
Malam Hari
"Sakura....Sakura...", teriak daichi.
"Ia daichi.., aku sudah siap ", ucap sakura yang keluar dari kamar mandi.
Melihat sakura yang baru keluar dari kamar mandi, mata daichi tercengang melihat kecantikan sakura dengan rambut panjang nya yang terurai dengan mengenakan dress panjang berwarna pink dengan motif bunga sangat cocok dikenakan oleh sakura yang memiliki kulit berwarna putih.
"Beautiful.", ucap daichi
Sakura hanya tersenyum saat mendapatkan pujian dari daichi.
"Kemana kita akan pergi?" hanya sakura.
"Ke suatu tempat dan kamu pasti akan menyukainya", ucap daichi.
"Hmmm.., aku menjadi tidak sabar kesana ", ucap sakura.
"Baiklah.., ayok kita pergi sekarang", ucap daichi sambil meraih tangan sakura.
Mereka berjalan meninggalkan hotel, pemandangan indah terlihat saat mereka diluar, hembusan angin begitu sejuk menusuk kulit sakura dan membuat rambut sakura berterbangan. Sakura terus berjalan mengikuti langkah laki daichi sambil melihat sekelilingnya dan perlahan langkah kaki sakura terhenti saat arah matanya menatap sesuatu.
Daichi membalikkan badannya menatap sakura yang terdiam mematung melihat yang ada di depannya. Cahaya lampu yang berkilau menghiasi sebuah meja dengan dua kursi dan lilin hias di atas meja tersebut. Sebuah makan malam romantis di pinggir pantai disiapkan daichi malam ini untuk sakura, dia menarik tangan sakura sambil tersenyum.
"Ayok...", ucapnya.
Kejutan demi kejutan terus di berikan daichi untuknya, hingga membuat sulit mengeluarkan kata - kata saat perasaannya begitu bahagia.
"Duduklah..", ucap daichi sambil menarik kursi untuk sakura.
"Terima Kasih",ucap sakura sambil duduk.
Daichi terus memperhatikan sakura yang terlihat begitu bahagia dengan kejutan yang diberikannya. Suasana itu benar - benar romantis di hiasan langit malam dengan bulan yang bersinar begitu terang, suara arus ombak yang terdengar begitu jelas diikuti hembusan angin yang begitu sejuk.
"Makanlah, selagi masih hangat", ucap daichi yang duduk tepat dihadapannya.
Sakura berdiri dari kursinya, mencondongkan badannya agar dapat menjangkau daichi yang bersebrangan dari dirinya akibat sebuah meja yang menghalang keduanya dan langsung mencium bibir daichi begitu dalam dan tanpa perlawanan sama sekali dari daichi yang diam membeku. Hanya beberapa detik hingga akhirnya dia melepaskan bibirnya dari bibir daichi dan kembali pada posisinya semula sambil melempar senyuman kepada daichi.
"Terima kasih untuk semuanya suamiku", ucap sakura.
Daichi meraih tangan sakura yang berada di atas meja, meremasnya begitu kuat.
"Aku akan melakukan apapun untuk mu sakura", ucap daichi.
"Aku mencintaimu", ucap sakura.
"Aku tau itu, aku juga mencintaimu ", jawab daichi.
Keduanya saling memandang untuk sesaat.
__ADS_1
"Yasudah.., makanlah", ucap daichi.
"Hmmm", jawab sakura dengan senyum simpul di wajahnya.
Mereka menikmati hidangan makan malam yang telah tersedia di atas meja dan terasa begitu lezat saat sakura memasukannya ke dalam mulutnya, terasa hangat saat masuk ke dalam tenggorokannya.
"Apa enak?" tanya daichi.
Sakura menelan makana itu dan kemudian menatap daichi.
"Sangat lezat, aku sangat suka", jawab sakura.
"Aku meminta pihak restoran untuk menyuruh koki terbaik yang mereka miliki memasak makanan yang paling enak", ucap daichi.
Dia terdiam, tatapan tertuju kepada daichi, namun dia sama sekali tidak memberikan tanggapan karena tidak ada lagi kata yang dapat menggambarkan ungkapan kebahagiannya karena semua telah diucapkannya, dia hanya makam dan menikmati semua hidangan yang disediakan.
Setelah selesai menikmati makan malam, keduanya memutuskan untuk berjalan - jalan di tepi pantai menikmati udara yang sejuk dimalam hari.
"Tunggu dulu", ucap sakura.
"Apa yang ingin kamu lakukan sakura?" tanya daichi
Dia melepaskan sepatu yang dikenakannya dan memegang sepatunya
"Begini lebih baik", ucap sakura sambil tersenyum.
Daichi hanya tertawa dan memegang tangan sakura, wajah sakura terlihat begitu bahagia saat kakinya dapat merasakan pasir pantai di bawah sinar bulan.
"Ia mereka bersinar dan berkilau", ucap sakura.
"Sama seperti dirimu yang selalu bersinar dan berkilau ", ucap daichi.
Sakura hanya tertawa bahagia, dia melingkarkan jari - jari tangannya tepat di lengan daichi. Daichi senang melihat sakura merasa bahagia karena itu adalah tujuan daichi dan menjadi prioritas baru di hidupnya.
Dia melepaskan rangkulan sakura, memutar badannya berhadapan dengan sakura. Sebuah senyuman terlihat jelas di wajahnya, senyum yang sangat di sukai sakura dan mampu menghanyutkan pikirannya. Dia mengangkat tangannya dan meletakkannya di kedua pipi sakura, tangannya terasa dingin saat menyentuh wajah sakura dan itu membuat sakura merasa nyaman.
"Aku berjanji kepadamu sakura, aku akan melakukan apapun dan sebisa mungkin akan membuat kamu bahagia mulai sekarang. Mulai sekarang hanya akan ada kebahagian yang akan kamu rasakan", ucapnya.
Wajahnya terlihat begitu tenang mengucapkannya dengan sorot mata yang terlihat jelas bahwa dia bersungguh - sungguh dengan apa yang diucapkannya.
Sakura hanya diam mendengarkan dan membiarkan daichi mengeluarkan semua isi hatinya. Saat daichi telah selesai berbicara, sakura mulai menjawab sambil menatap wajah daichi yang terlihat sempurna.
"Daichi.., sejak aku mengucapkan sumpah janji pernikahan kita. Tidak ada yang aku harapkan selain kita saling menghargai satu sama lain karena landasan cinta yang tidak kita miliki saat itu, namun apa yang aku harapkan saat itu sangat jauh dari yang aku dapatkan sekarang. Cinta dan kebahagian kamu memberikannya untukku dan itu membuat hidupku merasa sempurna ",ucap sakura dengan bibirnya yang melengkung keatas.
"Aku adalah pria yang sangat tempramen dan emosian sakura dan kamu dapat mengubah sifat ku, kamu wanita yang luar biasa di hidupku dan membuat pengaruh yang positif untuk ku", ucap daichi dengan senyum tulus.
"Kita akan bersama - sama belajar membangun rumah tangga kita karena aku juga masih belum sempurna menjadi seorang istri untuk mu", ucap sakura.
Daichi tersenyum simpul dan menjatuhkan tangannya dari wajah sakura.
__ADS_1
"Aku akan berusaha agar tidak menyakiti mu sakura", ucapnya .
"Hmmmm..., aku percaya itu", ucap sakura sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah daichi.
Dia mendesah sambil melihat sakura, sesuatu terlintas di pikirannya dengan senyum miring di wajahnya. Mata sakura mengecil dengan kening yang mengkerut, perhatiannya teralihkan kepada daichi yang terlihat mencurigakan untuknya, dia tidak tau apa yang sedang dipikirkan daichi saat ini. Daichi hanya terdiam dan kemudian membuka suaranya.
"Ada sesuatu yang ingin aku minta dari mu sakura", ucapnya.
"Apa itu daichi?" tanya sakura.
Dia mengerutkan keningnya sambil memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan daichi dari dirinya.
"Apa kamu akan melakukan apapun yang aku minta?" tanya daichi. Kali ini ekspresi wajahnya begitu serius dan membuat sakura semakin penasaran.
"Aku akan berusaha melakukannya ", ucap sakura.
"Aku percaya kamu bisa melakukannya nyonya tama", ucap daichi.
"Katakanlah apa keinginanmu", ucap sakura yang tidak sabar mendengar keinginan daichi.
"Bisakah sekali saja kamu memanggilku dengan sebutan sayang', ucap daichi.
Kedua mata sakura menegang saat mendengarnya, sebuah permintaan yang terdengar begitu mudah, namun terkesan sulit untuk dilakukan sakura. Dia baru menyadari bahwa mengutarakan rasa cinta kepada daichi telah sering diungkapkannya , namun mengungkapkan kata sayang belum pernah sedikitpun keluar dari mulutnya.
Cinta adalah perasaan yang paling mendalam dimiliki setiap orang, bahkan kata - kata saja tidak dapat mengukur rasa cinta yang dimiliki seseorang dan saat rasa cinta tumbuh maka perasaan sayang telah tertanam di diri kita karena cinta dan kasih sayang seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dan akan tetap beriringan, namun berbeda dengan apa yang terjadi saat ini dengan sakura saat rasa cinta begitu mudah di ungkapkan, tetapi tidak untuk ungkapan sayang yang terasa sulit untuk diungkapkannya, ada perasaan bimbang dirasakannya karena satu kata itu jarang bahkan tidak pernah keluar dari mulutnya apalagi untuk seorang pria.
"Apa sulit?"tanya daichi saat melihat sakura hanya diam.
Dia menarik napasnya dalam - dalam dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak...", jawabnya yang tersenyum begitu lebar menatap daichi dengan mata yang berbinar.
"Apa kamu akan melakukannya?"tanya daichi.
"Tentu saja", jawab sakura.
Perlahan sakura mengangkat wajahnya mensejajarkan dirinya dengan daichi yang lebih tinggi dari dirinya, dia membuka mulutnya dengan suaranya yang lembut dia menyebutkan satu kata yang sangat ingin di dengar daichi keluar dari mulut sakura.
"Sayang", ucap sakura dengan lembut.
Suara sakura itu masuk menembus telinga daichi, satu kata yang mampu membuat perasaannya tenang.
"Aku mencintaimu sayang", ucap sakura dengan lantang tanpa perasaan ragu atau pun malu.
Dia memejamkan kedua matanya, menikmati setiap kata yang terucap. Dia menghembuskan napasnya dan membuka kedua matanya dan menatap wanita yang tersenyum begitu indah di depannya.
"Kamu membuatku hampir gila sakura", ucap daichi
Sakura hanya tertawa saat melihat ekspresi yang diperlihatkan daichi dan dengan lembut dia menarik sakura dan memeluknya begitu erat di dadanya, sakura hanya tersenyum di balik pelukan daichi sambil melingkarkan kedua tangannya memeluk daichi.
__ADS_1
Bersambung....