Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 27 Mencoba


__ADS_3

Sakura pun tiba dikantornya dan keluar dari mobilnya dengan mengenakan kaca mata hitam untuk menutupi matanya yang sembab. Dia berjalan masuk kedalam kantor seakan suasana hatinya baik-baik saja,tanpa orang-orang mengetahui bahwa wanita yang sedang berjalan sangat elegant tersebut sedang menutupi perasaan hatinya yang hancur dan berusaha menyembunyikan semua kesedihannya tersebut.


Kimi yang sedang asik berbicara dengan rekan kerjanya, melihat kehadiran sakura yang sedang berjalan menujuh ruang kerjanya. Kimi mengakhiri obrolannya dengan teman kerjanya dan berjalan menghampiri sakura.


"Nona sakura," ucap Kimi yang menyapa sakura dari arah belakang sambil menepuk pundak sakura dengan lembut.


"Kimi, kamu mengagetkan saya", ucap sakura sambil menempelkan tangannya tepat di dadanya dengan raut wajah yang terkejut.


"Ma-afkan saya nona sakura, saya tidak bermaksud mengagetkan anda", ucap Kimi sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang menyesal.


"Sudahlah, dimana berkas yang harus saya tanda tangani", ucap sakura.


"Berkasnya sudah saya letak di meja anda nona",sahut Kimi.


"Baiklah kalau begitu", ucap sakura.


Mereka pergi berjalan bersama menujuh ruangan sakura, Kimi yang berada tepat disamping sakura mengarahkan pandangannya terhadap sakura. Dia menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan sakura saat ini, tetapi dia Masi mencari-cari perbedaan tersebut dan akhirnya dia menyadari apa yang berbeda dengan sakura.


"Akhhh saya tau sekarang", ucap Kimi dengan mata yang berbinar-binar dengan senyuman lebarnya.


"Apa yang kamu ketahui kimi?" tanya sakura kepadanya sambil melihat Kimi untuk memberikan jawaban.


"Kaca mata, dari tadi saya berpikir apa yang beda dari anda dan ternyata anda mengenakan kacamata, ucap Kimi kepada sakura.


"Ya ampun Kimi, saya pikir apa", ucap sakura yang menggeleng- gelengan kepalanya


"Maaf nona," ucap Kimi sambil tersenyum kepada sakura.


Mereka pun kembali berjalan menujuh ruang kerja sakura untuk menandatangani berkas yang telah diletakan Kimi di meja kerja sakura.


Sakura duduk di bangkunya dan mulai menanda tangani berkas yang ada di mejanya dengan tetap mengenakan kaca mata hitamnya tentu saja hal itu membuat Kimi merasa begitu aneh melihat tingkah sakura,tetapi Kimi menyadari ada sesuatu yang telah terjadi dengan sakura saat ini.


Kimi begitu mengerti mengenai sakura meskipun dia baru mengenal sakura sejak dia bekerja bersama sakura, tetapi dia dapat mengetahui dari perubahan sifat sakura yang menjadi pendiam. Sejak dia bekerja bersama sakura, dia hanya melihat kesedihan yang terpancar di kedua mata sakura, perasaan yang tertekan bahkan sakura begitu jarang tertawa.


Kimi selalu berusaha mencoba menghibur sakura dengan selalu bersikap ceria kepada sakura,melakukan hal- hal yang aneh agar sakura tertawa. Baginya sakura adalah orang yang terpenting dihidupnya selain keluarganya saat ini. Sifat sakura yang tidak membeda-bedakan antara boss dengan pegawainya yang membuat dia banyak di sayangi oleh karyawan-karyawannya termasuk Kimi yang menjadi sekertaris pribadi sakura.


"Ini Kimi", ucap sakura sambil menyerahkan dokumen yang telah di tanda tanganinya.


"Apakah ada lagi yang harus aku tanda tangani?" tanyanya kembali kepada kimi.


"Tidak ada nona, hanya dokumen ini saja," ucap Kimi sambil menerima dokumen yang diberikan sakura kepadanya.


"Ehmm nona sakura", ucap Kimi dengan suara yang sekan ragu-ragu.


"Ada apa Kimi????" tanya sakura kepadanya.


"Bisakah saya izin keluar sebentar, saya ingin bertemu dengan sepupu saya di cafe di seberang kantor", ucap Kimi.

__ADS_1


"Tentu saja Kimi, pergilah," ucap sakura yang tersenyum kepada kimi.


"Te-rima kasih nona", ucap Kimi sambil menundukkan kepalanya.


"Saya permisi kalau begitu", ucap Kimi sambil berjalan keluar dari ruangan sakura.


Ketika Kimi telah meninggalkan ruangannya, sakura membuka kaca mata yang dikenakannya dan melihat matanya di sebuah cermin kecil yang ada di meja kerjanya, dia melihat kedua matanya yang masih sembab.


Sakura mencoba kembali fokus terhadap pekerjaannya,tetapi bayangan itu selalu muncul dipikirannya saat Sera memeluk daichi.Perasaannya kembali hancur mengingat hal tersebut rasanya hatinya begitu sakit melihat calon suaminya bermesraan dengan mantan kekasihnya. Dia merasa begitu kecewa dengan daichi yang seakan membiarkan Sera melakukan hal itu kepadanya.


Perasaan kecewa adalah hal yang wajar dalam satu hubungan, setiap hubungan pasti akan ada saatnya mengalami kekecewaan meskipun terkadang itu hal yang tidak sengaja dilakukan. Namun saat rasa kecewa tersebut seakan terasah perih dan lukanya seakan sudah menusuk hati itu karena kita tengah manurah harapan yang besar untuk seseorang,tetapi harapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.


Sakura Agata yang awalnya menaruh harapan besar terhadap daichi dan mulai mencoba mempercayai dirinnya, kini berubah sangat membenci daichi bahkan melebih sebelum dia mengenal daichi seperti saat ini. Hanya ada rasa kebencian yang ada pada sakura dan itu semua daichilah yang menyebabkannya.


•••••


Mobil daichi tiba dikantor sakura, dia keluar begitu sangat gagah dari mobilnya dengan ditemani oleh sekertaris yun. Dia mengarahkan pandangangn pada sekelilingnya seakan menikmati suasana kantor milik sakura. Ini untuk pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di kantor sakura Agata.


"Sekertaris Yun, tunggulah disini ucap daichi dengan pandangannya yang fokus kedepan tanpa melihat wajah sekertaris Yun.


"Apa anda yakin tuan, saya tidak perlu menemani anda untuk masuk kedalam?" tanya sekertaris Yun


"Ia sekertaris Yun aku akan masuk sendiri, tunggulah disini,"ucap daichi.


"Baik tuan daichi saya akan menunggu anda disini".


Dia berjalan menujuh ruang reception dan bertanya kepada salah seorang karyawan yang ada di sana.


"Selamat siang," ucap daichi dengan sorot mata yang tajam. Sorot mata yang selalu membuat wanita merasa terpesona melihatnya.


"Se-lamat siang tuan," ucap wanita tersebut dengan suaranya terbatah-batah yang tampak gugup berhadapan dengan daichi Tama.


"Saya ingin bertemu dengan nona sakura, apakah dia ada ditempat?" tanya daichi


"Ia tuan, nona sakura ada di ruangannya", ucap wanita tersebut. "Ruangannya ada dilantai 3".


"Baiklah, terima kasih," ucap daichi yang pergi berjalan menujuh ruangan sakura.


Selepas kepergian daichi, wanita tersebut hanya terdiam dengan pandangan matanya yang tertujuh kearah daichi, pipinya terasa memerah dan tersipu malu. Dia tidak menyangka bisa bertemu dengan daichi dan berbicara dengannya.


"Ya Tuhan dia begitu tampan", ucap wanita itu sambil mengipas- ngipas wajahnya dengan tangannya.


°


°


°

__ADS_1


Diluar kantor sekertaris Yun begitu setia menunggu daichi sambil berdiri tepat di dekat pintu masuk, sambil melihat- lihat jam tangannya.


Kimi yang baru kembali dari kantor selepas bertemu dengan sepupunya di cafe, begitu kaget melihat sosok yang berdiri di pintu masuk. Dia terus melihat kearah pria yang berdiri tersebut untuk memastikan bahwa orang yang ada dipikirannya itu adalah sekertaris Yun sambil berjalan menghampirinya.


"Tu-an Yun ucap Kimi yang datang dari arah samping sekertaris Yun.


Sekertaris Yun mengalihkan pandangannya kearah samping, tepat dari sumber suara berasal yang memanggil namanya.


"Akh, nona Kimi,"ucapnya dengan wajah yang kaget.


"Benar, ternyata anda," ucap Kimi yang tertawa.


"Apa kabar nona Kim," sapa sekertaris Yun dengan ramah.


"Sangat baik tuan Yun, apa yang sedang anda lakukan disini?"tanya Kimi dengan raut wajahnya yang tampak penasaran.


"Oh, saya sedang menunggu tuan daichi yang sedang bertemu dengan nona sakura", ucap sekertaris Yun.


"Ahhh, Kenapa anda tidak menunggu di dalam saja", ucap kimi.


"Tidak perlu nona Kimi, saya menunggu disini saja",ucap sekertaris Yun.


"Masuklah kedalam tuan, saya akan membuatkan anda secangkir kopi hangat.


"kita bisa minum kopi bersama di pantri sambil anda menunggu tuan daichi selesai bertemu dengan nona sakura ucap Kimi.


"Apakah itu tidak merepotkan anda?" tanya sekertaris Yun.


"Tentu saja tidak tuan Yun, saya merasa sangat senang. "Apalagi waktu itu anda telah mengantarkan saya", ucap Kimi.


"Baiklah kalau begitu nona Kimi," ucap sekertaris Yun.


"Mari tuan,"ucap Kimi yang mengarahkan sekertaris Yun menujuh tempat pantri.


Ketika mereka tiba diruang pantri, ruangan itu tampak kosong dan hanya ada mereka berdua.


"Silakan duduk tuan Yun, saya akan membuatkan anda secangkir kopi," ucap Kimi yang berjalan menujuh mesin pembuat kopi.


Sekertaris Yun duduk di salah satu bangku yang ada di ruangan pantri tersebut sambil melihat Kimi yang sedang membuatkannya secangkir kopi.


Kimi yang awalnya hanya fokus membuat kopi, menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikannya dari arah belakang. Dia pun menolehkan pandangannya ke arah belakang dan melihat bahwa sekertaris Yun sedang memperhatikannya sambil tersenyum kepadanya.


Kimi yang melihat senyuman tersebut tampak kaget dan terus menatap kearah sekertaris Yun yang masih tersenyum begitu manis kepadanya. Kimi merasa menjadi salah tingkah saat sekertaris Yun memperhatikannya dan dia menyadari bahwa sekertaris Yun ternyata sangat tampan seperti daichi tama.


"Nona sakura, tolong aku!!!! ucap Kimi dengan suaranya yang pelan sambil menatap wajah sekertaris Yun.


**Guyssss, jangan lupa like, coment and vote please kasih aku masukan....

__ADS_1


Bersambung**......


__ADS_2