Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 58 Mengakhiri


__ADS_3

"Setelah berjam-jam akhirnya kita sampai juga", ucap Ayana.


"Yumi, Tolong masukan semua koper ke kamar ku", ucap Sera.


"Baik nona sera", ucap Yumi sambil membawa masuk koper Sera kedalam kamar.


"Sera", ucap Ayana.


Sera membalikan badannya dan menatap Ayana yang memanggilnya saat dia ingin menujuh kekamarnya.


"Beritrahatlah", ucap Ayana.


Sera hanya diam dan berjalan pergi meninggalkan Ayana tanpa menjawab ucapan Ayana kepadanya.


"Nona Sera saya sudah meletakan koper Anda di dalam", ucap yumi.


"Hmm, Berikan ponselku", ucap Sera.


"Ha?" Yumi Terlihat bingung .


"Cepat berikan", ucap Sera sambil mengulurkan tangannya kearah Yumi.


"Ponselnya tidak ada dengan saya nona Sera", ucap yumi.


"Lalu dengan siap?" tanya Sera.


"Dengan aku", ucap Ayana yang datang dari arah belakang.


Mengetahui ponselnya berada dengan Ayana, Sera hanya diam dan tidak ada sepatah kata pun yang terucap kata keluar dari mulutnya.


"Ponsel mu akan aku simpan sera, beristirahatlah ", perintah Ayana.


Dengan raut wajah yang kesal Sera berjalan kearah kamarnya, dia membuka dan membanting pintu kamarnya saat menutupnya.


"Brakk!!!!!


"Yaampun", ucap yumi dengan kedua tangannya menutup telinganya.


Ayana hanya diam melihat sikap yang ditunjukan Sera kepadanya, dia sadar bahwa tindakan yang dilakukan Sera ada sebuah pemberontakan terhadap peraturan yang diberikan Ayana kepadanya.


"Ayana, sepertinya nona Sera marah", bisik yumi.


Ayana hanya menatap yumi dengan kedua matanya yang melotot dan kedua bibirnya yang tertutup begitu rapat. Sorot mata itu membuat yumi begitu takut karena dia sadar bahwa suasana hati Ayana sedang tidak baik.


"Hahahah, aku lupa Masih ada barang yang harus aku rapikan, aku pergi duluh", ucap yumi yang berlari meninggalkan Ayana.


Ayana berjalan menujuh kearah kamar Sera, tepat di depan pintu kamar Sera dia memberhentikan langkahnya sambil terus menatap kearah kamar itu.


"Maafkan aku Sera, aku hanya tidak ingin kamu terluka karena aku sudah menganggap mu seperti adik ku sendiri", ucap ayana.


°°°


Didalam kamar Sera tampak masih begitu terlihat kesal dengan apa yang dilakukan Ayana kepadanya.


"Bagaiman bisa dia menahan ponselku seperti itu", ucap Sera yang terus berjalan mondar-mandir dikamarnya.


Ketika suasana hatinya begitu buruk, tiba-tiba saja dia teringat sesuatu yang membuatnya kembali tersenyum. Dia berjalan menujuh kopernya dan mengambil salah satu dari koper yang berukuran kecil berwarnah hitam. Dia mengangkat koper itu keatas kasurnya sambil membukanya, dia mencari sesuatu yang diletakannya didalam koper.


"Ahhh, ini dia", ucapnya sambil memegang sebuah kotak berwarnah coklat.


Dia mengeluarkan sebuah kota berwarnah coklat dan membuka kota itu yang di dalamnya ada sebuah jam tangan pria yang berasal dari brand yang terkenal.


"Daichi pasti akan menyukainya",ucap Sera yang tersenyum menatap jam tangan yang ada di tangannya.


Dia menyimpan jam tangan itu di sebuah laci lemari di dekat tempat tidurnya.


"Aku akan memberikannya besok kepada daichi selepas pemotretan ku selesai", ucapnya.


Penerbangan yang berjam-jam membuat seluruh badannya terasa lelah dan pegal, dia memutuskan untuk mandi dan beristirhat setelah itu karena besok pagi dia harus kembali bekerja.


°°°°


"Ahhh, Akhirnya aku bisa merasakan berbaring", ucap yumi yang tidur di sebuah sofa panjang diruang Tv.


"Apa sebuah barang sudah dimasukan kedalam", ucap Ayana.

__ADS_1


"Sudah", jawab yumi.


Dreg....Dreg....Dreg...


"Sutradara zero", ucap Ayana sambil pergi meninggalkan yumi untuk mengangkat telponnya.


"Rasanya bosan sekali tidak ada hiburan, lebih baik aku menonton TV ", ucap yumi.


Dia menghidupkan TV sambil mencari-cari siaran yang dianggapnya menarik.


"Kenapa tidak ada siaran yang menarik", batin yumi


Hingga akhirnya dia memilih acak siaran yang ditontonnya dan meletakan remote tv tersebut di meja. Dia mencoba menutup kedua matanya tanpa melihat berita yang ada di TV, dia hanya mendengarkan suara yang berasal dari siaran TV agar dia merasa tidak sunyi. Namun kedua matanya yang tertutup seketika terbuka saat dia mendengar nama Daichi Tama, dia langsung bangkit dari tidurnya dan melihat berita yang sedang disiarakan.


"O-M-G", ucap yumi yang terus melihat kelayar TV tanpa matanya berkedip sedikit pun.


Selepas menerima telpon dari sutradara Zero, Ayana kembali masuk kedalam menujuh ruang TV.


"Yumi, Dimana kamu letakan koperku", ucap ayana.


Dia memberhentikan langkah kakinya saat melihat yumi yang begitu fokus menonton siaran TV, kedua matanya tercengang saat melihat berita yang sedang disiarkan.


"Apa yang sedang kamu lakukan!!!!!" Teriak Ayana.


Yumi yang dari tadi begitu fokus pada berita mengenai resepsi pernikahan daichi begitu terkejut mendengar suara teriakan Ayana dari arah belakangnya.


"A-yana", ucap yumi dengan wajahnya yang terlihat kaget.


"Kenapa kamu menghidupakan TV!! Teriakannya yang begitu kesal dengan Yumi.


"Ma-afkan aku Ayana, aku tidak tau kalau menghidupakan TV juga dilarah", ucap yumi yang terlihat ketakutan.


"Sampai kapan kamu selalu membuat masalah yumi?" tanya Ayana.


"Maafkan aku Ayana", ucap yumi yang memohon kepada Ayana.


"Dimana???? Dimana remotnya?? " ucap Ayana yang terlihat panik.




"Kenapa bising sekali", ucap Sera.


Dia Duduk di kursi meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah, namun suara Ayana yang begitu kuat terus terdengar olehnya yang terus menyebut nama yumi.


"Uhuk....Uhuk...Uhukkk...


"Tenggorokanku sakit sekali", ucap Sera.


"Uhuk....UhUk...Uhukkk...


"Sepertinya aku membutuh air ", batinnya.


"Yumi.....Yumi...Yumi", Sera terus memangil nama yumi dari dalam kamarnya.


"Dimana dia", ucap Sera yang terlihat kesal dan bangkit dari bangkunya.


Dia berjalan keluar kamarnya untuk mengambil segelas air, ketika dia melangkah berjalan menujuh kearah dapur. Langkah kakinya berhenti saat melihat ketegangan yang terjadi antara Ayana dan yumi, dia berjalan menghampiri keduanya.


"Apa yang sedang kalian ributkan?" tanya Sera.


Ayana dan yumi dengan kompak membalikan badan mereka dan tampak kaget melihat kehadiran sera, keduanya hanya diam tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Sera.


"Sera!!! (ucap kedua).


"Apa hari ini ada berita mengenai ku", ucap Sera yang berjalan melangkah mendekat ke arah TV.


Ekspresi wajah Sera seketika berubah, langkah kakinya terhenti seolah begitu berat untuk melangkah, kedua matanya terbuka begitu lebar dengan mulutnya yang terbuka saat melihat sosok pria yang sedang diberitakan dan melihat kemegahan pesta pernikahan yang sedang diberitakan.


"Daichi", ucap Sera dengan suaranya yang bergetar.


"Sera", ucap Ayana yang mencoba menyentuh bahu Sera.


Sera hanya diam dan terus melihat kelayar TV tanpa berkata apapun , wajahnya tampak terlihat masih syok dengan apa yang dilihatnya saat ini.

__ADS_1


"A-yana", ucap Sera yabg membalikan badannya menatap Ayana.


"I-ni ti-dak sung-guhan kan?" ucap Sera dengan suaranya yang terbatah-batah sambil memegang kedua bahu Ayana dengan begitu kuat.


"KATAKAN INI BOHONG AYANA !!!!! (teriak Sera dengan penuh kemarahan)


Ayana yang melihat Sera hanya diam dan menangis, dia mencoba menenangkan Sera yang masih tidak percaya mengenai pernikahan daichi.


"Sera, jangan seperti ini",. ucap Ayana yang terus menangis.


"KATAKAN INI TIDAK BENAR!!!!", ucap Sera yang perlahan air matanya jatuh dan membasahi pipinya.


"Dia sudah menikah Sera", ucap Ayana yang memeluk Sera.


"Tidak!!!! "Kamu bohong Ayana, daichi belum menikah dia milik ku dan hanya milik ku saja", ucap Sera yang melepaskan pelukan Ayana dari dirinya.


"Nona Sera, jangan begini. Tuan daichi sudah menikah 3 hari yang lalu nona", ucap yumi yang terlihat ketakutan melihat tingkah Sera.


"Dia tidak mungkin menikah!!!! Dia tidak mungkin menikah!!! ", Sera terus saja mengatakan hal itu sambil terus menangis.


"Sera, lupakan dia aku mohon", ucap Ayana yang kembali memeluk Sera dengan begitu erat


"Bagaimana dia bisa melakukan hal ini kepadaku Ayana, hanya dia yang aku miliki ", Sera terus menangis di pelukan Ayana.


"Masih ada kami disini sera, kamu tidak akan pernah sendirian", ucap Ayana.


"Aku ingin sendiri", ucap Sera dengan suaranya yang datar dan tatapan yang kosong.


"Biar aku menemanimu dikamar Sera", ucap Ayana.


Sera menghapus air matanya, melangkahkan kakinya berjalan menujuh kekamarnya dengan tatapan yang kosong.


"Sera", panggil ayana...


Dia terus berjalan meninggalkan Ayana dan yumi dan masuk kedalam kamarnya dan mengunci dirinya. Disana dia meluapkan kemarahannya dengan merusak semua benda yang ada dalam penglihatannya.


"Kenapa kamu jahat daichi!!!


Sera begitu kacau dan terlihat depresi saat mengetahui daichi telah menikah dengan sakura Agata, pria yang sangat dicintainya telah menjadi suami orang lain. Perasaannya begitu hancur harus menerima kenyataan itu.


"Apa gunanya aku hidup", ucap Sera yang terlihat bingung sepertinya mencari-cari sesuatu.


Dia mengambil botol obat di laci meja riasnya, dengan tangannya yang bergetar dia mengeluarkan semua obat yang ada di dalam botol itu hingga menjatuhkan beberapa butir di lantai. Diluar kamar Ayana terus mengetuk pintu kamar Sera dengan suaranya yang terseduh-seduh.


"Sera aku mohon buka pintunya ", ucap Ayana yang terus saja menangis.


"Bagaimana kalah kita mendobrak pintu kamarnya saja", ucap yumi


"Ia kamu benar, cepat panggil rehan diluar", ucap Ayana.


Beberapa menit kemudian yumi dan rehan datang,


"Apa yang terjadi?" tanya rehan


"Ceritanya panjang, cepat dobrak pintu kamarnya sekarang. Aku takut dia akan melukai dirinya", ucap Ayana yang mulai panik.


"Yasudah kalian pinggir duluh, aku akan mendobrak pintu kamarnya", ucap Rehan.


Rehan mencoba mendobrak pintu kamar Sera, namun pintu itu sulit untuk terbuka. Hingga dia membutuhkan waktu beberapa kali mencoba sampai akhirnya pintu itu berhasil terbuka. Ayana langsung berlari masuk kedalam untuk mengecek kondisi Sera dengan diikuti Yumi dan rehan di belakangnya.


"Sera!!!!!!!!!!!!!


Ayana begitu histeris dan berlari menghampiri Sera yang tergeletak di lantai dengan botol obat yang terletak di samping.


"Sera....Sera.... kumohon bangun", ucap Ayana yang memukul-mukul pipi sera, tetapi tidak ada respon yang diberikan Sera.


"Nona Sera, jangan membuat kami takut", ucap yumi.


"Cepat telepon ambulan!!!!! Teriak Ayana.


Mendengar hal itu rehan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi ambulan.


"Sebentar lagi ambulan datang", ucap Rehan


Ayana terus menangis dengan terus memeluk Sera yang ada di pangkuannya, dia sangat ketakutan jika sesuatu akan terjadi kepada sera. Dia sama sekali tidak menyangka Sera akan mengakhiri hidupnya hanya karena seorang Daichi Tama.

__ADS_1


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..


__ADS_2