
Author ingin berterima kasih buat kalian yang sudah mendukung saya selama ini, terutama untuk kalian yang terus vote novel yang saya tulis.
Disini saya juga ingin meminta maaf, jika mungkin ada penulisan yang sering salah saya lakukan dan kedepannya saya akan lebih teliti lagi
Jika di episode awal ada banyak kesalahan dalam penulisan, saya akan berusaha untuk memperbaikinya saat saya memiliki waktu yang kosong karena jika saya fokus memperbaiki tulisan saya kemungkinan akan memakan waktu buat saya melanjutkan episode sebelumnya.
Saya berterima kasih buat kritik yang kalian berikan untuk saya dan akan menjadikannya masukan kedepannya.
Terima kasih
..
Aku sayang kalian ❤️🌺
Keesokan Harinya...
Hari ini sakura hanya berdiam diri di apartemen karena sejak pagi hari daichi sudah pergi meninggalkannya untuk bekerja dan untuk menghilangkan kejenuhannya dia mendesain gambar pakaian yang menjadi hobi dan sekaligus pekerjaannya.
Begitu fokusnya hingga dia tidak menyadari hari sudah sore dan dia baru menyadarinya saat dia melihat jam di ponselnya.
"Astaga..., sudah jam 17:00 ",ucap sakura.
Dia mulai membereskan semuanya peralatan gambarnya dan menyimpannya.
"Sebentar lagi daichi pulang dan aku belum memasak untuk makan malam", ucap sakura.
Dreg....Dreg...Dreg...
"Daichi..,
Sakura langsung mengangkat panggilan dari daichi.
"Hallo..,"jawab sakura.
"Sakura..., Apa kamu baik - baik saja?" tanya daichi.
"Hmm.., Aku baik - baik saja daichi", ucap sakura.
"Maafkan aku karena terlalu sibuk hari ini", ucap daichi dengan suaranya yang rendah.
"Tidak apa - apa daichi. Apa pekerjaan mu sudah siap?" tanya sakura.
"Belum..., Sepertinya aku akan pulang sedikit terlambat", ucap daichi.
Sakura hanya diam saat mendengarnya.
"Hallo..., Hallo..," ucap daichi.
"Eh..., Ia daichi", jawab sakura yang tersadar.
"Apa kamu marah? Maafkan aku sakura,," ucap daichi di balik sambungan telepon itu dan terdengar suaranya begitu menyesal.
"Tentu saja tidak. Aku mengerti pekerjaan mu. Jangan pikirkan itu ", jawab sakura.
"Aku akan segera kembali saat urusan ku sudah siap", jawab daichi.
"Ehmm.., aku akan menunggu mu. Apa kamu akan makan malam bersama nanti?" tanya sakura.
"Tentu saja sakura, aku akan kembali sebelum jam makan malam. Ketika semuanya selesai, aku akan langsung pulang ", jawab daichi
"Baiklah..., Aku akan memasak makan malam. Cepat kembali saat semuanya sudah selesai", ucap sakura
"Iya..., Aku mencintaimu sakura dan aku sangat merindukan dirimu", ucap daichi.
"Aku juga mencintaimu ", jawab sakura yang tersenyum mendengar ucapan daichi.
Panggilan telepon itu berakhir, saat mengetahui daichi akan pulang telat membuat sakura sedikit lebih bersantai.
"Lebih baik aku mandi dulu, setelan itu aku memasak makan malam", ucap sakura
Dia melangkah berjalan menujuh ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, berendam adalah salah satu yang paling disukainya saat berada di kamar mandi, bahkan dia bisa melakukannya Berjam - jam hingga dia lupa waktu, tetapi tidak saat ini karena masih ada pekerjaan yang sudah menunggunya.
Setelah selesai mandi, dia langsung melangkah menujuh ke dapur untuk bersiap memasak, namun dia terdiam sejenak dan terlihat bingung menu apa yang harus dimasaknya malam ini. Memasak makanan adalah tugas seorang ibu rumah tangga, namun menentukan menu masakan setiap hari adalah salah satu problem yang menjadi dilema kaum istri tentu nya dan itu lah yang dirasakan sakura saat ini.
"Lebih baik aku melihat bahan makanan apa yang ada di kulkas", ucap sakura.
__ADS_1
Dia berjalan menujuh kearah kulkas dan memeriksa setiap bungkusan plastik yang ada di kulkas.
"Aku akan memasak sup daging kesukaan daichi, dia sudah lelah bekerja satu harian", ucap sakura.
"Baiklah..., waktunya memasak", ucapnya sambil memakai celemek agar pakaiannya yang dikenakannya tidak kotor terkena noda masakan.
Ketika dia baru ingin memulai untuk memasak, terdengar bunyi bel yang terus berbunyi.
Ting....Tong...Ting...Tong..
"Sepertinya daichi sudah pulang", ucap sakura.
Sakura langsung berlari untuk membuka pintu dan benar saja saat pintu itu terbuka, dia melihat seorang pria yang dicintainya berdiri di hadapannya.
"Selamat datang", ucap sakura dengan senyumnya yang ceria.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu terlihat begitu bahagia sekali sakura?" tanya daichi.
"Tentu saja karena kamu sudah ada bersama ku lagi", ucap sakura yang tertawa.
"Ais...., kenapa kamu sangat menggemaskan", ucap daichi sambil mengelus kepala sakura.
"Inilah yang membuatku tidak mampu berlama - lama jauh dari dirimu", ucap daichi
"Benarkah?? Kalau begitu teruslah bersama ku ", ucap sakura dengan suaranya yang mengayun- ngayun manja sambil memegang tangan daichi.
"Apa aku tidak perlu bekerja?" tanya daichi.
Sakura hanya tertawa mendengar pertanyaan daichi.
"Masuklah", ucap sakura.
Dia menarik tangan daichi dan menutup pintu.
"Kamu pasti sangat lelah", ucap sakura.
"Iya..., Sebenarnya pertemuan dengan tuan Haga hanya sebentar saja, tetapi tadi ayah menelepon ku dan meminta ku untuk bertemu dengan tuan Dozan", ucap daichi.
"Apa ada masalah?" tanya sakura.
"Tidak ada..., karena kita disini ayah memintaku untuk mengunjunginya ", ucap daichi.
"Apa kamu sedang memasak?" tanya daichi sambil melihat sakura yang mengenakan celemek.
"Hmmm.., aku sedang memasak makan malam, lebih baik sekarang kamu mandi dan setelah itu kita makan malam bersama", ucap sakura.
"Baiklah..., aku mandi dulu. Badanku juga terasa sangat gerah", ucap daichi
"Hmmm..., mandilah" ucap sakura.
Dia kembali ke dapur untuk melanjutkan masakannya, tangannya begitu telaten mengerjakan semua pekerjaannya meski tanpa bantuan pelayan.
"Wahh..., kelihatannya enak", ucapnya sambil mengambil sendok didalam laci untuk mencicipi masakannya.
"Sepertinya kurang asin, baiklah aku akan menambahkan garam sedikit", ucapnya sambil menuang setengah sendok garam ke dalam kuah sup.
Disela dia menunggu sup daging matang, dia kembali membuat menu makanan pendamping lainnya. Badannya berpindah dari satu tempat ke tempat lain hingga terkadang membuatnya kebingungan dan dengan tak sengaja dia menjatuhkan barang - barang di dapur dan menciptakan suara yang bising.
"Astaga..., ini akan selalu terjadi. Sifat keteledoran yang ku miliki", ucapnya sambil mengambil sendok yang jatuh di lantai.
"Baiklah..., ini sudah masak", ucapnya sambil mematikan kompor listrik tersebut.
Dia meletakan sup panas itu di atas meja makan dan kembali ke dapur untuk melihat masakannya yang lain.
••••••••••••••••
Terdengar suara langkah kaki yang menghentakkan lantai keramik sepanjang lorong dan langkah kaki itu berhenti tepat di depan pintu dari apartemen yang di tempati daichi dan sakura. Dia menarik napas dalam sebelum dia menekan bel yang ada di sudut kanan pada bagian pintu itu.
Ting...Tong...Ting...Tong....
Sakura yang masih sibuk di dapur merasa kaget saat mendengar bunyi bel.
"Siapa yang datang?" batin sakura.
"Apa supir daichi?
__ADS_1
"Tapi ada apa?
Banyak pertanyaan yang muncul dipikiran sakura.
Ting...Tong...Ting..Tong...
Seseorang kembali menekan bel itu untuk kedua kalinya, sakura mengecilkan kompor agar masakannya tidak gosong dan berjalan kedepan untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
Pintu itu terbuka, terlihat sosok pria yang tinggi, badan yang proposional, mengenakan jas yang rapi, jam tangan yang mewah tepat berdiri di hadapan sakura.
Pandangan mata Haga terkunci saat melihat sosok wanita yang ada di depannya.
"Sa-kura", ucap Haga dengan suara yang begitu pelan bahkan sakura yang berada di hadapannya tidak dapat mendengarnya.
Dia hanya diam dan memandangi sakura yang berada di hadapannya saat ini, jantungnya berdetak kencang, dia diam membeku tanpa berkata apapun. Wanita yang selam ini dicari - cari nya , kini berada dihadapannya dan begitu dekat dengannya.Sakura terlihat bingung saat melihat sosok pria yang berada di depannya itu terlihat terkejut saat melihat dirinya seakan dia sedang melihat seorang hantu. Keheningan terjadi untuk sesaat hingga terdengar suara daichi yang memanggil nama sakura dan memecahkan keheningan yang terjadi diantar keduanya.
"Sakura..., Siapa yang datang?" tanya daichi
"Ini aku daichi!!!!!" teriak Haga yang masih berada di luar.
Daichi langsung berjalan menghampiri keduanya.
"Haga..," ucap daichi yang sama sekali tidak menyangka kedatangannya.
"Kebetulan aku tadi lewat di sekitaran sini dan akhirnya aku mampir. Apa aku mengganggu kalian?" tanya Haga.
"Tentu saja tidak Haga",ucap daichi .
Sakura hanya diam, dia hanya mendengarkan obrolan yang terjadi antara daichi dan pria yang ada di hadapannya itu. Setidaknya saat ini dia tau bahwa pria itu bukanlah orang asing, melainkan teman dari daichi.
"Ehh.., Haga, Kenalkan ini istriku sakura", ucap daichi yang merangkul sakura.
"Sayang..., kenalkan ini adalah Haga, rekan Bisnisku sekaligus teman ku", ucap daichi
Melihat daichi yang merangkulkan tangannya kepada sakura, membuat hati haga seakan terbakar. Dia begitu tak terima dengan apa yang dilakukan daichi kepada sakura, meski itu sangat tidak masuk akal untuknya karena daichi adalah suami dari sakura sehingga dia berhak melakukan apapun dengan istrinya termaksud menyentuh sakura, tetapi dia tidak mampu menahan rasa cemburu yang tengah dirasakannya saat ini.
"Apa kabar sakura..," ucap Haga sambil mengulurkan tangannya.
Sakura merasa sangat aneh mendengarkan sapaan pertama haga kepadanya, seakan mereka pernah bertemu sebelumnya hingga sedekat itu menanyakan kabar untuk orang yang pertama kali ini bertemu.
"Sakura...," ucap daichi yang menyadarkannya dari lamunannya.
"Iya...," jawab sakura yang tersentak.
"Jangan membuat tangan Haga pegal", ucap daichi sambil tertawa.
Mendengar ucapan daichi, sakura langsung melihat tangan yang yang masih menggantung di hadapannya dan menunggu uluran tangan sakura untuk berjabat tangan.
"Maafkan aku..., Senang bertemu dengan anda", ucap sakura yang tersenyum menatap Haga dan langsung melepaskan tangannya.
Haga hanya tersenyum dan terus menatap sakura, begitu lama rasanya tidak melihat wajah indah yang dimiliki sakura hingga membuat dirinya tak kuasa untuk memalingkan penglihatannya dari sakura. Sakura menyadari bahwa pria yang ada di hadapannya saat ini terus menatap dirinya dan itu membuatnya merasa tidak nyaman ketika ada seorang pria asing yang menatapnya selain suaminya.
"Daichi..., aku tinggal dulu karena aku masih memasak di dapur", ucap nya.
"Baiklah sayang", ucap daichi.
Pandangan Haga terus menatap sakura yang perlahan hilang dari penglihatannya.
"Haga..., Ayok kita masuk", jawab daichi.
"Iya", jawab Haga yang melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Matanya berputar mengamati sekelilingnya.
"Duduklah..", ucap daichi.
"Tempatnya begitu bagus dan nyaman daichi", jawab Haga sambil duduk
"Hmm.., cukup nyaman", ucap daichi.
"Oh iya..", Aku merasa tidak enak datang tiba - tiba seperti ini daichi tanpa memberitahumu sebelumnya", ucap Haga.
"Ayolah..", hentikan itu", jawab daichi.
"Kebetulan sekali aku tadi lewat dan teringat saat kamu mengirim alamat tempat tinggal mu", ucap Haga.
__ADS_1
Itu adalah sebuah Alibi yang digunakannya, bukan karena sebuah kebetulan, tetapi dia sudah merencanakannya karena rasa penasarannya yang begitu besar untuk memastikan apa yang menggangu pikirannya dan akhirnya semua telah terjawab.
Bersambung.....