Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 107 Panik


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 17: 15, namun sakura masih di sibukkan dengan meeting dengan beberapa kliennya. Kimi yang berada diruangan meeting itu terlihat begitu cemas dan terus memperhatikan jam yang ada ditangannya.


"Bagaimana ini? Nona sakura bisa terlambat ke acara kantor Tuan Daichi", batinnya.


Dia mencoba memberikan isyarat dengan sakura agar melihat jam di tangannya, tetapi usahanya sama sekali tidak berhasil karena sakura sama sekali tidak melihatnya dan begitu fokus dengan jalannya meeting.


Dreg...Dreg...Dreg...


Ponsel kimi terus bergetar di atas meja dengan cepat dia mengambil ponselnya agar tidak menggangu suasana saat meeting sedang berlangsung.


"Tuan Yun", ucapnya


Menyadari dirinya masih dalam suasana berjalannya meeting, dia langsung mematikan panggilan sekertaris yun dan mengirimkan pesan untuknya.


Kimi. : Maaf tuan yun, saya sedang meeting.


Sekertaris yun : Apa nona sakura juga bersama anda?


Kimi : Ia tuan yun, nona sakura ada.


Sekertaris yun : Apa masih lama nona kimi?


Kimi. : Sepertinya begitu tuan yun. Ada apa?


Sekertaris yun : Sebentar lagi acara akan di mulai dan saya berharap nona sakura dapat hadir sebelum acara dimulai.


Kimi : Nona sakura mungkin akan sedikit terlambat tuan yun, tetapi saya akan mengusahakannya agar cepat sampai.


Sekertaris yun : Baik nona kimi. Terima kasih


Kimi kembali panik saat sekertaris yun menghubunginya, dia semakin tidak tenang dan sesekali menggerakkan kakinya tanpa disadarinya.


"Kenapa lama sekali", ucap nya sambil melihat jam tangannya.


"Astaga sudah jam 17: 25, nona sakura akan benar - benar terlambat", ucap kimi yang semakin panik.


Disaat perasaan kimi tak tenang, berbeda halnya dengan sakura yang terlihat tenang dan santai bahkan dia terus mengobrol hangat dengan kliennya tanpa melihat waktu saat itu.


"Baiklah nona sakura.., Terima kasih buat hari ini. Saya sangat beruntung memiliki rekan bisnis yang sungguh luar biasa seperti anda.


"Anda terlalu memuji saya nona fuji", ucap sakura


"Itu bukan hanya sekedar pujian, tetapi anda sungguh luar biasa dengan ide - ide yang anda miliki", ucapnya.


"Terima kasih, saya sangat tersanjung mendapatkan pujian dari anda", ucap sakura.


Keduanya saling berjabat tangan dan melemparkan senyuman masing - masing.


"Ayolah nona sakura.., jangan terlalu lama", batin kimi yang terlihat tak sabaran.


"Kalau begitu kami pamit nona sakura", ucapnya.


"Baik.., hati - hati", ucap sakura.


"Akhirnya..", batin kimi yang terlihat bahagia saat melihat semua klien sudah pergi.


Langkah kakinya begitu cepat berjalan menghampiri sakura, belum sempat dia membuka mulutnya sakura langsung memulai pembicaraan.


"Kimi.., cepat bawakan gaun ku keruang kerja, aku akan mengganti pakaian disana. Aku pasti sudah telat", ucapnya.

__ADS_1


"Apa??? Jadi anda ingat bahwa anda harus datang ke acara kantor tuan daichi?"tanya kimi yang terlihat bingung.


"Tentu saja kimi, bagaimana mungkin aku melupakan acara itu", ucap sakura.


"Tapi kenapa anda terlihat tenang sekali nona, bahkan anda terus berbicara kepada mereka bukannya mempercepat waktu", ucap kimi.


"Kimi.., aku tidak bisa bersikap tidak profesional dengan mereka karena urusan pribadiku dan itu bukanlah hal yang baik dalam membangun bisnis", ucap sakura.


"Tapi nona", ucap kimi.


"Kimi..., bisakah kita membahasnya sambil aku bersiap - siap", ucap sakura.


"Ah.., Maafkan saya nona. Saya akan segera membawa gaun anda", ucap kimi yang pergi meninggalkan sakura.


Sakura bergegas menuju keruangannya, melihat jam menunjukkan pukuli 17:45 membuatnya semakin panik. Dia mulai bersiap - siap membersihkan dirinya, mengganti pakaiannya dan menghias wajahnya. Diruangan kerjanya yang begitu luas, dia memiliki area- area pribadi untuknya sehingga dia dapat melakukan semuanya diruang kerja yang juga memiliki ruang pribadi untuknya.


"Nona sakura.., ini gaun anda", ucap kimi.


"Terima kasih kimi, aku mengganti pakaian ku dulu", ucap kimi.


"Baik nona", ucap kimi yang mulai merapikan barang - barang sakura.


Semuanya dikerjakan begitu terburu - buru karena waktu yang berjalan begitu cepat, kimi seakan berpacu dengan waktu saat ini.


"Kimi..,Bagaimana menurut mu? Apa terlihat mencolok atau berlebihan?"tanya sakura yang berdiri di hadapan kimi untuk menanyakan pendapatnya mengenai penampilannya.



"Anda terlihat cantik nona. Sempurna!!!!", teriak kimi yang terlihat begitu bahagia.


"Apa menurutmu aku tidak terlalu berlebihan kimi?" tanya sakura sambil melihat dirinya.


"Aku hanya tidak ingin terlihat mencolok di depan karyawan - karyawan disana", ucap sakura.


"Jika anda tampak berbeda dari mereka, itu adalah hal yang wajar nona sakura karena anda adalah istri dari CEO. Kenapa anda harus memikirkan sejauh itu", ucap kimi.


"Aku hanya ingin dekat dengan karyawan - karyawan di perusahaan suamiku, jika penampilan ku terlalu mencolok aku khawatir mereka akan segan untuk dekat dengan ku", ucap sakura.


"Ya Tuhan.., Bagaimana ada wanita sebaik anda di dunia ini nona. Saya semakin mengidolakan anda sebagai panutan di hidup saya", ucap kimi


"Hentikan itu kimi", ucap sakura yang tertawa.


"Yasudah nona, kita harus berangkat sekarang karena sudah bisa dipastikan kita akan telat menghadirinya", ucap kimi.


"Hmm..," ucap sakura.


Keduanya pun berangkat menujuh tempat dimana acara dari perusahaan daichi berlangsung, kimi menginjak gas begitu kuat dan melakukan mobilnya begitu kencang menembus kemacetan yang terjadi di jalan raya.


•••••••••••


"Apa kamu sudah menghubunginya?" tanya daichi.


"Sudah tuan daichi, mereka sudah dalam perjalanan menujuh kemari", ucap sekertaris yun.


"Baiklah", jawab daichi.


"Tapi sepertinya anda tidak bisa memulai sampai menunggu mereka tiba tuan karena kemungkinan mereka tiba telat. Nona kimi mengatakan kepada saya bahwa mereka baru saja berangkat dan jalanan sangat macet", ucap sekertaris yun.


"Kita akan memulai seperti jadwal gang sudah kita tentukan sekertaris yun dan sepertinya kita sudah bisa memulainya", ucap daichi yang menepuk pundak sekertaris yun.

__ADS_1


Acara pun berlangsung tanpa menunggu kehadiran sakura, peresmian Dapertement Store Tama Group dilakukan secara simbolis. Semua tamu undangan yang hadir tampak bertepuk tangan saat berlangsungnya acara peresmian tersebut, tidak hanya para karyawan yang hadir, rekan bisnis, pesaing bisnis dan keluarga turun hadir dalam acara tersebut.


Dia membangun dan merintis usahanya sendiri tanpa campur tangan keluarga besar Tama, dia memiliki aset pribadi dari hasil kerja kerasnya sendiri tanpa harus melanjutkan apa yang sudah dimiliki keluarganya sebelumnya.


"Selamat putraku, ibu sangat bangga dengan mu", ucap imoto yang memeluk putranya.


"Terima Kasih ibu", ucap daichi yang sejujurnya sangat risih saat seseorang menyentuhnya termasuk ibunya sendiri yang kurang dekat dengannya.


Apa kalian pernah mendengar kehidupan anak - anak yang terlahir dari keluarga yang kaya, mereka hidup dalam kemewahan yang diimpikan semua orang dan berharap berada di posisi mereka, namun apa yang sering terlihat tidaklah seindah apa yang mereka alami.


Mereka haus akan kasih sayang kedua orang tua mereka yang sibuk dengan pekerjaan serta menjalani kehidupan lingkungan sosial dan itulah yang dialami oleh daichi semasa kecilnya. Ayahnya selalu sibuk bekerja dan ibunya sibuk mengikuti pertemuan - pertemuan dengan istri - istri pengusaha lainnya, apa lagi dia adalah menantu tertua dari keluarga Tama pada saat itu hingga membuatnya harus menemani neneknya ikut kemana pun pergi, sedangkan daichi kecil hanya diurus oleh seorang kepala pelayan yang dianggapnya justru seperti ibunya sendri dan itu adalah kepala pelayan Ling.


Sejak dia kecil, dia sama sekali tidak menemukan apa yang dinamakan kehangatan dari sebuah keluarga sampai akhirnya saat dia menginjak masuk SMA memutuskan untuk hidup mandiri dan jauh dari keluarganya, namun bukan berarti dia tidak menyayangi kedua orang tuanya hanya saja dia adalah orang yang sulit menunjukkan perasaannya kepada kedua orang tuanya atau orang - orang disekitarnya, tetapi tidak untuk sakura wanita yang sangat dicintainya hingga membuatnya sediri merasa bingung dengan dirinya sendiri.


"Selamat daichi., ayah sangat bangga dengan hasil pencapaian mu", ucap Arashi.


"Terima kasih ayah", jawab daichi.


"Tapi dimana putriku sakura? Kenapa ibu tidak melihatnya?" tanya imoto yang memperhatikan sekelilingnya mencari sosok sakura.


"Sakura belum datang bu", ucap imoto.


"Apa terjadi sesuatu dengannya?"Tanya imoto yang terlihat panik .


"Tidak.., Dia sudah mengatakan akan datang terlambat karena masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalnya", jelas daichi.


"Ah..., begitu. Ibu sudah tidak sabar bertemu degan sakura", ucap imoto.


"Tuan Arashi, Nyonya imoto.., Apa kabar.


Sepasang suami istri datang menyapa keduanya, sahabat lama yang sudah jarang bertemu dan dipertemukan secara kebetulan membuat begitu banyak hal yang dibicarakan.


"Ayah.., ibu.., Aku tinggal dulu", ucap daichi.


"Ia sayang", ucap imoto.


Daichi berjalan menghampiri para tamu yang hadir dalam acara yang diselenggarakannya, begitu banyak mata wanita yang menatap ketampanannya. Seorang pria yang tampan dan sukses tentu menjadi incaran para wanita.


"Apakah dia yang bernama Daichi Tama?"Tanya Erla seorang model yang bekerja sama dengan perusahaan daichi.


"Benar Erla, dia adalah Daichi Tama pemilik Dapertement Store terbesar di kota ini ,tempat dimana perusahaan yang bekerja sama dengan mu menjadi salah satu rekanan di tempat mereka",ucap Rose yang juga seorang model.


"Aku akan mendekatinya ", ucap Erla


"Jangan bermimpi", ucap Rose


"Bukankah mantan - mantannya adalah seorang model?"tanya Erla.


"Kamu benar Erla hampir semua mantannya adalah model, tetapi itu dulu sebelum dia menikah", ucap rose


"Ayolah Rose ,aku tidak peduli dia sudah menikah atau tidak. Semua pria sama saja, mereka akan melupakan status mereka saat melihat wanita cantik dihadapan mereka", ucap Erla yang begitu percaya dirinya sama Seperti sikap sera sebelumnya.


"Hentikan Erla, kamu tidak tau wanita seperti apa yang menjadi istrinya", ucap rose yang mencoba mengingatkannya.


"Tunggulah disini dan lihat aku akan menaklukannya", ucap Erla yang pergi meninggalkan rose.


Dia berjalan menghampiri daichi yang sedang berdiri seorang diri menunggu kedatangan sakura yang sampai saat ini belum tiba dan dengan percaya dirinya dia berdiri di hadapan seorang daichi tama.


"Kamu hanya akan mempermalukan dirimu sendri Erla", ucap rose.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2