
Hanya ada keheningan yang terjadi di dalam ruangan tersebut, mereka berdua hanya saling bertatapan tanpa berkata apapun. Sakura manatap wajah daichi dengan penuh amarah,tetapi tidak dengan daichi. Dia hanya diam membisu tidak ada raut wajah yang menggambarkan ekspresi kemarahan, hanya ada ekspresi kesedihan yang terpancar dari sorot kedua matanya saat melihat sosok wanita yang berada dihadapannya meneteskan air mata untuknya.
Rasanya dia Ingin menggerakan tangannya ke arah sakura untuk menghapus air mata yang jatuh di pipinya, tetapi dia sadar saat dia melakukannya sakura akan kembali menghempaskan tangannya dan menolak Daichi menyentuhnya. Daichi merasa begitu marah terhadap dirinya sendiri karena membuat wanita yang ingin dilindunginya dan dibahagiakan olehnya harus meneteskan air mata karena dirinya sendiri.
Sakura yang merasa tidak dapat mengendalikan perasaannya lagi, memilih untuk meninggalkan daichi dan berjalan keluar dengan membawa kesedihan pada dirnya. Dia berjalan begitu sangat cepat membuat semua orang yang melihat dirinya bertanya-tanya apa yang terjadi pada sakura. Dia menutupi wajahnya dengan menundukan kepalanya sehingga wajahnya terhalang oleh rambutnya yang panjang.
Kimi dan sekertaris Yun yang baru saja keluar dari ruang pantri berpapasan dengan sakura, mereka melihat sakura yang berjalan begitu terburuh-buruh menujuh keluar.
"Nona sakura", ucap Kimi dengan terus memandang sakura yang berjalan begitu cepat.
Sekertaris Yun yang berdiri di samping kimi, ikut memperhatikan sakura yang berjalan begitu cepat. Ketika dia melihat sakura telah keluar dari ruangannya, sekertaris Yun mencari-cari dimana sosok Daichi Tama.
"Dimana tuan daichi, kenapa hanya ada nona sakura saja", ucapnya dalam hati . Sekertaris Yun begitu penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi dengan mereka berdua.
"Tuan Yun, maaf saya harus mengejar nona sakura sekarang. Sepertinya terjadi sesuatu kepadanya" ucap Kimi dengan Suara yang mulai panik sambil mengarahkan pandangannya kearah sakura.
"Ia nona Kimi pergilah, saya juga harus mencari dimana keberadaan tuan daichi saat ini ", ucap sekertaris yun.
"Akhh tuan daichi ya , mungkin anda bisa melihatnya di ruangan nona sakura. "Bukankah tadi anda mengatakan bahwa tuan daichi bertemu dengan nona sakura? Kemungkinan dia berada disana", ucap kimi.
"Ia anda benar nona Kimi saya akan melihatnya di sana, tetapi sebelumnya terima kasih untuk kopinya ", ucap sekertaris Yun sambil tersenyum kepada kimi.
" Ahhh, sama- sama sekertaris yun. "Baiklah kalau begitu saya pergi duluh",ucap kimi.
"Ia nona Kimi, silakan", ucap sekertaris Yun sambil mempersilahkan Kimi untuk pergi.
Mereka pun pergi berjalan kearah berlawanan, Kimi yang mengejar sakura ke arah pintu keluar sedangkan sekertaris yun mencari daichi di ruang kerja sakura. Kedua sekertaris pribadi mereka mulai merasa panik dengan situasi yang ada saat ini.
•••••
"Nona sakura... nona sakura," Kimi terus memanggil sakura yang berjalan begitu sangat cepat.
Perasaannya yang sedang kacau membuat sakura menjadi tidak fokus dengan sekitarnya. Dia hanya larut dalam kesedihan yang dirasakan tanpa mendengar suara Kimi yang dari tadi terus memanggil namanya.
"Nona sakura!!! ucap Kimi sambil memegang lengan kanan sakura.
Sakura yang merasakan seseorang memegang lengannya langsung memberhentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah belakang, dia melihat wajah Kimi yang begitu kelelahan dan mengeluarkan keringat di wajahnya dengan napas yang tersengal-sengal.
"Ki-mi," ucap sakura dengan suara yang begitu sangat pelan.
__ADS_1
"Astaga nona sakura langkah kaki anda begitu sangat cepat, membuat saya begitu kewalahan mengejar anda", ucap Kimi sambil menarik napasnya.
Sakura hanya diam membisu sambil menatap Kimi yang tampak begitu kelelahan, rasanya kedua bibirnya tertutup sangat rapat seakan ada lem yang menempel di kedua bibirnya dan membuatnya kesulitan untuk mengatakan sesuatu kepada kimi.
Kimi begitu terkejut saat melihat kedua mata sakura tampak begitu sembab, sejak kapan mata itu sembab dia terus memikirkannya didalam hatinya. Apakah itu alasan sakura dari tadi mengenakan kaca mata? Kini begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.
"No-na sakura,"ucap Kimi dengan mulut yang terbuka dan sorot mata yang tampak begitu kaget dengan apa yang dilihatnya.
Sakura langsung memalingkan wajahnya ke arah lain agar tak terlihat oleh Kimi, tetapi Kimi telah melihatnya.
"A-pa yang terjadi dengan anda nona?????"
"Apa anda menangis?"
"Siapa yang melakukan ini kepada anda?"
"Apakah tuan daichi yang membuat anda menangis?
Kimi terus melontarkan pertanyaan kepada sakura, dia tampak begitu panik dan emosi saat melihat sakura menangis. Semua orang yang berada di loby memperhatikan mereka karena suara Kimi begitu sangat kuat. Sakura yang menyadari saat ini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang mencoba menenangkan Kimi.
"Kimi hentikan, semua orang melihat kearah kita", ucap sakura dengan suaranya yang lembut sambil memegang tangan Kimi.
Saat mereka tiba diluar parkiran, Kimi kembali bertanya apa yang sebenarnya terjadi kepada sakura,
" Apa yang sebenarnya terjadi nona, kenapa anda menangis?" tanya Kimi
"Aku akan menceritakan semuanya kepadamu,tetapi tidak untuk saat ini. Aku harus pergi sekarang ", ucap sakura kepada Kimi.
"Anda ingin pergi kemana? Saya akan mengantarkan anda", ucap Kimi yang mencoba menawarkan diri kepada sakura.
"Tidak Kimi, kamu tidak perlu mengantarkan ku. Hari ini aku ingin sendiri", ucap sakura yang tersenyum kepada sakura.
"Baiklah nona", ucap Kimi yang mencoba mengerti sakura.
"Aku pergi duluh,"ucap sakura yang berjalan masuk kedalam mobilnya.
Mobil itu pergi meninggalkan parkiran dan melaju begitu sangat kencang. Kimi hanya berdiri di parkiran tersebut sambil terus melihat mobil itu melaju pergi dan hilang dari pandangannya. Dia merasa begitu sedih melihat keadaan sakura saat ini dan hanya ada satu nama yang terlintas di dalam pikiran Kimi yaitu "Daichi Tama".
Dia pergi meninggalkan tempat tersebut dan berjalan masuk menujuh ruang kerja sakura. Langkah kakinya begitu sangat cepat dengan raut wajah yang menyiratkan sebuah amarah yang sangat besar terhadap daichi. Dia yakin daichi lah sumber masalah yang membuat sakura menangis.
__ADS_1
Ketika dia tiba diruang sakura, dia menemukan dua sosok pria yang sedang berdiri di ruangan itu. Kedua matanya langsung tertujuh kepada sosok Daichi Tama, dia berjalan menghampiri daichi dengan tatapan yang tajam. Sekertaris Yun yang melihat kehadiran Kimi, hanya memeperhatikan apa yang ingin dilakukan Kimi terhadap daichi. Saat Kimi tepat berdiri di hadapan daichi dia menarik napasnya dan bertanya kepada daichi,
"Apa yang anda lakukan terhadap nona sakura?"
"Kenapa dia mengais seperti itu!!!! ucap Kimi dengan penuh kemarahan terhadap daichi.
Dia terus menatap daichi dengan sorot matanya yang tajam sambil menunggu penjelasan dari daichi. Namun bukannya sebuah penjelasan yang diterima kimi, daichi hanya pergi berjalan meninggalkan Kimi tanpa berkata apapun terhadapnya. Kimi yang melihat daichi berjalan pergi mencoba ingin menahannya, tetapi sekertaris Yun langsung menghalangi Kimi sambil memegang lengan kimi.
Kimi melihat kearah sekertaris Yun, sekertaris Yun hanya menggelengkan kepalanya terhadap Kimi sambil menutup matanya seakan memberikan isyarat kepada Kimi untuk tidak mengejar daichi Tama.
"Biarkan dia pergi", ucap sekertaris Yun kepada kimi
"Tidak!!! aku ingin mendapatkan penjelasan dari tuan daichi", ucap Kimi.
"Nona Kimi ini juga sangat sulit bagi tuan daichi", ucap sekertaris Yun.
Mendengar perkataan sekertaris Yun membuat Kimi terdiam sejenak dan kembali tenang.
"Aku yang akan memberikan penjelasan kepada anda,tetapi saat ini biarkan tuan daichi pergi", ucap sekertaris Yun.
"Ba-ik lah sekertaris Yun, perasaanku begitu hancur ketika melihat nona sakura seperti itu", ucap Kimi dengan raut wajah yang begitu sedih.
"Saya mengerti nona Kimi, apa yang anda rasakan saat ini sama seperti apa yang saya rasakan kepada tuan daichi", ucap sekertaris Yun.
"Ketika keadaan mulai membaik, saya akan menghubungi anda dan memeberikan penjelasan tentang apa yang telah terjadi", ucap sekertaris Yun.
Kimi hanya menganggukan kepalanya tanpa berkata apapun kepada sekertaris Yun.
"Baiklah saya permisi kalau begitu nona Kimi", ucap sekertaris Yun sambil menundukkan kepalanya sebagai rasa hormatnya dengan Kimi dan berjalan keluar untuk menghampiri daichi yang telah pergi duluan.
°°°°°
Dia berjalan keluar dengan raut wajah yang tampak dingin dengan tatapan yang tampak kosong, dia berlalu begitu saja seakan hanya ada keberadaanya ditempat itu sekarang. Pikiran daichi hanya tertujuh kepada sakura Agata, kesedihan terpancar di kedua mata sakura terus terbayang dipikiran daichi dan membuatnya merasa begitu menyesal.
Dia telah menyakiti perasaan wanita yang telah dicintainya dan itu semua terjadi karena kebodohan dirinya sendiri. Rasa penyesalan yang begitu besar membuatnya merasa begitu bersalah dan terus menyalahkan dirinya dengan semua keadaan yang terjadi saat ini dan berharap seandainya waktu dapat diputar kembali, dia ingin mengembalikan keadaan seperti sebelumnya.
Pembaca setia ku jangan lupa untuk like, coment and vote yang dan please kasih aku masukan mengenai novel yang aku tulis ini 🥰🥰🥰🥰
Bersambung...
__ADS_1