
"Itu pasti daichi yang datang", ucap Sera sambil merapikan rambutnya.
Perasaan begitu bahagia saat orang yang telah dinanti-nantikanya akhirnya datang menjenguknya, daichi Tama pria yang sangat dicintainya kembali datang untuk melihatnya itulah yang ada di dalam pikiran Sera saat ini.
"Apa mungkin itu tuan daichi?" batin Ayana.
Dia kembali mengingat ucapan daichi yang begitu tegas mengatakan bahwa dia tidak akan datang lagi menemui Sera, sebuah ucapan yang dianggap Ayana bukanlah sebuah ucapan main-main yang dilontarkan dari mulut seorang Daichi Tama, dia begitu paham bagaimana sifat yang dimiliki daichi dia tidak akan pernah bermain-main dengan ucapan dan janji yang telah keluar dari mulutnya.
ketika pintu itu terbuka, seseorang melangkah masuk kedalam ruangan itu. Sera dan Ayana yang mengarahkan pandangannya ke pintu yang terbuka itu hanya terdiam sejenak menatap sosok yang ada di depan mereka saat ini.
"Sa-kura", ucap sera dengan mata yang terbelangah dan mulut yang masing menggantung terbuka.
Dia merasa begitu kaget melihat kehadiran Sakura, kehadirannya menciptakan awan mendung di hati Sera.Dengan senyum yang lebar sakura melangkah berjalan menghampiri Sera yang berada di ranjangnya.
"Apa kabar Sera", sapa sakura.
Ayana yang berdiri di samping sakura masih terdiam tanpa berkata apa pun, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Bagaimana dia bisa datang kesini", batin Ayana.
"Apa yang membuatmu datang kesini sakura?" tanya sera.
"Tentu saja ingin menjengngukmu, daichi mengatakan padaku bahwa kamu sedang dirawat saat ini", ucap sakura.
Ini untuk kesekian kalinya sakura harus berbohong.
"Da-ichi yang mengatakan kepadamu?" tanya sera.
"Hmm, suamiku yang mengatakannya karena itu saat aku memiliki waktu kosong aku menjenguk mu. Sejak kami menjadi suami istri teman suamiku adalah temanku juga. Itulah yang terjadi didalam hubungan suami istri", ucap sakura yang terus saja tersenyum.
Mendengarkan perkataan sakura membuat Sera begitu emosi dan menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya . Dia menyadari bahwa sakura sengaja mengatakan hal itu kepadanya untuk membuatnya kesal. Dia merasa benci melihat kebahagiannya yang dimiliki sakura dan merasa dialah yang seharusnya lebih pantas mendapatkan kebahagian itu bukan sakura.
"Sera pasti sedang menahan rasa kesalnya", batin ayana yang menatap gerak gerik Sera yang begitu resah.
"Maaf bisakah kamu meninggalkan kami berdua, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Sera", ucap sakura yang melihat Ayana sambil tersenyum.
"A-pa?" tanya ayana yang melihat kearah Sera.
Bagaimana pun Ayana tidak mungkin meninggalkan Sera hanya berdua saja dengan sakura, entah mengapa meski dia melihat sakura begitu tenang dan selalu mengumbar sebuah senyuman di wajahnya, tapi bagi Ayana senyum itu seperti sebuah pisau tajam yang dapat menusuk kapanpun. Sera hanya menganggukkan kepalanya kepada Ayana seakan memberikan isyarat bahwa dia baik-baik saja.
"Baiklah", ucap Ayana yang pergi meninggalkan keduanya.
Ketika dia diluar, yumi langsung menghampirinya dan mencemarinya dengan begitu pertanyaan.
"Ayana, kenapa kamu keluar?
"Siapa wanita itu, aku seperti tidak asing dengannya".
Yumi terus bertanya kepada Ayana sambil memegang lengannya, dia begitu penasaran hingga terus menempel kepada Ayana.
"Hentikan yumi, jangan seperti ini", ucap Ayana sambil melepaskan tangan yumi yang memegangi lengannya.
"Kalau begitu cepat katakan, siapa wanita itu ayana", ucap yumi.
__ADS_1
"Dia adalah Sakura Agata", ucap Ayana.
"APA!!!! Sa-kura Aga-ta?? tanya yumi.
"Ia dia adalah sakura Agata istri dari Daichi Tama", ucap Ayana.
Dia berjalan menujuh sebuah bangku panjang yang berada tepat di depan ruangan Sera dengan diikuti Yumi yang duduk di sampingnya.
"Ahh, pantas saja aku seperti perna melihatnya sebelumnya", ucap yumi.
"Apa kamu tadi bertemu dengan dirinya? tanya Ayana.
"Hmm, dia tadi datang dan bertanya kepadaku apakah benar ini ruangan nona Sera", ucap Ayana.
"Bagaimana dia bisa tau?? Apa benar daichi yang mengatakannya kepadanya?ucap Ayana.
"Tapi dia begitu cantik Ayana, bahkan sangat jauh berbeda saat aku melihat dia tv atau majalah dengan aslinya. Pantas saja tuan daichi begitu mencintainya, nona Sera sangat jauh berada dibawah dia", ucap yumi yang begitu polosnya membandingkan antara sera dengan sakura.
"Tutup mulut mu itu yumi, jangan bicara lagi", ucap ayana yang mulai terlihat kesal.
Sama halnya dengan Yumi, bagi Ayana sendiri ini untuk pertama kalinya dia bertemu langsung dengan sakura. Dia pun menyadari apa yang dikatakan yumi benar bahwa sakura terlihat begitu cantik dan elegen, bahkan jika dibandingkan dengan Sera begitu jauh, meskipun saat ini Sera telah memilki segalanya. Perbedaan keduanya sangat terlihat mencolok antara sakura dengan Sera, keduanya memiliki karakter dan kepribadian yang jauh berbeda.
"Apa yang harus aku lakukan", batin Ayana.
°°°°°°°°°
Sakura yang awalanya berdiri agak jauh dari Sera, berjalan mendekat kearah Sera.
"Bagaimana keadaanmu saat ini?" tanya sakura.
"Benarkah??" tanya sakura yang tersenyum melihat Sera.
Sebuah senyum dengan bibir yang tertutup, sebuah senyuman yang menggambarkan sesuatu hal negatif bagi sera yang melihat senyum itu. Sebuah senyuman yang seperti menyimpan sebuah rahasia bahkan terlihat begitu jelas bahwa sakura tidak menyukainya.
"Langsung saja sakura, apa yang ingin kamu katakan", ucap Sera.
"Apa begitu sangat jelas?Tanya sakura yang masih tersenyum.
"Kamu tidak perlu basa basi dengan ku", ucap Sera.
"Wah...Wah kamu begitu tidak sabaran Sera", ucap sakura.
"Itulah sifat ku", jawab Sera.
"Sampai kapan kamu harus berpura-pura seperti ini Sera?" tanya sakura dengan tatapan matanya yang tajam melihat Sera dan senyum yang diperlihatkannya dari tadi seketika menghilang.
"Apa maksudmu sakura? Aku tidak mengerti", ucap Sera yang berpura-pura.
"Apa yang ingin kamu capai dengan berpura-pura sakit seperti ini? Supaya kamu mendapatkan simpati suamiku? "Tanya sakura.
"Akhh, sepertinya kamu sudah mengetahui rencana ku", ucap Sera yang turun dari tempat tidur sambil senyum dengan sinis.
Dia berjalan melangkah menujuh kearah sakura dan berhenti tepat di depan sakura sambil menatap sakura.
__ADS_1
"Baiklah sakura karena kamu sudah mengetahuinya, tidak ada gunanya lagi aku bersandiwara sekarang", ucap nya.
Clap.....Clap....Clap...
Sakura menepuk kedua tangannya tepat kearah wajah Sera yang saat ini berada di depannya. Dia begitu takjub melihat sifat licik yang dimiliki sera, ini pertama kalinya dia bertemu dengan wanita yang begitu licik seperti sera. Apapun akan dilakukannya untuk mencapai tujuannya, bahkan dia tak segan untuk melakukan hal-hal yang kotor agar semua keinginannya tercapai tanpa memikirkan perasaan orang lain dan begitu egois.
"Menjauhlah dari daichi, hubungan kalian sudah berakhir",ucap sakura yang berjalan mendekat kearah Sera dengan tatapan matanya yang tajam.
"Apa ??? Menjauh??? Kenapa aku harus menjauh dari daichi?" Sera hanya tertawa mendengar perintah sakura.
Sakura begitu aneh melihat sifat Sera yang seperti seorang wanita yang tidak memiliki rasa malu, sehingga dia berkata, bertindak dengan seenaknya.
"Berhenti menjadi benalu diantara hubungan orang lain sera", ucap sakura.
"Aku tidak peduli jika aku disebut sebuah benalu dalam hubunganmu dengan daichi saat ini. Aku hanya ingin mengambil apa yang menjadi milikku sebelumnya", ucap Sera.
"Apa?? Bagaimana bisa kami tidak memiliki rasa malu?" Tanya sakura.
"Kamulah yang seharusnya malu sakura. Kamu telah mengambil daichi dari diriku", ucap Sera.
"Astaga....., Aku??" HAHAHA, aku merasa sangat lucu mendengarnya",ucap sakura yang tampak tak percaya mendengar ucapan Sera mengenai dirinya.
"Aku sudah lama mengenal daichi bahkan sejak kami masih SMA. Aku sudah mengenalnya bertahun-tahun bahkan sebelum kamu muncul di kehidupannya. Jadi, KAMULAH YANG BENALU!!!!!! "teriak sera dengan penuh emosi dia meluapkan isi hatinya terhadap sakura.
Teriakan itu seperti memberhentikan aliran darah sakura mengalir ke seluruh tubuhnya, matanya terbuka begitu lebar dengan mulut seakan kaku hingga tak mampu untuk membukanya. Dia mencoba menenangkan dirinya sesaat, baginya berhadapan dengan Sera begitu membutuhkan tenaga saat lawan yang dihadapinya sudah tidak memiliki rasa malunya.
"Bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa akulah yang menjadi benalu saat hubungan kalian sudah lama berakhir Sera? ucap sakura dengan satu alisnya yang terangkat dan sudut mulutnya yang terangkat.
Dia yang awalnya begitu bersemangat menyerang sakura dengan mengabaikan rasa malu di dalam dirinya, seketika saja mulut yang dari tadi terus berbicara diam dalam kesunyian.
"Aku begitu kasihan melihat mu Sera, mengharapakan pria yang sama sekali tidak menginginkan kehadiran mu lagi di hidupnya", ucap sakura yang berbisik di telinga Sera.
"Beraninya kau!!!!!! Teriak Sera dengan satu tangannya yang terangkat mengarah kearah sakura.
Dengan cepat sakura menepisnya, dengan begitu kuat sakura memegangi pergelangan tangan Sera yang mencoba ingin menampar pipinya.
"Apa yang ingin kamu lakukan? HAH!!!
Wajahnya berubah memerah, napasnya tidak beraturan turun naik, jantungnya berdetak kencang, rahangnya menegang dengan mata yang serius menatap tajam melihat sera. Dia menyadari bahwa saat ini dia begitu emosional dan merasa seperti sudah begitu lama tidak merasakan kemarahan yang dirasakan saat ini.
"Lepaskan tanganku", ucap Sera yang merasa kesakitan.
Sakura menghempaskan tangan Sera dengan begitu kuat.
"JANGAN PERNAH MENYENTUH PIPI KU DENGAN TANGAN KOTOR MU!!!! Teriak sakura dengan tatapan matanya yang membara seperti api yang siap membakar.
"Ini adalah peringatan untukmu, jika kamu terus saja mencoba ingin menggangu rumah tanggaku. AKU AKAN MENGHANCURKAN MU DENGAN BEGITU MUDAH SERA. AKU HARAP KAMU MENGINGATNYA!!! "ucap sakura.
Saat dia merasa semua sudah selesai dan tidak ada lagi yang ingin dibicarakannya dengan Sera, dia pun pergi meninggalkan Sera yang masih terlihat kaget dan terus memegangi tangannya yang terasa begitu sakit saat berada di genggaman sakura. Dengan ekspresi yang kosong menatap kedepan, dia hanya terdiam menjadi patung, kedua kaki yang menopang tubuhnya seketika tak berdaya hingga membuatnya tergeletak dilantai selepas kepergian sakura yang meninggalkannya begitu saja.
Aku berharap vote kalian ya untuk mendukung novel yang author tulis masuk 100 besar.
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
__ADS_1
Bersambung...