Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 63 Pagi Yang Membahagiakan


__ADS_3

Rasanya begitu hangat dan keras meski bukan seperti bantal yang empuk, tetapi tetap membuat kepala sakura begitu nyaman berada di atas lengan daichi yang begitu kekar. Dia yang membelakangi daichi terus melemparkan senyuman di wajahnya, perasaannya begitu bahagia saat mengingat kejadian yang terjadi tadi malam.


Ingatan itu begitu sangat jelas, hingga membuatnya sulit untuk melupakannya. Perasaannya begitu bahagia, sensai ciuman itu masih dapat dirasakanya membuatnya seperti melayang di udara, daichi selalu membawanya menjelajahi pengalaman yang belum pernah di lakukan ya sebelumnya.


Selimut yang membalut tubuh keduanya bergerak tidak karuan akibat daichi yang terlihat mulai sadar. Sakura hanya diam tanpa bergerak seakan dia belum bangun dari tidurnya, perasaannya masih begitu malu jika harus bertatapan dengan daichi.


"Apa kamu sudah bangun?"


Terdengar suara serak yang samar-samar dari arah belakangnya, sakura menarik napasnya dalam-dalam dan memejamkan kedua matanya saat dia merasakan seperti ada sesuatu yang menyentuh punggungnya. Daichi yang baru tersadar kembali mengganggunya, dia melingkarkan tangannya dan memeluk sakura dari belakang.


Dengan penuh keberanian sakura langsung membalikan badannya menatap daichi yang ada dihadapannya dengan senyuman.


"Selamat pagi", ucap sakura.


Daichi menatap sakura, tatapan yang begitu dalam hingga membuat sakura keheranan.


"Ada apa?" tanya sakura


"Terima kasih telah hadir dihidupku sakura", suara itu terdengar begitu tulus.


Ucapan itu membuat sakura tidak mampu berkata apapun kepada daichi, dia memegang wajah daichi dengan kedua tangannya menarik wajah itu kehadapan nya dan memberikan sebuah kecupan lembut di bibirnya.


"Terima kasih juga karena kamu membuat hidupku sempurna", ucap sakura


Dia membelai wajah sakura yang begitu lembut, untuk beberapa menit mereka hanyut dalam keheningan dengan saling menatap satu sama lain.


"Aku harus bersiap-siap sekarang", ucap sakura yang bangkit dari tempat tidur.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya daichi.


"Aku harus menyiapkan keperluan mu", ucap sakura.


"Itu tidak perlu", ucap daichi.


"Kemarilah, kumohon", ucapnya sambil menepuk-nepuk bantal yang ada di sampingnya.


Sakura hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada daichi.


"Aku harus mandi sekarang", ucap sakura


Melihat sakura yang ingin pergi, daichi langsung bangkit dari tempat tidur dan menyambar tangan kiri sakura dan menarik sakura ke dadanya. Sakura begitu terkejut saat wajahnya tepat mendarat di dada kekar daichi.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya sakura yang masih kaget.


Daichi hanya tersenyum, memegang kedua wajah sakura dan dengan hati-hati dia kembali mencium sakura. Kedua mulut mereka saling bertemu terasa begitu manis, dengan ujung lidahnya yang menjelajahi setiap bagian bibir sakura yang begitu tipis.Terdengar suara hembusan nafas yang begitu kasar untuk sesaat sakura menarik dirinya untuk bernafas.


Melihat hal itu daichi hanya tertawa dengan begitu lembut dia mengelus pipi sakura dan mencium kening sakura.


"Aku mencintaimu", bisiknya sambil memeluk sakura.


"Aku juga", jawab sakura dengan suara yang sangat pelan.


"Daichi", ucap sakura.


"Hmmm", jawab daichi.


"Bisakah aku mandi sekarang?" tanya sakura yang masuk dalam pelukan daichi.


Daichi langsung melepaskan pelukannya.


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran", ucapnya sambil tersenyum.


Setalah mendapatkan izin dari daichi, sakura pun pergi meninggalkan daichi untuk mandi sebelum dia kembali menggoda sakura dan bersiap-siap mengurusi keperluan daichi sebelum berangkat kekantor.


••••

__ADS_1


Setelah selesai mandi sakura keluar dari kamar mandi, namun dia tidak menemukan sosok Daichi lagi. Dia mencoba melihat ke arah balkon kamar, tetapi tidak ada sosok yang dicarinya.


"Sepertinya dia mandi di kamar tamu", batin sakura.


Dia turun kebawah menujuh keruang makan untuk memastikan bahwa sarapan sudah siap sebelum keluarga yang lain turun.


"Selamat pagi semuanya", sapa sakura kepada para pelayan.


"Selamat pagi nona sakura", ucap para pelayan itu.


"Apa sarapannya sudah siap?" tanya sakura


"Sudah nona sakura", ucap pelayan wanita itu.


Meskipun sudah siapa, sakura tetap memastikan kembali semua makanya yang telah di sajikan di meja makan sebelum keluarganya menikmati sarapan mereka. Ditengah-tengah kesibukannya seorang pelayan wanita datang menghampiri sakura.


"Nona sakura", ucap pelayan itu.


"Ada apa?" tanya sakura.


"Ada sekertaris Yun diluar nona", ucap pelayan itu.


"Sekertaris Yun? ucap sakura.


"Ia nona, dia sedang menunggu diluar", ucap pelayan itu.


"Astaga kenapa tidak disuruh untuk masuk", ucap sakura.


sakura pun pergi menujuh keluar untuk menemui sekertaris Yun.


"Selamat pagi sekertaris Yun", sapa sakura


Sekertaris Yun langsung membalikan badannya saat mendengar seseorang menyebut namanya.


"Ahhh nona sakura, selamat pagi", ucap sekertaris Yun yang kaget melihat kehadiran sakura.


"Tidak usah nona sakura, saya menunggu tuan daihci diluar saja", jawabnya.


"Masuklah, daichi masih lama tuan Yun".


"Dia baru saja mandi", ucap sakura


"Ahh, benarkah", ucap sekertaris Yun yang tertawa sambil memegang kepalanya.


"Ayok masuklah, kita sarapan bersama".


"Saya yakin anda pasti belum sarapan dan harus bangun pagi padahal semalam kalian lembur sampai malam", ucap sakura.


"Lem-bur sam-pai ma-lam?" tanya sekertaris Yun dengan ekspersi wajahnya yang bingung.


"Bukankah semalam kalian lembur?" tanya sakura.


"Lembur?"


"Semalam saya justru pulang begitu cepat nona sakura", ucap sekertaris Yun.


Sakura menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, ingatannya masih sangat jelas saat daichi mengatakan bahwa dia lembur bersama sekertaris Yun dikantor tadi malam.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?"


Belum sempat sakura bertanya kembali dengan sekertaris yun, tiba-tiba saja daichi muncul dan menghampiri keduanya membuat sakura mengurungkan niatnya.


"Ahh, aku tadi mengajak sekertaris Yun untuk sarapan bersama", ucap sakura.


"Masuklah sekertaris Yun, kita sarapan duluh baru berangkat ke kantor", ucap daichi.

__ADS_1


"Baiklah tuan daichi", jawab sekertaris Yun.


Mereka berjalan menujuh kearah ruang makan, dimana Arashi dan Imoto sudah menunggu kehadiran Meraka dari tadi.


"Ada sekertaris yun",ucap Imoto.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya", sapanya sambil menundukan kepalanya.


"Duduklah Yun, nikmati sarapan mu", ucap Arasi.


Mereka mulai menyantap sarapan yang telah tersaji dihadapan mereka, sakura yang duduk di samping daichi terus memperhatikan daichi. Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya saat ini, dia begitu penasaran dengan yang terjadi. Jika apa yang dikatakan sekertaris Yun benar bahwa mereka sama sekali tidak lembur semalam, lalu kemana daichi hingga selarut malam itu baru pulang.


Pikiran itu selalu menggangunya, pertanyaan apakah daichi sedang berbohong kepadanya membuatnya sangat bingung, dia ingin sekali menanyakan semua pertanyaan yang ada di kepalanya saat ini kepada daichi, namun dia takut jika itu akan membuat daichi tersinggung dan mengira bahwa dia tidak percaya dengan perkataan daichi.


"Sakura, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya daichi.


"Ahhh, tidak ada", ucap sakura yang tersenyum kepadanya.


Sakura mencoba meyakinkan dirinya untuk percaya kepada daichi, dia percaya tidak mungkin daichi akan membohonginya karena dia tau daichi tidak akan mungkin melukai hati nya dan membuat rasa kepercayaannya menghilang terhadapnya.


Setelah selesai sarapan, daichi ditemani oleh sekertaris Yun pun beranjak meninggalkan meja makan untuk berangkat kekantor.


"Ayah, ibu, aku berangkat", ucap daichi.


" Saya permisi", ucap sekertaris yun.


Melihat daichi yang akan berangkat kekantor, sakura pun bangkit dari bangkunya untuk mengantarkan daichi kedepan.


"Ayah, ibu, sakura mengantar daichi kepan duluh sebentar", ucap sakura.


"Ia sayang, ucap Imoto.


Mereka pun pergi meninggalkan ruang makan itu menujuh keluar.


"Aku pergi duluh sakura", ucap daichi sambil mencium kening sakura.


"Iya, hati-hati ", ucap sakura sambil melempar senyumannya kepada daichi.


Sekertaris Yun membukakan pintu mobil itu untuk daichi, dia pun masuk kedalam.


"Saya permisi nona sakura", ucap sekertaris Yun.


"Sekertaris Yun", ucap sakura sambil mengamati daichi yang berada di dalam mobil.


"Iya nona sakura, ada apa?" tanya sekertaris Yun yang begitu penasaran.


"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan,tapi aku mohon jangan memberitahu daichi", ucap sakura


"Soal apa nona sakura?" tanya sekertaris Yun yang terlihat semakin penasaran.


"Nanti saja sekertaris Yun, tidak sekarang".


"Saya akan menghubungi anda nanti, tapi tolong rahasiakan ini", ucap sakura.


"Baikalah nona sakura kalau begitu saya permisi", ucap sekertaris Yun.


"Hati- hati sekertaris Yun", ucap sakura sambil tersenyum.


Sakura terus memperhatikan mobil itu hingga meninggalkan kediaman Tama, perasaannya hari ini sangat berbeda dari biasanya. Meski dia terus tersenyum kepada daichi, entah mengapa perasaanya seakan masih ragu dengan daichi. Dia hanya mencoba menyembunyikan perasaanya dibalik senyum palsunya kepada semua orang, itu adalah salah satu cara yang dapat dilakukannya untuk menjaga hubungannya agar tetap baik dengan daichi.


Sekuat apapun dia berusaha untuk mencoba percaya terhadap daichi, entah mengapa perasaanya mengatakan bahwa ada sesuatu yang sedang di sembunyikan daichi dari dirinya dan itu membuat sakura semakin kacau dengan semua pikiran yang ada di kepalanya.


Sakura hanya takut mengalami kekecewaan dan membuat hatinya merasa terpukul, dia belum siap jika pria yang selalu membuatnya seperti terbang ke langit dengan secepat sambaran petir menjatuhkannya ke dasar jurang yang paling dalam.


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2