
"Shinzi jangan lari-lari sayang"
"Ibu ini harus aku letak dimana?"
Suasana di kediaman Agata begitu berisik banyak orang yang sibuk mondar-mandir berjalan kesana kemari. Hari pernikahan sakura yang terhitung tinggal beberapa hari lagi membuat semua orang kembali sibuk dengan urusan mengenai persiapan pernikahan sakura.
Suara itu terdengar sampai ke kamar sakura dan membangunkan sakura dari tidurnya.
"Astaga kenapa berisik sekali, jam berapa sekarang",sakura mencoba mengambil ponselnya yang terletak di sampingnya.
Dia melihat jam yang menunjukan pukul 09:40,
"Sudah siang, kenapa tidak ada yang membangunkan ku?"batin sakura.
Dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar menujuh ke bawah. Suasana di lantai bawah sangat bising dengan suara pelayan.
"Selamat pagi", sapa sakura kepada para pelayan yang baru masuk dari luar.
"Selamat pagi nona sakura", ucap seorang pelayan pria yang sedang membawa bunga begitu banyak.
"Untuk apa bunga-bunga sebanyak itu?" tanya sakura.
"Nyonya menyuruh untuk di letak di ruang makan nona sakura",ucap pelayan itu.
"Oh", ucap sakura.
"Permisi nona sakura", ucap pelayan pria itu yang pergi membawa bunga-bunga tersebut ke ruang makan.
Sakura berjalan menujuh ruang keluarga, disana ada ibu, Sena dan Yuka yang sedang mengobrol.
"Selamat pagi semua",ucap sakura.
"Selamat pagi",jawab mereka serentak.
"Kamu sudah bangun sayang", ucap saru Agata.
"Kenapa tidak ada yang membangunkan ku?"tanya sakura.
"Untuk apa kami mmebangunkan mu sayang, kamu juga hari ini tidak berangkat ke kantor", ucap Yuka.
"Benar, kamu pasti sangat lelah bekerja begitu sangat keras dan ini saat nya untuk kamu beristirahat hingga menjelang hari pernikahanmu", ucap Sena.
"Aku tidak bisa hanya diam saja kak dirumah, lagian hari ini aku akan menghadiri kegiatan amal", ucap sakura.
"Akhh, acaranya hari ini bukan?"tanya sena.
"Apa kakak lupa?" tanya sakura kepada sena.
"Ia, aku hampir saja melupakannya karena sibuk mengurusi acara makan malam besok",ucap Sena.
"Acara makan malam? Dimana?" sakura tampak bingung dan sama sekali tidak mengetahuinya.
"Tentu saja dirumah ini sayang",jawab saru.
"Dirumah ini? Dalam rangka apa Bu?"tanya sakura yang masih penasaran .
"Dalam rangka persiapan pernikahanmu adik ku sayang", ucap Yuka.
"Menyambut pernikahanku?" tanya sakura yang masih saja bingung.
"Ia sayang, kakek meminta ibu mengundang paman dan bibi mu untuk membicarakan mengenai sejauh mana persiapan yang telah selesai",ucap saru.
Seperti biasa sakura hanya diam dan tidak ada pertanyaan lain yang ditanyakannya. Itulah kebiasaan sakura jika sudah menyangkut mengenai pernikahannya.
"Baiklah, aku mau mandi duluh untuk bersiap-siap dalam kegiatan amal", ucap sakura.
"Apa kamu yakin ingin ikut sakura?" tanya sena
"Tentu saja kak,"ucap sakura.
"Lebih baik kamu istirahat saja saya,"ucap Sena.
"Kakak, aku merasa sangat bosan jika dirumah saja",ucap sakura.
"Baiklah kalau kamu ingin pergi", ucap Sena yang tampak pasrah.
"Aku bersiap-siap duluh kalau begitu," ucap sakura yang pergi meninggalkan mereka menujuh ke kamarnya.
••••
Beberapa jam kemudian mereka pun berangkat menujuh tempat berlangsungnya acara tersebut. Saat tiba di lokasi acara tersebut, banyak reporter yang sudah tiba untuk meliput kegiatan amal itu.Sejujurnya sakura kurang setujuh jika harus di liput oleh reporter, tetapi mengingat ini adalah kegiatan yang di lakukan oleh rumah sakit wongdo dan salah satu cara mereka untuk meningkatkan reputasi rumah sakit itu sendri.
Sakura yang ditemani Sena turun dari mobil mereka, semua camera langsung tertujuh kepada mereka dan banyak reporter yang bertanya kepada mereka ,tetapi seperti biasa tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut sakura atau pun Sena dan mereka hanya berlalu melewati para reporter itu.
__ADS_1
"Kakak", panggil sakura kepada rici Agata yang sudah tiba.
"Akh kalian sudah datang", ucap rici yang berjalan menghampiri adik dan istrinya.
"Kenapa belum dimulai sayang?"ucap Sena
"Kami sedang menunggu satu lagi donatur yang belum datang?"ucap rici.
"Satu lagi?"Bukankah semua sudah datang kak?" tanya sakura yang melihat kesekelilingnya.
"Selamat siang", sapa seseorang yang datang mengahampiri mereka.
"Dokter Rei,kemarilah",ucap rici Agata yang tampak bahagia dengan kehadiran Rei.
"Hallo nona Sena, hallo nona sakura", sapa Rei dengan sopan.
"Apakah ada donatur baru selain dari yang aku ketahui dokter Rei?"Tanya sakura.
"Ahhh, mengenai itu saya juga baru mendapatkan informasi tadi dari dokter nera bahwa ada perusahaan yang ikut menyumbang untuk kegiatan amal ini",ucap Rei.
"Apa nama perusahaannya?"tanya sena yang juga tampak penasaran.
"Saya juga tidak tau nona Sena karena dokter nera tidak ada memberitahukannya", ucap Rei.
"Rasanya sangat aneh sekali", ucap Sena.
Dreg....Dreg...Dreg...
Ponsel sakura berbunyi, satu panggilan masuk dari Kimi.
"Kakak, sebentar aku angkat telpon duluh", ucap sakura.
"Baiklah sayang", ucap Sena.
Suasana tiba-tiba begitu berisik dari luar, para reporter sibuk mengambil gambar seseorang yang baru saja turun dari mobil sedan mewah berwarnah hitam.
"Kenapa tiba-tiba diluar sangat berisik,"ucap sena.
Semua orang di dalam ruangan itu tampak kaget melihat sosok pria yang sedang berjalan memasuki ruang itu.
"Lihat, siapa yang datang? ucap orang-orang yang ada diruangan itu.
"Da-ichi",ucap sena yang terus menatap daichi Tama yang sedang berjalan kearah meraka tanpa berkedip, dia sama sekali terkejut melihat calon adik iparnya itu datang.
Sakura yang sedang menerima telepon dari Kimi belum menyadari kehadiran daichi.
"Jangan-jangan kamu lah yang dimaksud?" Perusahaan yang berdonasi dalam kegiatan amal ini", ucap rici yang sedang berhadapan dengan Daichi Tama.
"Benar kak, perusahaan ku ikut berdonasi dalam kegiatan amal yang dilakukan rumah sakit wongdo",jawab daichi.
Semua orang yang mendengar perkataan daichi tampak tidak percaya,seorang Daichi Tama yang dikenal oleh sesama pebisnis sangat sombong dan angkuh ikut dalam kegiatan amal yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan bisnisnya.
"Hmm, Terima Kasih untuk partisipasi mu daichi",ucap Rici yang tersenyum kepada daichi.
Sakura berjalan menghampiri Sena dengan wajahnya yang nampak sangat gembira.
"Kakak", ucap sakura yang tersenyum kepada sena.
"Sa-kura",ucap Sena.
Dalam hitungan detik ekspersi kebahagian yang terpancar di wajah sakura berubah seketika saat melihat sosok pria yang sedang berbicara dengan kakaknya. Matanya hanya melotot dengan ekspresi yang tampak tak percaya.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?"tanya sakura begitu polos kepada calon suaminya itu.
"Perusahaan yang ikut berdonasi yang dikatakan dokter Rei itu adalah Dapertement Store Tama Group", ucap Rici.
"Apa?"Sakura tampak kaget mendengar hal tersebut.
Daichi hanya tersenyum kepada sakura yang tampak masih tidak percaya dengan kehadirannya.
Acara Amal pun berlangsung,segala bantuan yang telah disediakan di berikan kepada para lanjut usia yang ada di panti penampung tersebut.
Mereka tampak begitu senang ketika melihat mobil-mobil truk yang besar datang membawa segala keperluan yang mereka butuhkan.
"Terima kasih banyak rumah sakit wongdo ucap mereka dengan penuh kebahagiaan.
Para reporter yang datang sibuk mengabadikan segala kegiatan yang dilakukan rumah sakit wongdo bersama beberapa perusahaan yang ikut mendukung kegiatan itu.
Sakura begitu senang melihat mereka semua tampak bahagia, dengan ramahnya dia menghampiri para lansia tersebut dan menyapa mereka semua. Wajahnya begit tulus peduli dengan mereka semua. Dia begitu sedih melihat mereka harus berada di tempat penampungan saat usia mereka setua ini dan membuatnya teringat dengan kakeknya yang sudah tua bahkan mulai sakit-sakitan.
Daichi Tama yang tak jauh berdiri dari tempat sakura berada hanya tersenyum ketika melihat sakura begitu ramah menyapa para lansia tersebut.
"Bukan hanya wajahmu yang cantik, tetapi hatimu juga baik sakura", ucap daichi yang tersenyum dan terus memandangi sakura.
__ADS_1
Ketika dia baru saja ingin menghampiri sakura, rici datang menjumpainya.
"Daichi", ucap nya.
"Ia kak", jawabnya yang begitu sangat sopan.
"Sekali lagi aku ingin berterima kasih secara pribadi atas bantuan yang kau berikan", ucap rici.
"Sudahlah kak, tidak perlu berterima kasih kepada ku. Aku sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan hari ini",ucap daichi.
Rici Agata tidak menyangka dengan apa yang baru saja di dengarnya, sepertinya selama ini dia sudah salah menilah Daichi Tama. Sejak di tau bahwa adik perempuannya akan dijodohkan dengan Daichi Tama, dia kurang setuju dengan perjodohan tersebut karena mendengar berita-berita yang kurang baik mengenai daichi yang sering di dengarnya ditambah lagi informasi yang di sampaikan Tana Agata kepada dirinya membuatnya semakin tidak suka.
"Kami akan makan malam bersama selepas acara ini, ikutlah", Rici mencoba mengajak daichi dan membangun keakraban dengan calon adik iparnya.
"Maaf kak sepertinya aku tidak bisa ikut dengan kalian",ucap daichi.
"Kenapa?" Apa kamu sudah memiliki acara?" tanya rici.
"Sebenarnya hari ini aku ingin mengajak sakura pergi kak", ucap daichi.
"Mengajak sakura pergi?"Kemana?" Tanya sena yang tiba-tiba saja muncul.
"Aku ingin mengajak sakura untuk mencari cincin pernikahan kami kak", jawab daichi.
"APA!!!!! Cinicin pernikahan? Jadi kalian belum membelinya?" Sena tampak kaget dan marah kepada daichi.
"Benar kak, kami belum membelinya", jawab daichi dengan polosnya.
"Astaga daichi!!! Bagaiman kalian belum membelinya sedangkan pernikahan kalian tinggal menghitung hari. Jika orang tua kita mengetahui hal ini mereka pasti akan sangat marah", Sena terus mengomel kepada daichi dan kelihatannya dia tidak sadar dengan hal itu.
"Sudah sayang, hentikan jangan terus memarahi daichi. Sakura juga salah, kenapa dia tidak mengingatkan daichi", ucap rici yang coba membelah daichi.
"Sakura, kemarilah", panggil Sena
Sakura yang mendengar namanya di panggil oleh kakaknya langsung berjalan menghampiri mereka.
"Ada apa kak?" tanya sakura yang masih tersenyum.
"Kakak ingin bertanya kepada mu, apakah cincin pernikahanmu sudah ada?" tanya sena kepada sakura.
"A-pa?? Aku tidak tau kak, bukankah kakak dan ibu yang mengurusnya?" tanya sakura dengan polosnya.
"Lihatlah, mereka berdua bersalah", ucap rici yang tertawa.
"Astaga sakura, mengenai cincin pernikahan itu adalah tugas kalian bukan tugas kakak atau pun ibu yang menyediakan nya", Sena begitu sangat kesal melihat mereka berdua.
"Ya sudah sayang, mereka juga hari ini akan pergi membelinya. Jangan marah lagi", ucap rici.
"Se-karang",ucap sakura yang tampak kaget.
"Iya sakura, aku ingin mengajakmu pergi mencari cincin pernikahan kita bersama-sama",ucap daichi yang berdiri di samping.
"Sekarang?" sakura kembali bertanya.
"Ia sekarang, apa ada masalah?"tanya daichi yang menatap sakura.
"Tapi pakaianku sekarang tidak mendukung", ucap sakura sambil melihat pakaian yang dikenakannya.
Daichi yang mendengar ucapan sakura hanya tertawa.
"Apa yang salah dengan pakaian mu?"tanya daichi yang tersenyum melihat sakura.
Hari ini dia mengenakan pakaian yang begitu santai dengan kemeja panjang dengan motif garis-garis berwarnah pink dengan di padukan celana jeans dan sepatu kets sedangkan daichi begitu gagah mengenakan pakaian formal, membuatnya merasa tidak pantas jika berjalan bersama dengan daichi.
"Ayolah sakura, kamu tetap cantik mengenakan apapun ucap rici Agata sambil mencubit pipi adiknya itu.
"Tidak ada waktu lagi sakura", ucap Sena.
"Ayok", ucap daichi yang mengajak sakura.
"Baiklah kalau begitu", ucap sakura dengan suara yang terpaksa.
"Kakak, kalau begitu kami izin pergi duluh", ucap daichi.
"Baiklah, hati-hati", ucap rici yang tersenyum.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan keluar.
"Sudahlah sayang, jangan marah lagi,ucap rici yang tersenyum kepada sena.
"Aku hanya masih tidak habis pikir dengan kelakuan mereka berdua", ucap Sena yang masih memperhatikan keduanya yang berjalan keluar.
Rici hanya tertawa melihat wajah istrinya yang masih terlihat kesal meskipun sakura dan daichi telah menghilang dari penglihatannya.
__ADS_1
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung...