
"Aku harus kembali kekantor sekarang", ucap daichi.
"Kenapa cepat sekali, kamu baru saja sampai daichi", ucap Sera.
Ayana terus memperhatikan Sera yang mencoba menghalangi daichi untuk pergi.
"Apa lagi rencana mu saat ini Sera", batin Ayana .
"Aku mohon daichi tinggallah sebentar lagi", ucap Sera sambil memegang lengan daichi dengan wajah yang terlihat sayu.
Daichi langsung melepaskan rangkulan tangan Sera di lengannya.
"Aku tidak bisa sera, nanti siang aku ada meeting dengan client ku", ucap daichi.
"Tapi kamu akan datang lagi kan?" tanya Sera.
Tidak ada jawaban yang diberikan daichi untuk pertanyaan Sera, dia hanya pergi berjalan keluar ruangan itu, seperti seorang wanita yang sudah tidak memiliki harga dirinya Sera hanya tersenyum melihat daichi yang begitu mengabaikannya.
"Sera, aku keluar sebentar ", ucap Ayana.
Ayana keluar dengan terburuh-buruh dari ruang kamar sera untuk mengejar daichi, langkah kaki daichi yang berjalan begitu cepat membuat Ayana kesulitan mengejar daichi hingga membuatnya harus berlari.
"Daichi!!!! (Teriak Ayana)
Teriakan yang kuat menyebut namanya membuat daichi memberhentikan langkah kakinya sambil membalikan badannya kebelakang. Melihat daichi berhenti dan menoleh kearahnya dengan langkah kaki yang cepat Ayana berjalan menghampirinya.
"Syukurlah kamu mendengar ku memanggilmu", ucap Ayana dengan napas yang tidak beraturan.
"Ada apa?" Tanya daichi dengan nada suara yang tidak bersahabat.
"Terima kasih daichi", ucap Ayana.
"Untuk apa?" tanya daichi.
"Karena kamu sudah datang menjenguk Sera", jawab Ayana.
Dengan sorot mata tajamnya daichi menatap Ayana, melihat sorot mata daichi membuat Ayana merasa ketakutan. Dia begitu mengenal daichi dan tau bagaiman sifat aslinya. Tatapan yang diperlihatkan daichi saat ini tatapan kemarahan yang sangat mendalam dan tidak bersahabat sama sekali.
"Dengarkan aku baik-baik Ayana, ini terakhir kalinya aku akan mengunjungi Sera, apa kamu mengerti?" ucap daichi sambil mengangkat satu alisnya.
"Tapi daichi", ucap Ayana yang mencoba memberikan penjelasan kepada daichi.
"Cukup Ayana, aku mulai muak dengan segala tingkah laku sera", ucap daichi.
"Apa maksudmu daichi, dia mencoba mengakhiri hidupnya karena dirimu",ucap Ayana yang membela Sera.
"Baiklah dia mencoba melakukan percobaan bunuh diri, tapi saat ini dia baik-baik saja bukan?" ucap daichi.
Nada suara daichi mulai meninggi berbicara kepada Ayana, dia mulai tidak mampu mengontrol emosinya saat ini sebuah kemarahan yang dari tadi ditahannya saat berada di dekat Sera.
"Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu daichi??"
"Kamu lihat sendiri bukan Sera begitu lemah berbaring di tempat tidur, bahkan dia harus memakai alat bantu oksigen untuk bernapas", ucap Ayana dengan nada suaranya yang mulai meninggi.
Clap....Clap...Clap..
Dengan senyum sinis nya daichi terus menepuk kedua tangannya tepat dihadapan wajah Ayana. Melihat sikap daichi membuat Ayana tampak kebingungan terhadap perubahan sikap daichi yang kini sedang tertawa, sebuah tawa yang memiliki sebuah arti dibalik itu semua.
"Kenapa kamu tertawa daichi?"Tanya Ayana dengan hati-hati.
"Aku begitu takjub dengan kalian berdua",ucap daichi.
"A-ku tidak me-ngerti maksud mu daichi", ucap Ayana.
Daichi berjala. lebih dekat kearah Ayana, tepat dihadapan Ayana dengan sorot matanya yang tajam dan dengan suaranya yang begitu lantang.
__ADS_1
"KALIAN BERDUA PEM-BO-HONG", Ucap daichi.
Kedua mata Ayana terbuka begitu lebar saat perkataan daichi terdengar di telinganya dan menusuk ke hati Ayana, bagaiman daichi bisa menilai dirinya seorang pembohong tanpa sebuah alasan.
"Bagaiman kami bisa segampang itu menilai ku sebagai seorang pembohong", ucap Ayana
"Cukup!!!!
"Apa kamu kira aku tidak tau bahwa saat ini Sera baik-baik saja??
"Aku tau bahwa dia memaksa para perawat untuk memasang alat oksigen pernapasan.
"Dia melakukan itu demi apa?"
"Hanya untuk mendapatkan simpati dari diriku", ucap daichi.
Begitu terkejutnya ayana saat mendengar semua perkataan daichi, semua hal yang direncanakan Sera bahkan daichi tau.
"Daichi, bagaiman kamu bisa tau?" tanya Ayana
"Kamu tidak perlu tau dari mana aku bisa mengetahuinya Ayana", ucap daichi.
"Kumohon maafkan Sera , dia melakukan itu karena dirimu", ucap Ayana.
"Dengar Ayana, jangan perna mendukung apapun yang dilakukan Sera jika kamu sendri merasa itu salah", ucap daichi.
Ucapan itu begitu menusuk perasaan Ayana, dia menyadari apa yang dilakukan Sera adalah hal salah. Mengharapkan seorang pria yang kini telah menikah dan memiliki seorang istri, tetapi rasa sayangnya terhadap Sera membuat dia menutup kedua matanya tanpa berani menegur perbuatan salah yang dilakukan Sera.
"Dengar, mulai hari ini dan seterusnya jangan pernah menggangu dan menghubungi aku lagi karena aku tidak ada hubungan apapun dengan Sera lagi", ucap daichi.
"Tapi daichi", ucap Ayana .
"Aku harap kamu mencamkan perkataan ku baik-baik", ucap daichi.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Ayana,saat melihat kemarahan yang begitu jelas di wajah dari seoarang Daichi Tama. Perkataan yang terlontar dari mulutnya terdengar begitu mencekam saat terdengar di telinganya dan terus terniang-niang di pikirannya.
"Apa yang akan ku katakan kepada Sera sekarang", batin ayana.
Dia begitu bingung dengan semua persoalan yang saat ini sedang terjadi, pikirannya menjadi tidak karuan hingga membuat kepalanya terasa seperti ingin pecah.
"Ahhhhn, kamu membuatku gilaaa", ucapnya dengan mengacak-acak rambutnya.
"Hei Ayana , apa yang sedang kamu lakukan?" ucap yumi yang datang dari arah belakangnya.
"Apa yang kamu lakukan disini?" ucap Ayana yang terlihat kaget dengan kehadiran yumi.
"Nona sera memintaku untuk mencari mu karena kamu begitu lama pergi dan belum kembali membuat nona sera khawatir", ucap Yumi.
"Mustahil jika Sera mengkhawatirkan diriku yumi", ucap ayana.
"Itu yang dikatakan nona Sera kepadaku Ayana ", ucap yumi
"Yasuda, lebih baik sekarang kita kembali ke kamar Sera", ucap Ayana.
"Kamu benar Ayana sebelum dia marah", ucap yumi.
Mereka pun bersama-sama berjalan menyusuri setiap koridor rumah sakit yang terlihat sunyi menujuh keruangan Sera. Benar saja, baru satu kaki mereka yang masuk kedalam ruangan itu sudah terdengar suara kemarahan Sera kepada mereka dua.
"Dari mana saja kalian", ucap Sera.
Yumi yang terkenal dengan kepolosan dirinya, begitu kaget melihat Sera yang mampu berdiri turun dari ranjang tempat tidurnya bahkan tanpa mengenakan alat bantu pernapasan, maklum saja saat dia datang tadi dia masih melihat Sera tergeletak tidak berdaya di ranjangnya ketika daichi juga ada.
"Nona Sera anda sudah bisa berdiri?"
"Wahh, Tuan daichi begitu hebat hanya menjenguk anda saja bisa membuat kesembuhan terhadap anda", ucap yumi.
__ADS_1
Ayana yang berdiri disamping yumi terus memperhatikan yumi yang begitu lancar dari tadi berbicara. Menyadari bahwa Ayana sedang memperhatikannya membuat yumi dengan polosnya bertanya.
"Kenapa kamu melihat ku dari tadi?" Tanya yumi.
"Tutup mulut mu yumi",ucap Ayana
Tatapan Ayana seakan ingin memakan yumi yang berada di sampingnya, tanpa banyak berkata lagi yumi langsung menutup mulutnya dengan rapat.
"Apa yang dikatakan daichi kepadamu Ayana?" tanya Sera.
"Apa?" tanya Ayana.
"Bukankah kamu tadi berbicara dengan daichi Ayana? Tanya Sera .
"Ahhh Iya sera, kami tadi bertemu", ucap Ayana.
"Lalu apa yang dia katakan kepadamu?" tanya Sera.
Situasi ini membuat Ayana begitu bingung, dia tidak sanggup mengatakan apa yang dikatakan daichi mengenai dirinya, seberapa bencinya daichi kepada tingkah laku Sera bahkan daichi mengetahui kebohongannya.
"Ayana...Ayana... ", ucap Sera.
"Iya sera, ahh soal itu daichi tidak ada berkata apa-apa", ucap ayana.
"Sama sekali tidak ada?" tanya Sera yang terlihat tidak percaya.
"Hmmm, tidak ada Sera", ucap Ayana.
"Lalu apa yang kalian bicarakan kalau begitu?" tanya Sera.
"Aku hanya berterima kasih kepadanya karena sudah datang menjenguk mu", ucap Ayana.
"Ahhhh, baiklah", ucap Sera.
Melihat Sera yang tampak percaya dengan ucapannya membuat Ayana merasa lega, setidaknya dia bisa melihat Sera tersenyum hari ini. Dia tidak ingin Sera akan kembali melakukan hal-hal yang dapat menyakiti dirinya saat mengetahui daichi sama sekali tidak perduli dengannya lagi.
"Aku akan kembali mendapatkan hati daichi, meski aku harus berpura-pura sakit", ucap Sera dengan senyum liciknya.
"Sera, kumohon hentikan semuanya", ucap Ayana.
"Apa kamu bilang?"ucap Sera sambil melangkah berjalan mendekat kearah Ayana.
"Apa yang kamu lakukan itu salah Sera", ucap Ayana.
"Salah???? "Lancang sekali kamu berbicara seperti itu kepada ku Ayana!!! "Teriak Sera yang mulai terlihat emosi.
"Aku hanya tidak ingin melihatmu terluka sera".
"Semua sudah berubah Sera, daichi kini telah menikah dan memiliki seorang istri", ucap Ayana.
"Berhenti!!!!! "Jangan katakan itu!!! "Teriak sera
"Tapi itulah kenyataanya Sera", ucap Ayana.
"Dengarkan aku, Daichi adalah milik ku dan sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan seseorang memilikinya selain aku", ucap Sera.
"Hubungan kalian sudah berakhir empat tahun yang lalu Sera, kumohon lupakan daichi", ucap Ayana yang berjalan mendekati Sera dan memegang bahu Sera.
"Aku tidak akan melepaskannya", ucap Sera dengan tatapannya yang tajam kepada Ayana.
Dia menghempaskan tangan Ayana yang menempel di bahunya dengan wajah yang terlihat memerah menahan kan ke marah yang sedang dirasakannya dia meninggalkan ruang kamarnya sambil membanting pintu kamar itu dengan begitu kerasa hingga membuat Ayana dan Kimi terkejut mendengar banting pintu yang sangat kuat.
"Kamu yang akan terluka nanti Sera",ucap Ayana yang menatap Sera yang pergi meninggalkan mereka.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
__ADS_1
Bersambung....