
"Nona sakura, apa yang sedang anda pikirkan?" tanya Kimi.
"Entahlah Kimi, aku begitu bingung saat ini", ucap sakura.
"Kenapa anda harus bingung nona sakura?" Tanya kimi
"Bagaimana kalau aku yang telah merusak hubungan mereka Kimi akibat perjodohan yang dilakukan keluarga kami. Aku telah merebut daichi dari Sera", ucap sakura dengan wajah yang terlihat bersalah.
Kimi begitu bingung melihat sakura yang terus menyalahkan dirinya sendiri, sepertinya telah terjadi ke salah pahaman saat ini.
"Nona, itu bukan salah anda", ucap Kimi.
"Maksudnya?" tanya sakura
"Anda tidak ada merebut tuan daichi dari siapapun, Sera dan tuan daichi sudah lama putus bahkan sebelum kehadiran anda", ucap Kimi.
"Ba-gaimana kamu bisa seyakin itu kimi?" tanya sakura
"Nona sakura, aku berteman dekat dengan manager Sera yang bernama Ayana itu dan sebelum saya berjumpa dengan anda mereka sudah lama putus", ucap Kimi.
"Benarkah? Kamu tidak membohongiku?" tanya sakura.
"Tentu saja nona sakura. Berhenti menyalahkan diri anda sendiri", ucap Kimi.
Perasaan bersalah yang dirasakan sakura saat ini perlahan mulai pudar saat mengetahui yang sebenarnya.
"Justru saat ini anda harus berhati-hati dengan wanita yang bernama Sera itu", ucap Kimi.
"Berhati-hati?" tanya sakura.
"Benar nona, dia adalah wanita yang sangat licik dan pinter memanfaatkan situasi yang ada saat ini ", ucap Kimi.
"Tung-gu Kimi, aku sama sekali tidak mengerti maksud mu", ucap sakura.
"Begini nona sakura, dia memang mencoba mengakhiri hidupnya saat itu, tetapi saat ini kondisinya sudah membaik dan memanfaatkan keadaanya agar mendapatkan simpati dari tuan daichi", ucap Kimi.
"APA??? Kamu yakin dengan yang kamu katakan Kimi?" tanya sakura.
"Saya sangat yakin nona sakura, Ayana sendiri yang memberitahukan saya", ucap Kimi.
Sakura kembali teringat saat melihat Sera yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan secara tidak sengaja sakura melihatnya Sera sudah mampu berjalan dengan wajah yang terlihat begitu sehat.
"Astaga, wanita yang sangat menyeramkan", batin sakura.
Dia sama sekali tidak menyangka akan berhadapan dengan wanita yang begitu licik seperti Sera.
"Bagaimana bisa ada wanita seperti itu Kimi?" tanya sakura.
"Tentu saja ada nona, dia adalah salah satu wanita yang belum bisa move on dari cinta lamanya", ucap Kimi.
"Wahh, luar biasa", ucap sakura.
Kehadiran Sera di dalam rumah tangganya saat ini adalah duri yang membuat hubungan yang awalnya romantis dan harmonis bisa menjadi berantakan. Perasaan yang awalnya begitu sedih ,marah dan terkejut campur aduk menjadi satu, namun saat ini sakura mencoba mengendalikan perasaanya agar bersikap lebih tenang dalam mengahadapi Sera.
"Lalu apa yang akan anda lakukan dengan dia nona?" tanya Kimi.
"Hmm, aku ingin menjenguknya Kimi", ucap sakura dengan senyum lebar yang melengkung.
"Apa??? Saya tidak salah dengar? Anda yakin ingin menjenguk wanita pengganggu itu? Tanya Kimi dengan dahinya yang berkerut.
"Kamu tidak salah dengar Kimi, aku akan menjenguknya", ucap sakura.
"Tapi untuk apa anda melakukannya nona? Bukankah dia wanita yang ingin mencoba merebut tuan daichi dari anda?" tanya Kimi.
__ADS_1
"Justru karena itu aku ingin dia sadar bahwa apa yang diinginkannya itu tidak akan perna di dapatkannya. Aku tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagian yang telah aku miliki", ucap sakura dengan tatapan matanya yang tajam menatap Kimi seperti sebuah api yang sedang membara saat sakura berbicara.
"Nona sakura, anda begitu kuat", ucap Kimi.
"Aku akan mempertahankan apa yang telah aku miliki kimi. Apa aku salah?" tanya sakura.
"Tentu saja anda tidak salah nona", ucap Kimi.
Menjalin suatu hubungan bukanlah hal yang mudah karena tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan akan ada saatnya hubungan itu akan diuji dengan sebuah permasalahan yang muncul secara tiba-tiba dan di saat itulah kita ditantang untuk menyelesaikan persoalan yang saat ini terjadi atau memilih menyerah dengan masalah itu.
"Aku akan menunjukan dimana posisinya yang seharusnya", ucap sakura.
"Baiklah nona, ayok kita berangkat sekarang. Aku sudah tidak sabar", ucap Kimi yang bangkit dari bangkunya.
"Kenapa kamu yang begitu bersemangat Kimi?" tanya sakura.
"Aku tidak sabar melihat anda menghajar wanita licik itu", ucap Kimi.
Kimi begitu geram dengan Sera yang mencoba kerusakan kebahagian sakura, baginya Sera seperti seekor ular yang sangat licik.
"Aku tidak akan menghajarnya kimi, aku bukanlah seorang penggulat atau petinju. Aku akan menyingkirkannya secara elegan", ucap sakura.
"Saya tidak sabar menyaksikan itu nona", ucap kimi
"Tapi sebaiknya kamu tidak ikut Kimi", ucap sakura.
"Kenapa nona?" tanya Kimi dengan wajahnya yang tampak terlihat tidak bersemangat
"Bagaimana jika teman kamu itu melihat keberadaan kita bersama", ucap sakura.
"Akh, benar juga nona. Aku sama sekali tidak kepikiran kesana", ucap Kimi.
"Jika dia melihat kita bersama, kamu tidak akan bisa lagi mencari tau mengenai Sera", ucap sakura.
"Anda betul nona, bagaimana pun kita masih membutuhkan informasi mengenai dia melalui Ayana", ucap kimi.
"Jangan nona, saya akan menemani anda dan menunggu anda di mobil", ucap Kimi.
Dia sama sekali tidak ingin membiarkan sakura sendirian menghadapi Sera, setidaknya meskipun dia tidak bisa menemani sakura saat bertemu langsung dengan Sera ,tetapi dia bisa berada di dekat sakura.
"Tapi Kimi", ucap sakura.
"Aku mohon nona sakura, biarkan aku menemanimu", ucap Kimi .
Melihat Kimi memohon kepadanya ,membuat sakura tidak tahan dan mengizinkannya ikut menemaninya.
"Baiklah kalau begitu", ucap sakura.
"Terima kasih nona sakura", ucap Kimi dengan wajah yang begitu gembira.
"Baiklah ayok kita pergi sekarang ", ucap sakura.
"Ayok nona, aku sudah tidak sabar", ucap Kimi.
Dengan raut wajah yang bahagia mereka keluar dari ruang sakura, mengaliri pak Yuko yang sudah menunggu mereka dari tadi dan bersiap berangkat menujuh rumah sakit wongdo.
•
•
•
Rumah Sakit Wongdo 🏥
__ADS_1
"Banyak sekali kontrak yang di cancel karena kamu sakit nona Sera", ucap yumi.
"Berapa banyak kontrak yang tercancel?" tanya Sera.
"Ayana baru mengatakan ada 3 perusahan, tetapi sepertinya itu akan bertambah nona sera. Hari ini saja seharusnya anda ada pemotretan untuk majalah QB", ucap yumi.
"Apa ada yang menuntut ganti rugi? Tanya Sera.
"Sepertinya tida ada nona karena Ayana mengatakan anda sakit akibat kelelahan baru pulang dari luar negeri", ucap yumi.
"Baguslah kalau begitu. Mana mungkin ada perusahaan yang berani menuntut ku karena aku memberikan keuntungan untuk mereka", ucap Sera dengan sombongnya.
Sejak kehadiran Sera banyak perusahaan - perusahan ternama yang ingin bekerja sama dengannya menjadi brand ambasador untuk produk mereka dan mengganti model yang telah bekerja sama sebelumnya dengan Sera hingga membuat banyak para model yang kurang menyukai Sera.
"Dimana Ayana?? Aku tidak melihatnya dari tadi", ucap Sera.
"Ohh, Ayana pergi menemui dokter karena dokter ING berbicara kepadanya", ucap yumi.
"Kenapa lama sekali, dia belum kembali juga", ucap Sera.
"Apa aku perlu melihatnya nona Sera?" tanya yumi
"Tidak usah, temani aku disini", ucap Sera.
Tak lama dari mereka berbicara, tiba-tiba saja Ayana muncul dengan raut wajah yang terlihat bahagia saat membuka pintu kamar Sera.
"Wah...Wah..., apa yang membuat mu terlihat bahagia seperti itu Ayana? Apakah kamu bertemu dengan seorang pria dirumah sakit ini? " Tanya yumi yang mencoba menggoda Ayana.
Dengan tatapan yang tajam dia menatap yumi seperti tatapan yang ingin menerkam mangsanya.
"A-ku hanya bercanda Ayana, jangan menatap ku seperti itu", ucap yumi.
"Apa yang dikatakan dokter Ayana?" Tanya Sera.
Dia langsung memalingkan pandangannya kepada Sera yang sedang duduk di atas ranjangnya.
"Aku punya berita bagus untuk kita semua", ucap Ayana.
"Berita bagus? Soal apa?" Tanya Sera
"Dokter mengatakan bahwa keadaan mu sudah pulih sera tidak ada lagi hal- hal yang perlu dicemaskan. Kondisi kesehatan mu sudah stabil dan dokter mengatakan kamu sudah bisa pulang bahkan hari ini pun kita sudah bisa meninggalkan rumah sakit ini", ucap Ayana dengan wajahnya yang tampak bahagia.
"Apa? Benarkan Ayana?" tanya yumi.
"Hmm, tentu saja dokter tadi mengatakan seperti itu kepadaku", ucap Ayana.
"Akhirnya kita bisa meninggalkan rumah sakit ini", ucap yumi.
"Yasudah, yumi tolong kamu kemasih barang - barang Sera, Aku akan mengurus admistrasinya", ucap Ayana.
Ketika dia hendak membalikkan badannya untuk melangkah keluar, tiba-tiba Sera mengatakan sesuatu yang membuat langkah kakinya terhenti.
"Aku tidak ingin pulang", ucap Sera.
Beberapa detik keheningan terjadi di dalam ruangan itu saat mendengarkan ucapan Sera. Ayana dan Kimi terdiam sejenak seperti masih bingung dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Apa maksudmu Sera?" Tanya Ayana.
"Apa kamu tidak dengar apa yang aku katakan? Aku bilang aku tidak ingin pulang", ucap Sera.
"Apa lagi yang ingin kamu lakukan Sera?" batin Ayana yang terus menatap Sera.
Aku berharap vote kalian ya untuk mendukung novel yang author tulis masuk 100 besar.
__ADS_1
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung...