
Hampir sekitar satu jam berada dijalanan dengan menembus kemacetan panjang yang dilalui, akhirnya mobil yang membawa sakura tiba tepat di depan loby. Seorang petugas pria di tempat itu membukukan pintu untuk sakura dengan begitu anggun dia mengeluarkan satu kakinya yang terlihat putih dan mulus hingga membuat petugas pria itu terpanah melihat kecantikan yang dimiliki sakura.
"Terima kasih", ucap sakura saat turun dari mobil.
Petugas pria itu hanya tersenyum kepada sakura yang terlihat begitu cantik, dia merapikan rambut panjang nya yang tergerai indah sambil menunggu kimi untuk masuk bersama dengannya.
"Nona.., kenapa anda belum masuk?" tanya kimi.
"Menunggu mu", jawab sakura.
"Astaga..., anda seharusnya masuk duluan karena kehadiran anda sudah ditunggu - tunggu untuk apa anda menunggui saya", ucap kimi.
"Yasudah.., ayok kita masuk bersama", ucap sakura.
"Mari nona sakura", ucap kimi.
Keduanya melangkah berjalan menuju tempat acara berlangsung, kehadiran sakura membuat dirinya menjadi pusat perhatian tamu - tamu undangan. Dia terus melempar senyum indah yang dimiliki kepada setiap orang yang menatapnya.
"Itu dia nona sakura..
"Dia selalu terlihat cantik, beruntungnya tuan daichi memiliki istri sepertinya", ucap seorang karyawan pria itu.
Sekertaris yun yang melihat kehadiran sakura langsung berjalan menghampirinya.
"Selamat malam nona sakura", sapa sekertaris yun.
"Selamat malam sekertaris yun, maaf saya telat", ucap sakura.
"Tidak masalah nona yang penting anda sudah ada disini karena dari tadi tuan daichi terus menunggu anda", ucap sekertaris yun.
"Dimana daichi?"Tanya sakura.
"Ah.., Tadi tuan daichi ada disini, tapi dimana dia kenapa tiba - tiba saja menghilang", ucap sekertaris yun.
Kedua bola mata mereka berputar melihat sekelilingnya untuk mencari sosok daichi di antara tamu undangan lainya dan pandangan mata sakura terkunci saat melihat sosok pria tinggi tegap sedang berdiri berhadapan dengan seorang wanita yang begitu asing untuk sakura.
"Siapa dia?"tanya sakura dengan sorot mata yang fokus menatap dari kejauhan.
Mendengar pertanyaannya, sekertaris yun langsung mengikuti arah pandangan sakura.
"Ah.., Itu tuan daichi, tapi saya tidak kenal dengan wanita yang sedang bersama tua daichi", ucap sekertaris yun.
Sakura hanya diam sambil mengamati gerak - gerik keduanya.
"Sepertinya akan ada yang terbakar api cemburu", batin kimi.
°°°°°°°°°°
"Maaf..", ucap erla.
"Hmm..", ucap daichi.
"Apa anda tuan Daichi Tama?"tanya Erla yang memulai basa - basinya, meskipun sejujurnya dia sudah mengetahui siapa sosok pria di hadapannya.
"Benar.", jawab daichi dengan begitu singkat.
Dia terlihat begitu dingin dengan wanita yang berada dihadapannya saat ini, bahkan sama sekali tidak ada melihat atau pun meliriknya. Matanya hanya memandang kearah lain saat Erla mengajaknya untuk mengobrol dengannya.
"Ahh.., Saya sama sekali tidak menyangka dapat bertemu dengan CEO mudah seperti anda Tuan", ucap Erla.
"Terima kasih", jawab daichi sambil tersenyum simpul.
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya adalah Erla dan saya adalah model yang akan bekerja sama dengan perusahaan anda", ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Daichi hanya diam dengan sorot matanya yang tajam melihat tangan yang bergantung di udara berada di depannya.
"Maaf no- na...", ucap daichi yang memberhentikan bicaranya diujung kalimatnya.
Dia mencoba mengingat nama dari wanita yang ada dihadapannya saat ini.
"Erla!!! Nama saya Erla tuan daichi",ucapnya dengan penuh semangat sambil menurunkan tangannya.
"Ah.., Nona Erla. Maaf saya lupa", ucap daichi.
"Tidak apa- apa tuan", jawabnya yang begitu senang saat daichi menatap wajahnya.
"Begini.., saat ini saya sedang menunggu seseorang. Jika tidak ada lagi yang ingin anda katakan...", ucap daichi sambil mengarahkan tangannya seakan memberikan isyarat untuk menyuruhnya pergi.
"Yah...",ucap Erla yang berpura - pura terlihat bingung dengan ucapan daichi kepadanya.
Saat daichi sedang berbicara dengan Erla, ditempat lain selain sakura ada wanita lain yang sedang mengamati keduanya.
"Siapa wanita itu? Berani sekali dia mencoba mendekati daichi", ucap sera yang terlihat marah.
"Dia adalah model dari Agensi Fox sera", ucap ayana.
"Aku sama sekali tidak pernah melihatnya. Apa dia model baru?", tanya sera.
"Tidak.., dia sama seperti dirimu sera. Dia juga model dengan bayaran yang tinggi, tetapi tetap dirimu lah yang lebih mahal dari dirinya ", ucap ayana.
"Aku tidak ingin disamakan dengan model rendahan seperti dia", ucap sera dengan sombongnya.
"Jangan berkata seperti itu sera", ucap ayana.
"Kudengar dia menjadi brand ambasador dari produk pakaian yang akan dijual juga di mall milik daichi,mungkin dia ingin memperkenalkan dirinya secara pribadi dengan daichi. Aku rasa itu sah - sah saja", ucap ayana.
Sera langsung menatap ayana dengan begitu sinis , bola matanya seakan ingin keluar saat mata itu melotot kepadanya.
"A-pa ada yang salah dengan ucapan ku sera?"tanya ayana.
"Apapun alasannya, aku tidak ingin ada wanita lain yang mencoba mendekati daichi. Aku akan menghancurkan setiap wanita yang mencoba mendekati dan mencari perhatian daichi", ucap sera.
"Sera.., kumohon jaga sikap mu. Orang - orang akan melihatmu, disini juga banyak reporter yang meliput", ucap ayana.
"Aku tidak peduli!!!! Aku akan memberinya pelajaran!!", ucap sera.
Ayana yang berdiri disamping sera langsung menahannya dan memegangi lengan sera.
"Apa yang kamu lakukan ayana!!! ucap sera dengan nada suaranya yang meninggi.
"Kumohon, jangan lakukan itu sera", ucap ayana sambil menggelengkan kepalanya.
"LEPASKAN TANGAN MU AYANA!!!",ucap sera dengan suaranya yang semakin meninggi.
"Se-ra.., sepertinya kamu tidak perlu melakukannya", ucap ayana dengan pandangan matanya begitu fokus melihat kedepan.
"Apa maksudmu ayana?"tanya sera yang masih belum mengerti.
"Lihatlah", ucap ayana.
Sera langsung mengikuti arah pandangan ayana yang melihat sesuatu.
"Kamu tidak perlu melakukannya karena ada yang lebih pantas melakukannya sera", ucap ayana dengan pandangannya yang masih tertujuh kepada sakura.
__ADS_1
Sera langsung menghempaskan tangan ayana yang masih memeganginya hingga membuat ayana terkejut.
"Sera..", ucap ayana.
Sera hanya diam dengan pandangan matanya kembali mengarah kepada sakura yang sedang berjalan menghampiri daichi.
"Sayang....", ucap sakura dengan senyum yang terlukis indah di wajahnya membentuk lengkungan bulan sabit.
Daichi langung memalingkan wajahnya ke sumber suara yang terdengar tak asing di telinga nya. Wajahnya yang dari tadi terlihat murung seketika sirna saat melihat wanita yang dari tadi di nantikan nya kini berada di depannya.
"Kenapa lama sekali?"tanya daichi sambil mengulurkan tangannya kearah sakura.
"Jalanan sangat macet sayang, maafkan aku", ucap sakura dengan nada suaranya begitu lembut.
Sambil tersenyum sakura menggapai tangan daichi sambil berjalan mendekatinya, tanpa memperdulikan orang - orang disekitarnya daichi langsung melingkarkan satu tangannya tepat di pinggang sakura, dia ingin menunjukan kepada semua orang bahwa sakura adalah milikinya.
Erla hanya terdiam saat melihat kehadiran sakura di hadapannya, kedua matanya begitu liar melihat penampilan sakura dari atas sampai bawah, melihat sikap yang diperlihatkan daichi dihadapannya membuatnya langsung begitu mudah mengetahui siapa wanita yang saat ini berdiri di depannya.
"Siapa nona ini?" tanya sakura sambil menatap erla dengan tersenyum ramah.
Daichi hanya diam saat melihat Erla.
"Ahh.., perkenalkan nama saya Erla nona", jawabnya sambil mengulurkan tangannya ke hadapan sakura.
Tanpa berpikir panjang sakura langsung meraih tangannya dan menjabat tangannya.
"Sakura tama.., saya adalah istri dari tuan daichi tama", ucap sakura yang terus tersenyum menatap Erla.
"Senang berkenalan dengan anda nona", ucap Erla sambil melepaskan tangannya.
"Saya juga senang berkenalan dengan anda nona Erla", jawab sakura.
"Hmm.., apa aku menggangu kalian? Apa ada hal yang ingin kalian bahas?"Tanya sakura.
"Tidak...Tidak nona... Anda sama sekali tidak menggangu, saya hanya ingin menyapa tuan daichi saja tadi. Kalau begitu saya tinggal dulu", ucap Erla.
"Baiklah.., sampai jumpa", ucap sakura.
Tanpa berani memandang wajah sakura ataupun daichi, dia hanya berlalu begitu saja meninggalkan keduanya.
"Dasar wanita murahan!!! ucap sera.
"Bagaimana dia bisa berpikir mencoba mendekati daichi", ucap ayana.
"Dia adalah wanita yang tidak tau diri dan tidak mengetahui dimana posisinya saat ini berada", ucap sera.
"Hmmm..", ayana tampak terlihat kaget saat mendengar sera berkata seperti itu. Ucapan yang keluar dari mulutnya seperti cambuk untuk dirinya sendiri, mengharapkan seorang pria yang telah memiliki seorang istri.
"Kenapa kamu tidak mengucapkan kalimat itu untuk dirimu sendiri sera", batin ayana sambil melihat sera.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu ayana?tanya sera
"Hahahah..., tidak ada apa - apa sera", jawab ayana.
"Aku akan memberi wanita murahan itu pelajaran sekarang", ucap sera.
"Apa yang ingin kamu lakukan sera?"tanya ayana.
"Ikuti aku!!! ", ucap sera yang beranjak pergi dari tempatnya dengan diikuti ayana dari arah belakang tanpa tau kemana sera ingin mengajaknya pergi karena dia tidak berani untuk terlalu banyak bertanya.
Bersambung.....
__ADS_1