralihkan kepada sosok wanita yang berdiri disamping ibunya.
"Kenalkan ini mika putri tunggal dari paman nobu dan bibi mori", ucap masuyo.
Mata yang dari tadi tak berani memandangi haga dan hanya menatap kebawah, perlahan dia menegakkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya kepada haga hingga akhirnya kedua mata mereka saling bertemu dan menatap satu sama lain. Sorot mata itu membuat jantungnya berdebar,matanya tak berhenti memandangi wajah haga yang melemparkan senyum untuknya.
"Apa kabar", ucap haga yang memulai pembicaraan.
"Ahh..,baik", jawab mika yang merasa begitu gugup.
"Sepertinya kalian berdua akan cocok. Apalagi kalian berdua masih sendiri dan belum memiliki pasangan", ucap masuyo.
"Hahahah.., Apa lebih baik kita menjodohkan putra- putri kita?"tanya Yamato.
"Sepertinya itu ide yang sangat bagus", ucap Nobu
Semuanya tampak tertawa dan merasa begitu bahagia, mika hanya tersipu malu saat mendengarkan kedua keluarga berniat menjodohkan dirinya dengan haga dan saat dia mencoba melirik haga yang berdiri di depannya hanya ada wajah tanpa ekspresi yang tergambar jelas saat dia menatap haga. Dia hanya diam dalam keheningan tanpa mengatakan sesuatu atau menunjukan sebuah ekspresi pada dirinya dan itu menyadarkan mika bahwa haga tidak menyukai rencana kedua keluarga.
"Maaf semuanya..,saya pamit kekamar dulu", ucap haga.
Mika terus menatap haga yang melemparkan senyum kepada semua orang, namun senyum itu tak sesuai dengan perasaannya saat ini.
"Apa kamu sakit?"tanya masuyo.
"Tidak ibu.., aku hanya sedikit lelah saja", ucap haga.
"Istirahatlah haga, bukankah kamu juga baru kembali 2 hari yang lalu?"tanya Mori.
"Benar bibi", jawab haga.
"Yasudah.., istirahatlah sayang", ucap masuyo.
"Baiklah..,Permisi", ucap haga yang pergi meninggalkan ruangan itu.
Mika terus memandangi haga yang beranjak pergi dari tempatnya, matanya terus mengikuti setiap langkah kaki haga hingga berakhir saat bayangannya tak dapat terjangkau oleh kedua matanya lagi.
Ketika berada didalam kamarnya, dia terlihat begitu kebingungan dengan apa yang dikatakan kedua orangtuanya barusan. Kalimat itu terus terdengar di telinganya dan itu membuat dirinya merasa terganggu.
"Perjodohan? Sungguh tak masuk akal!!!!" ucap haga.
Bagaimana dia bisa menerima perjodohan saat hatinya berada untuk orang lain. Dia tidak ingin menyakiti perasaan wanita yang dekat dengannya saat dia tak bisa memberikan hatinya untuk wanita lain karena itu akan menyiksa perasaan seorang wanita yang mengetahui bahwa pasangannya tidak mencintainya.
Bagi seorang Haga Hino, sakura Agata adalah wanita yang akan selamanya mengisi hatinya karena hati dan pikirannya telah diberikannya semua untuk wanita yang bertahun- tahun dicintainya. Seperti angin yang sulit digapainya, begitu pula sakura yang tak akan pernah bisa digapainya karena keberadaan daichi diantara mereka saat ini. Sulit digapai dan tak akan mungkin dapat dimilikinya, tapi hati ini begitu sulit untuk melupakannya karena rasa cinta yang begitu besar.
Seandainya dia memiliki keberanian saat itu, dia ingin mengungkapkan perasaan yang dirasakannya pada saat itu kepada sakura bahwa dia telah jatuh hati sejak pertama melihatnya.Dialah yang seharusnya berada di sisi nya saat ini, pria yang telah lama mencintainya dan berharap takdir dapat diubah untuknya .
Pertemuan kembali setelah bertahun- tahun mencarinya membuatnya begitu bahagia, seperti sebuah mimpi dan itu adalah sebuah mimpi yang begitu indah. Hari yang ditunggu- tunggu nya akhirnya datang saat melihat wanita yang dicarinya berada di hadapannya.Cinta pertamanya berada di depannya bahkan saat sakura menatapnya, tatapan itu terus tergambar jelas dalam ingatannya.Sejak saat itu dia berjanji pada dirinya tidak akan pernah melepaskan wanita yang dicintainya lagi.
Bersambung...
__ADS_1