
"Aku ingin pergi duluh ucap Sera yang bangkit dari tempat duduknya setelah menikmati makan siangnya.
"Baiklah aku akan mengantarmu sera," ucap Ayana manager Sera.
"Aku ingin pergi sendiri saja, kamu tidak perlu mengantarku.
"Nikmatilah makan siang kalian ucap sera.
Sera pun pergi meninggalkan restaurant tersebut dan memberhentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat saat Sera keluar dari restaurant tersebut.
"Kejalan seika" ucap Sera.
"Baik nona ucap supir taxi tersebut.
Mereka pun menujuh kejalan seika tempat di mana kantor daichi berada. Berita mengenai daichi dan sakura sangat menggangu pikiran sera dan membuatnya ingin bertemua langsung dengan daichi.
Keberadaan daichi Tama sangat penting di kehidupan Sera. Daichi adalah pria pertama dihati sera, saat Sera menghadapi masa-masa sulit dihidupnya daichi lah yang selalu ada untuknya.
Mereka adalah pasangan yang saling memberikan dukungan satu sama lain. Meskipun daichi terlahir dari keluarga yang kaya dia tidak pernah merendahkan Sera atau pun keluarga Sera. Daichi tidak pernah mempermasalahkan latar belakang kehidupan mereka yang berbeda.
Sera selalu ingin bersama dengan daichi, tetapi dia sadar bahwa dari keluarga mana dia berasal sangatlah penting dan dia menyadari tidak akan mudah untuk dapat masuk kedalam keluarga besar Tama saat di terlahir dari keluarga biasa saja.
Dia pun berusaha agar layak mendampingi daichi dengan mengambil kesempatan keluar negeri untuk menjadi seorang model yang profesional dan mengubah kehidupannya.
Sera tidak ingin mempermalukan daichi di depan keluarga besarnya saat daichi memperkenalkannya sebagai kekasihnya dan dia ingin dianggap pantas serta layak berada disisi Daichi Tama.
Banyak orang mengatakan Sera begitu egois saat itu. Dia lebih memilih karirnya dan meninggalkan daichi Tama tanpa mereka sebenarnya tau bahwa Sera melakukan semua itu juga demi daichi.
Namun saat dia kembali kenegaranya dengan membawa kesuksesan yang telah diraihnya.
Dihari yang sama daichi Tama bertunangan dengan sakura Agata. Pria yang ingin diperjuangkannya memutuskan untuk bertunangan dengan wanita lain. Tentu saja membuat hati Sera begitu sangat hancur.
Sejak saat itu apa yang telah hilang dari hidupnya akan dirampasnya kembali dari orang yang telah mengambilnya dari hidupnya termasuk daichi Tama pria yang sangat dia cintai.
Sera pun tiba dikantor daichi dan masuk kedalam untuk menujuh ruangan dari daichi Tama. Semua orang yang melihat Sera berjalan begitu sangat terpesona dengan kecantikan yang dimiliki Sera.
"Bukankah itu Sera?????
"Apa yang dilakukannya dikantor ini ??
Sera menyadari bahwa keberadaannya sekarang menjadi pusat perhatian di sekitarnya. Dia hanya berjalan berlalu tanpa melihat orang- orang di sekelilingnya.
°
°
°
°
"Tuan daichi berita mengenai anda sudah tersebar dimana- mana????
"Benarkah???? ucap daichi dengan santai.
"Apa anda yakin saya tidak perlu menghapus semua berita tersebut tuan???? Mungkin nona sakura akan merasa terganggu dengan berita tersebut", ucap sekertaris Yun.
"Kamu tidak perlu melakukannya sekertaris Yun ucap daichi.
"Baiklah tuan daichi ucap sekertaris Yun.
Sekertaris Yun sangat penasaran apa yang sebenarnya ingin direncanakan oleh daichi. Dia yakin ada sesuatu yang telah direncanakan olehnya tetapi daichi merahasiakannya dari dirinya.
"Bagaimana mengenai pertemuan dengan perusahan Sky?????
"Mengenai itu jadwal pertemuan anda akan diundur dua bulan lagi tuan daichi??? ucap sekertaris Yun.
"Apa???? Kenapa begitu lama sekali ????"
__ADS_1
"Maaf tuan daichi, saya berpikir tidak mungkin bulan depan anda akan melakukan perjalan bisnis keluar negeri," ucap sekertaris Yun .
"Apa bulan depan jadwal perjalanan bisnis saya sudah padat??? tanya daichi sambil mengingat-ingat jadwal perjalanan bisnisnya bulan depan.
"Bukan begitu tuan daichi, tetapi bulan depan anda akan menikah. Apa anda lupa dengan pernikahan anda sendiri??? tanya sekertaris Yun dengan ekspresi kebingungan.
Sekertaris Yun tidak habis pikir bagaimana daichi bisa melupakan tanggal pernikahannya sendiri. Setidaknya itu adalah moment yang sangat penting dalam perjalanan hidup seseorang dan mustahil sampai bisa begitu mudah dilupakan.
"Ahisssss, aku sampai lupa bulan depan adalah hari pernikahan ku ucap daichi dengan begitu santainya.
"Apa anda benar-benar tidak ingat dengan tanggal pernikahan anda sendiri tuan daichi????? tanya sekertaris Yun dengan ekspresi wajah yang tampak keheranan.
"Hmmmm, aku sama sekali tidak mengingatnya sekertaris Yun. Apakah ada masalah???? daichi bertanya begitu polos dengan sekertaris Yun .
"Ti-dak tuan, saya hanya begitu kagum dengan anda ucap sekertaris Yun.
"Kamu tidak perlu berlebihan seperti itu sekertaris Yun", ucap daichi.
"A-pa????" ucap sekertaris Yun dengan wajahnya berkerut.
Dia tidak habis pikir bagaimana daichi bisa mengira itu adalah sebuah pujian untuk dirinya saat dia lupa tanggal pernikahannya sendiri .
"Setidaknya anda jangan sampai lupa bahwa anda sudah memiliki seorang istri nantinya tuan.
"Itulah gunanya dirimu sekertaris Yun untuk mengingatkan diriku saat aku lupa", ucap daichi begitu santai dengan mengakat alisnya seakan menggoda sekertaris yun.
"Aiksssssss, ucap sekertaris Yun sambil tertawa.
Mereka hanya tertawa satu sama lain, suasana di ruangan kerja daichi begitu santai hari ini karena Susana hati daichi sangat baik.
••••••
Tok....Tok....Tok...
Seseorang mengetuk pintu dari luar yang membuat perhatian daichi dan sekertaris Yun pun teralihkan melihat siapa yang mengetuk pintu tersebut.
Seseorang pun membuka pintu itu dan masuk kedalam ruangan tersebut. Daichi dan sekertaris Yun tidak menyangka bahwa tamu yang datang adalah Sera.
"Haiiiii ucap Sera yang menyapa dengan wajah cerianya.
"Sera ucap daichi dengan wajahnya yang datar.
"Apa kabar nona Sera ucap sekertaris Yun yang berdiri tepat di hadapan sera.
"Aku sangat baik sekertaris Yun, senang bisa bertemua denganmu ucap Sera yang tersenyum kepadanya.
"Ehhhhh, baiklah saya pamit izin keluar kalau begitu ucap sekertaris Yun yang pergi keluar meninggalkan daichi dan Sera di ruangan tersebut.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu????
"Apa kamu tidak senang melihatku disini???" tanya Sera .
"Bukankah kamu pergi keluar negeri?????" tanya daichi
"Iya dan aku baru saja tiba tadi siang dan langsung menemui mu ucap Sera sambil berjalan menghampiri daichi yang sedang duduk di kursinya.
Daichi yang menyadari itu langsung berdiri dari bangkunya dan berjalan untuk menghindari sera.Melihat apa yang dilakukan daichi membuat Sera hanya tersenyum.
"Apa yang membuatmu kemari??? tanya daichi.
"Tidak ada, aku hanya merindukanmu ucap sera yang berjalan perlahan mendekat ke arah daichi.
"Maaf sera, jika tidak ada yang ingin kamu katakan sebaiknya kamu pulang. Aku sangat sibuk sekarang ucap daichi yang mencoba mengusir sera dengan halus.
"Aku merindukan mu daichi ucap Sera yang memeluk daichi dari belakang.
"Hentikan Sera ucap daichi yang mencoba melepas tangan Sera.
__ADS_1
"Se-bentar, hanya sebentar saja ucap Sera dengan suaranya yang bergetar seakan menahan tangis.
Daichi menyadari Sera sedang menangis di punggungnya, dia hanya diam dan membiarkan Sera memeluknya.
Sera merangkul kan kedua tangannya begitu erat seakan dia tidak ingin kehilangan daichi.
Tapi tanpa disadari oleh daichi, seseorang memperhatikan dari balik pintu yang sedikit terbuka apa yang terjadi di dalam.
Sakura Agata hanya terdiam melihat pemandangan dihadapannya. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya untuk menahan suaranya tak terdengar oleh daichi dan sera.
Dia menyandarkan badannya di dinding, rasanya kakinya begitu lemas dan tidak mampu untuk menopang badannya. Jantungnya berdebar dan membuat seluruh badannya gemetaran.
Sakura begitu syok dan tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya sekarang, seakan hatinya begitu hancur ketika melihat tunanganya dengan wanita lain.
"Astaga, kenapa dadaku sesakit ini ucap sakura sambil memukul- mukul dadanya.
Rasanya nafasnya begitu sesak dan sulit untuk bernapas. Sakura berusaha menarik nafasnya perlahan.
Tanpa disadarinya air matanya jatuh dan membasahi pipinya. Dia langsung menghapus air matanya.
"Kenapa aku harus menangis", ucap sakura.
"Dasar bodoh!!!! ucapnya dengan tangis terisak-isak.
Sakura begitu kesal dengan dirinya karena tidak dapat menahan air matanya dan mengendalikan perasaannya sendiri.
Dia mencoba membuka tasnya untuk mengambil tisu untuk menghapus air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya, dia begitu kesal saat kancing tas nya begitu sulit untuk dibuka, tangannya terus gemetaran. Sakura merasa dirinya sangat kacau sekarang.
Ketika dia merasa keadaanya sudah mulai membaik dan dia dapat mengontrol perasaannya. Dia pun berniat meninggalkan tempat tersebut, tetapi saat dia baru ingin beranjak pergi dari tempat tersebut tanpa sengaja dia bertemu dengan sekertaris Yun yang sepertinya ingin masuk kedalam ruangan daichi.
"Ehhh, nona sakura", ucap sekertaris Yun yang kaget melihat sakura.
"Hallo sekertaris Yun ucap sakura dengan suara yang sangat pelan.
"Apa anda ingin bertemua dengan tuan daichi nona?" tanya sekertaris Yun.
"Ia awalnya saya ingin bertemu dengannya,tetapi tiba-tiba saja sekertaris saya menelepon dan mengatakan ada masalah sedikit dikantor ucap sakura yang berbohong.
"Ohhh begitu, apakah ada yang ingin anda katakan kepada tuan daichi ???" saya akan menyampaikannya nanti.
"Ti-dak itu tidak perlu ucap sakura yang membuat sekertaris Yun tidak menyangka dengan jawaban sakura yang seakan begitu panik
"Ahhhhhh, baiklah nona saya mengerti ucap sekertaris Yun.
"Kalau begitu saya izin, permisi sekertaris Yun ucap sakura.
"Baiklah,hati- hati nona sakura ucap sekertaris Yun.
Sakura pun pergi meninggalkan sekertaris Yun dengan langkah kaki yang begitu sangat terburu-buru,tentu saja membuat sekertaris Yun merasa ada yang aneh dengan sakura.
Hari ini sekertaris Yun merasa sakura tampak berbeda dari biasanya, wajahnya sangat puncat dengan mata yang sembab seperti Baru habis menangis.
"Apakah nona sakura memiliki masalah???? ucap sekertaris Yun sambil melihat kearah sakura.
Sekertaris Yun pun kembali berjalan menuju rungan daichi Tama, tetapi pintu itu sedikit terbuka.
"Terbuka!!! Apa tuan daichi tidak ada di ruangannya atau lupa menutup pintunya dengan rapat???? pikirnya.
Bola mata sekertaris Yun seakan ingin keluar karena dia melihat dengan matanya yang melotot saat melihat Sera sedang memeluk daichi.
Sekertaris Yun menyadari satu hal dan langsung menoleh ke arah sakura yang baru saja meninggalkan tempat tersebut....
"Nona sakura.....ucapnya yang kini mulai paham dengan situasi yang sedang terjadi.
Guyssss **jangan lupa untuk like ,coment dan vote novel aku yaaaa. Author sangat menghargai setiap like, coment dan vote yang kalian berikan.
Terima kasih....
__ADS_1
Bersambung****..