
"Kita sudah sampai nona sakura", ucap pak Yuko.
"Pak Yuko anda sudah bisa pulang, tidak perlu menunggu saya ", ucap sakura
"Jangan nona, Tuan muda dan Nyonya bisa marah besar kepada saya nanti", ucap pak yuko.
"Bapak tenang saja, daichi akan menjemput saya nanti", ucap sakura.
"Ahh, Kalau begitu saya setujuh nona ", ucap pak Yuko sambil tertawa.
"Baiklah oak Yuko, Terima kasih sudah mengantar saya ", ucap sakura sambil turun dari mobil.
Dia melangkah masuk kedalam kantor yang hampir satu Minggu tidak dikunjunginya, kehadirannya membuat semua karyawan begitu kaget. Rasanya sudah begitu lama mereka tidak melihat sakura sejak menjelang hari pernikahannya dengan daichi.
Dia hanya melempar senyum kepada setiap karyawan yang melihatnya keberadaanya dan berlalu pergi menujuh keruangannya.
"Rasanya lama sekali aku meninggalkan ruangan ini", batin sakura.
Dia menatap sekeliling ruang itu, mengamati setiap sudut bagian dari ruang kerjanya yang masih sama saat dia meninggalkannya.
"Nona sakura", ucap Kimi yang tiba-tiba muncul.
"Kimi, bisakah kamu mengetuk pintu terlebih dahulu", ucap sakura.
"Maafkan saya nona sakura, saya begitu senang saat mendengar anda sudah datang", jawab Kimi yang berjalan mendekat kearah sakura.
"Kamu dari mana saja Kimi? Kenapa saat saya datang, kamu tidak ada di meja kerja mu?" Tanya sakura.
"Ahhh, saya tadi ke toilet sebentar nona", ucap Kimi
Sakura pun berjalan menuju kursi kerjanya, meletakan tasnya di atas meja dan duduk di kursi singgah sananya yang begitu empuk.
"Jadi nona, Apa yang bisa saya bantu?" tanya Kimi.
"Kimi, Apa kamu mau membantu ku?" tanya sakura.
"Astaga, kenapa anda bertanya seperti itu, tentu saja saya akan membatu anda", ucap Kimi.
Sakura mengambil sesuatu di dalam tasnya, kimi terlihat begitu penasaran melihat sakura. Dia begitu mengenal sosok sakura, dia tidak akan pernah mau menyusahkan orang lain sebisanya bahkan meskipun dia seorang pimpinan, dia akan mengerjakan pekerjaannya tanpa menyuruh bawahannya. Namun melihat sakura meminta bantuan bahkan menghubunginya hingga larut malam membuat Kimi begitu yakin bahwa ini ada sesuatu yang sangat penting.Dia mengambil selembar Poto di dalam tasnya dan membuat Kimi semakin penasaran.
"Tolong cari tau mengenai wanita ini", ucap sakura sambil memberikan selembar Poto kepada Kimi
"Nona SE-RA ", ucap Kimi yang kaget melihat Poto Sera
"Apa kamu mengenalnya?" tanya sakura
"Ahhh, Saya baru sekali bertemu dengannya kebetulan teman saya bekerja dengannya", ucap Kimi.
"Bisakah kamu mencari tau mengenai dia?" Tanya sakura.
"Tentu saja nona, tapi mengapa anda ingin mencari tau mengenai dia? Apakah ada masalah?" Tanya Kimi.
"Ceritanya panjang Kimi, aku tidak bisa menceritakannya sekarang", ucap sakura.
"Baik nona, saya akan mencari informasi mengenai dia dari teman saya itu. Besok saya akan menginformasikan kepada anda", ucap Kimi.
"Terima kasih Kimi ", ucap sakura.
Kini sakura merasa asing dengan dirinya sendiri, dia menyadari bahwa apa yang dilakukan sekarang bukanlah sifatnya, tapi dia melakukan semuanya hanya demi menjaga apa yang dimilikinya. Mempertahankan hubungannya dengan daichi menjadi pilihannya saat ini meski untuk bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani, namun dia mencoba mengendalikan dirinya sendri untuk keutuhan rumah tangganya.
"Nona bagaimana kalau kita makan siang bersama",ucap Kimi.
"Maaf Kimi, aku tidak bisa hari ini", ucap sakura.
"Kenapa nona, kita sudah lama sekali tidak makan siang bersama", ucap Kimi.
__ADS_1
"Aku harus pulang lebih awal", ucap sakura.
"Yasudah, saya akan mengantar anda pulang kalau begitu", ucap Kimi.
"Uhhh, Sejak bisa menyetir", ucap sakura menggoda.
"Hahaha, saya jadi malu",. ucap Kimi.
Dreg....Dreg....Dreg..
"Sebentar Kimi, aku angkat telpon duluh", ucap sakura.
Dia mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari daichi.
"Hallo", ucap sakura.
"Apa kamu sudah siap?" tanya daichi
"Hmmm, sudah ", ucap sakura.
"Aku sudah di loby, turunlah kebawah",ucap daichi.
"Apa???" Sakura terlihat kaget mendengarnya.
"Turunlah sekarang", ucap daichi.
"Hmmm", jawab sakura sambil mematikan telponnya.
"Ada apa nona sakura?" tanya Kimi.
"Tidak ada apa-apa , daichi sudah dibawah", ucap sakura.
"Ahhh, saya pikir apa", ucap Kimi.
"Baiklah, aku pergi duluh", ucap sakura.
"Terima kasih banyak Kimi", ucapnya sambil tersenyum.
Dia pun pergi meninggalkan ruangannya menujuh ke loby dengan menggunakan lift. Selama di dalam lift perasaannya terasa tidak karuan, jantungnya berdebar kencang hingga membuat tubuhnya berkeringat. Dia begitu gugup saat akan bertemu daichi, perasaan ini sama seperti pertama kali dia mulai memiliki perasaan terhadapnya.
Matanya terbuka begitu lebar saat baru keluar dari lift, pandangannya terus tertujuh kepada sosok pria yang sedang berdiri tak jauh dari mobil sedang berwarnah hitam dan terlihat begitu gagah.
Perlahan dia berjalan menghampiri daichi dengan langkah kakinya yang berjalan selangkah demi selangkah, jarak yang semakin dekat membuat jantung sakura menjadi semakin berdetak kencan. Daichi yang dari tadi mengarahkan pandangannya ke depan sama sekali tidak menyadari kehadiran sakura hingga dia membalikan badannya dan melihat wanita yang dicintainya begitu anggun dan cantik sedang berjalan menujuh kearahnya, dia begitu terpesona dengan kecantikan yang dimiliki sakura dan terus menatap sakura dengan senyuman.
"Apa kamu sudah menunggu lama?" tanya sakura yang tepat berdiri di depan daichi.
Dia terus melemparkan pandangannya kepada sakura dengan matanya yang sama sekali tidak berkedip sedikit pun, konsentrasinya hilang sesaat ketika melihat kecantikan sakura di depannya, bahkan dia sama sekali tidak mendengar pertanyaan yang dilontarkan sakura kepadanya.
"Daichi....Daichi... "Apa kamu mendengar ku?" tanya sakura sambil melambaikan tangannya ke arah daichi yang sedang melamun.
"Ahhh, Iya sakura", jawabnya.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya sakura.
"Hmmm, aku hanya terpesona melihat kecantikan mu", ucap daichi sambil tersenyum.
"Ayolahhh, hentikan itu", ucap sakura.
"Aku serius, kamu sangat cantik", ucap daichi dengan tatapan matanya yang terlihat tajam menatap kearah sakura.
Sakura hanya tersenyum saat mendapatkan pujian manis soal penampilannya saat ini hingga membuat perasaannya merasa bahagian.
"Apa kita sudah bisa pergi dari sini?" tanya sakura.
__ADS_1
"Tentu saja", ucap daichi
Dia membukakan pintu depan untuk sakura, tentu saja sakura begitu kaget.
"Apa kamu menyetir sendiri?" tanya sakura.
"Hmmmm", jawab daichi.
"Dimana pak hans? "Kenapa dia tidak mengerti mu?" tanya sakura.
"Aku yang memintanya", jawab daichi.
"Kenapa?" tanya sakura.
"Karena aku ingin menyetir untuk mu", jawab daichi
Terdiam untuk sesaat itulah yang dilakukan sakura saat ini, pipinya berubah merah muda dengan mata yang bersinar untuk sesaat dia terhanyut dalam perkataan daichi.
"Bisakah aku bahagia sebentar saja", batinnya sambil menatap wajah daichi.
"Masuklah!! ucap daichi
"Baikalah", ucap saku
Dia pun berjalan masuk kedalam mobil dan kemudian daichi masuk .
"Kita berangkat", ucap daichi yang menatap sakura di sampingnya.
Sakura hanya menganggukkan kepalanya, mobil itu pun melaju kencang meninggalkan tempat itu tanpa tau kemana mobil itu membawa keduanya pergi. Sepanjang perjalanan sakura hanya menatap keluar jendela saat mobil itu harus berbelok ke kanan, namun mobil itu berbelok ke kiri dan membuat sakura kebingungan.
"Bukankah seharusnya ke kanan? tanya sakura sambil menatap daichi.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat", jawab daichi dengan tatapannya yang fokus kedepan.
"Kemana? Aku sudah janji kepada ibu akan pulang lebih awal", ucap sakura.
"Sebentar lagi kamu akan tau sakura dan soal ibu jangan khawatir aku sudah memberitahu ibu", ucap daichi.
Hanya bisa pasrah itulah yang bisa dilakukan sakura saat daichi membawanya tanpa dia tau kemana dia akan di bawah. Beberapa jam kemudian, mobil yang melaju begitu kencang itu berhenti di suatu tempat.
"Kita sudah sampai ayok turun", ucap daichi.
Sakura pun turun dari mobil, matanya terus berputar melihat sekelilingnya.
"Taman hiburan?" tanya sakura mengangkat alis ketika mereka berada di depan gerbang taman hiburan.
Daichi hanya tersenyum sambil memperhatikan ekspresi wajah sakura yang tampak masih tak percaya.
"Ayok kita masuk", ucap daichi sambil menarik tangan sakura.
Suasana sudah tampak berbeda saat mereka melangkah memasuki gerbang taman hiburan itu, berbagai macam wahan permainan yang ada di taman bermain itu.
"Ayok kita coba wahana itu", ucap daichi sambil memegang tangan sakura.
Antrian begitu panjang saat memasuki wahana permainan itu dengan penuh kesabaran daichi mengantri untuk mendapatkan tiket masuk.
"Bersabarlah", ucap daichi dengan tangan yang terus menggenggam tangan sakura.
Sakura terus menatap pria yang berdiri disampingnya itu, dia sama sekali tidak menyangka daichi akan melakukan hal itu untuknya. Rasanya dia seperti kembali ke masa kecil, namun kali ini berbeda Karena sekarang dia mengunjungi taman bermain dengan pasangannya.Mengantri cukup lama akhirnya mereka mendapatkan tiket untuk bermain wahana roller coaster
"Apa kamu siap?" tanya daichi.
"Tentu saja", jawab sakura.
Perlahan namun pasti dia bergerak semakin kencang hingga memacu adrenalin keduanya, sakura terus berteriak menikmati wahana permainan itu dengan mudah dia dapat berteriak melepaskan semua beban yang ada dihatinya dan mencoba memulai semuanya dari awal.
__ADS_1
Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸
Bersambung....